Analysis Eye

Analysis Eye
Pelaku yang Meracuni Warga Desa Nadir


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya, setelah terbang ke utara dari Desa Nadir, Lein masih mencari keberadaan anggota Anarchy Order yang meracuni warga Desa Nadir.


Bagian utara Desa Nadir adalah wilayah hutan rimbun yang dipenuhi dengan pohon berdaun lebat yang mengakibatkan minimnya cahaya yang masuk.


Karena tidak mungkin mencari dari atas hutan, Lein terpaksa mendarat di tanah dan mencari anggota Anarchy Order dengan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.


"!!" Lein merasakan sesuatu di arah depan nya.


Lein segera bergegas ke sana karena Lein memiliki firasat kalau apa yang ada di depan adalah anggota Anarchy Order yang meracuni warga Desa Nadir.


"Yang dikatakan kepala desa ada sekitar 20 orang yang menyerang desa, namun... yang ada di depan sana ada lebih dari 50 orang." Lein menyipitkan matanya.


Karena ada banyak sekali orang berpakaian serba hitam yang identitas nya sudah diketahui yaitu anggota Anarchy Order.


Meskipun Lein tidak tahu mengapa jumlah nya sangat banyak, namun ia tidak takut. Malahan lebih banyak orang lebih baik lagi karena itu akan menghemat banyak waktu.


"Bagaimana dengan warga desa yang sudah teracuni?" Tanya pria yang sedang duduk.


Sepertinya pria tersebut adalah pemimpin tim dari 50 orang itu melihat bahwa anggota Anarchy Order lainnya menghormati nya.


...----------------...


"Analisa." Dari kejauhan, Lein menganalisa pria itu.


[ analisa berlangsung ]


[ Albir Urai


level : 143


kemampuan : ??


salah satu petinggi Anarchy Order]


"Albir Urai? Jadi dia anjing pesuruh Anarchy Order yang diberitakan nya..."


Anjing pesuruh, itu adalah julukan Albir karena dia adalah anggota Anarchy Order yang sangat setia dan mematuhi apa yang diperintahkan oleh sang pemimpin.


Albir juga selalu membunuh orang entah itu orang yang bersalah atau tidak bersalah pada saat ia menjalankan misi

__ADS_1


dari sang pemimpin.


...----------------...


"Jawab, semua nya berjalan sesuai dengan apa yang anda rencanakan tuan." Salah satu bawahan albir menjawab.


"Bagus, racun itu tidak akan bisa disembuhkan oleh siapapun karena itu adalah racun terbaru yang aku buat yang memiliki efek yang sangat dahsyat."


"Kecuali kalau memang ada ahli obat tingkat tinggi ada kemungkinan kalau racun itu bisa disembuhkan, tetapi... dimana mereka bisa menemukan ahli obat tingkat tinggi bukan?"


"Dengan kematian warga Desa Nadir, kita bisa membuat Lein kehilangan emosi nya. Seseorang yang kehilangan emosi nya akan sangat mudah untuk dikalahkan."


"Semuanya, beristirahat sebentar. Sekitar 1 jam lagi kita akan membunuh semua warga Desa Nadir!" Mata Albir menunjukkan haus darah yang besar.


"Baik tuan!" Jawab semua bawahan nya.


...----------------...


"Membuatku kehilangan emosi? Rencana yang bagus, namun bahkan jika kalian semua warga desa terbunuh, aku tidak akan kehilangan emosi ku."


"Setelah kehilangan kakek dan nenek, aku sudah bisa mengendalikan emosi ku agar tidak kehilangan kendali dan termakan emosi."


"Dalam situasi apapun, berpikir dengan kepala dingin adalah hal yang penting." Batin Lein setelah mendengar ucapan Albir.


Untuk bisa mendengar percakapan Albir, Lein juga mengendalikan mana nya dengan baik agar tidak ketahuan oleh Albir.


Sekarang, karena Albir sudah selesai berbicara mengenai rencana mereka, Lein tidak perlu mendengarkan nya lagi dan mulai beraksi.


Lein melompat turun dari atas pohon dan mendarat di tanah. Kemudian ia berjongkok dan menempelkan kedua telapak tangan nya ke tanah.


