
Lein mengambil benda yang berbentuk cawan berwarna hitam itu. Kemudian ia segera menganalisa nya mencoba apakah ia menebak nya dengan benar.
[ analisa berlangsung ]
[ Cawan Penyimpan Jiwa
rank : -
Sebuah cawan yang memiliki fungsi untuk menyimpan jiwa-jiwa makhluk hidup ]
"Sudah kuduga, fungsi nya sama dengan lentera penyimpan jiwa." Lein menyipitkan matanya.
"Tapi, tidak mungkin prajurit yang berpatroli tidak menyadari aura buruk ini. Itu artinya, cawan ini baru saja ditaruh disini dan tujuan nya adalah untuk mengumpulkan jiwa-jiwa korban perang." Pikir Lein.
Lein segera mengobservasi lingkungan sekitar dengan menggunakan mana nya dan terus mencari sampai ke sudut-sudut hutan.
"Ketemu." Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya untuk pergi ke lokasi yang sudah ia temukan.
...----------------...
Isolda yang sedang bertarung dengan para monster terbang juga melihat Lein, namun ia tidak menyapa nya karena ia bisa melihat ekspresi Lein yang serius
Itu artinya Lein sedang mengurus sesuatu yang penting dan karena Lein tidak meminta bantuan nya, maka ia melanjutkan pertarungan nya.
"Mati!" Isolda meraung kemudian menyemburkan api putih dari mulutnya.
...----------------...
"Kena." Lein melihat sesosok berpakaian hitam dan segera mengejarnya dan memegang leher nya.
"Tidak perlu berbasa-basi. Apakah kamu yang menaruh Cawan Penyimpan Jiwa?" Lein menatap mata orang itu dengan tajam.
Orang itu tidak menjawab justru ia meronta-ronta mencoba untuk membebaskan diri dari cengkraman tangan Lein yang sangat erat.
"Hm...Tangkap saja." Lein mengeluarkan Borgol Joyl dari inventory nya dan memborgol orang itu.
"Sialan!!!" Orang itu berteriak dan mencoba untuk mengigit racun di dalam mulut nya.
"Oho, tidak akan kubiarkan hal itu terjadi." Lein menggunakan kontrol mana untuk mengeluarkan racun dari mulut orang itu.
Kemudian Lein memukul tengkuk leher orang itu dengan ringan untuk membuat nya pingsan agar tidak meronta-ronta lagi.
"Isolda! Aku menangkap tikus disini! Aku akan menyerahkan nya kepada pemerintah! Kamu teruslah bertarung!" Lein berteriak kepada Isolda yang sedang bertarung di langit.
__ADS_1
"Baik!" Balas Isolda.
Isolda paham apa yang Lein ucapkan, jadi ia mengangguk menuruti ucapan Lein dan terus mencari monster terbang lain nya.
Isolda bertarung dengan semangat karena ia jarang bertarung dengan monster dengan bebas seperti yang sedang ia lakukan ini.
Lein mengangguk mendengar balasan Isolda, ia kemudian segera menggunakan sihir terbang dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju kantor pemerintah.
Sesampainya disana, Lein menemui petugas yang sedang berjaga dan memberitahu kepada nya kalau ia menangkap seorang pria aneh.
Petugas juga mengenali Lein, ia mempersilakan Lein masuk dan dirinya segera memanggil atasan yang ada di kantor untuk mengurus urusan ini karena ia tidak memiliki kewenangan untuk mengatasi urusan ini.
Lein menunggu di ruangan yang sudah disediakan, ia duduk santai di sofa sementara orang yang di tangkap ia biarkan di sudut ruangan.
Selang beberapa menit, pintu terbuka dan muncul seorang pria dewasa yang Lein kenal.
"Ah!" Lein dan pria dewasa itu sama sama terkejut.
"Tuan Holton, ternyata kamu sedang bekerja." Lein berdiri dan mengulurkan tangan nya.
"Lein, aku tidak menyangka kalau itu kamu." Holton berjabat tangan dengan Lein.
"Tuan, ah tidak, maksudku Jenderal Holton, apakah kamu mengurusi hal seperti ini?" Setelah berjabat tangan, Lein duduk di sofa.
"Jadi begitu. Lalu, tanpa basa-basi, dia adalah orang yang aku tangkap. Namun, orang itu tidak terlalu penting..." Lein menunjuk ke arah orang yang ia tangkap.
