
"Aku tidak menyangka bahwa orang yang mengulur waktu adalah pengawal Nyonya Abelia!" Bovug berjabat tangan dengan Lein dan mengayunkan nya dengan bersemangat.
"Kamu kenal dia?" Bisik Liza.
"Ah, Tuan Bovug, adalah perwakilan yang menjalin kerja sama dengan Nyonya Abelia saat kami pergi ke sini." Jawab Lein.
"Oh~ Jadi begitu..." Angguk Liza.
Mereka kemudian berbincang-bincang bersama dan Bovug berbicara dengan sangat bersemangat karena ia tidak menyangka bahwa orang yang mengulur waktu adalah pengawal Abelia.
Bovug juga tidak menyangka bahwa ada Elf yang ikut dalam pengawalan kapal ini dan ia juga membantu mengulur waktu.
Bovug bertanya apakah Lein dan Liza memiliki sesuatu yang diinginkan namun mereka menggeleng-gelengkan kepala mereka.
Karena mereka mengulur waktu sebagai orang yang sedang mengawal kapal, itu artinya mereka berdua sedang dalam waktu bertugas.
Namun Bovug bersikeras untuk memberi mereka berdua sesuatu, Lein dan Liza saling memandang dan pada akhirnya Lein dan Liza meminta bahan-bahan berkualitas untuk membuat hidangan.
"Hahaha, akan aku penuhi keinginan kalian!" Bovug menerima permintaan Lein dan Liza.
...----------------...
Meskipun Lein dan Liza sudah sembuh dan sehat, namun mereka berdua masih tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit oleh dokter.
Dokter berkata meskipun Lein dan Liza sudah sembuh, bisa jadi ada sesuatu yang aneh secara tiba-tiba, oleh karena itu dokter tidak memperbolehkan Lein dan Liza keluar.
Sekarang Lein dan Liza sedang bermain monopoli lagi di dalam ruang VIP mereka.
Abelia juga ada di ruangan itu dan sedang duduk sambil mengurusi dokumen-dokumen yang sepertinya penting.
"Maaf mengganggu, Nyonya Abelia. Aku ingin meminta bantuan mu." Ucap Lein.
"Bantuan? Biar aku denger terlebih dahulu." Ucap Abelia.
"Sebenarnya ini sangat mudah, aku hanya ingin meminta bantuan anda untuk mencarikan sesuatu yang bisa membuat Isolda bertambah kuat."
"Atau mungkin sebuah buku skill karena Isolda saat ini hanya memiliki dua skill saja." Ucap Lein.
Saat ini, Isolda memang masih lemah meskipun tubuh nya sudah diperkuat saat berendam di kolam milik Abelia saat itu.
Selain hal itu, faktor yang paling penting adalah karena Isolda kekurangan pengalaman bertarung dengan monster atau manusia.
Naga adalah monster yang menduduki puncak rantai makanan, naga adalah monster yang selalu berburu mangsanya.
Karena hasil dari perburuan terus-menerus, naga menjadi makhluk yang mendominasi dan juga kuat karena memiliki banyak pengalaman.
__ADS_1
Isolda masih jauh dari tahap itu karena selama ini Isolda selalu dalam wujud kalung nya dan jarang bertarung secara langsung.
"Itu mudah. Apa kemampuan Isolda?" Tanya Abelia.
"Isolda adalah naga waktu." Jawab Lein.
"Waktu ya, aku tidak memiliki buku skill elemen waktu. Kalau begitu ambil ini saja." Abelia mengeluarkan sesuatu dari inventory nya.
Yang Abelia keluarkan adalah sebuah tulang berwarna putih mengkilap yang ukuran nya lumayan besar.
"Tulang? Tulang apa ini?" Tanya Lein.
"Aku lupa ini tulang apa karena sudah lama, tapi jika tulang ini dihaluskan menjadi bubuk dan di larutkan kedalam air suci, maka akan memiliki efek yang menakjubkan." Jawab Abelia.
"Analisa tulang ini." Batin Lein.
[ analisa berlangsung ]
[ Tulang Ular ??
rank : ??
sebuah tulang ular ?? yang merupakan spesies kuno ]
"Ambilah." Abelia menyerahkan tulang itu kepada Lein.
