Analysis Eye

Analysis Eye
Misi Pengawalan Kapal : Waktu Santai


__ADS_3

Setelah penyerangan Moss Snake, tidak ada monster yang menyerang Kapal Perium dan kapal lainnya.


Jadi mereka bisa bersantai untuk beberapa saat dan melakukan perjalanan dengan tenang tanpa ada gangguan.


Lein dan Liza saat ini sedang berada di restoran kapal pesiar yang ikut berlayar menuju Benua Dwarf bersama Kapal Perium.


Restoran kapal pesiar ini memang bisa dimasuki oleh umum dan orang-orang bisa memesan hidangan yang tertera.


Lein dan Liza memesan dua set menu makan malam yang normal karena mereka tidak memiliki nafsu makan seperti biasanya.


"Tapi, justru aku lebih merasa aman jika ada beberapa monster yang menyerang." Lein tiba-tiba berkata seperti itu.


"Eh? Mengapa? Apakah kamu gila?" Liza berdiri dan menyentuh dahi Lein.


"Aku tidak." Lein menepis tangan Liza.


"Lalu mengapa?" Liza kembali duduk.


"Yah, maksudku... Aku tidak merasa aman jika perjalanan kita baik-baik saja tanpa ada kendala atau monster yang menyerang."


"Kamu tahu kan, sungai yang aliran air nya tenang bisa menyimpan bahaya yang besar berupa buaya yang bersiaga menyerang mangsa nya."


"Apalagi kita berada di laut, jika keadaan tenang dan baik-baik saja, maka itu berarti ada bahaya yang mengintai kita."


Lein menjelaskan alasan ia mengatakan bahwa ia merasa tenang jika ada beberapa monster yang menyerang.


"Ah! Jadi begitu... Masuk akal juga." Liza segera menyadari nya.


"Meskipun aku mengucapkan seperti itu, bukan berarti aku ingin monster menyerang Kapal Perium." Ucap Lein.


"Aku tahu, yang kamu maksud setidaknya ada beberapa monster lemah yang menyerang kan? agar tidak ada bahaya." Ucap Liza.


"Haha, benar. Seperti itulah." Balas Lein sambil tertawa kecil.


Setelah beberapa saat, pesanan mereka sudah diantarkan oleh pelayan restoran dan mereka segera menyantap hidangan mereka dengan gembira.


Mereka juga berbincang-bincang dengan sederhana membahas topik acak entah itu dari berita, rumor, atau bahkan dari imajinasi mereka.


Setelah selesai, mereka segera membayar biaya makanan mereka dan kembali ke Kapal Perium.


"Oh, aku baru menyadari nya. Kecepatan semua kapal bertambah cepat dibandingkan dengan sebelumnya." Ucap Liza saat ia melihat pergerakan kapal dari dek.


"Hm? Benar, aku juga baru menyadari nya." Balas Lein yang menyadari nya juga.


"Haha, memang sudah seperti itu." Vin menghampiri mereka berdua.


"Apa maksudmu kapten?' Lein dan Liza tidak paham.

__ADS_1


"Laut saat malam hari lebih menyimpan banyak sekali bahaya dibandingkan saat pagi dan siang."


"Saat malam hari, pencahayaan sekitar juga kurang. Hanya ada cahaya bulan yang tidak terlalu jelas dan lampu kapal yang hanya menerangi sekitar kapal."


"Oleh karena itu, semua kapal akan mempercepat kecepatan kapal mereka untuk menghindari bahaya yang tidak terduga."


"Begitulah..." Ucap Vin sambil menjelaskan.


"Hm, jadi begitu ya alasan nya." Lein dan Liza menganggukkan kepala mereka tanda bahwa mereka paham.


"Ngomong-ngomong, aku lupa bertanya. Apakah kalian berdua pernah pergi ke Benua Dwarf?" Vin bertanya kepada Lein dan Liza.


"Pernah." Jawab Lein dan Liza secara bersamaan.


"Oh? Apakah pergi berlibur?" Tanya Vin.


"Aku elf pengelana, jadi aku pergi ke berbagai tempat." Jawab Liza.


"Oh! Ternyata kamu adalah elf pengelana, aku kira kamu seperti elf lain yang hanya menetap di Benua Manusia." Vin menganggukkan kepala nya.


"Aku baru saja pergi ke Benua Dwarf beberapa hari sebelumnya. Menemani Nyonya Abelia menyelesaikan urusan nya." Jawab Lein.


