
Pertarungan di tahap kedua telah usai, sekarang adalah hari ketiga dan juga dimana tahap ketiga kompetisi akan segera dimulai.
Tahap ketiga adalah 1 vs 1, dan para peserta akan diacak dari tahun pertama sampai tahun keempat berbeda dengan sebelumnya.
Pertandingan pertama adalah John melawan Vicky, tahun keempat.
...----------------...
"Para penonton yang terhormat! Tahap ketiga kompetisi telah dimulai, dan pertarungan pertama adalah tahun pertama John melawan tahun keempat Vicky!" Erwin membuka acara.
"Benar! dan coba lihat di ruang-ruang VIP! Para keluarga besar dan tokoh-tokoh berpengaruh hadir untuk menonton pertarungan kali ini!" Sabina menunjukkan ruang VIP.
Benar saja, semua ruang VIP sudah diisi oleh orang-orang, entah itu dari keluarga besar, klan, atau tokoh-tokoh berpengaruh.
Walikota Dragon Tide juga datang, ia sekarang sedang duduk satu ruangan dengan presiden Brynn.
"Sepertinya kompetisi tahun ini lebih menarik ya." Walikota Holbein Mallorca berbicara.
"Tentu saja, para bibit unggul ada di universitas ini." Presiden Brynn mengangguk.
Setelah itu walikota Holbein memberikan sambutan berupa pidato untuk mengawali tahap ketiga kompetisi.
...----------------...
Arena.
"Yo anak baru." Vicky menyapa John
Vicky adalah pria bertubuh kekar dan besar seperti binaragawan. Ia memiliki pendek dan kulit cokelat seperti binaragawan pada umumnya.
"Halo, senior." John juga menyapa.
"Menyerah saja, kamu tidak akan bisa menebus kulit ku." Vicky ternyata adalah orang yang sombong.
"..." John tidak membalas perkataan Vicky, ia tetap tenang.
"Bersiap! Mulai!" Wasit memulai pertandingan.
...----------------...
Kursi penonton.
"Menurut mu siapa yang menang?" Enya bertanya kepada Lein.
"John." Lein menjawab tanpa ragu.
"Mengapa? Jangan bilang karena John adalah teman mu." Enya penasaran.
"Bukan, itu karena John memiliki kekuatan api dan racun. Api mungkin tidak bisa menembus kulit milik Vicky, namun racun memiliki kesempatan." Lein memberikan pendapat nya.
Lein sudah menganalisa nya, Vicky adalah orang yang berlatih pertahanan. Namun tampaknya Vicky hanya berlatih pertahanan kulit saja.
Vicky tidak akan bisa menang melawan John yang menggunakan racun jika hanya dengan kulit nya yang keras.
Karena racun bisa memasuki tubuhmu dan menyerang dari dalam. Jika organ mu tidak kuat, maka kamu akan pingsan atau bahkan mati.
"Jadi begitu." Ucap Enya.
...----------------...
John mengeluarkan Joe lalu tanpa perintah, Joe segera bergegas menuju Vicky dan menggigit kaki nya.
"Haha! apakah hanya segini kemampuan mu?" Vicky berkata dengan sinis.
__ADS_1
John mengeluarkan pisau dan tanpa sepengetahuan Vicky, ia melumuri pisau itu dengan racun. Kemudian ia melempar pisau itu ke arah Vicky.
"Pisau? Jangan bercanda dengan ku anak baru!" Vicky menjadi marah.
Ia tidak menangkis atau menghindari pisau yang John lempar, ia malah menghentikan pisau itu dengan tangan kosong.
"Sekarang!" John berteriak.
Joe segera melepaskan gigitannya dan menyerang kaki Vicky menggunakan ekornya dan elemen api untuk menambah kecepatan serangan.
*Brak (suara tabrakan)
Sapuan ekor Joe mengenai kaki kiri Vicky, Vicky tidak menerima rasa sakit apapun, ia hanya terpukul mundur.
"Sial! Sudah kubilang jangan bercanda!" Vicky semakin marah.
Vicky melihat Joe lalu ia mengepalkan tinju kiri nya dan akan menyerang Joe tanpa ia sadari bahwa John sudah berlari mendekati nya.
John berlari sambil mengumpulkan racun di telapak tangan kanan nya dan mencoba membentuk racun itu menjadi sebuah pil.
Saat John sudah dekat dengan Vicky, ia lalu memasukan pil racun itu kedalam mulut Vicky. Karena Vicky sedang berteriak kepada Joe, ia jadinya menelan pil racun itu.
*gulp (suara menelan)
"Apa yang kamu masukan!" Vicky menyentuh lehernya dengan kedua tangan nya.
