Analysis Eye

Analysis Eye
Identitas Pemimpin Anarchy Order


__ADS_3

"Hanya satu orang yang bertemu, dan dia adalah Althea Evanthe." Ucap Octiorb dengan nada serius.


"!!" Lein dan Liza melebarkan mata mereka.


"Althea!? Bagaimana bisa dia!?" Lein sangat terkejut.


"Kalau itu Althea... Bukankah selama ini..." Liza juga sangat terkejut.


"Ya, kemungkinan besar Althea yang merencanakan semua nya." Angguk Octiorb.


"Tapi...Sejak kapan?" Liza mengerutkan kening nya.


"Aku... memiliki empat pemikiran..." Ucap Lein setelah menenangkan dirinya.


"Empat? apa saja?" Tanya Liza yang berpikir itu banyak.


"Pertama, Althea dan Keluarga Barqi memang sudah berhubungan sebelum aku ada disini, bukan, mungkin sebelum aku membangkitkan kemampuan ku."


"Dan karena aku mengacau di Keluarga Barqi dan juga membunuh Kiva Barqi, Keluarga Barqi meminta bantuan Althea."


"Kedua, Frederic tahu bahwa aku adalah anaknya dan ia memberitahukan hal ini kepada Althea, namun aku merasa kemungkinan ini adalah yang paling rendah."


"Ketiga, Mungkin saat aku bertemu Althea dan karena aku telah membunuh petinggi Anarchy Order, ia menyimpan dendam kepadaku."


"Jadi ia merencanakan pembunuhan bersama dengan Harac dan juga berkomplot dengan Keluarga Barqi untuk rencana nya."


"Keempat, rencana pembunuhan ku dengan Keluarga Barqi tidak ada hubungannya. Althea pergi kesana mungkin saja karena kebetulan atau memang diberi perintah oleh atasan nya."


Lein mengutarakan semua pikiran nya mengenai situasi kali ini dan mengenai keterlibatan Althea dalam segala hal yang berhubungan.


"Jika kamu tidak memiliki hubungan dengan Keluarga Barqi mungkin kemungkinan keempat adalah yang paling tepat..." Ucap Octiorb.


"Benar, tapi masalahnya adalah Lein memiliki hubungan dengan Keluarga Barqi. Jadi antara kemungkinan pertama atau kedua ya..." Ucap Liza.


"Ah sial... Ini bertambah rumit." Lein memegangi kepala nya yang pusing.


"Tapi bocah, mengapa kemungkinan kedua adalah kemungkinan yang paling rendah?" Tanya Octiorb penasaran.


"Benar, aku juga bingung." Liza juga penasaran.


"Ah itu kah." Lein menghembuskan napas nya.


"Itu karena hubungan Frederic dan Althea memburuk saat akan membuang ku. Juga, aku bisa tahu kalau saat althea mengatakan hubungan mereka renggang, itu bukanlah kebohongan." Jawab Lein.


"Oh? Mengapa kamu bisa tahu itu bukanlah kebohongan?" Tanya Octiorb.


"Matanya. Kalian tahu aku ini pintar dalam melihat emosi seseorang..." Jawab Lein mengangkat bahu nya.

__ADS_1


"Dan juga, jika memang Frederic tahu aku adalah anaknya, dia juga tidak akan memberitahukan hal itu kepada Althea." Ucap Lein.


"Mengapa?" Liza memiringkan kepala nya.


"Sifat nya. Frederic itu selalu memerintah orang lain dengan semaunya sendiri dan akan menggunakan segala cara apapun untuk keuntungan nya."


"Oleh karena itu saat aku masih kecil, ia mengabaikan keluarga nya dan selalu mengurung diri di ruang kerja." Jawab Lein.


"Jadi begitu..." Ucap Liza.


...----------------...


Di suatu tempat. Markas Anarchy Order.


"Harac telah gagal. Kita sudah kehilangan beberapa petinggi karena anak itu." Ucap sang pemimpin.


"Maaf pemimpin, ini semua salahku." Althea menundukkan kepala nya dan meminta maaf kepada pemimpin Anarchy Order.


"Tidak apa-apa, aku tahu ini karena anak itu terlalu kuat. Untuk saat ini, jangan mengganggu anak itu, mari kita periksa semua informasi nya terlebih dahulu." Pemimpin memberikan instruksi.


"Baik!" Semua petinggi yang hadir di ruangan itu menjawab.


"Baiklah, semuanya kecuali Althea bubar!" Ucap pemimpin.


