
Beberapa hari kemudian, Lein sedang berjalan menuju gedung misi. Sudah lama sejak terakhir kali ia mengambil misi di gedung misi.
Beberapa kali sebelumnya, ia menerima misi namun dari orang luar, bukan dari Universitas Dragon Heart.
Lein berpikir untuk berkontribusi sebagai Mahasiswa Universitas Dragon Heart dengan mengambil misi yang ia inginkan.
Saat Lein sampai di gedung misi, Lein segera menuju mesin khusus untuk memeriksa misi yang ada dan mulai mencari nya.
"Hm, ada beberapa misi yang hadiah nya lumayan. Tetapi aku bukan mengincar hadiah nya, melainkan seberapa besar pengaruh misi di dunia nyata."
"Pilihan terakhir adalah membunuh monster karena aku sudah bosan dengan monster. Mungkin aku akan mencari misi pencarian atau yang lain nya."
"Hm? Misi ini sudah ada sejak satu bulan yang lalu, namun tidak ada yang mengambil nya?" Lein tertarik dengan salah satu misi.
...----------------...
Tugas : Mencari atau membunuh tiga kriminal yang sudah membunuh puluhan orang.
Batas Waktu : Tidak ada.
Hadiah : 300.000 FEZ.
...----------------...
"Misi yang sederhana, namun mengapa tidak ada orang yang mengambil misi ini?" Lein menjadi bingung.
Lein kemudian pergi ke petugas yang ada untuk bertanya apa alasan para mahasiswa di sini tidak mengambil misi tersebut.
"Ah, misi ini ya..." Ekspresi wajah petugas itu menjadi pahit.
"Mengapa?" Lein menjadi penasaran.
"Misi ini memiliki hadiah yang sedikit dibandingkan dengan tugas nya. Ada tiga kriminal yang harus dicari atau dibunuh dalam misi ini bukan?"
"Yang paling kuat, seorang penyihir. Lalu ada ahli berpedang, dan yang ketiga adalah orang yang gila bertarung."
"Mereka sekarang ada di sekitaran level 100 ke atas. Para mahasiswa lebih memilih untuk mencari hadiah yang sepadan dengan tugas nya."
Petugas itu menjelaskan alasan mengapa para mahasiswa tidak mengambil misi tersebut.
"Mengapa hadiah nya sangat sedikit untuk tiga kriminal yang sudah membunuh puluhan orang?" Lein tidak mengerti.
__ADS_1
"Karena ini adalah uang yang dikumpulkan oleh warga Desa Mudbell, desa yang beberapa warga nya dibunuh oleh mereka dan sepertinya SID tidak terlalu memperhatikan masalah ini." Jawab petugas itu.
"SID lagi, petugas mereka memang hebat. Namun ada beberapa petinggi SID yang seperti sampah." Batin Lein.
"Dimana lokasi mereka bertiga sekarang?" Tanya Lein.
"Untuk sekarang tidak ada informasi nya, namun sekitar dua minggu yang lalu mereka terlihat sedang berada di bukit dekat Desa Mudbell." Jawab petugas itu.
"Ini sempurna dengan apa yang aku mau. Jika aku berhasil menyelesaikan misi ini, maka akan ada media yang memberitakan nya."
"Kemudian orang-orang akan berpikir bahwa aku ini baik dan mereka tidak akan mempermasalahkan mengenai aku dan Isolda." Pikir Lein.
Meskipun Walikota Holbein sudah mengatakan bahwa Isolda tidak akan berbuat jahat kepada orang-orang, mereka masih khawatir.
Jadi, jika Lein berhasil dalam misi ini. Orang-orang akan beranggapan bahwa tidak mungkin orang yang berhasil menyelamatkan Desa Mudbell akan berbuat jahat dengan naga nya.
"Baiklah, aku akan mengambil misi ini." Lein memutuskan untuk mengambil misi tersebut.
"Eh, mahasiswa Lein, apakah kamu yakin?" Petugas tidak paham mengapa Lein ingin menerima misi itu.
"Aku yakin. Ngomong-ngomong, misi ini bisa dikerjakan bersama orang lain bukan?" Ucap Lein..
"Ya, bisa. Kamu bisa membawa maksimal 4 orang lagi." Angguk petugas itu.
Setelah menerima misi, Lein segera berjalan keluar dari gedung misi dan pergi ke arah gedung latihan di dekat sana untuk bertemu dengan Jonas.
Selama ini rutinitas Jonas hanyalah berlatih dan berlatih. Lein adalah maniak pertarungan sedangkan Jonas adalah maniak latihan.
