
Monster yang muncul adalah makhluk kerangka berwarna putih dengan mata merah menyala di kepalanya, monster itu adalah Skeleton.
Para skeleton bergegas menuju Kota Els dengan kecepatan penuh, mereka berlari tidak beraturan sampai ada beberapa skeleton yang jatuh.
Skeleton yang jatuh tidak dipedulikan oleh skeleton lainnya dan diinjak-injak oleh mereka sampai hancur.
"Itu skeleton! Semuanya bersiap!" Marcus mengomando pasukan.
"Analisa." Lein disisi lain mulai menganalisa.
[ analisa berlangsung ]
[ skeleton
level 18
monster kerangka lemah namun jangan meremehkan mereka karena mereka selalu mengalahkan lawan nya dengan jumlah mereka yang sangat banyak ]
"Skeleton? Tidak mungkin mereka hanya akan menggunakan skeleton lemah ini untuk menyerang Kota Els." Lein menyipitkan matanya.
"Hanya ada satu alasan, skeleton ini adalah pembuka. Masih ada gelombang monster lain yang belum keluar." Pikir Lein.
"Jonas!" Lein berteriak.
"Ya, bos!" Jawab Jonas.
"Akan aku ganti peran mu! Kamu tidak lagi menjadi perisai! Tetapi menjadi benteng berjalan!" Lein menyeringai.
"Benteng berjalan!?" Jonas terkejut.
"Ya, kita tidak akan selalu bertarung bersama. Jika kamu bertarung sendiri, kamu hanya akan pasif bertahan saja."
"Musuh-musuh mu akan mengelilingi mu dan menyerang secara terus-menerus sampai pertahanan mu lemah dan akhirnya hancur.",
"Oleh karena itu jadilah benteng berjalan, dengan pertahanan yang keras namun juga memiliki serangan! Kekeke." Lein menyeringai.
"Benteng berjalan ya..." Jonas tersenyum.
"Itu... Usulan yang bagus bos!" Jonas juga menyeringai menyetujui usulan Lein.
"Nah, skeleton ini akan menjadi latihan bertarung mu. Skeleton sangat cocok karena mereka menang jumlah dan kamu harus menahan dan menyerang secara bergantian." Ucap Lein melihat para skeleton yang datang.
"Hm, masuk akal bos." Jonas berpikir itu mungkin.
"Baiklah, majulah." Ucap Lein.
"Diterima." Jonas berlari menuju para skeleton.
Orang-orang yang melihat Jonas maju melebarkan mata mereka. Mereka berteriak menyuruh Jonas untuk berhenti dan segera menghentikan tindakan bodohnya.
Jonas tidak memperdulikan mereka dan tetap maju. Karena ia juga ingin menjadi landak yang bertahan dan menyerang bukan kura-kura yang hanya bertahan.
"Jonas, ada dua cara untukmu jika ingin menjadi benteng berjalan." Lein tiba-tiba muncul di sebelah Jonas.
__ADS_1
Lein menggunakan sihir terbang untuk menyusul Jonas dan mengatakan sesuatu yang ia lupa.
"Dua? apa saja bos?" Tanya Jonas yang masih berlari.
"Pertama, kamu menangkis serangan musuh dan kemudian menyerang balik."
"Kedua, kamu menyerang musuh sambil menerima serangan dari musuh."
"Apa kamu paham?" tanya Lein.
"Hm, aku paham bos." Angguk Jonas
"Kalau begitu pilihlah." Lein membiarkan Jonas memilih bukan ia yang memilih untuk Jonas.
"Aku memilih pilihan kedua bos." Jonas menjawab tanpa ragu-ragu.
"Alasan." Ucap Lein.
"Karena aku tidak akan merasakan sakit jika terkena serangan fisik, dan aku bisa mengubah kulitku menjadi diamond yang mana itu sangat keras." Jawab Jonas.
"Bagus, pilihan yang bijak." Lein tersenyum dan mengangguk.
"Lanjutkan, aku akan berada di sisi lain." Lein lalu terbang menuju kanan Jonas.
"Serahkan padaku." Jonas menyeringai.
Jonas semakin dekat dengan skeleton. Saat mereka berdekatan, Jonas langsung melancarkan pukulan nya.
Skeleton lain menjadi terpancing dan menyerang Jonas secara bersamaan. Jonas segera mengaktifkan Diamond Rhino nya.
"Bagus! Kemari lah!" Jonas menyeringai.
