Analysis Eye

Analysis Eye
Menyelesaikan Masalah dengan Damai


__ADS_3

"Ugh.." Lein berdiri dan memegangi dadanya berpura-pura sakit.


Para mahasiswa membukakan jalan agar Lein bisa lewat. Lein kemudian berjalan menghampiri Joraz yang sedang kesal.


Lein melihat Joraz dengan ekspresi kesakitan namun Joraz bisa tahu kalau Lein sedang berpura-pura karena mata Lein terlihat seperti sedang mengejek Joraz.


"Sialan..! Mahasiswa jurusan mana dia ini, mengapa kekuatan nya sangat kuat. Tangan ku saja sampai sakit saat memukul nya." Batin Joraz.


"Dekan, aku tahu kalau anda marah karena aku menyakiti murid mu. Aku meminta maaf." Lein menundukkan kepala nya sedikit lalu meminta maaf.


"!!" Joraz melebarkan matanya.


"Wah, mahasiswa mana dia ini, dia sangat sopan."


"Benar, dia bahkan meminta maaf duluan padahal bukan dia yang salah."


"Ck ck ck, Dekan Joraz sepertinya akan mendapatkan masalah."


Orang-orang di sekitar kagum dengan sikap Lein yang langsung meminta maaf tanpa meminta penjelasan dan bahkan bukan dia yang salah melainkan Joraz.


Lalu, mahasiswa yang merekam saat Lein meminta maaf segera mengunggah video tersebut ke forum universitas dan media sosial.


Joraz segera menyadari bahwa permintaan maaf yang Lein ucapkan adalah palsu dan ia sedang memanfaatkan situasi sekarang.


"Sungguh pria yang licik..!!" Joraz menyipitkan matanya.


"Lein!" Eira dan Enzo datang dan memanggil Lein.


"Liza juga!" Panggil Eira.


"Ah, Enzo, Eira." Sapa Lein.


Liza kemudian memapah Lein dan membantu nya untuk berdiri karena saat ini mereka sedang berpura-pura.


"Huh?" Eira dan Enzo menyadari sesuatu yang aneh.


"Tidak, bagaimana bisa Lein yang terluka?" Batin Enzo yang bingung.


"Hm, bukankah seharusnya Dekan Joraz yang saat ini sedang sekarat?" Pikir Eira.


Seketika Enzo dan Eira paham dengan situasi di depan mereka, memang, seharusnya Dekan Joraz yang sedang sekarat.

__ADS_1


Tapi, saat ini Lein sedang terlihat kesakitan yang artinya Lein sedang berakting dan Liza juga ikut bekerja sama dengan nya.


Enzo dan Eira kemudian berjalan menghampiri Lein dan bertanya bagaimana keadaan tubuh nya dan bekerja sama dengan Lein dan Liza untuk berakting.


Setelah itu, Enzo dan Eira berbicara kepada para mahasiswa di sekitar bahwa mereka berdua adalah teman Lein dan Liza dan akan membawa nya ke ruang medis.


Para mahasiswa mengangguk dan mempersilakan mereka, kemudian mereka kembali ke tempat masing-masing dan membiarkan Joraz sendirian bersama Gedo yang masih pingsan.


Joraz menggerakkan gigi nya saat tahu bahwa semua ini hanyalah sandiwara yang dibuat oleh Lein agar semua mahasiswa menyalahkan dirinya.


Sedangkan Lein berpura-pura kesakitan agar menarik simpati dari para mahasiswa dan agar mereka menganggap Lein sebagai korban.


"Sial, aku akan mencari tahu dua mahasiswa itu dan akan menyelesaikan mereka saat di luar universitas." Batin Dekan Joraz dengan wajah suram.


Joraz kemudian menggendong Gedo yang pingsan dipunggung nya dan pergi meninggalkan kafetaria, namun sebelum melangkah, ia dihentikan oleh kepala kafetaria.


"Tunggu sebentar Dekan Joraz, anda harus mengganti rugi semua kerusakan yang telah anda buat." Ucap kepala kafetaria.


"Sialan!!!" Batin Joraz yang tambah marah.


Joraz kemudian menyerahkan sebuah amplop tebal yang berisi banyak uang untuk mengganti rugi barang-barang yang rusak.


Setelah memeriksa jumlah uang nya, kepala kafetaria mempersilakan Joraz untuk pergi dan tidak menghentikan nya lagi.


