Analysis Eye

Analysis Eye
Misi Pengawalan Kapal : Gallclaw


__ADS_3

Sudah satu hari sejak berangkat dari Pulau Corter, yang berarti sekarang adalah hari ketiga perjalanan mereka menuju Benua Dwarf.


Setelah berangkat dari Pulau Corter, mereka hanya bertemu dengan beberapa monster kecil yang tidak terlalu berbahaya.


Bahkan ada beberapa monster yang menyerang digunakan sebagai bahan untuk membuat hidangan karena daging nya yang empuk dan tidak beracun.


Perjalanan laut memang menyenangkan sekaligus berbahaya. Orang bisa melihat pemandangan laut yang menakjubkan namun juga akan merasakan bahaya monster laut.


Saat ini sudah siang hari, Lein dan Liza makan di ruang makan kapal bersama yang lain.


"Hm? Aku merasakan kehadiran beberapa monster kecil." Lein menaruh sendok nya dan berdiri.


"Benarkah? Berapa banyak?" Liza juga melakukan hal yang sama.


"Sekitar 50." Jawab Lein.


"Itu banyak." Ucap Liza.


"Tapi, ukuran mereka kecil hanya sedikit lebih besar dari manusia." Lein dan Liza kemudian pergi ke dek kapal.


"Yah, kurasa tidak perlu mencari mereka. Karena mereka bahkan sudah menampakkan diri mereka." Lein menunjuk ke arah depan.


"Wah, benar." Liza melihat monster kecil seperti yang diucapkan oleh Lein.


"Semuanya! Ada serangan monster kecil! Tidak perlu khawatir, aku dan Liza akan menyelesaikan nya dengan cepat." Lein menyebarkan suaranya dengan mana.


"Analisa." Ucap Lein.


[ analisa berlangsung ]


[ Gallclaw


level : 87


skill : lemparan air, lompatan tinggi


Monster kecil yang suka sekali memangsa manusia ]


"Hm, begitu." Lein kemudian memberitahu Liza hasil analisa nya.


Setelah beberapa saat, Gallclaw akhirnya sudah berada didekat Kapal Perium dan berhenti disana.


Bentuk tubuh Gallclaw seperti Ras Mermaid yang tubuh bagian atas menyerupai manusia dan tubuh bagian bawah berupa sirip ikan.


Namun kepala Gallclaw bukan seperti manusia, Gallclaw tidak memiliki telinga dan hidung, mereka hanya memiliki dua mata dan mulut.


Gallclaw juga memiliki empat tangan dengan masing-masing tangan nya berjari tiga dengan kuku yang tajam.

__ADS_1


Kulit Gallclaw berwarna biru seperti air, jadi akan sulit untuk menemukan nya jika hanya melihat dengan mata tanpa sihir pendeteksi.


"Lein, buatkan aku sebuah busur. Aku tiba-tiba ingin memanah seperti saat aku masih remaja." Ucap Liza tiba-tiba.


"Busur yang kuat untuk menahan panas Api Leviarves kan?" Lein tersenyum memahami permintaan Liza.


"Iya, kamu langsung tahu ya.." Angguk Liza.


"Baiklah, aku akan membuat nya dengan Kayu Pohon Oxtara. Aku rasa kayu itu bisa bertahan untuk 10 sampai 15 anak panah." Ucap Lein.


Lein mengeluarkan Kayu Pohon Oxtara dari inventory nya dan mengubah nya menjadi sebuah busur kayu dengan sihir tumbuhan.


"Lalu untuk benang nya..." Lein menyentuh dagunya.


"Tidak perlu, aku akan menggunakan mana ku." Ucap Liza.


"Baiklah." Angguk Lein.


Lein kemudian memperkuat busur itu dengan menambahkan beberapa material dan memodifikasi bentuk nya agar terlihat keren.


"Ini." Lein menyerahkan busur itu kepada Liza.


"Woah, kamu memang yang terbaik Lein!" Liza menerima busur itu dengan gembira.


"Karena sudah aku perkuat, maka busur ini bisa menahan sekitar 20 sampai 30 anak panah dari Api Leviarves." Ucap Lein.


"Kalau begitu, aku akan terbang kesana. Jangan sampai Api Leviarves mengenai ku, aku ini masih belum bisa menahan panas api nya." Ucap Lein dengan nada bercanda.


"Fufufu, akan aku usahakan." Liza juga membalas dengan nada bercanda.


Lein kemudian menggunakan sihir terbang nya dan terbang ke arah Gallclaw disana. Liza juga melakukan kuda-kuda bersiap untuk menembak.


