
"Lihat ini, yang baru saja berkencan." Liza tersenyum melihat Brynn datang.
Ini sudah sore hari dan mereka berdua mengakhiri jalan-jalan mereka. Brynn dan Lein kembali ke rumah mereka masing-masing.
"Apa? Apa kamu cemburu?" Brynn mengejek Liza.
"Aku? Tentu saja tidak!" Liza membusungkan dada nya dengan arogan.
"..." Brynn hanya menggeleng-gelengkan kepala nya saja.
"Jadi, bagaimana kencan nya?" Liza bertanya dengan penuh semangat.
"Kami tidak berkencan." Brynn memutar matanya.
"Ya, ya... lalu bagaimana?" Liza tidak menghiraukan ucapan Brynn.
"...Kamu ini. Yah, menyenangkan. Aku juga merasa kalau tubuh dan pikiran ku menjadi rileks." Brynn duduk bersandar di sofa.
"Baguslah, kamu ini tidak pernah bersantai. Karena kamu ini adalah Presiden Universitas, jadwal pekerjaan mu akan sangat padat."
"Jadi, kamu bisa bersantai sekali dalam seminggu, atau setidaknya sekali dalam dua minggu. Kamu ini penggila kerja sampai-sampai dalam satu bulan kamu bisa bekerja secara terus-menerus."
"Tubuh mu memang bisa pulih dengan mana atau ramuan, tapi mental mu tidak." Liza menasihati Brynn dengan nada seperti orang tua.
"Haha, baiklah. Aku akan menuruti ucapan mu..." Brynn tertawa mendengar nada Liza yang seperti orang tua.
"Hm, hm, bagus." Liza menganggukkan kepala nya.
Liza kemudian berjalan menuju dapur dan membuat teh untuk mereka berdua. Kemudian ia membawa nya ke ruang keluarga.
Brynn juga mengeluarkan camilan berupa kue kering dari laci kabinet di ruang keluarga dan mereka berdua kemudian menikmati nya sambil menonton acara televisi.
...----------------...
"Oh, kamu kembali?" Lein yang baru masuk ke dalam rumah melihat Jonas yang ada di ruang keluarga sedang menulis sesuatu.
Selama ini Jonas berada di luar universitas karena ia tetap membantu pemerintah untuk mengatasi sisa-sisa dari Anarchy Order.
Dan sepertinya ia menginap di asrama atau sebuah hotel yang disediakan oleh pemerintah untuk orang-orang yang bersedia membantu.
__ADS_1
Tidak hanya jonas saja, banyak mahasiswa Universitas Dragon Heart yang membantu pemerintah untuk mengatasi sisa-sisa Anarchy Order termasuk Enya, Anna, dan John.
"Bos! Selamat datang kembali." Angguk Jonas kemudian ia melanjutkan kegiatan nya.
"Apa yang sedang dia lakukan?" Lein bertanya kepada Octiorb yang sedang bermain ponsel karena ia melihat kalau Jonas sangat fokus.
"Hm? Dia sedang membuat laporan kegiatan nya selama ia membantu pemerintah mengatasi sisa-sisa Anarchy Order." Jawab Octiorb tanpa melihat Lein.
"Tidak, mengapa dia membuat laporan dengan cara manual?" Lein mengedipkan mata nya dan heran dengan tindakan Jonas.
"!! - Kamu benar juga, mengapa aku tidak menyadari nya!?" Octiorb melebarkan matanya dan menepuk dahi nya karena tidak sadar akan hal itu.
"Hah..." Lein menghela napas panjang tidak tahu bagus bereaksi bagaimana.
"Jonas..." Lein berjalan menghampiri Jonas dan memanggil nama nya.
"Ya, Bos?" Jonas mendongak dan bertanya.
"Jangan buat laporan dengan tulis tangan, ayo kita ke kamar ku yang ada komputer nya. Kita akan menulis laporan menggunakan komputer." Lein menepuk pundak Jonas.
"Baiklah, eh, tapi aku tidak terlalu mahir menggunakan komputer bos." Jonas menggaruk-garuk bagian belakang kepala nya dan berkata dengan malu.