Vicky merasakan panas yang sangat menyengat di organ-organ tubuh nya. Ia lalu berteriak kesakitan dan akhirnya menyerah.
Kemudian John menjadi pemenang nya, ia menjadi pemenang di pertarungan pertama kompetisi tahap ketiga.
...----------------...
"...Kurasa bukan karena elemen nya ia bisa menang." Ucap Lein.
"Hah... Pada akhirnya ia kalah dengan memalukan karena kecerobohan nya sendiri." Lein menghela napas karena kasihan dengan vicky
...----------------...
Setelah beberapa pertarungan, kini tiba saatnya giliran Anna. Ia bertarung melawan Darla, tahun ketiga.
Anna adalah orang yang serius, saat memasuki arena ia segera mengeluarkan pedang nya dan melakukan kuda-kuda.
Darla, disisi lain, ia menggunakan senjata dua pedang pendek. Darla juga sudah melakukan kuda-kuda miliknya.
"Bersiap....mulai!" Wasit memulai pertarungan.
Mereka berusa maju den beradu senjata, mereka saling tatap dan kemudian menyerang lawan mereka.
Tidak ada obrolan yang mereka ucapkan, mereka melakukan pertarungan ini dengan sangat serius tanpa niat untuk kalah.
Anna langsung menggunakan kekuatan nya, ia menebas Darla yang mengandung kekuatan ruang.
Ruang adalah kekuatan elemen paling kuat setelah elemen waktu, namun Darla dengan mudah memotong tebasan ruang Anna.
Anna cukup terkejut karena Darla melakukan hal itu dengan sangat mudah, Anna kemudian menyerang beberapa tebasan ruang.
Dan lagi, Darla dapat memotong semua tebasan ruang milik Anna, Darla bahkan tidak berkedip saat ia memotong tebasan ruang.
...----------------...
Kursi penonton.
"Sekarang, menurut mu siapa yang menang?" Enya bertanya.
__ADS_1
"Darla." Lein menjawab tanpa ragu.
"Sudah kuduga, dan alasannya?" Enya sudah menduga Lein akan menjawab Darla.
"Karena kemampuan milik Darla, dan Darla memiliki lebih banyak pengalaman dibandingkan Anna." Lein memberikan alasan nya.
...----------------...
Kursi VIP
"Haha, putri ku memang sangat kuat." Seorang pria paruh baya tertawa.
Pria paruh baya itu adalah ayah Anna, yaitu Edvart Courbet. Seorang pemimpin keluarga Courbet yang bertempat di ibukota.
"Sayang sekali istriku tidak bisa melihat momen ini karena ia sedang sakit." Edvart sedih memikirkan istrinya yang sedang sakit.
Edvart ingin melihat pertarungan putri nya bersama dengan istri nya, orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya bertambah kuat.
...----------------...
Ruang Presiden.
"Oh? kemampuan ruang. Itu sangat langka."Holbein tertarik dengan kemampuan Anna.
"Benar, mahasiswa tahun ini memiliki kekuatan yang langka." Presiden Brynn mengangguk setuju.
"Sepertinya pertarungan ini berat sebelah ya..." Holbein menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Walikota, apakah penglihatan mu mulai menurun?" Presiden Brynn bertanya kepada Holbein.
"Apa maksudmu presiden?" Holbein sedikit kesal.
"Anda bahkan belum melihat kemampuan Darla, bagaimana bisa anda menyimpulkan hasil pertarungan mereka." Presiden Brynn mengabaikan rasa kesal Holbein.
"Ah..." Holbein menyadari bahwa ia melakukan kesalahan.
"Maafkan aku, kurasa aku memang membutuhkan istirahat." Holbein meminta maaf.
"Jangan dipikirkan." Presiden Brynn tidak terlalu peduli.
...----------------...
Arena.
"Bagaimana bisa kamu memotong tebasan ku?" Anna bertanya kepada Darla.
"Karena kemampuan ku juga ruang." Darla mengatakan sesuatu yang mengejutkan mengenai kemampuan nya.
"Kemampuan mu juga ruang!?" Anna benar-benar terkejut mendengar kemampuan Darla.
"Ya, meskipun tidak sekuat milikmu." Darla menertawakan dirinya sendiri.
...----------------...
Kursi penonton.
"Aku kira saat kamu mengatakan tentang kemampuan Darla adalah kemampuan Darla lebih kuat dari Anna." Enya tidak terpikirkan.
"Yah aku juga tidak mengatakan kemampuan Darla lebih kuat. Dan kamu juga tahun ketiga, mengapa kamu tidak tahu kemampuan Darla?" Lein bertanya.
".... Sebelumnya aku anti sosial." Enya mengatakan nya dengan malu.
"....Hahahaha." Lein tertawa keras.
__ADS_1