Analysis Eye

Analysis Eye
Looting


__ADS_3

Setelah beberapa waktu Lein berlari, ia telah sampai di hutan bagian dalam. Lein lalu menggunakan mana nya untuk mengobservasi lingkungan sekitar.


Lein tidak menemukan orang-orang Kiva. Lein lalu bergerak ke sembarang arah dan ia melakukan observasi lagi. Kali ini ia menemukan jejak kaki.


"Dilihat dari jejak kaki nya, ada sekitar 3 orang. Sepertinya itu mereka." Lein mengamati jejak kaki


"Analisa apakah jejak kaki ini milik bawahan Kiva saat mereka menyerang ku." Lein menganalisa untuk memastikan.


[ analisa berlangsung ]


[ Benar ]


"Bagus. Ayo ikut jejak ini secara diam-diam." Lein lalu mengikuti jejak kaki ini


Lein juga selalu mengobservasi lingkungan untuk berjaga-jaga. Hutan ini tidak berisikan monster kuat, namun untuk berjaga-jaga sewaktu-waktu ada variabel tidak terduga.


Bukannya Lein takut dengan bawahan Kiva, namun ia hanya tidak ingin menimbulkan masalah yang tidak perlu. Dan ia ingin mendengar percakapan mereka.


"Ada reaksi mana di depan sana." Observasi Lein menemukan ada reaksi mana di arah depan Lein


Lein lalu memanjat pohon dan melompat diantara pohon-pohon agar tidak bersuara.


"Itu mereka." Lein berhenti dan menemukan 3 orang sedang duduk dan mengobrol.


...----------------...


"Ah, misi ini sangat mudah." ucap bawahan 1


"Benar, kita tidak perlu bersusah payah." bawahan 2 membalas


"Tapi ngomong-ngomong, apakah tuan muda Kiva tidak melakukan pergerakan?" Bawahan 3 bertanya


"Entahlah, semenjak orang yang bernama Lein itu hidup, tuan muda Kiva menjadi lebih berhati-hati." Bawahan 1 menjawab


"Yah abaikan itu. Aku mendengar kabar keluarga Barqi akan mengirim barang yang sepertinya adalah artefak untuk tuan muda Kiva." Bawahan 2 mengatakan sesuatu yang menarik.


"Oh ya? apakah akan dikirim kan langsung atau sembunyi-sembunyi?" bawahan 1 bertanya


"langsung." bawahan 2 menjawab


"Kapan waktunya? aku ingin melihat artefak apa itu." Bawahan 3 tertarik


"3 hari dari sekarang. Untuk waktunya aku tidak tahu pasti namun akan sampai saat malam hari." Bawahan 2 menjawab.


...----------------...


"Kekeke, tidak sia-sia aku kesini." Lein mendapatkan informasi yang sangat berguna


"Tapi apakah mereka bodoh? aku tidak menyembunyikan keberadaan ku namun mereka tidak sadar." Lein tidak tahu harus bereaksi apa


"Ya sudahlah. Sekarang aku harus membunuh mereka, saatnya balas dendam." Lein mengeluarkan satu katana nya

__ADS_1


"gaya pertama : tebasan gelombang sungai." Lein menggunakan teknik dan ia juga menggunakan tambahan mana.


*slash (suara tebasan pedang)


...----------------...


"Bahaya!" Mereka semua merasakan bahaya dan segera menghindar


"Siapa disana! Apakah kamu tidak tahu siapa kami!" Bawahan 1 berteriak


"Ya ya, aku tau siapa kalian." sebuah suara datang dari atas pohon


"Suara ini." mereka bertiga menyadari siapa pemilik suara itu


"Kejutan! Ini aku." Lein melompat turun dan bertindak seolah-olah dia sedang memberikan kejutan


"Sial! hati-hati dia orang kuat!" Mereka bertiga mengeluarkan senjata mereka


"ck ck ck, kekuatan kalian tidak berubah. Masih saja, lemah." Lein menyeringai


Lein lalu menyerang mereka duluan dengan serangan cepat.


*slash (suara tebasan pedang)


Kepala bawahan 1 terlepas dari tubuh nya dan melayang-layang


Lein menggunakan bagian tumpul katana untuk memukul kepala bawahan 1 seperti sedang bermain baseball. Kepala bawahan 1 terlempar jauh entah kemana.


"Sial, orang gila!" Dua bawahan yang tersisa merasakan ketakutan.


