
"Padahal level mu termasuk tinggi jika dibandingkan dengan orang yang seumuran dengan mu. Tapi kamu malah mengandalkan item pemanggilan." Ucap Lein.
Lein sama seperti sebelumnya, menebas satu kali dan seketika semua kepala Hob-goblin terlepas dari tubuh mereka.
"Sial! Keluarlah Orc!" Lagi-lagi, Geok Ma mengeluarkan plakat dan menghancurkan nya.
Kali ini hanya ada satu lingkaran sihir namun lebih besar daripada sebelumnya. Kemudian muncul satu satu ocr yang memegang gada kayu.
"Oct? Apapun itu..." Ucap Lein.
"Wargh!!" Teriak.
Orc berlari kencang menuju Lein sambil mengayunkan gada kayu nya kesana dan kemari.
"Orc, monster dengan kekuatan dan pertahanan yang bagus namun mereka sangat bodoh." Ucap Lein.
"Dragon Dance : Mana Bomb." Lein membuat sebuah bola mana.
Kemudian ia lemparkan bola mana tersebut ke arah Orc. Bom mana langsung meledak saat bersentuhan dengan kulit Orc.
Setengah tubuh bagian atas Orc hancur hanya menyisakan setengah tubuh bagian bawah nya. Orc terjatuh dan Geok Ma menjadi lebih panik lagi.
"Mudah sekali." Ucap Lein sambik melihat mayat orc.
Sebenarnya mudah karena Lein kuat, jika yang melawan adalah orang yang lebih lemah maka mereka akan menyusun rencana terlebih dahulu.
Karena meskipun Orc bodoh, kekuatan dan pertahanan nya tidak bisa diremehkan. Oleh karena itu biasanya orang-orang akan membuat rencana untuk menjebak Orc.
Tidak seperti Lein yang hanya menggunakan jenis sihir yang sangat sederhana untuk membunuh Orc dalam sekali serang.
"Mengapa ekspresi mu seperti itu? Ah, itu mungkin karena kamu sudah tidak memiliki item pemanggilan lagi ya..." Ucap Lein.
"Jangan mendekat!' Teriak Geok Ma.
"Matilah!" Lein tiba-tiba berada di depan Geok Ma.
Lein mengangkat satu katana nya tinggi-tinggi dan mengayunkan nya ke arah Geok Ma dengan sangat cepat.
"Telekinesis : Object Control." Teriak Geok Ma.
Kali ini Geok Ma tidak menggunakan kemampuan nya kepada benda disekitar nya, tetapi kepada tubuh Lein langsung.
__ADS_1
Lein tiba-tiba berhenti bergerak karena tubuhnya sudah dikendalikan oleh kemampuan telekinesis milik Geok Ma.
"Haha, sekarang kamu sudah aku kendalikan! Kamu tidak akan bisa menggerakkan tubuh mu!" Teriak Geok Ma gembira.
"Heh..." Lein menyeringai.
"Tidak! Bagaimana mungkin kamu bisa menggerakkan mulut mu! Seharusnya seluruh tubuh mu tidak bisa bergerak sekarang!" Geok Ma melebarkan matanya.
"Itu mudah." Ucap Lein.
"!! - Bagaimana mungkin kamu juga bisa berbicara!?" Teriak Geok Ma tidak mempercayai nya.
Kemudian kendali telekinesis atas tubuh Lein melemah dan Geok Ma sangat terkejut dengan perubahan yang tiba-tiba itu.
Sebenarnya bagi Lein ini mudah, bukan karena perbedaan kekuatan melainkan karena skill baru Lein yaitu Mana Absorb.
Geok Ma menggunakan kemampuan telekinesis tentu saja menggunakan mana, jadi tubuh Lein saat ini sedang diselimuti oleh mana milik Geok Ma.
Lein menggunakan Mana Absorb nya untuk menyerap mana milik Geok Ma. Oleh karena itu kendali telekinesis atas tubuh Lein melemah.
"Bisa dikatakan kalau aku ini musuh alami mu! Kamu tidak akan bisa mengalahkan ku dengan menggunakan kemampuan telekinesis." Lein menyeringai dan berkata dengan nada mengejek.
"Itu tidak mungkin!" Geok Ma memperkuat telekinesis di tubuh Lein.
