
"Jadi, dua nama yang kamu ucapkan sesaat sebelum melawan Anarchy Order di kompetisi adalah... Ayah dan Ibu mu!?" Liza benar-benar terkejut.
"Ya, itu benar." Angguk Lein.
"Frederic, aku bertemu dengan nya saat aku pergi ke kota Osimir untuk menjalani sebuah misi mengambil Staff of Sapience."
"Aku juga bertemu Jonas disana, aku mengirim Jonas dan Octiorb kembali ke Gereja Ariel di Kota Osimir karena aku akan sedikit merusak markas kecil mereka disana."
"Kemudian setelah itu Frederic datang dan bertanya kepadaku mengapa aku menyerang mereka dan aku hanya mengatakan bahwa aku datang untuk menyelamatkan sandera, yaitu Jonas."
"Kemudian tanpa basa-basi Frederic mengayunkan pedang nya dengan santai namun tiba-tiba saja lengan kanan ku terpotong."
"Jadi orang kuat yang kamu katakan sebelumnya adalah Frederic?" Wajah Liza berubah menjadi suram.
Liza tentu saja marah mengenai perbuatan Frederic kepada Lein, dan ia juga marah karena Frederic tidak mengenali Lein.
"Lalu Althea, dia adalah ibuku. Aku bertemu dengan nya setelah membunuh Maya, petinggi Anarchy Order saat mereka menyerang Ibukota."
"Penyerangan itu hanyalah pengalihan saja. Tujuan mereka adalah mengirim Maya untuk membunuh ku tanpa diketahui siapapun."
"Setelan berbicara singkat, althea mengatakan kepada ku bahwa ia ingin memperbaiki hubungan kami yang sudah renggang."
"Aku menolak karena aku harus membunuh Frederic. Namun dia berkata tidak apa-apa karena hubungan mereka berdua juga renggang."
"Aku tidak tahu itu benar atau tidak, namun aku berpikir untuk memberinya satu kesempatan saja."
"Dia memberikan aku informasi bahwa Harac akan menyerang ku selanjutnya namun dia juga orang yang menuntun ku ke lokasi Harac."
"Begitulah..." Lein menceritakan semuanya.
"Jadi, Althea ini mengatakan ingin memperbaiki hubungan agar kamu bisa dengan mudah dibunuh ya..." Ucap Liza.
"Ya, tujuan dia adalah untuk menuntun ku ke lokasi Harac agar aku bisa dengan mudah dibunuh." Angguk.
"Tapi mereka tidak menyangka bahwa Harac lah yang dibunuh, hahaha!" Octiorb tertawa.
"Benar, sepertinya mereka mengalami kerugian..." Liza juga tertawa kecil.
"Yah mereka aneh. Aku bisa tebak kalau mereka tidak memeriksa kekuatan ku terlebih dahulu. Mereka tidak belajar dari kesalahan mereka." Lein mengangkat bahu.
"Benar juga, kamu sudah beberapa kali mengalahkan petinggi mereka namun mereka tetap saja mengirimkan petinggi lain." Liza mengangguk.
"Ya, aku memiliki dua kemungkinan." Ucap Lein.
__ADS_1
"Apa itu?" Tanya Liza.
"Pertama, mereka bodoh. Kedua, mereka memiliki rencana besar." Jawab Lein.
"Tentu saja yang kedua ya." Ucap Liza.
"Benar, kalau mereka bodoh, mereka tidak akan bisa membuat organisasi besar untuk mengacau." Angguk Lein.
Mereka bertiga kemudian membahas beberapa hal mengenai Anarchy Order dan saling mengutarakan pemikiran mereka.
Karena akhir-akhir ini aktivitas Anarchy Order tidak terlalu banyak dan sepertinya ini ada hubungan nya dengan kemungkinan kedua yang Lein ucapkan.
Kemudian, siang hari tiba. Nia mengirimkan makan siang dan juga Informasi yang Lein butuhkan.
"Terimakasih." Ucap Lein memberikan kartu bank tanpa nama.
"Sama-sama tuan, silakan dinikmati makan siang nya." Nia undur dir.
"Mari kita makan dulu, setelah itu kita buka informasi ini." Ucap Lein sambil mengangkat sebuah dokumen yang lumayan tebal.
"Ya!" Jawab Liza dan Octiorb.
Lein sudah menghubungi resepsionis sebelumnya, ia meminta untuk dibawakan makan siang dengan porsi yang sangat banyak.