Kemudian semuda orang kecuali Althea dan Pemimpin Anarchy Order menghilang dari tempat mereka.


"Althea, mengapa kamu baru mengatakan kebenaran mengenai anak itu tadi?" Pemimpin menyipitkan matanya.


"Apakah kamu masih memikirkan masa lalu mu, Althea?" Pemimpin bertanya kepada Althea.


"Itu benar. Sesekali aku kepikiran tentang masa lalu ku." Althea mengangguk.


"Hah...Aku tahu bagaimana perasaan mu. Tetapi untuk saat ini mari kita fokus untuk memperbaiki rencana kita yang telah kacau."


"Lein juga telah menggagalkan rencana kita untuk membangkitkan iblis agung Jareth dan mengambil semua jarahan."


"kita memang berhasil menyerang Kota Els namun gagal menguasai nya dan kita juga gagal untuk mengambil Fragmen itu."


"Kita memang harus segera menyingkirkan Lein, tetapi melihat keadaan kita yang sekarang, kita harus menunda nya." Ucap Pemimpin Anarchy Order.


"Baik, pemimpin." Jawab Althea mengerti.


"Kita saat ini bukanlah atasan dan bawahan." Ucap Pemimpin.


"...Baik, ayah." Angguk Althea.


"Hahaha, bagus!" Pemimpin Anarchy Order tertawa.

__ADS_1


...----------------...


Di penginapan.


"Bagaimana rencana mu selanjutnya Lein?" Tanya Liza.


"Rencana? Tidak ada. Untuk saat ini mari kita bersantai terlebih dahulu. Aku sudah lelah dengan semua kekacauan yang ada." Jawab Lein.


"...Tentu." Liza tersenyum tipis.


"Ngomong-ngomong, apakah iblis yang dulu menculik mu itu... bagaimana?" Tanya Lein.


Iblis yang Lein maksud adalah iblis yang menyuruh para bandit untuk menculik Liza dan mengurung nya di dalam hutan.


"Hm, akan aku pikirkan nanti. Karena dia belum membuat pergerakan apapun dan juga karena aku malas berurusan dengan nya." Jawab Liza cemberut.


"Baiklah. Kabari aku jika kamu membutuhkan sesuatu, aku akan selalu ada untukmu, Liza." Ucap Lein.


"Terimakasih Lein! Tentu saja, aku akan menghubungi mu jika membutuhkan sesuatu!" Balas Liza tersenyum cerah.


"Hey kalian berdua, bisakah kalian tidak menyebarkan cinta kalian itu disini? Lihatlah sekitar kalian, hatiku terasa sakit." Octiorb mengeluh.


"Haha, memangnya roh memiliki hati?" Liza berkata dengan nada mengejek.


"Hah? Roh memang tidak memiliki hati tetapi mereka memiliki perasaan!" Teriak Octiorb.


"Jika kamu iri, cari saja roh wanita diluar sana. Hahaha!" Liza tertawa lepas karena puas mengejek Octiorb.


"Sialan..!!" Octiorb kesal.


Mereka berdua kemudian saling beradu argumen dan memperdebatkan mengenai roh wanita untuk Octiorb agar ia tidak iri lagi.


Di sisi lain, Lein hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan tidak ikut campur dengan perdebatan mereka itu.


"Yah, ini yang aku mau. Sebuah hidup yang tenang dan damai..." Pikir Lein.


Mereka bertiga kemudian berbincang-bincang dengan dia tanpa membahas masalah Anarchy Order atau masalah lainnya yang mengganggu.


Mereka saat ini sedang menikmati waktu luang mereka. Kemudian saat malam hari tiba, mereka makan malam bersama dengan porsi tambahan tentunya.


Bahkan Nia yang mengantarkan makanan saja kewalahan dan meminta bantuan pelayan lainnya untuk mengantarkan makan malam mereka.


Nia juga tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya tidak tahu bereaksi apa dengan nafsu makan mereka yang tidak masuk akal.


Pelayan yang lain juga bingung dan bertanya-tanya kemana perginya semua makanan dan minuman yang mereka makan.


Setelah makan malam selesai dan berbincang-bincang sebentar, sudah waktunya untuk tidur.

__ADS_1


Liza mengucapkan selamat malam dan ia keluar dari kamar mereka dan pergi ke kamarnya sendiri di sebelah kamar Lein dan Octiorb.


Dan begitulah hari setelah Kompetisi antar Negara.


__ADS_2