
Kehadiran Lein dan Liza tidak membuat pada mahasiswa terkejut karena mahasiswa di Universitas Ocean Blue memang bermacam-macam ras.
Lein dan Liza mengambil makanan dan minuman yang mereka mau kemudian mereka membayarnya di kasir di depan.
Orang luar tentu saja harus membayar, dan jika mahasiswa universitas maka bisa menggunakan kartu makan yang sudah disediakan.
Di Universitas Dragon Heart juga begitu, para mahasiswa nya menggunakan kartu makan untuk makan di kafetaria universitas.
Lein dan Liza duduk di tempat yang masih kosong dan memakan makanan mereka.
Saat mereka berdua sedang menikmati makanan dan berbincang-bincang dengan gembira, ada orang yang berteriak di pintu kafetaria.
"Mana orang nya?" Ucap seorang pria tua.
"Itu disana, guru. Seorang manusia dan elf." Ucap Gedo.
Mereka kemudian berjalan menghampiri Lein dan Liza yang sedang makan. Mereka hanya berdiri di sana tanpa berbicara apapun.
"Hey! Dasar tidak sopan! Beri salam kepada Dekan Jaroz!" Teriak Gedo.
Namun Lein dan Liza tetap berbincang-bincang dan tidak menghiraukan Gedo yang berteriak dan orang yang bernama Joraz.
"Sepertinya dua mahasiswa ini tidak memiliki sopan santun ya..." Ucap Joraz.
"Ha..!!" Gedo mengangkat tangan kanan nya dan akan memukul Lein.
Lein mengulurkan tangan kiri nya dan menangkis pukulan Gedo dan memegang tangan nya, kemudian sama seperti sebelumnya, Lein menggunakan Mana Absorb.
"Mana Absorb." Ucap Lein dengan tersenyum kecil.
"!! - skill ini lagi!?" Gedo menjadi panik saat ia merasakan mana nya terserap sama seperti sebelumnya.
"Hm, kamu memiliki mana yang melimpah padahal tadi mana mu terkuras habis. Sepertinya kamu menggunakan potion penyembuh yang berkualitas ya..." Ucap Lein.
"Lepaskan!" Gedo mencoba melepaskan tangan nya dari pegangan Lein namun tidak bisa.
"Mustahil, bagaimana bisa kekuatan nya sangat kuat!?" Batin Gedo.
Sebenarnya memang karena perbedaan kekuatan diantara Lein dan Gedo yang menyebabkan Gedo tidak melepaskan tangan nya dari Lein.
Lein hanya memegang tangan Gedo dengan biasa tanpa tambahan kekuatan apapun namun Gedo tidak bisa melepaskan nya karena perbedaan kekuatan nya sangat jauh.
__ADS_1
Lama-kelamaan Gedo menjadi pucat seperti mayat hidup sama seperti sebelumnya, kemudian ia kehilangan kesadaran dan terjatuh.
"!!" Joraz melebarkan matanya.
Orang-orang yang melihat Gedo pingsan ada yang terkejut dan ada juga yang bereaksi biasa saja.
Mereka yang terkejut adalah orang-orang yang tidak melihat kekalahan Gedo saat melawan Lein beberapa waktu sebelumnya.
Dan mereka yang tidak terkejut adalah orang-orang yang sudah melihat bagaimana Gedo kalah dengan skill yang sama.
"Apa yang kamu lakukan!?" Joraz berteriak dan memberikan potion kepada Gedo.
"Ah, hanya mengalahkan lalat yang mengganggu kami makan." Jawab Lein dengan nada ringan.
"Kamu!?" Joraz sangat marah dengan Lein.
Joraz adalah guru Gedo, sebagai seorang guru, tentu saja ia marah dengan perbuatan Lein terhadap Gedo sampai kondisi Gedo sekarat dua kali.
Dan yang lebih memalukan nya lagi adalah Gedo tidak melakukan perlawanan apapun kepada Lein saat ia hampir sekarat.
"Anda adalah seorang guru, tapi, jika dilihat dari kekuatan anda, anda juga merupakan seorang dekan. Aku paham mengapa anda marah karena memang aku melukai Gedo."
"Tetapi, sebagai seorang dekan, bukankah seharusnya anda melihat situasi nya terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan selanjutnya?"