Lein sampai di ruang latihan Jonas dan melihat bahwa hanya ada Jonas seroang diri yang sedang angkat beban di dalam ruangan nya.
"Kamu sendirian? Kemana Enya?" Tanya Lein.
Karena Jonas dan Enya selalu berlatih bersama bahkan Lein mulai berpikir bahwa mereka berdua akan sama seperti John dan Anna.
Mereka berdua biasanya berlatih dengan cara yang sama yaitu Enya yang berlatih mengendalikan Api Fiama agar lebih mahir dengan cara menyerang Jonas.
Dan Jonas yang berlatih untuk menahan serangan apapun dengan cara menahan serangan api yang dikeluarkan oleh Enya yang memiliki suhu yang sangat panas.
"Bos, lama tidak bertemu. Enya saat ini sedang melakukan misi bersama dengan teman-teman nya." Jawab Jonas tanpa menghentikan latihan nya.
"Oh, begitu. Ngomong-ngomong, ayo ikut dengan ku. Aku baru saja mengambil misi." Ucap Lein.
__ADS_1
"Misi? Boleh juga. Misi apa bos?" Jonas bertanya mengenai misi apa yang diambil oleh Lein.
"Mencari atau membunuh tiga orang kriminal yang sudah membunuh puluhan orang." Jawab Lein.
"Pilihan orang? Sudah jelas aku akan ikut. Aku sangat membenci orang-orang yang membunuh orang lain apalagi dalam jumlah yang banyak." Ucapan Jonas mengandung emosi kebencian.
Lein tahu kalau Jonas berekspresi seperti itu karena ia membenci orang yang akan melakukan eksperimen dengan tubuh nya saat ia masih menjadi tawanan.
Jika dibandingkan dengan ekperimen manusia, pembunuhan masih lebih baik. Tapi tentu saja bukan berarti pembunuhan bisa dimaafkan.
"Bagus, kita akan pergi ke Desa Mudbell nanti sore dan akan sampai disana saat malam hari." Ucap Lein memberitahu kapan waktu mereka berangkat.
"Baiklah." Angguk Jonas kemudian ia melanjutkan mengangkat beban.
"..." Lein tidak tahu harus bereaksi bagaimana.
Lein menjadi bosan karena ia tidak memiliki kegiatan apapun dan di dalam ruangan ia hanya melihat Jonas dengan gila mengangkat beban.
Jadi Lein juga mencoba untuk berlatih dengan cara berlari di atas treadmill dan mengatur kecepatan yang paling cepat.
Meskipun sudah paling cepat, Lein masih bisa mengikuti kecepatan nya dengan mudah tanpa mengeluarkan keringat.
"Ini sangat mudah, mungkin karena aku selalu menggunakan teknik gerakan kaki yang kecepatan nya tidak main-main." Pikir Lein.
Memang, jika dibandingkan dengan teknik gerakan kaki Lein yang kecepatan nya sama seperti kecepatan cahaya maka kecepatan treadmill saat ini bisa dikatakan lambat.
"Hey Jonas! Aku akan menyetel musik! Disini terlalu sepi!" Teriak Lein.
"Baik! Silakan saja bos!" Balas Jonas.
Lein berhenti sejenak kemudian mengeluarkan sebuah speaker kecil dan menyambungkan nya dengan ponsel milik nya.
Lein memilih musik yang santai kemudian menyetel nya. Meskipun speaker itu berukuran kecil, namun suara yang dikeluarkan sangat keras dan juga jernih.
Lein dan Jonas menjadi lebih rileks saat mendengar musik tidak seperti sebelumnya, tubuh mereka terlalu kaku dan akan bahaya jika melanjutkan berlatih.
Jonas juga tambah bersemangat untuk latihan, bahkan ia menambahkan berat di angkat beban nya kemudian ia lanjut berlatih.
Lein masih sama, tidak terlalu bersemangat seperti Jonas. Lein tetap berlari di treadmill dengan kecepatan yang paling cepat.
Bagi Lein, kecepatan yang paling cepat di treadmill ini seperti joging. Oleh karena itu Lein sama sekali tidak mengeluarkan keringat.
__ADS_1
Tidak seperti Jonas yang tubuhnya basah kuyup karena bermandikan keringat mirip seperti saat orang basah kuyup karena kehujanan.
Namun Jonas tetap bersikap biasa saja dan berlatih dengan nyaman tanpa memperdulikan pakaian nya yang sangat basah.