Analysis Eye

Analysis Eye
Membuat Hidangan Star Llama


__ADS_3

Keesokan harinya, Lein dan Liza sedang berada di rumah Lein di Universitas Dragon Heart.


Karena Liza sangat ingin memakan hidangan buatan Lein yang menggunakan bahan Star Llama sebagai makan malam.


Dan sekarang sudah malam, mereka berdua melalui satu hari ini hanya dengan bermain-main karena mereka tahu sebentar lagi mereka akan melakukan mis.


Sekarang, mereka berdua sedang berada di dapur bersiap-siap untuk memasak suatu hidangan dari bahan Star Llama.


"Liza, kamu mau daging yang dipotong tipis-tipis atau dipotong tebal?" Lein bersiap untuk memotong daging Star Llama.


"Hm... Yang tebal saja." Jawab Liza.


"Baiklah." Angguk Lein.


Lein kemudian menaruh daging Star Llama yang masih mentah di atas talenan dan memotong daging nya dengan ukuran tebal dengan pisau dapur yang tajam.


Lein memotong dengan tenang dan santai tanpa harus terburu-buru karena ia membuat makanan untuk dirinya dan Liza saja.


"Dimana kamu menaruh paprika?" Liza membuka laci kabinet dapur dan mencari-cari paprika.


"Tentu saja di dalam kulkas." Jawab Lein tanpa menoleh.


"Oh~" Liza membuka kulkas dan mencari paprika di dalam nya.


"Paprika hijau dan merah, kan?" Tanya Liza saat ia sudah menemukan paprika nya.


"Ya." Angguk Lein.


Liza mengambil beberapa paprika hijau dan merah kemudian mencucinya dengan air di wastafel dapur sampai bersih.


Kemudian Liza mengambil talenan dan pisau dapur. Liza mengambil satu paprika hijau dan memotong nya dengan potongan panjang.


Setelah beberapa saat, Liza sudah selesai memotong semua paprika nya. Liza mengambil wadah dan menaruh potongan-potongan paprika ke dalam wadah.


Selanjutnya, Liza mengambil bawang putih dan bawang bombay, kemudian ia memotong semuanya dan menaruh di wadah yang lebih kecil.


Disisi lain, Lein sudah selesai memotong semua daging Star Llama nya dan menaruh potongan daging nya di wadah yang datar.


Lein mengambil wajan yang datar dan menaruh nya di atas kompor. Kemudian ia menuangkan minyak dan menyalakan kompor.


Setelah beberapa saat menunggu, minyak sudah panas dan kemudian Lein memasukan bawang putih dan bawang bombay yang sudah Liza potong.


Lein menumis bawang putih dan bawang bombay tidak terlalu matang dan sampai berbau harum.


"Aku ingin memasukan daging nya!" Ucap Liza dengan nada riang.


"Tentu, hati-hati dengan minyak nya." Angguk Lein.

__ADS_1


Liza menaruh wadah datar di sebelah kompor. Kemudian ia mengambil beberapa daging dan memasukkan nya ke atas wajan.


Lein kemudian membolak-balik daging nya agar kematangan dan bawang putih dan bawang bombay nya tercampur secara rata.


Setelah beberapa saat, Lein mengambil air dan menuangkan air secukupnya ke dalam wajan.


Lalu Lein membolak-balik daging nya lagi agar air nya meresap dan sampai daging nya memiliki tekstur empuk dan lembut


Liza mengambil lada hitam, minyak wijen, dan saus tiram. Kemudian ia memasukan secukupnya ke dalam wajan.


Dan dagingnya dibolak-balik lagi sampai bumbu-bumbu nya meresap ke dalam daging nya.


Setelah itu, Liza mengambil wadah yang berisi paprika. Liza mengambil sedikit potongan paprika dan memasukkan nya ke dalam wajan.


Lalu masak sampai paprika nya layu dan setelah Lein mengangkat daging nya dan menaruh nya di wadah yang sudah disiapkan.


Lein dan Liza mengulangi proses memasak daging nya beberapa kali lagi karena mereka tidak hanya membuat satu porsi saja.


Karena mereka makan dirumah, tentu saja mereka ingin makan makanan dengan bebas tanpa menganggu orang lain.


Lein dan Liza tidak masalah makan banyak di restoran, tetapi mereka tidak ingin perilaku mereka mengganggu pelanggan lain nya.