"Terimakasih Nyonya, apa yang perlu aku bantu untuk membalas ini?" Lein menerima tulang itu dan menyimpan nya kedalam inventory nya.
"Bantu aku dengan ini." Abelia menunjuk dokumen-dokumen di meja nya.
"Haha, Baiklah..." Lein tertawa kecil.
Lein kemudian membantu Abelia mengurusi dokumen-dokumen nya. Liza yang bosan karena tidak ada kegiatan pun akhirnya membantu Abelia juga.
...----------------...
Dua hari kemudian besi dari Benua Dwarf yang sudah diangkut ke Kapal Perium. Kemudian keesokan harinya Kapal Perium berangkat menuju Benua Manusia.
Sama seperti sebelumnya, ada beberapa kapal yang pergi bersama Kapal Perium. Bahkan ada kapal feri yang mewah yang ikut.
Lein dan Liza juga ikut dalam perjalanan kembali dan tidak ikut terbang dengan Abelia karena itu memang tugas mereka.
Perjalanan kembali hanya ada beberapa monster yang paling kuat hanya Moss Snake, tidak ada monster seperti Kraken yang menyerang.
Namun saat Lein melewati lokasi pertarungan melawan Kraken, ia merasakan ada hawa keberadaan yang mendekati lokasi itu.
__ADS_1
Lein bisa tahu apa yang mendekat, itu adalah Kraken lain. Karena Lein pernah melawan Globsys dan tahu bagaimana aura Kraken.
Lein berpikir ada dua kemungkinan yang berhubungan mengapa Kraken lain datang ke lokasi itu.
Yang pertama adalah Kraken itu datang karena ingin melihat bukti bahwa Globsys telah mati, mungkin karena Kraken itu tidak merasakan aura Globsys.
Yang kedua adalah Kraken itu ingin menguasai wilayah Globsys karena Globsys telah mati dan meninggalkan wilayah nya kosong.
Namun, Lein tidak merasakan aura permusuhan dari Kraken yang sedang mendekat. Mungkin karena Kraken itu hanya ingin datang ke sana dan tidak ingin membunuh siapapun.
...----------------...
Perjalanan kembali ke Benua Manusia berlangsung selama 5 hari. Sekarang mereka semua sudah sampai di Pelabuhan Kota White Seal.
Lein dan Liza saat ini sedang bersantai sambil melihat orang-orang mengangkut dan membawa barang dari kapal ke pelabuhan dan sebaliknya.
"Aku tidak menyangka perjalanan kali ini aka bertemu dengan Kraken." Ucap Liza.
"Benar, tapi... Kamu juga menikmati nya bukan?" Ucap Lein.
"Fufufu, tentu saja. Sudah lama sekali sejak aku mengeluarkan semua mana ku dan menerima serangan yang dahsyat." Liza tertawa kecil.
"Benar. Tapi serangan terakhir Globsys sangat menyakitkan. Dan kecepatan nya tidak cocok dengan ukuran nya yang besar!" Lein sedikit marah.
"Fufufu, memang. Kecepatan tentakel nya tidak masuk akal melihat kalau ukuran nya juga sangat besar." Ucap Liza.
"Ngomong-ngomong, apakah kamu ingin ikut dengan ku berkunjung ke Universitas Ocean Blue?" Lein mengajak Liza.
"Universitas Ocean Blue? Tentu. Tetapi, mengapa kamu berkunjung ke sana?" Liza ikut dengan Lein.
"Ah, bukankah kamu tahu Enzo dan Eira? Mereka yang ikut saat Kompetisi antar Negara." Ucap Lein.
"Oh, mereka. Barbarian dan gadis salju." Liza mengangguk.
"Baiklah, kapan kita pergi ke sana?" Tanya Liza.
"Nanti siang. Aku sudah menghubungi Enzo dan Eira." Jawab Lein.
"Baik..." Balas Liza.
Mereka berdua kemudian berbincang-bincang sambil menunggu semua orang mengangkut barang mereka.
Lalu saat sekitar pukul 10 pagi, mereka berdua bersiap-siap untuk pergi menuju Universitas Ocean Blue menemui Enzo dan Eira.
Enzo dan Eira ingin menjemput Lein dan Liza namun Lein tolak karena ia ingin berjalan-jalan sambil melihat-lihat Kot White Seal.
__ADS_1