Sepertinya Jonas mulai menikmati pertarungan nya. Karena lawan nya bukan penyihir dan ia bisa menggunakan serangan fisik dengan bebas.
Jonas juga menikmati pertarungan ini karena sebelumnya ia tidak pernah bertarung dengan seimbang. Ia dikucilkan dan dibully oleh orang-orang.
Mereka selalu melawan Jonas secara berkelompok dan Jonas juga tidak memiliki keberanian untuk melawan mereka.
Sekarang, berkat apa yang Lein lakukan, Jonas akhirnya bisa mengeluarkan kekuatan penuh nya sekaligus menikmati pertarungan ini.
"Terimakasih bos!" Teriak Jonas.
Jonas memukul skeleton didepan nya dengan tinju kanan kamu ia menyapu skeleton lainnya dengan tangan kiri .
Skeleton menangkap kaki kanan Jonas dan menggigitnya. Namun Jonas tidak merasakan sakit dan ia menginjak skeleton itu dengan kaki kiri.
"Kemampuan pertama ku ternyata berguna juga." Ucap Jonas.
Jonas menyilangkan kedua tangan nya di depan nya lalu ia menerjang ke depan seperti badak yang sedang menyeruduk musuh nya.
Para skeleton lemah yang terkena terjangan Jonas langsung hancur tanpa perlawanan sama sekali.
"Hah, lemah!" Jonas berteriak.
__ADS_1
"Tapi ini cocok untuk permulaan. Bos berkata ini adalah gelombang pertama, yang berarti masih ada gelombang lain yang berisi monster kuat." Jonas menyipitkan matanya melihat ke Dark Mist.
...----------------...
Lein disisi lain sedang bertarung melawan skeleton sambil menganalisa dan mengamati pergerakan skeleton itu.
Dan Lein menemukan sesuatu yang janggal. Itu adalah saat skeleton hancur, tubuh mereka tidak kembali ke sedia kala.
Skeleton yang biasa jika tubuhnya hancur atau terpisah, mereka bisa menyatukan dan menggabungkan kembali tubuh mereka.
Oleh karena itu Lein saat ini sedang menganalisa, dan akhirnya Lein menemukan alasan nya.
Itu karena skeleton ini bukanlah kerangka dari mayat, tetapi kerangka yang diciptakan dengan sihir.
Mungkin itulah mengapa deskripsi Dark Mist adalah menciptakan makhluk-makhluk gelap bukan mendatangkan.
"Semuanya..." Lein menggunakan mana untuk menyebarkan suara nya ke seluruh medan pertempuran.
"Skeleton ini bukan berasal dari mayat, oleh karena itu mereka tidak bisa menggabungkan tubuh mereka yang terpisah."
"Memang mudah menghadapi mereka, namun aku berpikir mengapa aura gelap yang mengerikan dari Dark Mist hanya menyerang dengan skeleton?"
"Oleh karena itu aku berasumsi bahwa ini adalah gelombang pertama. Akan ada gelombang lain yang berisi monster yang lebih kuat."
"Minta pertolongan ke kota lain atau bahkan ke ibukota! Gunakan stamina kalian dengan efisien dan jangan membuang nya dengan sia-sia!"
...----------------...
"!!" Jenderal Marcus terkejut dengan ucapan Lein.
Ia juga berpikir seperti itu bahwa ini adalah gelombang pertama. Dan ternyata Lein juga memikirkan hal yang sama dengan nya.
"Minta pertolongan ke kota Elm dan kota lain! Kabari Walikota! Kabari ibukota! Cepat!" Marcus memerintahkan bawahan nya.
"Siap!" Bawahan tersebut kembali ke kota dan bersiap untuk menghubungi kota lain.
"Semoga pertolongan nya akan datang tepat waktu..." Marcus merasa gelisah saat ia melihat Dark Mist.
...----------------...
Di hutan.
"Kekeke, teruslah bertempur!" Seorang pria berjubah hitam berteriak kegirangan.
Dan disebelah pria berjubah hitam itu ada sesosok yang mengenakan jubah hitam juga namun mengeluarkan aura hitam yang suram seperti aura kematian.
Dan jika melihat lebih dekat, sosok itu tidak menyentuh tanah dan ia melayang. Dan jika melihat sedikit ke atas, sosok itu bukanlah manusia!
Dia adalah kerangka dengan warna putih mengkilap dan memiliki api biru di rongga matanya.
Sosok itu adalah...
Lich!
__ADS_1