Analysis Eye

Analysis Eye
Istirahat Setelah Pertarungan Melawan Althea


__ADS_3

"Selamat datang kembali." Ucap Liza.


"Haha, aku pulang." Lein tersenyum.


Lein melihat ke sekeliling dan ternyata dia sedang berada di dalam tenda dan ia mendengar kalau diluar tenda ada banyak sekali suara.


"Dimana kita? Mengapa diluar sangat berisik?" Tanya Lein kepada Liza.


"Kita berada di dalam tembok kota, lebih tepatnya di area istirahat. Suara berisik yang kita dengar sekarang datang dari area sebelah yaitu area medis." Jawab Liza.


"Ah, apakah ada banyak orang yang terluka sampai-sampai suara nya sangat berisik." Lein berjalan keluar dari tenda.


"Tidak, bukan itu. Mereka berisik karena Octiorb." Liza berjalan berdampingan dengan Lein.


"Octiorb?" Lein tidak paham apa yang Liza maksud.


"Fufu, lihat saja itu." Mereka berdua sampai di depan area medis.


Lein melihat kalau Octiorb saat ini sedang dikelilingi oleh orang-orang yang bersemangat. Mereka tampaknya sangat antusias melihat Octiorb.


Lein melihat lebih dekat dan mendengar percakapan mereka. Ternyata alasan orang-orang antusias dengan Octiorb adalah karena Octiorb menyelamatkan banyak sekali nyawa.


Octiorb juga banyak membantu petugas medis saat merawat korban dan sesekali ia menggunakan obat yang telah ia buat.


"Ah, jadi begitu. Yah, aku tidak heran karena Octiorb itu sangat hebat dalam medis dan farmasi." Ucap Lein.


"Iya, aku juga terkejut mendapati Octiorb membuat banyak sekali obat-obatan dan ramuan yang hebat." Liza setuju dengan ucapan Lein.


"Oh ya Liza, apakah Walikota Holbein atau Presiden Brynn ada di dekat sini? Aku ingin membicarakan tentang masalah yang kita hadapi." Tanya Lein.


"Ada, mereka ada di tenda utama. Ayo, aku akan tunjukkan jalan nya." Liza mengangguk dan berjalan menuju tenda utama yang ukuran nya lebih besar daripada tenda lain.


"Baik." Lein mengikuti Liza.


Setelah sampai di depan tenda, mereka meminta izin untuk masuk. Presiden Brynn segera mengizinkan setelah mendengar suara Lein.


Lein dan Liza masuk lalu duduk di kursi yang ada. Lein kemudian membicarakan tentang masalah yang baru saja terjadi di hampir seluruh kota di Benua Manusia.


Walikota Holbein memasang wajah serius saat mendengar kalau Anarchy Order adalah dalang dibalik semua masalah ini.


Ia segera memanggil ajudan nya dan memerintahkan untuk mengirim pesan ke semua kota yang diserang dan meminta pertemuan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Walikota Holbein bertanya kepada Lein dan mengonfirmasi jawaban nya, pembicaraan pun berakhir.


Walikota Holbein berkeliling area bersama bawahan nya untuk memantau kondisi sekitar dan sesekali ia memeriksa luar tembok kota.


Presiden Brynn, Lein, dan Liza berbincang-bincang sebentar kemudian Lein undur diri ingin beristirahat karena mental nya masih belum pulih.


Sebelum Lein pergi, ia meminta tolong kepala Liza untuk menyampaikan kepada yang lain kalau dirinya selamat dan sekarang sedang beristirahat.


Kemudian Lein pergi keluar dari tenda utama dan pergi ke tenda awal ia muncul. Lein kemudian berbaring di kasur yang disediakan dan tertidur lelap.


...----------------...


Saat Lein tidur beristirahat, Liza menyampaikan kepada Jonas dan yang lain kalau Lein sedang ada di tenda istirahat dan ia kembali dengan selamat.


Isolda juga berubah menjadi kalung dan meminta tolong kepada Liza untuk ditaruh di dekat Lein karena ia tidak nyaman berada di kerumunan manusia dalam wujud naga.


...----------------...


Octiorb masih membantu di area medis, dan ada dokter dengan jabatan tinggi menawarkan Octiorb pekerjaan di rumah sakit kota dengan gaji tinggi.


"Maaf, tetapi harus aku tolak tawaran anda." Octiorb menolak dengan sopan.


"Mengapa? Aku akan memberikan mu jabatan tinggi dan gaji yang tinggi juga. Hidup mu akan terjamin jika kamu menerima tawaran ini." Dokter itu tidak mengerti mengapa Octiorb menolak tawaran yang menggiurkan.


