Analysis Eye

Analysis Eye
Terbang Menuju Kota Plaillac untuk Transit


__ADS_3

"Hm, ini pertama kali nya aku menaiki pesawat..." Gumam Lein.


"Eh? Apakah kamu belum pernah menaiki pesawat sebelumnya?" Tanya Bianca.


"Uh, benar. Aku bahkan belum pernah menaiki kereta, ah kecuali kereta bawah tanah." Jawab Lein.


"Mengapa?" Bianca memiringkan kepala nya.


"Mengapa katamu... Ya tentu saja karena aku miskin..." Jawab Lein dengan nada ringan seolah-olah itu bukan masalah yang besar.


"Ah.. Maaf.." Ucap Bianca.


"Eh, tidak perlu meminta maaf. Itu hanyalah masa lalu, dan itu sudah lama.." Balas Lein dengan senyum kecil.


"Ngomong-ngomong, apakah kamu pernah ke Kota Osimir?" Tanya Lein kepada Bianca.


"Hm, jika mengunjungi aku hanya dua kali kalau tidak salah. Sekali saat masih mahasiswa dan sekali saat aku menjadi Presiden."


"Tapi aku sering melewati Kota Osimir untuk perjalanan bisnis, ah maksudku perjalanan tugas. Tapi sekitar 2 tahun yang lalu." Jawab Bianca.


"Apakah ada hal yang menarik di Kota Osimir yang kamu tahu? Aku sekali kesana namun karena misi, jadi aku tidak bisa menikmati kota." Ucap Lein.


"Apa ya.." Bianca menyentuh dagunya.


"Seperti makanan nya, transportasi, pakaian, atau tempat wisata mungkin..." Ucap Lein membantu Bianca berpikir.


"Ah, jika makanan, disana terkenal dengan lobster nya. Karena disana adalah habitat untuk monster lobster yang tidak berbahaya."


"Aku pernah mencoba nya sekali saat masih muda, dan itu enak sekali. Jika sekarang mungkin rasanya akan lebih enak dari sebelumnya."


"Transportasi dan pakaian nya aku kurang tahu karena aku juga tidak terlalu tertarik dengan bidang transportasi dan pakaian."


"Jika wisata, mungkin itu adalah pergi ke laut dengan menggunakan kapal atau perahu. Laut disana sangat jernih dan kamu bisa melihat hewan-hewan di dalam nya."


Bianca memberitahu hal apa saja yang menarik di Kota Osimir sesuai dengan ingatan nya.


"Wisata, mungkin aku akan mengunjungi tempat wisata itu. Jika makanan, tidak perlu ditanya lagi, dua orang dibelakang kita pasti sangat bersemangat." Ucap Lein.


"Kalau begitu aku ikut. Aku tidak mau terjebak didalam dua orang eksentrik di belakang kita dan aku juga tidak tahu harus kemana." Ucap Bianca.


"Tentu, aku akan mengabari mu saat aku ingin pergi ke tempat wisata nya." Lein mengangguk.

__ADS_1


"Ah, aku ingin mengambil kopi. Apakah kamu mau sesuatu?" Lein membuka pintu tempat duduk lalu ia berdiri.


"Teh hijau, tolong." Jawab Bianca.


"Baiklah, tunggu sebentar." Lein mengangguk dan berjalan menuju bagian belakang dimana ada mesin minuman.


"Kopi.. Kopi hitam saja, aku tidak mau yang manis-manis saat ini. Lalu teh hijau Bianca, hm yang mana, ini atau ini?" Lein memegang dua kemasan teh hijau yang berbeda.


"Permisi, mana teh hijau yang lebih enak?" Lein bertanya kepada pramugari yang sedang lewat.


"Oh ini. Jika tuan ingin yang manis maka ada di tangan kiri tuan. Sedangkan yang ada di tangan kanan tuan adalah teh hijau yang kurang manis namun teh nya terasa sekali." Pramugari memberitahu perbedaan dari kedua kemasan teh hijau.


"Oh~ Baiklah, terimakasih." Lein berterimakasih kepada pramugari karena telah memberitahu.


"Sama-sama tuan." Balas Pramugari dengan tersenyum cerah.


Lein lalu menyeduh teh hijau yang berada di tangan kanan nya yang merupakan teh hijau yang kurang manis dan lebih terasa teh nya.


