Analysis Eye

Analysis Eye
Ujian Praktek (3)


__ADS_3

Lein berkeliling hutan dan ia mendapatkan beberapa tumbuhan rank E dan D. Alasan mengapa ia bisa mendapatkan tumbuhan berharga dengan cepat tidak lain karena analysis eye.


*Ting (suara pedang)


*Buk (suara jatuh)


"Apakah ada pertempuran disana?" Lein berhenti karena mendengar suara pedang tidak jauh.


"Yah, aku bosan berkeliling. Setidaknya aku akan melihat-lihat." Lein lalu menuju lokasi pertempuran


Lein memanjat pohon agar ia tidak ketahuan dan agar ia bisa melihat dengan leluasa karena dari tempat tinggi.


Lein melihat ternyata ada 4 orang yang sedang bertarung. Bukan dua lawan dua, tapi tiga lawan satu. Dan yang menarik adalah ketiga orang itu kesusahan melawan satu orang.


"Universitas dragon heart memang tempatnya para jenius." Lein menjadi tertarik dengan satu orang itu.


Dan yang lebih menarik juga, orang yang dikepung itu adalah seorang Summoner (pemanggil). Alasan mengapa ia bisa setara menghadapi tiga orang karena ia bertarung bersama makhluk summon nya.


Makhluk summon nya adalah seekor kadal (seperti komodo) yang berwarna merah yang dapat menyemburkan api dari mulutnya.


"Analisa orang itu dan makhluk summon nya." Lein penasaran oleh karena itu ia menganalisa nya.


[ analisa berlangsung ]


[ John Kooning


level 33


skill : ?? ]


[ analisa berlangsung ]


[ burn lizard


level 35


skill : Semburan api, defense buff, mengoyak


potensi : Api dan Racun (terkunci) ]


"Kelemahan Summoner adalah ia harus membagi XP nya kepada makhluk summon nya. Namun anak itu bisa berlevel tinggi, antara ia keluarga kaya atau sangat jenius." Lein berpikir serius mengenai level John


"Dan juga apa-apaan makhluk summon nya itu. Memiliki elemen api dan racun, itu sangat langka." Lein juga tidak percaya dengan elemen burn lizard.


Api dan Racun jika digabung maka kekuatan dan kerusakan nya akan bertambah berkali-kali lipat. Namun elemen itu masih terkunci.


"Bocah, aku tahu kamu berpikir sama seperti ku." Octiorb tiba-tiba muncul


"Yeah, aku tau." Lein dan Octiorb lagi-lagi menyeringai licik

__ADS_1


Ide Lein dan Octiorb adalah untuk mendekati John dan berteman dengan nya. Itu akan membawa keuntungan yang sangat banyak di masa depan.


Lein mengeluarkan satu katana nya, ia memegang dengan kedua tangan nya dan memasang kuda-kuda.


"Serangan biasa : tebasan mana." Lein menebas kearah pertarungan dengan menggunakan mana nya. Lein memang tidak bisa melapisi objek dengan mana namun ia bisa mengeluarkan mana dibantu oleh objek itu.


*Slash


Tebasan Lein mengenai tanah diantara mereka. Lein memang sengaja meleset agar memisahkan mereka.


Lein melompat turun dari pohon dania berdiri di depan John seolah-olah sedang menyelamatkan nya.


"Kamu baik-baik saja?" Lein menghadap belakang dan bertanya kepada John


"Ah aku baik-baik saja." John menjawab Lein dengan cepat.


Lein tersenyum mendengar jawaban John dan ia lalu menghadap ke arah ketiga orang itu.


Sebenarnya Lein sudah menganalisa mereka, mereka level 30. Namun mereka biasa-biasa saja, tidak kuat ataupun lemah.


"Nah, serahkan poin kalian." Lein bertindak seperti bandit yang merampok harta korban.


"Kamu gila!? Teman-teman, serang saja langsung!" Mereka bertiga lalu menyerang dengan pedang mereka


"Kalian bertiga namun semuanya menyerang dari depan. Padahal banyak strategi yang lebih baik." Lein mencibir kebodohan mereka.


Lein menggunakan kedua katana nya dan ia meladeni mereka dengan senang hati. Lein tidak menggunakan teknik nya, ia hanya menggunakan bela diri dragon dance.