"Kiekk.!!!" Gallclaw berteriak saat melihat kedatangan Lein.


"Suaranya sangat berisik." Lein mengerutkan kening saat mendengar suara Gallclaw yang melengking.


*Swoosh!


Sebuah garis api berwarna terbentuk dari arah Kapal Perium ke arah Gallclaw. Itu adalah panah Api Leviarves yang Liza tembakkan.


Satu panah Api Leviarves yang Liza tembakkan menembus tiga kepala Gallclaw sekaligus dan membuat mereka terhempas jauh.


"Gila, bisa menembus tiga kepala, jadi ini adalah kemampuan memanah seorang elf." Lein terpukau dengan kemampuan memanah Liza.


"Aku juga harus memulai nya." Kali ini Lein tidak menggunakan kedua katana nya.


Lein terbang menuju Gallclaw dan mengambil memegang dua leher mereka. Kemudian Lein terbang ke atas dan melemparkan kedua Gallclaw kebawah.

__ADS_1


Saat Gallclaw dibawah akan menyelamatkan Gallclaw yang jatuh, Lein menggenggam tangan kanan nya dan kemudian kedua Gallclaw itu meledak.


*boom!


Ledakan itu lumayan keras dan membuat beberapa Gallclaw terdekat terbunuh dan sisanya terluka karena jarak nya yang agak jauh.


Sebelumnya, saat Lein memegangi leher Gallclaw dan membawa mereka ke udara, Lein memasukkan mana kedalam tubuh kedua Gallclaw dan menyimpan nya di dalam jantung mereka.


Karena ada mana asing yang masuk, mana di tubuh Gallclaw menolak nya dan berusaha untuk mengusir mana milik Lein.


Saat Lein menjatuhkan kedua Gallclaw, Lein menyebarkan mana yang ada di dalam jantung Gallclaw ke seluruh tubuh mereka.


Kemudian, terjadilah ledakan karena mana milik Lein dan mana milik Gallclaw bertemu dan saling menolak.


Tubuh Gallclaw yang meledak menjadi hancur berkeping-keping bahkan tidak menyisakan satu pun bagian tubuh nya.


Lein kemudian melakukan hal yang sama lagi, sesekali Lein juga melempar Gallclaw ke arah teman-teman nya dan membunuh mereka.


Lein malah menjadi seorang psikopat yang melemparkan Gallclaw ke arah teman-teman nya.


Liza juga menembakkan beberapa anak panah sekaligus dan ajaib nya semua anak panah nya mengenai kepala Gallclaw.


Lein bahkan sampai tidak bisa berkata-kata melihat kemampuan memanah Liza yang sangat hebat.


Karena memang Liza tidak mengendalikan anak panah nya. Liza hanya membuat anak panah dari Api Leviarves dan menembakkan nya.


Jadi semua tembakkan yang tepat mengenai kepala Gallclaw adalah murni kemampuan memanah Liza yang hebat.


Orang-orang dari kapal juga bisa melihat Lein dan Liza yang sedang menghabisi para Gallclaw dengan sangat mudah seperti sedang bermain dengan mereka.


Untuk sekali lagi, Vin berpikir bahwa Nyonya Abelia memang menugaskan Lein dan Liza karena mereka itu sangat kuat.


Lalu setelah beberapa saat, semua Gallclaw sudah terbunuh. Busur yang dipegang Liza juga sudah hancur karena mencapai batas nya.


Sebelum kembali, Lein memegang beberapa tubuh Gallclaw yang mengapung dan menggunakan Mana Absorb untuk menyerap mana mereka yang masih tersisa.


Karena Lein malas untuk memulihkan mana nya sendiri dan ia juga berpikir untuk apa repot-repot memulihkan mana sedangkan ia memiliki skill yang bisa mengambil mana.


Setelah dirasa mana di tubuh nya sudah penuh, Lein terbang kembali menuju ke Kapal Perium. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka.


Lein tidak mengambil tubuh Gallclaw untuk dijual karena semua tubuh Gallclaw sudah rusak dan mereka pasti tidak akan menerima tubuh yang rusak.


Dan bahkan jika mereka menerima nya, mereka akan memberikan uang yang sangat sedikit karena tubuh nya rusak.


Karena semakin utuh tubuh monster, maka bayaran nya juga akan semakin banyak.


Oleh karena itu, para pemburu biasanya akan berhati-hati dalam memburu monster agar mereka bisa membunuh dengan kerusakan minimal.

__ADS_1


__ADS_2