Analysis Eye

Analysis Eye
Menyelamatkan Daerol dan Pasukan nya


__ADS_3

"Ayo!" Lein dan Liza segera memasuki markas bandit.


"Kamu kiri aku kanan." Ucap Liza.


Yang Liza maksud adalah ada dua penjaga didepan dan Lein akan mengurus yang kiri sedangkan Liza akan mengurus yang kanan.


Lein melempar pisau dari inventory nya sampai menembus jantung penjaga itu. Liza juga menggunakan pisau untuk menembus kepala penjaga.


Barang-barang kedua penjaga muncul namun mereka tidak mengambil nya karena mereka akan menyelamatkan Daerol dan Pasukan nya.


"Fufu, bukankah kamu yang biasanya bersemangat saat melihat barang-barang milik lawan?" Liza tertawa kecil.


"Ugh, mau bagaimana lagi Liza." Lein berusaha untuk tidak melirik barang-barang milik penjaga.


Lein berada didepan menunjukkan jalan yang sudah dianalisa oleh Analysis Eye dan Liza mengikuti dibelakang nya.


"Kita sampai, Daerol dan pasukan nya berada tepat dibawah." Lein dan Liza sekarang berada di depan tangga yang menuju ke bawah.


"Bagus, ayo langsung saja." Ucap Liza.


"Ya." Angguk Lein.


Lein dan Liza segera menuruni tangga diam-diam agar tidak mengeluarkan suara. Saat Lein melihat seorang bandit, ia segera melemparkan pisau ke arah jantung nya.


Liza maju dan mengeluarkan dua pisau dari inventory nya untuk membunuh dua bandit yang berjaga di depan sebuah sel penjara.


"Hey, ada apa!?" Salah satu bandit di tempat lain mendengar suara.


Lein dan Liza saling memandang dan mengangguk. Liza akan menyelamatkan Daerol dan pasukan nya sementara Lein akan menghabisi bandit.


"Keluarlah." Tanpa basa-basi, Liza melelahkan jeruji besi nya.


"Elf? Siapa kamu?" Tanya seorang pria yang tampan.


"Kamu Daerol? Kami ditugaskan untuk menyelamatkan mu." Ucap Liza.


"Menyelamatkan kami? Itu percuma, warga Desa Nadir akan terluka!" Ucap Daerol.


"Tenang saja, kami akan mengatasi hal itu. Sekarang, keluarlah." Balas Liza.


"...Ayo semuanya." Daerol keluar diikuti oleh pasukan nya.


Alasan Daerol tidak memilih untuk kabur selain karena warga Desa Nadir yang akan terluka itu karena ia diborgol dengan borgol Joyl.


Borgol Joyl terbuat dari besi khusus bernama Besi Ajoyl yang akan membuat orang yang diborgol tidak bisa menggunakan kemampuan dan sistem mereka.


"Ayo." Liza mengambil pedang dari bandit dan memotong semua Borgol Joyl.


*tap tap tap


Daerol dan pasukan nya segera menjadi waspada dan bersiap untuk menyerang saat mendengar suara langkah kaki.


"Sudah selesai?" Tanya Liza.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Daerol tidak paham.


"Ya, itu mudah." Jawab Lein.


"Hm? Pakaian mu bersih, Lein." Ucap Liza.


"Tentu saja, aku membunuh mereka dari jarak jauh." Lein menyeringai.


"Apakah mereka?" Lein melihat Daerol dan pasukan nya.


"Benar." Angguk Liza.


"Bagus, Liza kamu sudah menaruh rune di Desa Nadir bukan?" Tanya Lein.


"Sudah, aku tahu itu akan dibutuhkan." Jawab Liza dengan nada bangga.


"Kirim mereka kembali." Ucap Lein.


"Segera." Angguk Liza.


Liza kemudian menulis sebuah rune diudara dan dilantai yang mengelilingi Daerol dan pasukan nya.


"Tunggu! Biarkan kami bertarung juga!" Daerol meminta dirinya dan pasukan nya untuk ikut bertarung.


"Kembalilah ke Desa Nadir, disana para warga lebih membutuhkan mu." Ucap Lein.


"Tapi-" Daerol tidak bisa menyelesaikan ucapan nya karena Liza sudah mengaktifkan rune teleportasi.


"Ini... Desa Nadir?" Daerol melihat ke sekeliling.


"Tuan Daerol sudah datang!!!" Salah satu warga desa melihat Daerol dan segera berteriak memberitahu warga lain nya.