"Yah, kalian tidak begitu asik. Kemana keberanian kalian sebelum nya?" Lein bertanya dengan ekspresi menyeramkan


Kedua bawahan itu gemetar ketakutan dan tidak menjawab pertanyaan Lein.


"Sial, dasar sampah. Kalian hanyalah anjing penjilat." Lein lalu memenggal kepala mereka berdua.


*cring (suara cahaya bersinar)


Cahaya yang menyilaukan terpancar dari tubuh mereka bertiga. Dan saat cahaya itu redup, banyak barang-barang di sekitar tubuh.


"Woah, mereka cukup kaya. Meskipun tidak ada yang hebat, ini semua bisa diuangkan, kekeke." Lein menyimpan semua barang-barang


barang-barang itu berasal dari inventory ketiga bawahan Kiva. Ketika seseorang mati, maka isi inventory mereka akan keluar dengan sendirinya.


Kecuali menggunakan artefak yang tidak akan mengeluarkan isi inventory, makan orang yang mati akan selalu mengeluarkan isi inventory mereka.


Adapun alasan mengapa tidak ada cahaya yang bersinar saat Lein membunuh 25 bawahan Kiva di ujian, mungkin karena mereka sudah diatur agar tidak membawa barang apapun.


Oleh karena itu tidak ada satupun barang yang keluar dari inventory mereka. Lein juga kesal mengapa mereka tidak membawa satu barang pun.


...----------------...

__ADS_1


"Karena urusan ku sudah selesai dan hari sudah sore. Apakah aku kembali saja?" Lein berpikir sebentar.


"Nanti sajalah, aku latihan disini dulu." Lein memutuskan untuk tinggal sebentar.


Lein lalu mengumpulkan ketiga mayat itu dan membakar mereka untuk menghilangkan bukti. Meskipun jarang orang yang datang ke hutan bagian dalam.


Setelah memastikan semua nya sudah menjadi abu, Lein lalu mematikan api agar tidak terjadi kebakaran hutan.


Lalu Lein mencari tempat yang cocok untuk latihan. Lein ingin melatih kelincahan menggunakan teknik dragon dance.


Lein menemukan tempat yang cocok. Medan tempat itu sungguh sulit untuk dilalui. Akar pohon yang keluar dari tanah, tanah basah, dahan pohon tidak teratur dan kurang pencahayaan.


Lein menganggap tempat ini lebih dari cocok untuk latihan nya. Niatnya Lein ingin melatih kelincahan saja namun dengan tempat ini Lein bisa melatih penglihatan, fleksibilitas, dan yang lain.


Lein lalu melakukan pemanasan sebentar sebelum memulai nya. Setelah itu Lein memulai latihan nya.


...----------------...


Universitas Dragon Heart, kantor presiden Brynn.


"Menurut mu apakah Lein baik-baik saja?" Brynn bertanya kepada Liza yang sedang berbaring di sofa


"Tentu saja ia akan baik-baik saja." Liza menjawab dengan yakin.


"apa yang membuat mu yakin? kekuatan nya? atau kecerdasan nya?" Brynn penasaran mengapa Liza sangat yakin.


"Bukan kedua nya." Liza duduk dan menggeleng-gelengkan kepala nya


"Lalu apa?" Brynn tambah penasaran.


"Karena...." Liza sengaja memperlambat ucapan nya.


"Cepat katakan!" Brynn menjadi kesal karena tingkah Liza


"Haha, baiklah. Itu karena kesabaran nya." Liza mengatakan alasan yang tidak terduga.


"Kesabaran?" Brynn bingung.


"Ya, kesabaran. Kamu tahu Lein hidup sendiri, dan ia sudah menerima berbagai macam perlakuan dari dunia." Liza berkata.


"Ya, aku membaca riwayat hidup Lein." Brynn mengetahui hal itu.


"Dan Lein selalu menahan emosi nya. Ia tidak pernah membalas dendam atau melakukan hal bodoh. Kamu tahu kenapa? Liz bertanya


"...Karena ia lemah." Brynn menjawab


"Tepat sekali, karena ia lemah." Liza menganggukkan kepala nya


"Dan jika ia memiliki kekuatan yang cukup, maka ia akan melaksanakan rencana nya." Liza melanjutkan perkataan nya


"Begitu, dia anak yang dewasa ya." Brynn memberikan pendapat tentang Lein.

__ADS_1


"Benar, dia di dewasa kan oleh keadaan." Liza kembali berbaring.


__ADS_2