Analysis Eye

Analysis Eye
Pergi ke Krematorium untuk Mengkremasi


__ADS_3

Kekacauan di luar tembok karena monster kota sudah dibereskan, bangunan dan tembok yang rusak juga sudah diperbaiki.


Walikota Holbein juga memberitahu kepada warga kalau masalah telah selesai dan warna bisa tenang dan beraktivitas seperti biasa.


Sehari setelah penyerangan, Walikota Holbein bersama dengan atasan sedang melakukan pertemuan virtual dengan kota lain yang diserang juga.


Walikota Holbein menjelaskan kalau penyerangan monster itu adalah ulah Anarchy Order sesuai dengan ucapan Lein sebelumnya.


Lalu hampir seluruh kota setuju untuk bergerak menuntas Anarchy Order karena mereka takut akan ada penyerangan yang akan menimbulkan korban jiwa.


SID juga bekerja sama dengan pemerintah untuk bergerak menuntas Anarchy Order. Lalu keputusan akhir adalah para pemerintah di Benua Manusia bekerja sama dengan SID untuk menuntas Anarchy Order.


Mereka melakukan ini secara terang-terangan alasan nya adalah agar Anarchy Order sedikit takut dan agar seluruh masyarakat bisa tenang.


Masyarakat yang mengetahui kalau pemerintah dan SID sudah bergerak juga mengeluarkan suara mereka untuk mendukung.


...----------------...


Universitas Dragon Heart, di kantor presiden.


"Pres, aku juga akan ikut bergerak." Ucap Lein kepada Presiden Brynn.


"Apakah kamu akan ikut bersama mereka?" Tanya Presiden Brynn.


"Tidak, itu akan merepotkan." Lein menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Lalu apakah kamu akan bergerak sendiri?" Presiden Brynn duduk di seberang Lein.


"Ya, aku akan bersama dengan Isolda dan Octiorb. Aku bisa memints tolong kepada Liza jika aku membutuhkan bantuan karena dia bisa menggunakan rune yang praktis." Ucap Lein.


"Benar juga, rune milik Liza memang sangat serbaguna." Presiden setuju dengan ucapan Lein mengenai rune milik Liza.


"Baiklah, aku izinkan kamu untuk bergerak. Tetapi, berhati-hatilah, hubungi aku jika kamu memerlukan bantuan." Presiden Brynn mengizinkan Lein.


"Baik! Terimakasih Pres!" Lein tersenyum.


...----------------...


Lein segera keluar dari universitas dan pergi menuju pinggir kota. Alasan Lein pergi ke pinggir kota karena ia akan pergi ke krematorium disana.


"Permisi." Lein membuka pintu krematorium dan masuk ke dalam gedung yang suram.


Suasana nya terasa sangat suram dan mencekam karena krematorium adalah tempat dimana jenazah manusia dibakar.

__ADS_1


Saat manusia meninggal, biasanya mereka akan dikuburkan atau dibakar.


Jika diliburkan, maka jenazah akan dimandikan dan dibersihkan kemudian ditaruh di dalam peti lalu dikuburkan di dalam tanah.


Sedangkan dibakar, jenazah akan dibakar menjadi abu melalui proses kremasi di krematorium. Abu jenazah juga bisa dikubur atau disimpan.


"Ya, apakah ada yang bisa saya bantu tuan?" Seorang petugas wanita mungil menyambut Lein.


"Tunggu dulu, mengapa wanita mungil dan imut seperti dirinya malah bekerja di krematorium yang suram ini?" Batin Lein.


"Halo, aku ingin melakukan kremasi, ah maksudku bukan diriku yang akan melakukan nya." Lein menggaruk-garuk kepala nya karena salah kata.


"Haha, kamu sangat lucu tuan! Baiklah, tolong isi formulir ini." Petugas muncul itu tertawa.


"Ngomong-ngomong, mengapa kamu bekerja disini? Tidak bermaksud apa-apa tetapi penampilan mu sungguh tidak cocok dengan tempat yang suram ini." Lein bertanya sambil mengisi data.


"Karena uang!" Jawab petugas mungil itu dengan ceria.


"Uang ya..Apa tingkat pendidikan terakhir mu? Analisa wanita ini." Lein menganalisa petugas mungil itu secara diam-diam.