"Tidak penting? Apa maksudmu?" Holton menoleh ke sudut ruangan dan segera bertanya apa maksud Lein.
"Yang penting adalah ini." Lein mengeluarkan Cawan Penyimpan Jiwa dan menaruh nya di atas meja.
"!!" Holton bisa menyadari nya kalau cawan di depan nya memiliki aura jahat yang sangat pekat.
"Cawan Penyimpan Jiwa, seperti namanya, cawan ini bisa menyimpan jiwa-jiwa makhluk hidup." Lein menjelaskan secara singkat mengenai Cawan Penyimpan Jiwa.
Kemudian Lein juga menjelaskan dimana dia menemukan cawan itu dan bagaimana dirinya bisa menangkap orang yang mencurigakan itu.
"Keputusan yang bagus untuk tidak membunuh nya. Kami akan menginterogasi sampai mendapatkan semua informasi yang dia punya." Holton menganggukkan kepala nya.
"Bagus, aku juga percaya pada pemerintah. Kalau begitu, aku pergi dulu." Lein beranjak dari kursi.
"Eh, kamu tidak ingin ikut menginterogasi?" Holton berdiri dan bertanya kepada Lein.
"Tidak, aku tidak tertarik." Lein menggeleng-gelengkan kepala dan menolak nya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mengirimkan laporan setelah interogasi kalau begitu." Ucap Holton.
"Itu ide bagus. Sampai jumpa." Lein membuka jendela ruangan dan langsung menggunakan sihir terbang.
"...Apakah dia tidak pernah keluar lewat pintu?" Holton terdiam dengan tindakan Lein.
Holton mengambil telepon yang ada di ruangan itu dan menelepon petugas yang terkait untuk memproses orang yang Lein tangkap.
"Anarchy Order sudah terlalu meresahkan Benua Manusia. Sekarang, kesempatan untuk menuntas mereka ada di depan mata, pemerintah tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini." Pikir Holton.
...----------------...
Lein terbang menuju lokasi Isolda kemudian menyuruh nya untuk berpatroli lagi karena sudah tidak ada monster terbang di sana.
Setelah beberapa waktu berpatroli di sekitar kota dan setelah membunuh beberapa monster yang sedikit meresahkan, mereka kembali ke universitas.
Isolda mendarat di halaman rumah milik Brynn yang sangat luas. Disana, Lein memberi Isolda makan berupa daging monster yang lezat.
Lein juga memberikan Isolda mana milik nya karena apa yang paling Isolda suka adalah mana dari Dragon Dance milik Lein.
Setelah itu, Lein masuk ke dalam rumah dan melihat kalau Brynn sedang bersantai sambil menonton televisi di ruang keluarga.
"Kemana Liza?" Lein melihat ke sekeliling.
"Pergi ke tempat Octiorb, dia bilang Octiorb membutuhkan bantuan nya." Jawab Brynn dengan nada santai.
"Oh, pasti Octiorb membutuhkan kontrol mana Liza untuk membuat obat nya. Karena untuk membutuhkan obat dengan artefak kuali memutihkan pengendalian mana."
"Alasan mengapa tidak meminta bantuan ku itu mungkin karena dia tidak enak karena aku sudah memberikan Eglis Rose yang seharusnya untuk Liza." Pikir Lein.
Lein duduk di sebelah Brynn dan mengeluarkan ponsel nya. Kemudian ia memainkan beberapa permainan di ponsel nya dengan asik.
"Apa itu?" Brynn mendekati Lein dan melihat permainan yang sedang Lein mainkan.
"Permainan online." Jawab Lein sambil menahan napas karena Brynn terlalu dekat dengan nya.
"Aku tahu, maksudnya permainan apa itu?" Brynn sepertinya tidak menyadari kalau dirinya sangat dekat dengan Lein.
"Tembak-menembak. Aku mengendalikan avatar untuk membunuh musuh-musuh yang ada dengan senjata api yang tersedia." Jawab Lein.
"Oh~ Aku juga ingin main." Brynn kembali ke posisi awal lalu mengeluarkan ponsel nya.
"...Bagus. Unduh dulu permainan nya lalu aku akan ajarkan kamu cara bermain nya." Lein menghela napas lega.
__ADS_1
"Baik!" Angguk Brynn.