"Tunggu sebentar, Nyonya Abelia? Kamu pergi bersama Nyonya Abelia!?" Vin membelalakkan matanya.


"Benar." Angguk Lein dengan ekspresi wajah polos.


"Atau karena kekuatan nya? Atau karena ia adalah pemenang Kompetisi antar Negara? Atau karena ada alasan khusus?"


"Ah..!! Tidak peduli berapa kali aku memikirkan ini, semua akan terjawab jika aku bertanya secara langsung kepada Nyonya Abelia."


"Yah, meskipun itu tidak mungkin." Batin Vin.


"Ada apa? Kelihatan nya kamu lelah?" Lein melihat ekspresi wajah Vin yang aneh.


"Aku lelah karena mu!!!" Batin Vin.


"Ah tidak apa-apa, mungkin aku hanya mabuk perjalanan laut." Vin berbalik dan berjalan pergi sambil melambaikan tangan nya.


"Oh, mabuk kah. Eh tunggu, seorang kapten kapal mana mungkin mabuk laut!??" Teriak Lein.


"Fufufu..." Disamping, Liza hanya tertawa kecil.


Liza bisa tahu mengapa Vin membuat ekspresi wajah aneh. Karena pada awalnya Liza juga berpikir seperti itu saat Lein bercerita.


Saat itu, Liza juga tidak menyangka bahwa Lein dan Octiorb akan pergi bersama Nyonya Abelia menuju ke Benua Dwarf.


Dan yang lebih mengejutkan nya, Abelia membawa Lein dan Octiorb untuk menjadi pengawal karena ia akan membuat kerja sama dengan Negara Filaria.

__ADS_1


"Hm?" Liza menyipitkan matanya melihat ke suatu arah di samping kiri kapal.


"Lein, coba lihat itu. Apakah hanya perasaan ku saja tetapi pulau itu bergerak ke arah kita?" Liza menunjuk ke arah yang ia lihat.


"Pulau yang bergerak?" Lein menoleh dan melihat ke arah yang ditunjuk oleh Liza.


"Wah benar, pulau itu bergerak ke arah kita." Ucap Lein.


"Tidak, tunggu dulu. Bagaimana mungkin pulau bergerak!?" Lein merasa merinding.


"Lein! Cepat gunakan kemampuan mu!" Liza juga memiliki firasat yang kurang mengenakkan.


"Analisa!" Ucap Lein menganalisa.


[ analisa berlangsung ]


[ Gothon Turtle


level : 167


skill : ??


Seekor kura-kura raksasa yang memiliki pertahanan yang sangat keras dan memiliki kekuatan penghancur yang bisa menghancurkan sebuah pulau ]


"Sial...!!" Lein membelalakkan matanya.


"Ada apa!? Apa yang kamu lihat!?" Tanya Liza dengan cepat.


"Gothon Turtle, monster kura-kura yang memiliki level 167." Jawab Lein.


"Level 167!?" Liza melebarkan mata nya.


Lein segera mengangkat tangan nya ke atas dan mengeluarkan bola api, kemudian ia meledakkan bola api tersebut di udara.


Lein menarik napas dalam-dalam dan menggunakan mana nya agar suara nya bisa terdengar ke seluruh Kapal Perium dan kapal sekitar.


"Semuanya! Ada Monster kura-kura berlevel 167 di arah kiri Kapal Perium! Monster itu bernama Gothon Turtle yang memiliki pertahanan keras dan kekuatan penghancur yang kuat!" Teriak Lein.


Orang-orang yang mendengar Lein menjadi terkejut. Warga sipil kemudian segera kembali ke kamar mereka untuk bersembunyi.


Kemudian orang-orang dari Kamar Dagang Myrant dan para penjaga lain yang disewa segera datang ke dek Kapal Perium.


Mereka semua memiliki reaksi yang sama, yaitu melebarkan mata mereka karena terkejut saat melihat ukuran Gothon Turtle.


Ukuran Gothon Turtle sudah menyamai seperti sebuah pulau kecil, mereka berasumsi bahwa apa yang mereka lihat didepan adalah tempurung kura-kura nya.


"Tempurung nya saja sudah sebesar itu, aku tidak bisa membayangkan bagaimana besar keseluruhan tubuh nya." Ucap Vin.

__ADS_1


"Benar..." Lein menyipitkan mata nya.


__ADS_2