Analysis Eye

Analysis Eye
Manusia Fana yang Melawan Malaikat


__ADS_3

Lein langsung maju ke arah Athein, Athein mengayunkan pedang nya secara horizontal untuk menebas Lein yang akan datang.


Lein menggunakan kedua tangan nya untuk memegangi pedang Athein, lalu menggunakan empat tangan asura nya untuk memukul Athein.


"Sial!" Umpat Athein.


"Haha, jadi malaikat juga bisa mengumpat ya!" Lein tertawa.


Mereka berdua saat ini sedang bertarung dengan niat membunuh. Lein tidak tahu mengapa Athein ingin membunuh dirinya.


Namun karena Athein sudah mengeluarkan niat membunuh nya, maka Lein juga harus mengeluarkan niat membunuh nya juga.


Athein mundur untuk menjaga jarak, ia mengangkat tangan kirinya dan menggunakan api suci untuk membentuk beberapa lingkaran dan mengikat tubuh Lein.


"Ugh!" Lein merasakan panas yang menyengat.


Lein membuka mulutnya dan menembakan sebuah meriam api iblis seperti saat seekor naga menyemburkan api dari mulutnya.


Dan Lein tidak hanya menembak sekali, melainkan menembak seperti sebuah senjata api yang mengeluarkan semua peluru nya.


Athein melambaikan tangan nya dan menciptakan sebuah perisai dari energi suci untuk menangkis api iblis yang datang.


Namun, perisai suci yang Athein buat segera retak setelah menerima beberapa api iblis, Athein melebarkan matanya dan membuat beberapa lapis perisai suci.


Karena Athein terlalu fokus untuk menangkis api iblis, api suci yang mengikat Lein perlahan-lahan mengendur.


Lein memanfaatkan kesempatan ini dan segera mengeluarkan kedua katana nya dan ia pegang di kedua tangan nya sendiri bukan tangan asura.


"Dragon Language : Demonic Energy Slash." Teriak Lein.


Lein mengayunkan pedang nya secara menyilang dan muncul sebuah gelombang mana yang memiliki warna hitam.


Gelombang mana tersebut datang ke arah Athein yang saat ini sedang fokus untuk menambah perisai suci tanpa tahu bahwa api iblis sudah tidak ada.


Gelombang mana datang dan menghancurkan semua lapisan perisai suci yang Athein buat. Athein terkejut karena perisainya hancur dan ia terkena serangan gelombang mana.


"Argh!!" Sebuah tanda berbentuk silang muncul di dada Athein.


Dan karena mereka berdua menggunakan energi yang berlawanan, Athein jadi merasakan sakit yang berkali-kali lipat.

__ADS_1


Saat Athein akan berdiri, ia melihat bahwa Lein sudah berada di depan nya dengan ekspresi menyeringai yang terlihat menyeramkan.


Lein menggunakan keempat tangan asura nya untuk memegang kedua tangan dan kaki Athein lalu mengangkat nya ke atas.


Lein mengangkat kedua katana nya dan menusuk perut Athein secara perlahan-lahan sampai menyentuh ujung katana nya.


"Arghh!!" Athein berteriak kesakitan karena Lein menggunakan energi iblis di kedua katana nya.


Setelah itu Lein melempar Athein sampai ia terguling-guling. Lalu Lein membuka mulutnya dan menembakan api iblis lagi.


"Sial!" Athein membuat perisai suci yang kali ini ia menggunakan divine power.


Athein terbang menjauhi Lein dan mencoba untuk menyembuhkan dirinya sendiri dengan energi suci.


Lein juga tidak melanjutkan serangan nya dan menunggu Athein untuk pulih karena ia juga bosan jika hanya dirinya sendiri yang menyerang.


Karena Lein ingin merasakan bagaimana rasanya bertarung dengan malaikat yang kekuatan nya jauh lebih kuat dibandingkan dengan manusia.


"Holy Fire Tornado!" Teriak Athein.


Angin berhembus secara lambat lalu perlahan-lahan kecepatan nya bertambah cepat sampai membentuk sebuah pusaran angin yang kecil.


Lalu pusaran angin kecil itu menjadi sebuah pusaran angin yang besar sampai membentuk sebuah tornado angin yang dahsyat.


