
Tiba-tiba saja, perkamen yang Octiorb pegang terbakar namun Octiorb sama sekali tidak merasakan panas dari api yang muncul.
"Kuhahaha!!!" Tawa yang menyeramkan bergema di kepala Lein dan Octiorb.
Kemudian muncul sepasang mata di udara, sepasang mata itu terbuka dan melihatkan mata yang hitam pekat tanpa pupil.
"Ho? Seorang manusia dan roh berani membuka segel ku?" Mata tersebut berbicara meskipun tidak memiliki mulut.
Sepertinya mata tersebut berbicara dengan pikiran nya atau dengan teknik lain. Karena Lein dan Octiorb mendengar nya di otak mereka bukan di telinga mereka.
"Kamu... Jangan-jangan adalah Jareth?" Lein bertanya identitas dari mata tersebut.
"Hahaha, benar, akulah sang Iblis Agung Jareth!!" Teriak Jareth.
"Mengapa kamu bisa datang ke dunia ini? Apakah karena kami berdua membuka segel nya?" Octiorb bertanya.
"Haha itu benar. Kalian membuka sebagain kekuatan ku. Aku penasaran siapa yang membuka segel nya ternyata adalah seorang manusia dan roh." Jareth tertawa.
"Lalu karena kamu sudah melihat kami berdua, sekarang apa yang kamu mau?" Lein bertanya niat Jareth sekarang.
"Jika sebelumnya aku berpikir akan langsung pergi, tetapi setelah melihat kalian berdua aku berubah pikiran. Aku ingin menawarkan kalian menjadi bawahan ku." Jawab Jareth.
"Bawahan mu?" Lein dan Octiorb menyipitkan mata mereka.
"Benar, bawahan ku! Menjadi bawahan ku akan mendapatkan banyak sekali keuntungan dan tidak akan ada yang berani kepada kalian."
"Aku akan memberikan kalian berdua energi iblis yang sangat melimpah. Dengan energi iblis tersebut kalian bisa bertambah sangat kuat."
"Bahkan kalian mungkin akan menjadi salah satu yang terkuat di dunia ini selain dewa dan dewi serta makhluk agung lainnya."
"Dan dengan kekuatan kalian akan mendapatkan banyak keuntungan lagi. Di dunia kalian kekuatan adalah hal yang dihormati bukan?"
"Dengan kekuatan kalian bisa berbuat seenaknya, mendapatkan banyak uang, bahkan akan ada banyak wanita yang mendekati kalian."
"Bagaimana? Apakah kalau tertarik menjadi bawahan seorang Iblis Agung ini?" Jareth menawarkan tawaran yang sangat menggiurkan.
Lein dan Octiorb mendengarkan nya dengan seksama dan tidak menyela ucapan Jareth. Namun, saat Jareth mengakhiri ucapan nya, mereka berdua tersenyum.
Lalu perlahan-lahan mereka tidak bisa menjawab tawa mereka dan pada akhirnya mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha!" Lein dan Octiorb tertawa sampai mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"!! - Mengapa kalian berdua tertawa!? Apa yang lucu!?" Jareth berteriak dengan marah karena Lein dan Octiorb berani tertawa di depan nya.
"Yah, sebelum itu, mengapa kamu menawarkan tawaran yang begitu menggiurkan kepada kami berdua?" Lein menghapus air mata nya.
"Tentu saja karena kalian kuat, dan karena kalian bisa membaca bahasa kuno." Jawab Jareth namun ia masih tidak mengerti mengapa Lein dan Octiorb tertawa.
"Itu benar, karena kami kuat. Oleh karena itu kami tidak membutuhkan kekuatan instan apalagi menjadi budak mu!" Lein menyeringai dan menolak tawaran Jareth.
"Aku juga menolak, kami bisa menjadi lebih kuat dengan usaha kami sendiri. Aku juga tidak ingin menjadi budak seorang iblis yang hina." Octiorb juga menolak tawaran Jareth.
"Apa kata kalian!? Berani-beraninya kalian menolak tawaran ku!?" Jareth mengeluarkan niat membunuh yang sangat mengerikan.
Jareth berpikir dengan mengeluarkan niat membunuh nya yang menerbitkan akan membuat Lein dan Octiorb bersujud ketakutan.
Karena hanya dewa dan dewi yang bisa menahan niat membunuh nya, bahkan diantara makhluk agung lain hanya ada beberapa yang bisa menahan nya.
