Analysis Eye

Analysis Eye
Bertarung di Tundra Desert Melawan Frederic


__ADS_3

Frederic mengayunkan pedang nya secara horizontal ke udara, dan tiba-tiba saja kain di bagian dada pakaian Lein robek.


"!!" Lein melebarkan matanya karena ia tidak melihat serangan Frederic.


"Kugh!" Lein terhempas ke belakang karena perutnya ditendang oleh Frederic secara tiba-tiba.


Frederic berjalan menghampiri Lein sambil menodongkan senjata nya dan melihat kalau Lein sudah bangkit sambil menunjukkan seringai di wajah nya.


"Datanglah!" Lein menyeringai.


"Kamu yang datang kesini. Aku sungguh membenci seringai itu." Frederic mengerutkan kening nya.


Lein menginjak pasir dan meluncur ke arah Frederic dengan kecepatan tinggi sambil menyilangkan kedua katana nya di depan.


"Dragon Dance : Double Gravity Slash." Lein menebaskan pedang nya ke arah Frederic dan menghasilkan dua gelombang tebasan pedang.


Frederic mengayunkan pedang nya dengan santai namun ia bisa memotong dua gelombang tebasan pedang yang Lein keluarkan dengan mudah.


Namun Lein tidak berhenti sampai disitu saja. Ia sudah berada di depan Frederic dan mengayunkan kedua katana nya untuk menyerang Frederic.


Mereka kemudian saling beradu pedang, namun bisa dilihat siapa yang lebih unggul dalam bertahan dan juga menyerang.


"Ayunan yang sederhana namun sangat kuat. Apakah ini efek dari kemampuan S rank? Hahaha." Lein tertawa dengan sedikit sedih.


"Apa? Apakah hanya ini saja kekuatan mu?" Frederic menatap Lein dengan tatapan merendahkan.


Lein tidak menjawab nya, ia mendorong Frederic dengan sedikit kekuatan lalu ia mengayunkan katana nya secara vertikal dari bawah ke atas.


Ayunan katana Lein menyebabkan pasir di bawah nya ikut terbawa yang membuat pandangan mereka berdua sedikit terganggu.


Saat Lein sedang menatap pasir di depan nya menunggu serangan, Frederic melompat dan mendarat jauh di belakang nya.


Lein menoleh dan berbaik kemudian ia berlari dengan sangat kencang ke arah Frederic. Frederic juga berlari dengan kencang ke arah Lein.


Saat mereka sudah dekat, mereka mengayunkan senjata mereka dan saling beradu pedang yang membuat gelombang angin yang besar.


Mereka saling beradu pedang lagi namun kali ini Frederic lebih cepat daripada sebelumnya yang membuat Lein sedikit lengah dan tertusuk di bahu nya.


"...Padahal kamu sedang ditusuk di bahu mu. Lalu mengapa ekspresi mu menunjukkan seringai!?" Frederic tidak bisa memahami Lein.


Lein tidak menjawab nya, ia mengabaikan rasa sakit di bahu nya dan mengayunkan kedua katana nya untuk menyerang Frederic.

__ADS_1


"!!" Frederic sedikit lengah karena ia tidak menyangka kalau Lein akan menyerang dirinya saat pedang nya masih berada di bahu Lein.


Frederic mencabut pedang nya dari bahu Lein dan mundur untuk menjaga jarak. Ia memegangi dada nya dan melihat kalau ada darah di tangan nya yang berarti dada nya terluka karena serangan Lein barusan.


"Maaf saja, aku ini bukanlah pengguna pedang sejati. Aku adalah seorang pengguna pedang sihir!" Lein menyalurkan mana ke seluruh tubuh nya.


"Dragon Language : Extreme Body Enhancement!" Lein meningkatkan semua potensi yang ada di dalam tubuh nya.


Lein muncul di dekan Frederic dan mengayunkan katana kanan nya ke arah kepala Frederic dan katanya kirinya ka arah bahu kanan Frederic.


"!!" Frederic menggunakan pedang nya untuk memblokir sedangan katana kanan Lein.


Kemudian Frederic menggunakan mana untuk melindungi bahu kanan nya dari serangan katana kiri Lein.


"Respon yang bagus!" Teriak Lein dengan semangat.


Lein kemudian mengayunkan kedua katana nya dengan sangat cepat untuk menyerang Frederic secara terus-menerus.


"Cih, bahkan dengan kemampuan pedang S rank ku, aku sedikit kesulitan menangkis semua nya." Batin Frederic.


Alasan mengapa Frederic tidak bisa menangkis semua serangan cepat Lein adalah karena kemampuan nya membuat potensi dirinya dalam menggunakan pedang seimbang.


