
"Lein!! Eh... Siapa kamu?" Liza menatap Brynn yang tidak dikenali.
"Ah Liza, coba tebak siapa orang ini." Lein tersenyum dan menyuruh Liza untuk menebak nya.
"Aku tidak pernah melihat kamu, apakah kamu Ras Gias? Tapi sepertinya bukan karena kamu tidak memiliki tanduk di kepala mu."
"Tapi Lein juga tidak memiliki teman laki-laki lain selain Jonas dan John." Liza memiringkan kepalanya.
"Sial." Lein memegangi dada nya karena merasakan dadanya sakit karena ucapan Liza.
"Bahkan sampai alam semesta ini hancur kamu tidak akan bisa menebak nya." Ucap Lein dengan kata-kata perumpamaan.
"Lalu siapa dia?" Liza menjadi penasaran.
Saat Lein akan menjawab, yang lain sudah selesai membereskan barang-barang mereka dan datang ke ruang makan di halaman.
"Kebetulan sekali semuanya datang. Hey! Aku perkenalkan kalian dengan orang ini." Lein berdiri di sebelah Brynn.
"Eh, orang baru?" Semua orang melihat kalau di sebelah Lein ada orang yang tidak mereka kenal.
"Namanya adalah Brynn Gilardino!" Lein tersenyum dengan ceria.
"Bukankah itu adalah nama Presiden Universitas kita?" Jonas memiringkan kepala nya.
"... Jangan-jangan!" Liza sepertinya sudah menyadari nya.
"Ya, itu benar! Dia adalah Presiden Brynn kita!" Lein tertawa dengan puas saat melihat reaksi mereka yang sangat terkejut.
"Tidak mungkin bukan!?" Mereka semua berteriak tidak percaya.
"Ya, ini aku." Brynn akhirnya bersuara.
"Tenang saja, aku menggunakan ramuan khusus yang bisa mengubah penampilan. Aku masih tidak ingin identitas ku diketahui." Brynn menjelaskan kepada mereka.
"Jadi begitu, kami kira anda adalah seorang pria muda." Mereka menghela napas lega.
"Lupakan tentang itu, makanan nya sudah datang." Lein memeriksa ponsel dan menghilang dari tempat nya.
...----------------...
"Halo, terimakasih atas kerja keras mu." Lein menerima makanan yang ia pesan.
"Sama-sama, Tuan." Pengantar makanan tersenyum karena jarang sekali orang yang rendah hati kepada pengantar makanan.
"Ambil sisanya untuk mu." Lein uang untuk membayar makanan nya.
"Eh tapi ini terlalu banyak tuan!" Pengantar makanan melihat kalau Lein memberikan banyak uang
"Dadah." Lein tidak menghiraukan ucapan pengantar makanan itu dan menghilang dari tempat nya.
__ADS_1
...----------------...
"Aku kembali." Lein muncul kembali di ruang makan halaman.
Ia menaruh makanan yang sudah ia pesan diatas meja dan yang lain juga membantu untuk menata makanan dan minuman nya.
Setelah semua makanan dan minuman sudah keluarkan dan ditaruh di atas meja, mereka duduk di kursi masing-masing
"Kalau begitu, mari makan!!" Mereka semua makan dengan gembira.
Mereka makan sambil berbincang-bincang dengan canda tawa dan mereka memiliki reaksi yang berbeda-beda karena baru pertama kali mencoba makanan dari sini.
"Ini pahit!!" Liza hampir muntah saa meminum minuman yang berwarna hijau.
"Ini enak." Lein mengambil minuman itu dan meminumnya dengan sekali teguk.
"..." Liza menatap Lein seperti sedang menatap monster.
"Apa?" Lein menatap balik Liza.
"Kamu aneh." Ucap Liza.
"... Terimakasih kurasa." Lein tersenyum dan tidak mempedulikan hal itu.
"Ngomong-ngomong, Bos memang menyukai minuman yang pahit." Jonas melihat kalau Lein meminum minuman pahit itu.
"Ya, seleranya aneh." Octiorb bahkan mengakui kalau Lein memiliki selera yang aneh.
Lein memegang garpu di tangan kanan nya dan menusuk sebuah makanan yang Lein tahu bagaimana rasa dari makanan itu.