"Oh~ Itu adalah jenis tornado yang baru aku lihat." Lein kagum dengan tornado yang indah karena api suci nya.


Tornado api suci berputar dengan sangat kencang dan bergerak ke arah Lein sambil melancarkan bola api suci yang besar dari dalam tornado.


Bukannya takut, Lein justru menyeringai saat melihat ada banyak sekali bola api suci yang datang ke arah nya dengan kecepatan tinggi.


"Bagus! Ini baru pertarungan!" Teriak Lein dengan bersemangat.


Lein membuat keempat tangan asura nya menjadi lebih besar dan lebih panjang, lalu ia menggunakan keempat tangan tersebut untuk memukul api suci yang datang.


Lein benar-benar bisa memantulkan bola api suci tersebut, dan ada beberapa bola api suci yang hilang saat bersentuhan dengan tahan asura.


"Bagiamana mungkin kamu bisa memantulkan bola api suci!!??" Athein berteriak tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Hahaha, itu mudah! Gunakan energi iblis yang lebih besar!!" Lein tertawa dengan keras.

__ADS_1


"Lalu bagaimana bisa kamu tidak kehabisan energi iblis!?" Athein bertanya-tanya mengapa Lein tidak kelelahan.


"Haha, kalau itu rahasia..." Lein menyeringai tidak menjawab pertanyaan Athein.


Alasan sebenarnya itu mudah, bola api suci yang menghilang saat bersentuhan dengan tangan asura sebenarnya Lein serap.


Benar, Lein menyerap nya dengan menggunakan Mana Absorb. Karena bola api suci tersebut mengandung mana yang sangat melimpah.


Lein bisa dengan mudah mengubah mana yang suci itu menjadi energi iblis karena ia memiliki Jantung Naga yang membantu nya.


"Sialan!! Mati dan jadilah debu dengan api suci ku ini!!" Teriak Athein.


Athein mengendalikan tornado api suci nya untuk bergerak lebih cepat ke arah Lein. Lein juga malah berlari menuju tornado api suci itu.


"Dasar gila!!!" Teriak Athein yang menganggap Lein seperti orang gila.


"Haha, aku ini memang orang gila!" Lein tertawa dengan keras.


Karena Lein saat ini sedang kekurangan mana karena ia sudah menggunakan banyak sekali energi iblis sebelumnya.


Jadi Lein berniat untuk menyerap tornado api suci dengan Mana Absorb dan mengubah nya menjadi energi iblis sepenuhnya.


Lein memanjangkan dua tangan asura untuk menjangkau tornado api suci dan menyerapnya dengan menggunakan Mana Absorb.


Lalu Lein menggunakan dua tangan asura lain nya untuk menembakkan meriam energi iblis yang diarahkan ke lokasi Athein.


Athein saat ini sedang kelelahan karena sudah menggunakan banyak energi suci dan Divine Power untuk tornado api suci nya.


Dan untuk mempertahankan dan mengendalikan tornado api suci juga memerlukan lebih banyak lagi energi suci dan Divine Power.


Athein merasakan bahwa ia akan memenangkan pertarungan ini saat ia melihat Lein berlari ke arah tornado api suci seperti orang gila.


Namun ekspektasi nya tidak sesuai realita, Lein saat ini justru sedang mengarahkan kedua tangan asura nya ke arah dirinya.


Lalu Athein bisa melihat bahwa kedua tangan asura itu memancarkan gelombang energi yang memiliki warna hitam yang sangat gelap.


Saat Athein berpikir bahwa ia mudah untuk menghindari serangan yang akan datang karena jarak diantara mereka berdua sangat jauh, ekspektasi nya salah lagi.


Meriam energi iblis yang Lein tembakkan sudah berada tepat di depan mata nya dan sudah terlambat baginya untuk menghindar.

__ADS_1


Athein terkena serangan meriam energi iblis dan terjatuh dari udara sambil berteriak sangat keras karena merasakan sakit yang parah di sekujur tubuh nya.


Lein menjauh dari tornado api suci karena mana di tubuh nya sudah penuh dan ia berlari menuju Athein yang sedang jatuh.


__ADS_2