"Diri anda yang hanya mementingkan murid anda dan tidak memperdulikan mahasiswa lain adalah perilaku yang salah, anda tahu itu dengan baik bukan? Dekan Joraz..."
Lein mengucapkan kata demi kata yang menusuk hati karena semua yang Lein ucapkan adalah fakta yang tidak terbantahkan.
Mahasiswa disekitar yang mendengar ucapan Lein juga mulai setuju bahwa perilaku Joraz yang hanya mementingkan Gedo adalah perilaku yang salah.
"Bagaimana anda akan menyelesaikan masalah ini? Dengan kekerasan? Dengan damai? Atau kita anggap saja kejadian ini tidak pernah terjadi?" Lein tersenyum namun matanya dingin.
"Matilah!" Tidak disangka-sangka, Joraz justru langsung menyerang Lein.
"Bagus." Batin Lein.
Dekan Joraz mengumpulkan mana di kepalan tangan kanan nya kemudian ia memukul perut Lein dengan sangat keras.
Lein tidak menghindari serangan itu dan terkena di perut nya. Lein kemudian terhempas ke belakang sampai menabrak tembok.
"Lein!" Liza segera berlari ke arah Lein.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak apa-apa!?" Teriak Liza.
"Fufufu, akting mu sungguh hebat." Ucap Liza dengan lirih.
"Kekeke, tentu saja." Balas Lein dengan lirih juga.
Lein sebenarnya memang sengaja tidak menghindari serangan Joraz karena itu bisa dijadikan bukti dan alasan jika Lein ingin menyerang balik.
Liza juga tahu apa yang dipikirkan oleh Lein dan ia bekerja sama dengan Lein dengan melakukan akting seperti saat ini.
"!!" Orang-orang di sekitar sangat terkejut karena seorang dekan menyerang mahasiswa.
"Aku merekam nya!" Teriak salah satu mahasiswa.
Mahasiswa itu merekam menggunakan ponsel nya dari tadi karena ia tahu bahwa permasalahan Lein dengan Gedo akan menyebabkan masalah lain.
Dan ia benar, Joraz yang merupakan guru Gedo sekaligus Dekan Universitas Ocean Blue menyerang Lein yang merupakan mahasiswa.
Kemudian banyak orang yang melakukan hal yang sama yaitu merekam dengan ponsel mereka dan mengarahkan nya ke arah Joraz.
Namun tidak ada yang tahu bahwa Lein dan Liza sebenarnya bukan mahasiswa Universitas Ocean Blue, dan saat ini Lein dan Liza hanya sedang berakting.
Mahasiswa yang merekam nya dari awal kemudian mengunggah video yang ia rekam ke forum universitas dan media sosial.
Mahasiswa itu bahkan menggunakan judul video yang dilebih-lebihkan agar banyak orang yang menonton video yang ia unggah.
"Oh, aku tidak menyangka bahwa ada mahasiswa yang merekam nya. Sepertinya ini akan semakin menarik, kekeke." Ucap Lein.
"Aku juga merekam nya namun bukan video, melainkan rekaman suara." Ucap Liz dengan membusungkan dada nya dengan bangga.
"Bagus, kamu memang hebat." Lein menepuk-nepuk kepala Liza.
"Hehehe..." Liza senang dengan pujian Lein.
"Sialan, aku termakan amarah ku." Batin Joraz.
Joraz saat ini sedang berdiri mematung tidak tahu harus melakukan apa karena saat ini ia sudah sadar atas apa yang telah ia lakukan barusan.
"Dan mengapa ada mahasiswa yang merekam nya!? Jika seperti ini akan sulit untuk menyelesaikan nya dengan uang." Batin Joraz.
Para mahasiswa mendekati Joraz dengan membawa ponsel untuk merekam dan menanyakan beberapa pertanyaan yang kritis.
__ADS_1
Joraz mengerutkan kening nya tidak ingin menjawab pertanyaan mahasiswa karena ia tahu pertanyaan mahasiswa adalah pertanyaan yang menjebak.
Apalagi mereka sedang merekam, jika Joraz salah mengucapkan sau kata pun, dampak nya akan besar dan mungkin akan membuat nama universitas menjadi buruk.