Karena tadi Lein melihat bahwa Bianca tidak memasukan gula ke dalam teh hijau nya saat sarapan.


"Ini, teh hijau mu." Lein menyerahkan cangkir dan piring kecil nya kepada Bianca.


Bianca meminum teh hijau nya sedikit demi sedikit sambil membaca buku yang sepertinya adalah buku novel percintaan.


Lein mengeluarkan konsol permainan dari inventory nya dan segera menyalakan nya kemudian ia mulai bermain permainan yang ada.


Sementara itu, Octiorb dan Liza di belakang sudah tertidur dengan nyaman. Mereka berdua adalah orang yang paling berisik namun jika tidur, mereka adalah yang paling tenang.


Mungkin karena energi mereka telah habis karena terlalu banyak bergerak. Oleh karena itu tidur mereka sangat diam karena sedang mengisi ulang energi nya.


"Sudah jam 8 kurang..." Lein mematikan konsol permainan nya dan melihat jam.


Lein menoleh ke kiri dan melihat bahwa Bianca sedang tertidur.


"Sepertinya dia ketiduran..." Pikir Lein.


Lein mengambil buku novel yang berada di tangan Bianca dan menaruh nya di meja kecil depan televisi.


Lalu Lein mengambil selimut dan menyelimuti Bianca karena udara di dalam pesawat itu dingin.


Lein menghabiskan kopi yang masih setengah cangkir dengan sekali teguk. Kemudian ia mematikan televisi yang masih menyala.

__ADS_1


Lein mengatur kursi nya untuk bersandar. Lalu ia mengambil selimut untuk menyelimuti dirinya lalu ia memakai penutup mata.


Setelah beberapa menit, Lein kemudian tertidur dengan lelap. Penumpang yang lain juga telah tertidur dan hanya ada beberapa orang saja yang masih melakukan sesuatu.


...----------------...


Pesawat terus terbang menuju Kota Plaillac. Di perjalanan tidak ada monster yang menyerang pesawat yang menghambat perjalanan.


Paling-paling hanya ada monster burung kecil yang sedikit mengganggu pesawat namun sudah ditangani oleh petugas yang profesional.


Lein juga sesekali bangun karena ia masih belum terbiasa tidur di pesawat. Karena tidak bisa tidur lagi, ia pun menyalakan kembali konsol permainan nya.


Lein bermain dengan semangat namun santai karena ia juga tidak ingin mengganggu penumpang lain yang sedang beristirahat.


Kabin pesawat menjadi tenang karena hampir semua orang sedang tertidur beristirahat dan sesekali pramugari berjalan sambil memeriksa apakah ada penumpang yang membutuhkan sesuatu.


...----------------...


Sekitar 6 jam kemudian yang berarti sudah jam 1 siang. Pesawat sudah berada di dekat Kita Plaillac dan akan mendarat di Bandara Kota Plaillac.


Pesawat sudah berada di atas landasan dan mulai turun. Kemudian pesawat mengeluarkan roda nya dan turun sampai menyentuh landasan.


Sang pilot memperlambat pesawat dan mengarahkan pesawat ke area parkir pesawat yang berada di dekat gedung bandara.


Pilot kemudian mengambil radio dan memberitahu kepada seluruh penumpang pesawat bahwa pesawat telah tiba di Kota Plaillac.


Dan memberitahu bahwa butuh waktu sekitar 3 jam untuk mengisi bahan bakar pesawat dan pemeriksaan lainnya oleh petugas.


Yang berarti para penumpang akan transit di Bandara Kota Plaillac selama 3 jam dan menunggu pesawat mengisi bahan bakar dan pemeriksaan nya.


...----------------...


Lein membangunkan Bianca yang masih tertidur karena ia memakai alat penyumbat telinga dan penutup mata agar tidur nya tenang.


Kemudian setelah Bianca bangun, Lein segera membangunkan Liza dan Octiorb yang masih tidur dengan nyaman.


Lein tidak bisa berkata apa-apa karena mereka tidak menggunakan penyumbat telinga dan penutup mata namun masih bisa tidur dengan nyaman.


Mereka berempat segera keluar dari pesawat dan menuju longue bandara dimana disana disediakan banyak sekali fasilitas.


Mulai dari makanan dan minuman yang enak dan gratis, area internet yang lancar, kamar mandi dan toilet, dan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2