"Hm? mengapa peserta ujian dragon heart sangat lemah? Ah aku yang terlalu kuat ya." Lein berpura-pura bingung padahal ia sedang mengejek mereka.


"Sialan, keluarkan skill kalian!" Mereka bertiga lalu mengeluarkan skill milik mereka.


"Yah bahkan skill mereka juga sampah." Lein kecewa dengan mereka dan ia mengeluarkan serangan biasa sekali lagi.


"Serangan biasa : tebasan mana." Lein mengayunkan katana nya ke arah mereka bertiga.


*slash


Mereka terkena tebasan Lein dan terluka parah. Lein tidak menghiraukan mereka dan hanya mengambil ketiga token putih yang berisi poin-poin.


"Kekeke, panen yang bagus." Lein tertawa menyeramkan saat ia melihat poin nya.


...----------------...


"Terimakasih telah menyelamatkan ku. Namaku John Kooning." John mengulurkan tangan nya


John merukapan remaja berambut coklat dengan tubuh pendek untuk seorang laki-laki. John memiliki wajah tampan namun terhalang oleh tinggi badan nya.


"Bukan masalah besar, namaku Lein Sanzio." Lein menjabat tangan John.

__ADS_1


"Dan juga, aku tahu kamu bisa mengalahkan mereka dengan mudah." Lein menatap mata John


"Ah bukan aku, tapi Joe. Joe adalah nama burn lizard ini." John mengusap-usap kepala burn lizard.


"Biar kutebak, kamu pasti selalu menaikan INT mu kan." Lein berkata dengan serius


"Eh, bagaimana kamu tahu?" John terkejut mengapa Lein mengetahui nya


"Tentu saja, itu terlihat dari tubuhmu. Tubuhmu terlalu rapuh untuk seorang Summoner." Lein mengungkapkan pendapat nya.


Karena Summoner berbeda dengan penyihir. Penyihir memang harus menaikkan INT mereka karena itu profesi yang berkaitan dengan sihir yang tentunya membutuhkan banyak sihir.


Namun Summoner berbeda, Summoner harus menaikkan INT dan VIT nya. Karena sihir nya digunakan untuk memanggil makhluk summon dan daya tahan tubuh untuk menahan tekanan saat memanggil makhluk summon.


Jika sihir mu kuat namun tubuhmu lemah, kamu tetap bisa memanggil makhluk summon, namun kamu tidak akan bisa mengendalikan mereka.


"Ah, memang. Tapi bukan karena aku tidak mau, aku memiliki penyakit. Jadi meskipun aku menaikkan VIT ku, itu tidak berpengaruh." John menjelaskan kondisi nya.


"Dan hubungan ku dengan Joe adalah teman, jadi aku tidak mengendalikan nya. Aku tidak pernah memerintah Joe bertarung sendiri, kami berdua selalu bertarung bersama." John melanjutkan ucapan nya


"Jadi begitu. Analisa penyakit John." Lein menganalisa tubuh John


[ analisa berlangsung ]


[ John Kooning memiliki jantung yang aneh. Jantung nya tidak bisa menyalurkan darah dengan benar, bahkan mana juga tidak bisa disalurkan ke seluruh tubuh ]


"Jadi jantung mu ya." Lein tidak sadar mengeluarkan suara nya


"Bagaimana kamu tahu!?" Karena John tidak pernah memberitahu kan penyakit nya kecuali keluarga nya.


"...Kita pindah tempat." Lein pergi mencari tempat yang tenang.


Meskipun John waspada, namun ia juga penasaran bagaimana Lein tau bahwa jantung nya bermasalah. Jadi ia mengikuti Lein.


...----------------...


Mereka sampai di bawah pohon besar. Merea berdua duduk dan memulai perbincangan mereka.


"...." John tidak mengatakan apapun namun dari matanya sudah kelihatan bahwa ia penasaran.


"Aku memilik caraku sendiri untuk mengetahui nya." Lein tidak memberitahu bagaimana ia mengetahui sumber masalah nya


"Tapi-" Ucapan John terpotong


"Jangan terburu-buru. Tenanglah." Lein bersikap datar


John yang mendengar itu juga berusaha untuk tetap tenang.


"Kalau begitu, mengapa kamu membawaku kesini?" John bertanya

__ADS_1


"John Kooning. Maukah kamu membuat kesepakatan dengan ku?"


__ADS_2