Karena mereka memiliki nafsu makan yang sangat besar. Resepsionis menerima permintaan Lein, tentu saja Lein akan membayar lebih.
Setelah selesai makan siang dan membereskan sampah dan peralatan makan nya, mereka segera membuka dokumen itu.
"Sebenarnya informasi apa yang kamu beli dari penginapan ini?" Tanya Liza.
"Mengenai Anarchy Order yang mengacau. Aku tahu bahwa mereka akan datang untuk membunuh ku namun aku tidak tahu bagaimana bisa mereka ada di Hutan Oxtara." Jawab Lein.
"Benar juga..." Liza mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Bocah! Lihat ini..." Ucap Octiorb menyerahkan sebuah kertas yang ia baca.
"Ini kan..." Lein menyipitkan matanya melihat informasi yang tertulis.
"Ada apa?" Tanya Liza melihat reaksi Lein.
"Keluarga Barqi dan Anarchy Order melakukan sebuah kontak. Disini tertulis bahwa mereka melakukan pertemuan sebelum kompetisi dimulai." Ucap Lein.
"Apakah kamu berpikir yang memberikan akses kepada Anarchy Order untuk memasuki Hutan Oxtara adalah Keluarga Barqi?" Tanya Liza.
__ADS_1
"Kita tidak memiliki cukup informasi dan bukti mengenai itu, tapi kita akan masukkan ke dalam daftar yang kita curigai." Angguk Lein.
"Oct, apakah ada informasi siapa anggota Anarchy Order yang bertemu dengan Keluarga Barqi?" Lein bertanya kepada Octiorb.
"Belum kutemukan, biar aku baca dulu." Jawab Octiorb melanjutkan membaca informasi lain nya.
"Tentu." Angguk Lein.
"Lein, disini ada informasi yang mengatakan ada seseorang yang mencurigakan memasuki Kamar Dagang Myrant yang diduga adalah Anarchy Order." Ucap Liza melihat informasi didepan nya.
"Hm? Apakah ada alasan mengapa orang itu dicurigai sebagai Anarchy Order?" Tanya Lein.
"Ada. Karena orang itu memiliki aura yang tidak mengenakkan dan dia membeli beberapa barang aneh dari kamar dagang Myrant." Jawab Liza membacakan informasi nya.
"Apa saja yang dia beli?" Lein menyipitkan matanya.
"Gigi Goblin, Kristal Hantu, Tongkat Kobold, beberapa kulit monster acak, dan yang paling aneh adalah jantung laba-laba bermata biru." Ucap Liza.
"Laba-laba bermata biru?" Lein menjadi serius.
Laba-laba bermata biru adalah monster berlevel sekitar 80 ke atas yang memiliki kekuatan kecil namun sangat kejam terhadap lawan nya.
Laba-laba ini tinggal di tempat yang sunyi dan gelap seperti gua, hutan yang tak tersentuh, reruntuhan, dan yang lain nya.
Laba-laba bermata biru akan menjebak mangsa nya dengan jaring nya yang tipis namun sangat sulit untuk memutuskan nya.
Jaring laba-laba bermata biru juga sangat lengket, sehingga mangsa yang terjebak tidak akan bisa kabur, bahkan bergerak saja sulit.
Laba-laba bermata biru kejam karena ia tidak akan membunuh mangsa nya secara langsung, tetapi akan memakan tubuh kawan hidup-hidup.
Yang paling mengerikan adalah saat Laba-laba bermata biru menyuruh anak-anak nya memakan mangsa nya dengan ganas.
Anak-anak nya berukuran kecil namun sangat banyak yang membuat mangsanya merasakan ketakutan yang mendalam dan merasa tersiksa.
Jadi, meskipun memiliki level 80, tetapi Laba-laba bermata biru tidak bisa diremehkan bahkan oleh orang yang berlevel 100 ke atas.
"Benar, oleh karena itu dia dicurigai sebagai anggota Anarchy Order karena mereka senang berbuat kekacauan dengan cara yang aneh." Angguk Liza.
"Kita masukan orang itu di daftar juga." Ucap Lein.
"Baik." Balas Liza.
"Bocah, aku menemukan nya, anggota Anarchy Order yang bertemu dengan Keluarga Barqi." Ucap Octiorb.
__ADS_1
"Benarkah!? Siapa?" Tanya Lein.
"Hanya satu orang, dan dia adalah...