"Baik bos." Jonas berjalan mengikuti Lein.
"..." Octiorb kembali bermain ponsel nya karena masalah Jonas sudah teratasi.
Lein menyalakan komputer nya dan menggunakan aplikasi untuk membuat laporan yang mana di aplikasi tersebut sudah ada banyak sekali contoh laporan nya.
Kemudian ia menyuruh Jonas untuk duduk di kursi dan mengajari dasar-dasar cara membuat laporan yang rapi dan bagus.
Jonas adalah orang yang kurang mengerti teknologi, namun jika itu hanya berupa dasar-dasar nya saja, Jonas masih bisa paham.
"Tanya saja aku jika ada kesulitan." Lein berbaring di kasur dan menonton video pendek di ponsel nya.
"Terimakasih bos!" Angguk Jonas.
Jonas kemudian mencari contoh yang cukup sederhana namun bagus dan segera membuat laporan kegiatan nya hari lalu.
Karena jarang sekali menggunakan komputer, ia mengetik keyboard komputer hanya dengan beberapa jari saja dan kecepatan nya juga tidak cepat.
__ADS_1
Selama pembuatan laporan nya, Jonas sesekali juga bertanya kepada Lein mengenai beberapa hal yang masih belum ia pahami.
Lein menjawab nya dengan sabar dan memberitahu nya dengan kalimat yang sederhana agar bisa dipahami oleh pemula seperti Jonas.
Kemudian setelah satu jam membuat, laporan nya sudah jadi dan Jonas meminta Lein untuk memeriksa nya apakah ada kesalahan.
"Hm...Tidak ada kesalahan. Namun ada beberapa hal yang kurang. Karena ini adalah laporan resmi terkait dengan pemerintah maka kamu juga harus menyertai lambang pemerintah."
"Lambang nya ada di internet, kamu bisa mencari nya. Kemudian kamu unduh lambang tersebut dan masukan dengan cara begini."
"Lalu kamu taruh lambang tersebut di atas sini." Lein menjelaskan bagaimana cara menambahkan lambang di laporan nya.
"Jadi begitu, baik bos." Jonas segera melakukan apa yang Lein arahkan.
"Bagus seperti itu. Lalu ketentuan mengirim laporan ini bagaimana?" Tanya Lein.
"Hm, kata petugas nya kemarin, aku disuruh untuk mengirimkan laporan nya ke kantor pemerintah." Jawab Jonas.
"Itu artinya laporan nya harus di cetak terlebih dahulu. Biarkan aku yang melakukan nya." Lein kemudian segera mencetak laporan Jonas karena di kamar nya ada mesin cetak.
Lein tidak pernah menggunakan mesin cetak itu dan bagaimana bisa ada? Itu memang karena sudah ada sejak Lein pindah ke sini.
Mungkin karena ini adalah rumah untuk mahasiswa dan biasanya mereka akan membuat laporan kegiatan untuk diserahkan kepada guru mereka.
Selain mesin cetak, ada juga alat dan bahan untuk membuat sebuah laporan fisik yang berguna agar laporan nya rapi tidak hanya berupa kertas dasar.
Setelah laporan nya dicetak, Lein memasukan nya kedalam sampul yang bernama 'map dokumen' dan memberikan nya kepada Jonas.
"Sudah selesai, kamu bisa menyerahkan nya ke kantor pemerintah." Ucap Lein.
"Woah, terimakasih bos!" Jonas menerima dokumen laporan itu.
Kemudian ia segera keluar dari rumah dan menggunakan taksi untuk menuju ke kantor pemerintah yang terletak di pusat Kota Dragon Tide.
"Tapi mengapa aku tidak diminta untuk membuat laporan? Aku juga berpatroli setela pertempuran dan membantu mengatasi sisa-sisa Anarchy Order."
"Hm, apakah itu karena aku bergerak sendiri dengan Isolda bukan dengan pemerintah atau dengan SID? Sepertinya seperti itu."
"Yah untunglah, aku juga malas untuk membuat laporan yang merepotkan itu." Batin Lein.
__ADS_1
Lein berbaring di kasur dan menonton video pendek di ponsel nya lagi sambil memakan beberapa makanan ringan.