Kemudian Lein menggerakkan tangan kanan nya dengan cepat dan memasukan makanan itu kedalam mulut Liza yang sedang berbicara dengan Linda di sebelah nya.
"Hup!!!" Liza melebarkan matanya, dia bahkan mengeluarkan air mata.
Namun Lein menutup mulut Liza dengan tangan kanan nya dan tidak membiarkan dia untuk memuntahkan makanan nya.
"Um!!!" Liza terpaksa harus menelan makanan itu.
"Sialan!!!" Liza langsung berteriak saat Lein melepaskan tangan nya dari mulutnya.
Kemudian ia langsung mengambil air dingin di atas meja dan meminumnya dengan tergesa-gesa untuk menghilangkan rasa di tenggorokan nya.
"Asa apa? Apakah makanan nya seburuk itu?" Linda bertanya karena melihat Liza bereaksi berlebihan.
"Diam...Makanan itu sangat pahit..." Napas Liza menjadi terengah-engah.
"...Maaf." Liza memalingkan wajahnya karena juga tidak menyukai sesuatu yang pahit.
"Lein!" Liza menoleh ke arah Lein namun Lein sudah tidak ada di tempat nya.
__ADS_1
"Kemana perginya dia!!!" Liza berteriak.
Yang lain hanya tertawa dengan kelakuan Lein dan Liza. Brynn yang duduk di sebelah kiri Lein juga hanya menggeleng-gelengkan kepala nya.
...----------------...
Setelah makan siang, mereka beristirahat sejenak. Ada yang tidur untuk mengisi tenaga, ada yang makan lagi, ada yang bermain permainan, dan masih banyak lagi.
Untuk Lein, dia tidur di kursi pantai di dekat kolam renang karena suasana nya sangat nyaman saat sore hari dan udara nya tidak terlalu panas.
Dan disebelah nya, ada Brynn yang juga mengenakan kacamata hitam sedang membaca buku sambil ditemani oleh segelas jus melon yang dingin.
Sedangkan Liza, dia tidur di kamar nya dengan lelap karena dirinya adalah orang yang paling banyak mengeluarkan energi seharian ini.
...----------------...
"Hey, bangun. Sudah hampir malam hari." Brynn menyentuh tangan Lein mencoba untuk membangunkan nya.
"Hm?" Lein mengerutkan kening nya dan membuka mata perlahan-lahan.
Ia melihat kalau langit di atas nya sudah berwarna oranye tanda bahwa matahari sedang terbenam dan akan digantikan oleh bulan.
"Jam berapa sekarang?" Lein bertanya kepada Brynn.
"Jam 6 sore." Brynn melihat ponsel nya dan menjawab.
"Jam 6? Kurasa sebentar lagi datang." Lein berdiri dan merenggangkan otot-otot tubuh nya yang kaku.
"Siapa yang datang?" Tanya Brynn.
"Bukan siapa karena bukan makhluk hidup." Ucap Lein setelah merenggangkan otot-otot tubuh nya.
"Hm? Lalu apa?" Brynn menjadi penasaran.
"Itu- Ah, sudah datang. Lebih baik kamu melihat nya langsung." Lein mendengar bel dan langsung menghilang dari tempatnya.
"..." Brynn yang penasaran juga menghilang dari tempatnya dan muncul di sebelah Lein.
"Woah!" Dua pengantar makanan sangat terkejut melihat dua orang yang tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Haha maafkan kami. Apakah semuanya sudah diturunkan." Lein melihat banyak kardus di bawah.
"Ya, Tuan. Silakan dikonfirmasikan." Salah satu pengantar makanan mengangguk.
Lein mengeluarkan ponsel nya dan mengetuk tombol konfirmasi kemudian ia menandatangani sebuah kertas yang merupakan tanda bahwa ia sudah menerima paket.
"Terimakasih, silakan gunakan jasa kami lagi!" Kedua pria pengantar makanan itu masuk ke dalam mobil dan pergi.
"Nanti saja tanya nya, bantu aku memindahkan semua ini ke dapur terbuka di halaman belakang." Lein menghentikan Brynn yang akan bertanya.
__ADS_1
"...Baiklah." Brynn menggunakan kemampuan nya untuk memindahkan dirinya dan barang-barang yang ada di tanah.
"Bagus." Lein juga berpindah tempat.