Dan serangan terus-menerus Lein yang sekarang bisa dibilang lemah namun kecepatan nya tidak main-main sampai Frederic tidak bisa mengikuti kecepatan nya.


Frederic mengabaikan serangan Lein dan mengayunkan pedang nya secara vertikal dari atas ke bawah dengan pelan.


Lein bisa merasakan bahwa ada kekuatan misterius yang sangat mengerikan di dalam ayunan pedang Frederic meskipun pelan.


Lein menyilangkan kedua katana nya di atas untuk menangkis ayunan pedang vertikal Frederic yang mengerikan itu.


Pesan Frederic bersentuhan dengan katana Lein, kemudian pedang Frederic mengeluarkan energi berwarna putih bersih yang menekan Lein sampai kaki nya tidak sanggup untuk berdiri.


"Sial, apa-apa teknik ini!" Umpat Lein di dalam hatinya.


Tidak hanya itu, energi putih itu memasuki tubuh Lein dan menyerang organ-organ dalam nya yang membuat Lein muntah darah.


Frederic menghentikan serangan nya dan mundur untuk menjaga jarak dan untuk melihat bagaimana kondisi Lein setelah menerima serangan fatal.


"...Bahkan dalam kondisi yang sekarat dia masih bisa menyeringai." Frederic mengerutkan kening nya.


Lein menyeringai bukan karena ia menikmati rasa sakit, tapi karena ia tahu kalau ia masih bisa bertahan dan bangkit dengan kemampuan regenerasi nya.

__ADS_1


Organ-organ dalam yang terluka parah mulai pulih secara perlahan dan beberapa menit kemudian semua organ nya sembuh.


Lein berdiri dan merenggangkan otot-otot tubuh nya yang kaku. Lalu ia melihat kalau Frederic sedang menatap nya dengan tatapan seperti melihat hantu.


"Bagaimana bisa kamu pulih dengan sangat cepat?" Frederic bertanya dengan nada tidak percaya.


"Karena aku kuat!" Lein menjawab nya dengan asal-asalan karena ia tidak perlu memberitahu Frederic mengenai kemampuan regenerasi nya.


"Dragon Language : Lightning Dragon's Roar." Lein mengangkat kedua katana nya dan mengayunkan nya secara vertikal.


Ayunan kedua katana Lein menghasilan elemen petir berwarna ungu yang sangat besar dan elemen petir nya membentuk sebuah gelombang spiral.


"Sword Art : Heavenly Black Sword." Frederic mengayunkan pedang nya sebagai horizontal dan mengeluarkan energi hitam pekat dari pedang nya.


Energi hitam pekat dan gelombang spiral petir saling bertemu dan menghasilkan ledakan yang sangat besar dan dahsyat.


"Itu menghabiskan banyak mana." Batin Frederic.


Saat Frederic ingin mundur karena ia akan meminum ramuan penambah mana, ia mendengar Lein sedang mengerjakan sesuatu.


"Dragon Dance : Gravity Great Slash." Lein mengayunkan katana nya dan menghasilkan tebasan gravitasi yang sangat besar.


Tebasan gravitasi yang sangat besar itu Lein lancarkan ke arah Frederic bahkan sebelum asap karena ledakan tadi menghilang.


Karena Lein tahu kalau Frederic pasti sedang merencanakan sesuatu, jadi Lein memutuskan untuk langsung menyerang nya.


"Sword art : Heavenly-" Frederic tidak bisa menyelesaikan teknik nya karena ia sudah terkena tebasan gelombang gravitasi.


Frederic terhempas jauh ke belakang sampai terguling-guling di atas pasir yang panas sebelum akhirnya ia berhenti.


"Serangan barusan hanya ukuran nya saja yang besar namun kekuatan nya tidak terlalu kuat, namun Frederic tidak bisa menangkis nya."


"Itu berarti, Frederic lemah terhadap kecepatan. Jadi aku harus menggunakan kecepatan untuk membunuh Frederic ya."


"Tapi yah, tentu saja bukan kecepatan tinggi yang biasa, melainkan kecepatan ekstrim." Lein menyeringai karena ia melihat kesempatan.


"Hm?" Lein menerima pesan singkat dari Liza yang berisi kalau Liza membutuhkan Isolda.


Lein segera menggunakan kunci dungeon untuk memindahkan Isolda yang masih dalam wujud kalung dan meminta Isolda untuk membantu Liza.


Dari pesan singkat yang Liza kirim, itu artinya Liza tidak ingin mengganggu pertarungan Lein dan situasi di sana pasti sedang gawat.

__ADS_1


"Sepertinya Frederic sudah merencanakan sesuatu ya.." Batin Lein yang melihat kalau Frederic sudah bangkit.


__ADS_2