
Lein membaringkan Brynn di dekat pohon sebentar karena ia akan menyimpan barang-barang milik Kadin ke dalam inventory nya.
"Gila, tanpa Analysis Eye pun aku sudah tahu kalau barang-barang nya sangat berharga." Batin Lein.
Setelah menyimpan semua barang-barang milik Kadin, Lein mengeluarkan jubah yang sedikit mewah dan memakaikan Brynn jubah itu.
Karena ia kalau orang-orang tidak akan kenal dengan Brynn yang tidak mengenakan jubah. Setelah itu, Lein menggendong Brynn lagi dan menggunakan sihir terbang.
Lein terbang menuju area medis di balik tembok perbatasan antara universitas dan hutan dan mencari Octiorb di area medis.
"Oct!" Lein mendarat setelah melihat Octiorb.
"Hah? Lein?" Octiorb yang sedang beristirahat terkejut melihat kedatangan Lein.
"Nanti saja bicara nya, tolong periksa kondisi Presiden Brynn." Lein membaringkan Brynn diatas ranjang medis.
"Presiden Brynn!?" Orang-orang disekitar terkejut melihat Brynn pingsan.
"Ah, jangan khawatir semuanya! Presiden Brynn pingsan setelah mengalahkan pemimpin Anarchy Order! Jadi orang terkuat disana sudah mati." Lein menenangkan orang-orang.
Setelah mendengar apa yang Lein ucapkan, orang-orang disana segera bersorak bergembira karena Pemimpin Anarchy Order telah mati.
"Hm.." Octiorb mengabaikan sorakan orang-orang dan memeriksa kondisi Brynn.
"Kehabisan mana. Namun tidak separah Liza." Ucap Octiorb setelah menyentuh nadi di tangan Brynn.
"Baguslah..." Lein menghela napas lega.
"Kamu berhasil mengalahkan Frederic?" Tanya Octiorb.
"Ya... Dia sudah mati." Lein melihat ke atas langit.
"...Urus yang lain, serahkan yang disini kepada ku." Ucap Octiorb.
"Terimakasih." Lein mengangguk dan terbang ke area tempur.
Lein mencari Isolda di langit, namun tidak sulit untuk menemukan nya karena ukuran tubuh Isolda yang besar dan warna nya yang mencolok.
"Liza, Isolda." Lein mendarat di punggung Isolda.
"Lein!" Liza dan Isolda terkejut Lein datang.
"Bagaimana kondisi mu, Liza?" Lein bertanya mengenai kondisi Liza.
"Selain tidak bisa menggunakan mana, semuanya baik-baik saja." Liza memamerkan otot nya.
"Haha, baguslah." Lein tertawa dengan keceriaan Liza.
"Isolda, kamu menuruti instruksi Liza bukan?" Lein mengelus-elus punggung Isolda.
__ADS_1
"Ya! Berkat Liza aku bisa menyerang dengan efisien!" Isolda meraung.
"Bagus, bagus..." Lein menganggukkan kepala nya.
"Lein... Bagaimana dengan Brynn?" Liza bertanya mengenai kondisi Brynn.
"Hanya kehabisan mana, dan juga... Pemimpin Anarchy Order telah mati..." Lein menjawab.
"Syukurlah..." Liza menghela napas lega.
Setelah berbicara sebentar dengan Liza dan Isolda, Lein segera terbang lagi dan memeriksa beberapa area di medan tempur.
Lein juga mendatangi Jonas dan yang lain yang sedang bertarung melawan para monster yang jumlah nya sangat banyak.
Setelah itu, Lein juga mendatangi Walikota Holbein dan memberitahu kalau Kadin yang merupakan Pemimpin Anarchy Order telah mati.
Walikota Holbein terkejut mendengar berita menggembirakan itu, ia segera menyerahkan petinggi yang ia lawan kepada bawahan nya.
Kemudian Walikota Holbein terbang dibantu oleh Lein dengan sihir terbang ke atas langit dan menggunakan mana nya untuk menyebarkan suara.
Walikota Holbein memberitahu semua orang bahwa Kadin sang Pemimpin Anarchy Order telah mati dikalahkan oleh Brynn.
Selain itu, Lein juga menambahkan kalau orang terkuat kedua di Anarchy Order yaitu Frederic juga telah ia kalahkan.
Pihak Universitas, Pasukan Kota, dan sukarelawan bersorak gembira setelah mendengar berita yang diberitahu oleh Walikota Holbein dan Lein.
Sedangkan pihak Anarchy Order menjadi putus asa saat mendengar kalau dua orang terkuat sekaligus pemimpin mereka telah mati.