"Dragon Language : Electron Field." Bisik Lein.


Lein menggunakan sihir yang baru saja ia pikirkan, yaitu medan elektron. Electron Field memiliki efek menyetrum musuh yang ada di cakupan medan secara terus-menerus.


Elektron yang dihasilkan adalah elektron kecil, jadi musuh tidak akan mati bahkan jika terkena elektron secara terus-menerus.


Namun musuh akan kesulitan untuk menggerakkan tubuh nya karena otot-otot mereka terasa kesemutan bahkan mungkin mereka jadi tidak bisa bergerak.


"!! - Serangan musuh!" Albir di kejauhan merasakan sesuatu yang aneh.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Albir tahu kalau ini adalah ulah musuh karena tidak mungkin ada listrik di hutan ini apalagi dalam jumlah besar.


Bawahan Albir yang sedang bersantai dan berbincang-bincang segera berdiri dan mempersiapkan senjata mereka yang berupa pisau khas pembunuh.


"!! - Jangan berkumpul! Semuanya berpencar dan sembunyikan keberadaan kalian!" Albir terkejut karena listrik yang datang ternyata bukan serangan besar.


Melainkan hanyalah serangan area yang menghasilkan listrik kecil, namun itu membuat tubuh nya menjadi kesulitan untuk digerakkan.


"Sudah terlambat." Lein sudah tiba di depan para musuh.


"Lein!? Haha, kamu ini bodoh ya menghadapi kami seroang diri!?" Albir tertawa karena ia tidak merasakan ada orang lain selain Lein.


"Dragon Language : Thorny Root." Lein menempelkan telapak tangan kanan nya ke pohon di sebelah nya.


Lalu tiba-tiba tanah di bawah para musuh sedikit bergetar, saat mereka kebingungan apa yang sedang terjadi, mereka melihat kalau akar yang tajam dan berduri muncul tepat di depan mata mereka.


Semua orang menyadari kalau akar berduri itu bisa membunuh mereka, namun sekitar 10 orang tidak bisa merespon nya tepat waktu dan kepala mereka tertusuk akar yang membuat mereka mati.


"Serang dia! Jangan ragu-ragu karena dia hanyalah seorang diri saja!" Albir memerintahkan bawahan nya.


Hampir semua orang bergegas menuju arah Lein, mereka lalu melemparkan pisau yang ada di tangan mereka ke arah Lein.


Pisau-pisau tersebut datang dari segala arah mulai dari depan, samping kanan dan kiri, belakang, bahkan dari atas juga ada.


"Dragon Dance : Space Hole." Lein membuat portal seperti milik Althea di sekitar tubuh nya.


Lalu Lein juga membuat portal dai atas para musuh. Pisau yang dilemparkan masuk ke dalam portal di sekitar tubuh Lein dan muncul kembali di portal di atas para musuh.


"Sialan, mengapa dia bisa menggunakan elemen ruang!? Dan bahkan sihir nya sama dengan kemampuan milik Althea!?" Albir melebarkan matanya karena tidak percaya.


Albir juga menyaksikan banyak sekali bawahan nya yang mari karena mereka tidak mengetahui kalau Lein bisa menggunakan elemen ruang.


Sekarang, bawahan Albir tersisa sekitar 25 orang dan tubuh mereka juga terkena elektron secara berlebihan yang membuat mereka sangat kesulitan untuk bergerak.


"Mengapa seorang pembunuh perlu bekerja sama dengan orang lain? Pembunuh adalah orang yang membunuh target secara diam-diam."


"Terlalu banyak orang akan membuat misi pembunuhan beresiko bahkan ada kemungkinan untuk gagal."


"Jika kalian ingin membunuh ku, mengapa kalian tidak langsung menyerang ku dengan kekuatan penuh kalian semua?"

__ADS_1


"Apakah kalian berpikir kalau aku tidak layak untuk dibunuh dengan kekuatan penuh kalian itu? Jika iya, maka kalian salah besar."


"Saksikanlah kekuatan ku yang sesungguhnya." Lein menunjukkan mata yang tenang namun sangat dingin.


__ADS_2