
"Halo, Lein. Bagaimana keadaan mu? apakah masih ada yang terluka? atau bagaimana?" Anna menggoyang-goyang kan tubuh Lein
"Anna, jangan menggoyang-goyang kan tubuh Lein. Ia baru saja sembuh." John mengentikan Anna
"Ah, maaf. Aku terlalu bersemangat." Anna menghentikan tindakan nya dan meminta maaf dengan canggung
"Tidak apa-apa. Aku juga sudah sembuh total berkat perawatan dari tim medis Universitas." Lein melompat-lompat membuktikan bahwa ia sudah sembuh.
"Syukurlah, aku lega." Ana mengelus dadanya
"Aku juga. Kalau begitu, kita masuk bersama?" John menawarkan
"Tentu saja, ayo masuk." Lein dan Anna setuju dan mereka masuk ke universitas bersama
Mereka bertiga lalu menuju bagian administrasi untuk mendaftar secara resmi. Setelah mereka mengantre dan mendaftar, mereka diberikan beberapa hal.
Yang pertama adalah sebuah kartu yang terhubung ke sistem diri sendiri. Digunakan untuk identitas dan penyimpanan poin.
Poin digunakan untuk membeli atau membayar sesuatu di dalam universitas. Sama hal nya seperti mata uang. Poin didapatkan dari misi, hadiah, atau prestasi.
Yang kedua adalah kunci. Kunci kamar asrama atau sebua rumah bagi yang murid baru. Asrama murid baru juga tergantung pada kelas yang mereka masuki.
Kelas S akan diberikan sebuah rumah. Murid kelas A diberikan asrama satu orang. Kelas B diberikan asrama dua orang. Dan kelas C diberikan asrama 4 orang.
Yang ketiga adalah sebuah kristal. Fungsi nya sama seperti buku panduan. Jika seseorang menyerap nya maka ia akan mendapatkan informasi dasar universitas dragon heart.
...----------------...
"Kamu masuk kelas mana, Lein, John?" Anna bertanya kepada Lein dan John
"...Kelas...S." John menjawab dengan suara gemetar karena ia tidak menyangka akan masuk ke kelas S.
"Haha, mengapa kamu bereaksi seperti itu John." Anna tertawa dengan reaksi John yang gemetaran.
"Jangan tertawa Ann, pfft." Lein menyuruh Anna untuk tidak tertawa namun ia sendiri tertawa juga
"Ah kalian!" John kesal karena ditertawakan
"Haha, maaf-maaf. Kalau kamu Lein?" Anna masih tertawa dan bertanya kepada Lein
"Kamu sendiri bagaimana?" Lein tidak menjawab, namun ia bertanya balik
"Tidak perlu ditanya, fufu." Anna membusungkan dada nya dengan bangga
"Yah memang, kamu peringkat 1." Lein menggeleng-gelengkan kepalanya menyadari ia bertanya yang sia-sia.
"Aku juga masuk kelas S." Lein memberitahu mereka dengan nada tenang
"Mengapa kamu tidak terkejut!" Kali ini giliran John yang menggoyang-goyang kan tubuh Lein.
__ADS_1
"berhenti-berhenti, aku pusing." Len menghentikan tindakan John.
Mereka lalu menyerap kristal informasi. Dan setelah itu mereka berkeliling universitas dengan informasi yang baru saja mereka dapatkan.
Hari pertama hanya mendaftar secara resmi. Belum ada kelas ataupun penyambutan mahasiswa baru. Jad mereka bertiga berkeliling karena memang tidak ada hal yang perlu dilakukan.
...----------------...
*Ding (suara notifikasi)
"hm?" Lein memeriksa handphone nya namun ia tidak mendapatkan notifikasi apapun
"Oh, mungkin dari sistem." Lein memanggil sistem dan benar, ada notifikasi yang masuk.
Liza : Apakah kamu sedang di universitas sekarang?
Ternyata Liza yang mengirim pesan. Lein pun membalas pesan Liza.
Lein : Ya, aku sekarang ada di taman universitas bagian depan.
Liza : Tunggu disana.
Lein : Apa maksudmu?
Liza tidak membaca atau membalas pesan Lein. Lein hanya bisa menunggu karena Liza menyuruh nya untuk menunggu di tempat.