Jareth berpikir kalau manusia fana dan roh rendahan seperti Lein dan Octiorb akan langsung ketakutan dan sujud untuk memohon ampun.
Namun ekspektasi nya salah total, Lein dan Octiorb masih bisa berdiri dengan tegak bahkan mereka masih mempertahankan seringai mereka.
"!! - Bagaimana bisa!?" Jareth berteriak tidak percaya.
"Pertama, karena kami berdua sudah banyak membunuh makhluk hidup." Lein menjawab.
Untuk melawan musuh yang memiliki aura atau niat membunuh yang mengerikan cukup mudah selama kalian tidak takut kepada mereka.
Hal pertama dalam memasuki medan tempur atau pertarungan adalah jangan takut kepada musuh dan pertahanan emosi dengan kepala dingin.
Lein dan Octiorb sudah pernah bertemu dengan dewa dan dewi apalagi mereka sudah bertemu dengan malaikat tertinggi.
Lein juga sudah pernah melawan malaikat yang memiliki status yang tinggi dan bahkan ia bisa mengalahkan nya dengan mudah.
Lein dan Octiorb tidak akan takut hanya karena Jareth adalah Iblis Agung. Bahkan jika mereka berdua tahu kalau yang menanti mereka saat melawan Jareth adalah kematian.
"Ini tidak mungkin, tidak mungkin kalau manusia fana dan roh rendahan bisa menahan niat membunuh ku yang mengerikan..." Jareth bergumam tidak jelas.
"Ini tidak mungkin!!" Teriak Jareth.
Jareth sangat marah dan tidak percaya kalau Lein dan Octiorb bisa menahan niat membunuh nya yang merupakan seorang Iblis Agung.
Jareth mengeluarkan niat membunuh yang lebih banyak lagi juga bahkan wajah Jareth sedikit demi sedikit mulai terlihat
__ADS_1
Itu artinya Jareth mengeluarkan kekuatan yang sangat besar. Namun karena itu, meskipun wajah Jareth mulai terlihat, wajah Jareth terlihat samar-samar.
Lalu perlahan-lahan wajah Jareth memudar dan hilang seperti debu yang tertiup oleh angin.
Karena dunia ini memiliki aturan kalau dewa dan dewi serta makhluk agung tidak bisa dan tidak boleh turun ke dunia dengan kekuatan mereka.
Mereka bisa datang jika ada perantara nya seperti sebuah item seperti perkamen bahasa kuno tadi yang bisa memanggil Jareth meskipun hanya mata nya saja.
Dan dewa dan dewi serta makhluk agung bisa turun ke dunia melalui ritual pengorbanan namun mereka semua tidak ingin makhluk hidup dikorbankan demi pemanggilan mereka.
Kecuali makhluk agung seperti Jareth yang merupakan seorang iblis. Dia atau mereka tidak akan peduli dengan pengorbanan asalkan mereka bisa dipanggil ke dunia.
"Sial, punggung ku basah kuyup..." Lein mengusap dahi nya yang penuh dengan keringat.
"Haha, aku juga." Octiorb juga mengusap dahi nya yang penuh dengan keringat sama seperti Lein.
Meskipun mereka berdua tidak takut, tetap saja niat membunuh yang dikeluarkan oleh Jareth membuat mereka merinding.
Bahkan Lein yang seorang maniak pertarungan merasakan adrenalin di dalam tubuh nya meronta-ronta ingin bertarung dengan Jareth.
"Ini pertama kali nya aku bertemu dengan seorang makhluk agung." Ucap Octiorb.
"Sama, aku juga baru pertama kali melihat makhluk agung meskipun kita hanya minat wajah nya saja dan itu juga samar-samar." Angguk Lein.
"Mengerikan ya.. Haha.." Octiorb tertawa.
"Benar.." Lein juga tersenyum.
"!!" Lein dan Octiorb menghentikan tawa mereka.
"Kamu merasakan nya?" Tanya Lein.
"Ya, kamu juga merasakan nya bukan bocah?" Balas Octiorb.
"Aku merasakan nya, bahwa ada banyak sekali orang yang sedang datang ke lokasi kita." Angguk Lein.
"Dan mereka datang dengan niat buruk karena aku bisa merasakan niat membunuh yang mereka keluarkan." Tambah Octiorb.
"Mereka pasti anggota Anarchy Order." Lein langsung tahu identitas mereka.
"Kita lawan?" Octiorb menyeringai.
__ADS_1
"Lawan? Tidak, kita bunuh!" Lein juga menyeringai.