Para warga yang mendengar teriakkan itu segera berlari menuju ke gerbang desa. Enver dan yang lain juga berlari menuju gerbang desa.


"Benar! Itu tuan Daerol!"


"Tuan Daerol datang!"


"Tuan Daerol!"


Para warga segera berteriak dengan gembira saat mereka melihat Daerol dan pasukan nya kembali dengan selamat bahkan tidak ada satu korban pun.


"Mereka...Tuan Muda Daerol!?" Zayn melebarkan matanya karena terkejut.


"Bagaimana mungkin..." Hasley juga terkejut.


Enver juga menyipitkan matanya dan mencoba berpikir bagaimana bisa Daerol dan pasukan nya tiba-tiba muncul disini.


"Tuan Lein dan Nona Liza berhasil ya..." Ucap Willie dengan lirih.


Meskipun Willie mengucapkan nya dengan suara lirih, namun Enver bisa mendengar nya dengan jelas dari kejauhan.


"Ini adalah perbuatan Lein!? Dan Liza, apakah itu adalah nama elf yang berada di sebelah Lein?" Enver benar-benar terkejut.

__ADS_1


Padahal mereka disini sudah lama karena mereka datang sangat awal namun mereka masih belum bisa mendapatkan informasi dari para warga.


Karena para warga masih belum mempercayai Enver dan yang lain. Oleh karena itu mereka membagi-bagikan makanan kepada para warga.


Namun, Lein yang baru datang bisa mendapatkan informasi dari warga dengan cepat dan segera bertindak tanpa ragu-ragu.


Bahkan belum lama setelah Lein pergi, mereka berdua bisa menemukan Daerol dan pasukan nya bahkan bisa menyelamatkan mereka.


Tidak hanya itu, mereka berdua juga bisa mengirimkan Daerol dan pasukan nya ke Desa Nadir dengan cepat.


"Sepertinya... Kita akan kalah di misi ini..." Pikir Enver.


"Hm? Siapa kalian?" Daerol menyadari bahwa ada tiga orang asing.


"Halo Tuan Muda Daerol, kami adalah petugas SID yang diberikan misi untuk mencari mu." Enver menunjukkan identitas SID nya.


Kemudian Zayn dan Hasley juga memperkenalkan diri mereka masing-masing kepada Daerol.


"Oh, SID, Halo!" Daerol dan Enver berjabat tangan.


"Apakah orang yang bernama Lein dan Elf bernama Liza adalah anggota kalian?" Tanya Daerol.


Daerol berpikir Lein dan Liza adalah anggota SID karena mereka sangat hebat dan bisa membunuh bandit seperti membunuh semut.


"Sayangnya bukan..." Jawab Enver dengan senyum pahit.


"Bukan? Lalu siapa mereka?" Daerol mengerutkan kening nya.


"Mereka adalah orang yang dikirimkan oleh Universitas Dragon Heart di Negara Easthold." Jawab Zayn dengan nada buruk.


"..." Enver mengerutkan kening saat mendengar nada bicara Zayn.


"Begitu..." Daerol mengangguk.


Namun Daerol segera pergi menjauhi mereka bertiga karena ia bisa tahu bahwa Zayn membenci Lein dan Liza jika dilihat dari gaya dan nada bicara nya.


Daerol yang selalu bersikap tenang dan berkepala dingin segera tahu siapa yang salah diantara Zayn dengan Lein dan Liza.


"Padahal anggota SID, tetapi mereka tidak profesional dalam pekerjaan mereka." Batin Daerol.


Daerol kemudian masuk kedalam desa dengan para warga yang antusias padahal mereka sendiri juga tidak memiliki tenaga karena kelaparan.


"Semuanya! Tenang lah, aku masih menyimpan beberapa makanan di dalam inventory ku! Semuanya berbaris! Pasukan ku akan membantu kalian!" Teriak Daerol.


Para warga segera berbaris dengan tertib karena mereka juga kelaparan dan membutuhkan makanan untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka.


"Kita akan membantu juga." Enver mengajukan diri


"Tolong." Angguk Daerol.


Setelah semua warga mendapatkan makanan, pasukan Daerol juga diberikan makanan kemudian mereka semua makan bersama.


Mereka makan dengan bahagia karena ada Daerol yang melindungi Desa Nadir dan karena mereka akhirnya bisa makan setelah beberapa hari kelaparan.

__ADS_1


__ADS_2