Lein menaruh semua daging yang sudah dimasak ke atas piring besar. Ia kemudian membawa nya menuju ruang makan dibantu oleh Liza


"Aku tidak memiliki anggur, apakah kamu memiliki nya?" Tanya Lein.


"Bagus, aku akan mengambil dua gelas." Lein berjalan menuju dapur dan mengambil dua gelas anggur kemudian kembali ke ruang makan.


Lein membuka botol anggur yang masih tersegel, kemudian ia menuangkannya ke dalam gelas Liza.


"Terimakasih, biarkan aku menuangkan untuk mu juga." Liza mengambil botol anggur dari tangan Lein dan menuangkannya ke dalam gelas Lein.


"Terimakasih, sudah siap?" Lein dan Liza duduk.


"Tentu saja siap!" Jawab Liza.


"Selamat makan!" Lein dan Liza berkata secara bersamaan.


Mereka makan daging Star Llama dengan bahagia karena rasa dari daging Star Llama yang sangat lezat dan tekstur nya yang lembut.


Mereka mengambil gelas dan mendentingan gelas mereka dan kemudian meminum anggur nya.


Mereka berdua juga berbincang-bincang membahas sesuatu yang acak namun yang bisa membuat mereka bahagia.


Seperti pertemuan pertama mereka, kencan yang mereka lakukan, saat Liza bermain bersama kucing di Animal Shelter, dan kejadian lucu lain nya.


Makan malam dengan daging Star Llama yang lezat dan segelas anggur ditambah cahaya yang dipancarkan bulan membuat makan malam mereka terasa menenangkan.

__ADS_1


Suasana makan malam mereka bahkan setara dengan restoran kelas atas yang memiliki hidangan yang mahal.


Setelah mereka menghabiskan makanan, mereka mengambil peralatan makan mereka dan mencuci nya bersama.


"Aku menginap disini ya." Ucap Liza.


"Tentu, ada kamar kosong di sebelah kiri kamar ku. Kamar yang kanan adalah kamar milik Jonas." Angguk Lein.


"Baik. Ngomong-ngomong soal Jonas, dia ada di mana sekarang?" Tanya Liza penasaran.


"Dimana lagi? Tentu saja di ruang latihan." Jawab Lein.


"Ehh, apakah dia itu maniak berlatih..." Liza sedikit terkejut.


"Haha. Mungkin karena ia akhirnya memilki kesempatan untuk bertambah kuat setelah kehidupan pahit yang dilalui nya." Lein tertawa.


"Hm.. Masuk akal juga." Liza menganggukkan kepala nya.


Setelah mencuci dan menaruh peralatan makan ditempat semula, mereka segera naik ke lantai atas.


"Selamat malam Liza." Ucap Lein.


"Selamat malam Lein!" Balas Liza.


Lein mengangguk dan berjalan ke arah kamar nya. Namun tiba-tiba tangan Lein ditarik oleh Liza.


"Liza? Ada ap- !!" Lein melebarkan matanya.


Karena saat ini Liza sedang mencium mulut nya tanpa mengatakan apapun. Setelah beberapa detik, Liza berhenti dan membuka matanya.


"Selamat Malam!" Liza masuk ke dalam kamar nya dengan cepat dan dengan wajah yang memerah.


"Sebuah ciuman ya..." Lein menyentuh bibir nya.


"Itu licik. Selanjutnya aku yang akan mencium mu." Lein tersenyum kecil dan kemudian ia berjalan memasuki kamar nya juga.


Dibalik dalam kamar, Liza saat ini sedang menyembunyikan wajah nya yang memerah dengan menutupi nya dengan bantal.


"Ahh!! Apa yang aku pikirkan tadi!! Bagaimana bisa aku mencium Lein tiba-tiba!!"


"Dia tidak menganggap aku ini aneh bukan??"


Di dalam pikiran Liza saat ini sedang bergejolak karena ia mencium Lein tanpa sadar seolah-olah tubuh nya bergerak sendiri.


Kemudian Liza perlahan-lahan tertidur karena terlalu memikirkan perbuatan nya.


Mereka berdua tertidur dengan pulas, dan bahkan Liza tidur dengan wajah tersenyum mungkin karena perbuatan nya yang mencium Lein.

__ADS_1


__ADS_2