[ analisa berlangsung ]


[ Zae Sereta


level : 33


Seorang wanita yang memiliki sifat periang ]


"Hanya SMA." Jawab Zae dengan jujur.


"Begitu... Ini formulir nya." Lein menyerahkan formulir yang sudah ia isi.


"Baik." Zae menerima formulir yang Lein berjalan dan mengisi data ke komputer.


Setelah dikonfirmasi, Zae menyuruh Lein untuk pergi ke ruang nomor 07. Lein mengangguk dan berjalan ke ruang 07 yang cukup dekat dengan lobi.


Didalam ruangan ada pria tua yang sepertinya adalah seorang petugas dan satu ranjang beroda. Lein ditanya siapa yang akan dikremasi dan dimana tubuh nya sekarang.


"Orang yang akan dikremasi adalah ibuku, tubuh nya sekarang berada di dalam inventory ku." Lein mengatakan nya dengan senyum cerah.


"Tunggu dulu, orang macam apa yang menyimpan tubuh ibu nya di dalam inventory?" Petugas memegangi kepalanya.


"Aku. Haha, bercanda. Yah, bagaimana mengatakan nya, ibuku ini orang jahat, dan aku bertugas untuk membunuh nya karena kejahatan ibuku sangat berat."

__ADS_1


"Jika tidak percaya, tolong lihat ini." Lein mengeluarkan kartu yang diberikan oleh Gran.


"Hm, jadi begitu ya. Maaf, aku tidak tahu, aku turut berduka cita nak." Petugas mengonfirmasi kartu itu asli dan meminta maaf.


"Tidak apa-apa, jadi apakah aku harus menaruh tubuh nya di atas ranjang ini?" Tanya Lein.


"Ya, kami akan mengkremasi nya saat sudah tiba giliran." Angguk petugas.


"Baik." Lein kemudian mengeluarkan tubuh althea dan membaringkannya di atas ranjang.


"Bagus, tandatangani formulir ini." Petugas menyerahkan formulir dan pena dan Lein segera menandatangani nya.


"Kembalilah saat sore hari, atau kamu bisa menunggu disini." Ucap petugas.


"Tentu saja kembali." Balas Lein keluar dari ruangan dan berjalan menuju lobi.


"Ini, kamu bisa menghubungi nya. Katakan saja kalau Lein Sanzio yang merekomendasikan mu." Lein menyerahkan kartu nama kepada Zae kemudian ia pergi.


"Eh..." Zae melihat kartu nama yang diberikan oleh Lein.


Kartu nama itu tertera nama, nomor telepon, dan alamat. Zae melihat kalau alamat yang tertera adalah alamat sebuah klinik di pusat kota.


Benar, Lein merekomendasikan Zae untuk pergi ke klinik di pusat kota setelah melihat kemampuan Zae yang bisa menenangkan orang.


Kemampuan Zae akan berguna di dalam medis, namun rank nya hanyalah D, jadi paling kemampuan Zae tidak terlalu berguna di rumah sakit dan paling-paling di sebuah klinik.


Namun bagi Zae, seorang wanita yang sedang kekurangan uang, pekerjaan ini sangatlah penting apalagi identitas pemilik kartu nama tersebut adalah pemilik klinik.


Dengan menghubungi pemilik klinik dan bicara sesuai ucapan Lein tadi, Zae bisa mendapatkan pekerjaan yang cukup bagus dengan kemampuan nya.


Dan karena berada di pusat kota, maka bayaran yang akan diterima oleh Zae juga meningkat banyak berbeda dengan di pinggir kota.


Lein bisa punya kartu nama pemilik klinik karena sebelumnya di area medis ia mengobrol dengan pemilik klinik dan pemilik klinik memberikan kartu nama nya.


"Ini... Aku sangat berterimakasih." Zae membungkukkan badan nya 180 derajat ke arah Lein pergi.


...----------------...


"Apakah ada alasan kamu membantu wanita itu?" Diperjalanan Isolda bertanya kepada Lein.


"Tidak ada." Lein menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Lalu mengapa kamu membantu nya?" Isolda bingung.

__ADS_1


"Simpati, setiap makhluk hidup pasti memiliki simpati. Dan, apakah seseorang perlu alasan untuk bersimpati kepada orang lain?" Lein menjawab pertanyaan Isolda dengan senyuman.


"Manusia memang aneh." Ucap Isolda kemudian ia diam kembali.


__ADS_2