Di taman sebelumnya, di dekat danau.


Lein dan yang lain sedang duduk bersantai dan memakan makanan ringan sambil berbincang-bincang dengan canda tawa.


Liza adalah orang yang tertawa paling keras saat membahas mengenai Lein yang sedang berakting dan ekspresi Joraz yang pahit.


Enzo dan Eira hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka saat mengetahui rencana Lein yang sebenarnya untuk menyelesaikan masalah itu.


"Aku baru datang karena ada kelas, bahkan aku keluar sebelum kelas berakhir saat Enzo menghubungi ku kalau kamu dan Liza datang." Ucap Eira.


"Wah, maaf ya." Ucap Lein dan Liza.


"Tidak apa-apa, itu hanya kelas sampingan." Balas Eira.


"Tetapi, apakah kalian masih banyak kelas? Di universitas kami, para mahasiswa tidak diwajibkan untuk menghadiri kelas." Tanya Lein.


"Ah benar, aku juga penasaran." Tambah Liza.

__ADS_1


"Oh begitukah? Sebenarnya karena mahasiswa Universitas Ocean Blue bukan hanya manusia melainkan ada berbagai ras."


"Karena hal itu, mahasiswa tahun pertama dan kedua diwajibkan untuk menghadiri kelas."


"Kelas yang dihadiri adalah kelas yang membahas pengetahuan mengenai berbagai macam ras yang ada didunia."


"Universitas membuat peraturan seperti itu agar para mahasiswa tidak ada yang saling menghina ras lain dan malah berkonflik."


Eira menjelaskan mengenai mengapa Universitas Ocean Blue mewajibkan para mahasiswa tahun pertama dan kedua untuk menghadiri kelas.


"Jadi begitu, alasan yang masuk akal." Angguk Lein paham dengan penjelasan Eira.


"Orang yang membuat peraturan seperti itu juga hebat. Dia bisa memikirkan pandangan ke depan tentang Universitas Ocean Blue." Liza juga mengangguk.


"Benar! Ah, alasan universitas ini didirikan juga karena banyak sekali remaja yang dari berbagai ras di Kota White Seal ini."


"Pendiri Universitas Ocean Blue mendirikan universitas ini atas dasar itu dan karena ia juga ingin membuat sebuah tempat dimana semua ras akur." Tambah Enzo.


"Woah, impian yang menakjubkan." Liza kagum dengan impian pendiri Universitas Ocean Blue.


"Benar, itu adalah impian yang mulia untuk mendirikan sebuah universitas."


"Pasti sangat sulit karena disini terdapat banyak sekali perbedaan entah itu ras, budaya, kebiasaan, dan yang lain nya."


"Aku kagum dengan usaha sang pendiri Universitas Ocean Blue yang bisa menggapai impian nya ini." Ucap Lein.


"Benar, apalagi aku yang seorang mahasiswa Universitas Ocean Blue. Tentu saja aku kagum sekaligus bangga dengan sang pendiri." Ucap Eira sambil tersenyum.


"Aku juga! aku mengagumi sang pendiri karena ia menyelesaikan masalah yang ada bukan dengan kekerasan seperti ku, hahaha." Enzo tertawa dengan keras.


"Hahaha." Lein dan yang lain ikut tertawa juga.


Mereka semua kemudian berbincang-bincang dengan gembira ditambah dengan makanan dan minuman yang Liza keluarkan.


Lein bahkan memiliki keinginan untuk membongkar dan melihat isi dari inventory milik Liza yang selalu saja ada makanan dan minuman.


Di dalam inventory Lein juga ada makanan dan minuman, namun itu semua normal tidak seperti Liza yang jumlah nya tidak masuk akal.


Inventory milik Liza seperti sebuah inventory khusus untuk menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah tak terbatas.


Oleh karena itu Liza sekali bisa mengeluarkan makanan dan minuman yang jumlah nya sangat banyak.

__ADS_1


Dan dari semua makanan dan minuman yang Liza keluarkan, sekitar 70% nya Liza yang menghabiskan nya.


Enzo dan Eira juga sangat terkejut dengan porsi makan Liza, perut Liza seperti lubang yang tidak memiliki dasar yang bisa memakan banyak sekali makanan dan minuman.


__ADS_2