Jadi percuma saja jika Geok Ma memperkuat telekinesis di tubuh Lein karena pada akhirnya Lein akan menyerap nya dengan Mana Absorb.
Mana Absorb memang bisa menyerap segala mana, tetapi tubuh pengguna nya mungkin akan menolak hal itu karena itu adalah mana yang asing.
Namun Lein berbeda, ia bisa menerima semua segala jenis mana karena Jantung Naga nya yang menyaring mana asing atau kotor menjadi mana milik nya.
Dan karena Jantung Naga milik Lein sudah diperkuat maka penyerapan dan penyaringan mana nya juga bertambah cepat.
Oleh karena itu kombinasi antara Jantung Naga dengan Skill Mana Absorb adalah kombinasi yang sangat sempurna.
"Hahaha!!!" Lein tertawa dengan sangat puas.
"Jika ini adalah medan tempur, aku akan menyerap semua mana milik musuh dan aku akan memiliki mana yang tidak terbatas."
"Mana ku habis? Kalau begitu serap makhluk hidup atau benda mati yang mengandung mana yang berada di sekitar ku."
"Dan dengan ini aku bisa menggunakan sihir secara terus-menerus tanpa mengkhawatirkan mana yang ada di tubuh ku."
__ADS_1
"Bahkan aku mungkin bisa melawan sebuah pasukan dengan seorang diri saja." Pikir Lein.
"Sudahlah, usaha mu akan sia-sia." Ucap Lein kepada Geok Ma yang mulai kelelahan.
Geok Ma terus memperkuat telekinesis di tubuh Lein yang berarti itu akan sangat menguras mana yang ada di tubuh nya sendiri.
Penampilan Geok Ma saat ini seperti mayat hidup yang tidak memiliki energi kehidupan karena ia terus-menerus menggunakan mana nya.
"Matilah." Lein melepaskan diri dari kendali telekinesis Geok Ma.
Kemudian tanpa skill atau teknik apapun, Lein memenggal kepala Geok Ma dengan sangat mudah seperti sedang memotong tahu.
Kepala Geok Ma terlepas dari tubuh nya dan terjatuh. Kemudian semua barang-barang milik Geok Ma muncul karena ia sudah mati.
"Ini adalah bagian favorit ku! Yaitu mengumpulkan jarahan! Hahaha!" Lein tertawa seperti orang gila.
Lein segera mengambil semua barang-barang milik Geok Ma dan menyimpan nya kedalam inventory milik nya.
"Hm, apa yang harus aku lakukan dengan tubuh Geok Ma ini?" Lein menyentuh dagunya.
"Bakar saja lah." Lein mengangkat bahu nya.
Lein menggunakan sihir tanah untuk membuat sebuah lubang kemudian memasukkan tubuh Geok Ma kedalam lubang.
Lein menggunakan sihir api yang sangat panas untuk membakar tubuh Geok Ma sampai gosong sampai menjadi abu.
Kemudian Lein menggunakan sihir tanah lagi untuk menutup lubang itu dan menggunakan sihir tanaman untuk menumbuhkan rumput.
"Dengan ini selesai sudah." Lein menepuk-nepuk tangan nya.
"Ah, setelah membunuh anggota Anarchy Order, aku merasa lega." Lein menghirup udara segar dengan rakus.
"Baiklah, sekarang saatnya kembali ke kota." Lein berjalan menuju Kota Laville.
Karena Lein juga penasaran dengan pemandangan luar Kota Laville dan ia berjalan sambil melihat-lihat sekitar.
Lein kemudian sampai di gerbang kota, ia menunjukkan kartu identitas nya kepada petugas dan setelah dikonfirmasi petugas memperbolehkan Lein masuk.
Lein masuk dan tetap berjalan entah kemana, kemudian saat ia melihat bangunan Kamar Dagang Myrant ia berpikir untuk menjual barang-barang yang masih di dalam inventory nya.
"Mumpung aku sedang di dekat Kamar Dagang Myrant, aku jual saja barang-barang jarahan yang belum sempat aku jual."
__ADS_1
"Desain bangunan ini bagus." Pikir Lein saat ia berada di dekan Bangunan Kamar Dagang Myrant.