Mereka berani karena ada Kadin dan Frederic di belakang mereka yang bisa menyelesaikan segala situasi dengan kekuatan mereka berdua.
Namun sekarang Kadin dan Frederic sudah tidak ada karena dibunuh oleh orang-orang pihak universitas membuat Anarchy Order sisa nya ketakutan.
Pihak Universitas dan yang lain nya tidak akan membiarkan Anarchy Order kabur. Mereka segera mengejar Anarchy Order dan membunuh semua nya.
Anarchy Order yang sudah tidak memiliki semangat juang menjadi lebih lemah dari sebelumnya mudah untuk dibunuh.
"Semuanya!!! Anarchy Order yang ada disini sudah musnah! Ini adalah kemenangan kita!" Walikota Holbein menggunakan mana untuk menyebarkan suara nya.
Tidak hanya pihak universitas dan yang lain saja yang bergembira, orang-orang yang menonton siaran langsung juga bersorak.
Akhirnya Anarchy Order yang Merupakan organisasi kejahatan yang selalu mengganggu ketenangan Benua Manusia telah musnah.
"Jangan terlalu berbahagia dulu! Masih ada kemungkinan kalau ada Anarchy Order tersisa yang akan menyerang kita lagi!"
"Semua orang segera beristirahat dan menyembuhkan diri di area medis! Besok, kita akan menuntaskan semua anggota Anarchy Order yang tersisa!"
"Selesai!" Walikota Holbein berpidato singkat.
Orang-orang yang ada di area tempur segera pergi ke area medis untuk menyembuhkan luka yang ada di tubuh mereka.
__ADS_1
Orang yang masih bisa bergerak dengan bebas juga membantu orang-orang yang tidak bisa bergerak karena terluka parah.
Para pemerintah lain juga bekerja sama dengan SID untuk membuat rencana untuk menuntaskan Anarchy Order yang tersisa.
Lalu, banyak orang diluar sana yang menggunakan kemampuan mereka masing-masing untuk membantu pemerintah.
Benua Manusia akhirnya bisa bekerja sama dalam masalah ini untuk menuntaskan Anarchy Order yang sudah terlalu meresahkan.
Hari ini, merupakan salah satu hari yang menggembirakan dalam sejarah Benua Manusia karena organisasi kejahatan besar telah musnah.
Akan ada banyak orang dari pihak Universitas Dragon Heart yang akan dicatat dalam sejarah karena kontribusi mereka yang menakjubkan.
...----------------...
Malam hari nya, setalah semua orang kembali ke tempat masing-masing untuk beristirahat setelah pertempuran yang melelahkan.
Di rumah Brynn saat ini, di dalam kamar Brynn.
"Ugh..." Brynn membuka matanya perlahan dan mengerutkan kening nya karena kepala nya pusing.
"Jangan bergerak dulu, tetaplah berbaring..." Liza yang ada di sebelah Brynn menyuruh Brynn untuk tetap berbaring.
"Liza? Bagaimana dengan-" Ucapan Brynn terpotong.
"Sudahlah, kita akan membahas pertempuran itu nanti." Liza memotong ucapan Brynn yang akan membahas mengenai pertempuran tadi.
"Baiklah. Bantu aku duduk, aku sedikit tidak nyaman dengan posisi berbaring." Brynn menggerakkan tubuh nya.
Liza mengambil bantal dan menaruh nya di kepala tempat tidur, lalu ia membantu Brynn untuk duduk dan menyandarkan nya ke bantal agar nyaman.
"Bagaimana kondisi mu?" Tanya Brynn.
"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu, namun aku baik." Liza memutar matanya.
"Hehe, aku juga sudah sedikit lebih baik." Brynn tertawa kecil.
"Oh, kamu sudah bangun?" Lein membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.
"Ya. Apa yang kamu bawa?" Brynn bertanya karena Lein membawa sebuah nampan yang diatasnya ada mangkuk.
"Sup." Lein menaruh nampan di meja sebelah kasur kemudian ia mengambil kursi dan duduk.
Liza mengambil mangkuk yang berisi sup hangat dan menyuapi Brynn.
"Ini enak.." Brynn meminum sup yang Liza suapi dan merasakan nya.
"Tentu saja." Lein membusungkan dada nya dengan bangga.
Mereka bertiga kemudian berbincang-bincang dengan canda tawa dan mengesampingkan topik mengenai pertempuran tadi.
__ADS_1
Setelah itu, Lein beranjak dari kursi meninggalkan kamar Brynn dan berjalan menuju kamar kosong di sebelah nya untuk tidur.
Sedangkan Liza, ia tetap di kamar Brynn dan tidur dengan nya.