"Apakah dengan menjadi dokter di rumah sakit mu aku akan tetap bisa membuat obat-obatan dan ramuan dengan bebas?"


"Apakah kamu dapat yakin kalau semua dokter senior akan setuju jika aku yang notabene nya adalah orang asing mendapatkan jabatan yang setara dengan mereka?"


"Aku menolak bukan karena keuntungan menjadi seorang dokter, aku tidak terlalu peduli dengan uang. Yang aku mau adalah kebebasan membuat obat-obatan."


"Lalu, aku ini memiliki teman yang gila bertarung. Bersama nya aku bisa berpetualang ke banyak tempat dan mendapatkan banyak sekali bahan-bahan untuk membuat obat dan ramuan."


"Aku tanya sekali lagi, apakah rumah sakit mu mampu melakukan hal itu?" Octiorb mengatakan alasan mengapa ia menolak tawaran dokter itu.


Dokter dan orang-orang sekitar menjadi diam tidak tahu harus berbicara apa karena alasan yang Octiorb ucapkan masuk akal.


Mereka juga berpikir kalau Octiorb yang sekarang bisa pergi kemana saja dan membuat banyak obat serta ramuan dengan bebas.


Jika ia menerima tawaran dokter itu, maka Octiorb akan bekerja untuk rumah sakit kota dan ia tidak akan memiliki waktu yang bebas karena ia telah menjadi dokter.


...----------------...

__ADS_1


Presiden Brynn masuk ke tenda yang digunakan oleh Lein secara diam-diam. Ia melepas tudung nya saat berada di dalam.


Ia mengambil kursi dan duduk di sebelah Lein. Presiden Brynn mengelus-elus rambut Lein yang sedang tertidur pulas.


"Aku tidak menyangka kalau kamu akan membunuh ibu mu sendiri, sungguh malang nasib mu. Dibuang oleh kedua orang tua, kakek nenek yang meninggal, hidup sebatang kara, dan masih banyak lagi."


"Tetapi kamu bisa yakin, kamu saat ini sudah memiliki banyak teman, kamu memiliki bawahan yang setia, kamu juga memiliki roh yang eksentrik itu."


"Mulai dari sekarang, aku akan terus mendukung mu selama tindakan mu tidak menyimpang, tapi aku juga tahu kalau kamu tidak akan menyimpang."


"Selamat beristirahat, kamu sudah mengatasi salah satu beban mu." Presiden Brynn kemudian mencium kening Lein.


...----------------...


Di markas pusat Anarchy Order yang tidak diketahui.


"...Althea mati!?" Frederic membelalakkan matanya mengetahui kalau istrinya telah mati.


"Sangat disayangkan, ia mati bersama sahabat nya, Helen." Ucap salah satu petinggi.


"Sangat disayangkan katamu? Apakah dia adalah barang!? Seharusnya kamu mengatakan turut berduka cita, sialan!!" Frederic mengeluarkan pedang nya.


"Kamu ingin melawan ku?" Petinggi itu mengenakan yang tertutup bahkan tidak menunjukkan kulit nya, pakaian nya juga berwarna serba hitam.


"Siapa takut!?" Frederic mengeluarkan niat membunuh nya.


Petinggi itu juga menerima tantangan Frederic dan mengeluarkan niat membunuh nya juga yang lebih mengerikan.


"Cukup!" Sang pemimpin berteriak dan menggunakan aura nya untuk menghentikan konflik mereka berdua.


"Jangan malah bertengkar disaat-saat seperti ini!? Apakah kalian tidak memiliki otak!? Saat ini kita sedang terpukul mundur!"


"Bahkan ada kemungkinan kalau SID telah menyadari nya dan akan bergerak untuk menuntaskan kita!" Sang pemimpin berteriak marah.


Semua petinggi yang ada di ruangan itu menjadi diam tidak bersuara karena apa yang dikatakan oleh sang pemimpin benar kalau Anarchy Order saat ini berada dalam kondisi lemah.


Setelah beberapa waktu sang pemimpin berbicara, pertemuan mereka pun berakhir dan semua orang kecuali sang pemimpin dan Frederic keluar.


"Frederic, jangan bergerak terlebih dahulu. Kamu adalah orang yang paling kuat setelah diriku disini. Jika Anarchy Order kehilangan mu, maka kami bisa dipastikan akan mati." Sang pemimpin menyipitkan matanya.


"Baik, pemimpin." Frederic mengangguk meskipun di dalam hati nya ia memendam rasa marah yang meluap-luap.

__ADS_1


"Lein, kamu tidak akan aku maafkan..." Batin Frederic.


__ADS_2