Lein mengobrol dengan yang lain sambil menunggu kedatangan Liza. Dan setelah beberapa saat, Liza datang dengan tidak menyembunyikan identitas elf nya.
"Seperti yang kamu lihat, tidak ada yang putus." Lein menunjukkan tangan dan kakinya
"Hahaha, boleh juga bercanda nya." Liza tertawa karena jawaban Lein
Saat Lein dan Liza saling sapa, Anna dan John terkejut mengapa ada seorang elf disini. Karena ini adalah wilayah manusia dan sangat jarang ras asing ada disini.
"Kelihatannya teman-teman mu terkejut." Liza melihat reaksi Anna dan John.
"Ah maaf teman-teman. Biar aku perkenalkan, Seorang elf pengelana, Liza." Lein memperkenalkan Liza kepada Anna dan John
"Halo." Liza menganggukkan kepala nya
"Dan Liza, perkenalkan ini Anna Courbet dan John Kooning, Teman-teman ku." Lein memperkenalkan Anna dan John kepada Liza
"Ha-halo." Anna dan John menjawab dengan terbata-bata
"Kalian pasti penasaran ya, tapi akan Lein ceritakan nanti. Aku meminjam Lein sebentar." Liza memegang tangan Lein dan berbicara kepada Anna dan John
"Oh tidak apa-apa. Berhati-hatilah." Anna tidak masalah dengan itu
"Aku juga menantikan cerita itu." John mengangguk
__ADS_1
"Terimakasih atas pengertiannya. Ayo, Lein." Liza pergi meninggalkan Anna dan John sambil menarik tangan Lein
"Kemana kita akan pergi sampai-sampai kamu menarik tangan mu seperti ini." Lein sangat penasaran.
"Hm...Lihat saja nanti. Kamu pasti akan terkejut." Liza memutuskan untuk tidak memberitahu kemana mereka akan pergi
"Bermain misterius ya... Baiklah aku akan menahan rasa penasaran ku." Lein mengikuti tindakan Liza yang berman misterius
"Bagus." Liza menjawab dengan senyuman indah nya
Otak Lein seketika kosong saat ia melihat senyuman Liza. Lein terpesona dengan senyuman Liza yang sangat menawan. Muka Lein sedikit memerah karena ia terlalu terpesona.
Liza yang merasakan tatapan dari belakang nya menoleh dan melihat Lein sedang menatapnya dengan kosong.
"Hey, ada apa dengan mu?" Liza bertanya
"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya melamun." Lein tersadar dari lamunan nya
"Aneh." Liza tidak menghiraukan ucapan Lein dan menganggap Lein aneh
"Hahaha." Lein tertawa melihat reaksi Liza
...----------------...
"Ini tujuan kita?" Lein berdiri di depan pintu dan ia sedang melihat papan nama yang dipasang di atas pintu
RUANG PRESIDEN UNIVERSITAS
"Iya, benar." Liza mengabaikan reaksi Lein
"Sudahlah ayo masuk." Lagi-lagi Liza menarik tangan Lein dan menerobos masuk tanpa mengetuk pintu
"Tunggu-tunggu! bukankah kita seharusnya mengetuk pintu!?" Lein terkejut dengan Liza yang asal masuk tanpa mengetuk pintu
"Tidak apa-apa, jangan pedulikan." Liza mengabaikan perkataan Lein dan tetap menerobos masuk
*Bruk (suara pintu yang terbuka keras)
"Liza, mengapa kamu selalu tidak mengetuk pintu!!?" Presiden Brynn kesal dengan Liza yang sembrono
"Hey, aku membawa Lein sesuai perintah mu!" Lagi-lagi Liza mengabaikan perkataan seseorang
"Dengarkan ucapan ku! Argh orang ini." Presiden Brynn pasrah dan duduk lemas di kursi nya
Liza juga tidak sopan, ia lalu duduk di sofa dan mengambil apel yang ada di meja dan Lein hanya berdiri diam.
"Mengapa kamu berdiri saja? Duduklah." Liza menepuk-nepuk sofa disebelah nya
Lein berdiri diam bukan karena ia takut presiden Brynn marah, namun karena alasan lain. Yaitu bagaimana Liza dan Presiden Brynn memiliki hubungan.
__ADS_1
Lein tidak menyangka Liza akan berteman dengan presiden Brynn karena presiden Brynn hanya kesal dan tidak mengentikan Liza bertindak sesuka hatinya.