
Isolda membuka mulutnya namun kali ini bukan menembakan meriam mana seperti sebelumnya.
Kali ini Isolda menyemburkan sebuah api unik berwarna putih dari mulutnya yang mengarah ke pada Drake di depan sana.
"Api putih? Apakah ini elemen asli Isolda atau dia sendiri yang mengubah nya? Aku akan bertanya kepada Isolda setelah pertarungan ini selesai." Batin Lein.
Lein tidak terkejut dengan Isolda yang menyemburkan api, namun Lein terkejut saat api yang disemburkan berwarna putih yang sangat jarang.
Api yang disemburkan oleh Isolda mengenai kedua Drake tersebut karena kecepatan menghindar Drake terbilang lambat.
Kedua Drake yang sudah terluka karena bertarung satu sama lain menjadi tambah terluka saat terkena semburan api Isolda.
"Wargh..!!" Kedua Drake tersebut meraung kesakitan karena api Isolda mengenai luka-luka di tubuh mereka.
"Uh, aku bisa membayangkan rasa sakitnya." Batin Lein yang melihat kedua Drake kesakitan.
Saat kedua Drake masih berusaha untuk menahan rasa sakit, Isolda sudah terbang mendekati mereka dan membuka mulutnya.
Isolda mengumpulkan mana yang lebih banyak kali ini, saat ia sudah berada di depan salah satu Drake, Isolda menembakkan meriam mana yang lebih besar.
Namun entah karena respon yang cepat atau karena keberuntungan, Drake itu bisa menghindari meriam mana Isolda.
Meriam mana Isolda hanya mengenai dua ekor Drake tersebut, dan sekarang Drake itu sudah tidak memiliki ekor lagi.
"Hm? Apakah aku meleset?" Pikir Isolda.
"Aku tahu isi pikiran mu. Kamu tidak meleset, melainkan Drake tersebut yang merasakan bahaya kematian dan bisa menghindari serangan mu."
"Biasanya, saat makhluk hidup berada dalam situasi akan mati mereka bisa melakukan apapun dengan insting mereka."
"Mereka mengabaikan luka yang parah dan bisa bergerak dengan bebas. Situasi itu sama dengan yang dialami Drake yang kamu serang."
Lein bisa tahu pikiran Isolda dan menjelaskan alasan mengapa Drake yang Isolda serang bisa menghindari meriam mana Isolda.
"Jadi begitu ya.." Isolda paham.
Isolda terbang mundur untuk menjaga jarak agar ia tidak diserang oleh Drake satu nya.
Dan benar saja, saat Isolda mundur, Drake satu nya mencoba untuk menyerang Isolda dengan kedua cakar kaki nya.
Isolda memfokuskan mana di kedua sayap nya, kemudia ia terbang melesat ke depan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
__ADS_1
Dalam sekejap, Isolda sudah berada di depan Drake yang tidak memiliki ekor. Isolda datang sambil membuka mulutnya kemudian menggigit leher nya.
"Wargh..!!" Drake itu berteriak kesakitan saat leher nya digigit.
Isolda tidak menggunakan mana di gigi nya, Isolda menggigit leher Drake itu dengan keras dan mencoba untuk mengoyak leher nya.
Isolda berhasil mengoyak leher Drake itu dengan usaha nya. Dan karena Isolda tidak menggunakan mana, maka proses mengoyak nya sedikit lama.
Hal itulah yang membuat Drake tersebut merasakan sakit yang lebih parah karena ia merasakan sakit di lehernya secara perlahan-lahan.
Kepala Drake jatuh ke bawah dan tubuh nya masih di gigit oleh Isolda. Isolda segera melemparkan tubuh Drake itu ke arah Drake yang masih hidup.
Drake itu menghindari nya dengan mudah namun Isolda sudah berada tepat di depan nya.
"!!" Drake itu terkejut dan segera terbang untuk menjaga jarak.
"Tidak akan kubiarkan!" Isolda mengejar Drake itu.
Karena Drake kali ini memiliki kecepatan yang tidak cepat, Isolda bisa mengejar nya dengan sangat mudah dengan beberapa kepakan sayap.
Karena tidak ada pilihan lain, Drake segera berbalik arah dan mencoba untuk menyerang Isolda dengan kedua ekornya.
Ekor Isolda dan ekor Drake bertemu dan terjadi beberapa gesekan di udara. Namun, tetap saja karena Isolda adalah naga, ia lebih kuat.
Isolda mengubah serangan ekor nya dari sapuan ekor menjadi tusukan ekor menggunakan ujung ekor nya.
Drake berteriak seolah-olah sedang mengejek Isolda karena ia melihat bahwa tusukan ekor Isolda tidak mengenai tubuh nya.
"Kena kamu!" Isolda memang sengaja tidak menyerang tubuh Drake.
Ekor Isolda melewati tubuh Drake dan bergerak ke arah belakang nya. Dari awal, apa yang Isolda incar adalah sayap kiri Drake.
"!!" Drake terkejut ternyata Isolda memang berencana untuk menyerang sayapnya.
Sayap kiri Drake menjadi berlubang karena Isolda menusuk nya. Drake kehilangan keseimbangan karena sayap berlubang membuat nya tidak bisa terbang dengan stabil.
Drake mengepakkan sayapnya dengan kencang berusaha untuk tetap terbang dan agar tidak terjatuh ke bawah.
"Heh.." Isolda mengeluarkan suara seperti sedang mengejek Drake.
Isolda menggunakan ekor nya lagi untuk menusuk Drake. Kali ini, Isolda benar-benar menyerang tubuh Drake bukan sayapnya.
__ADS_1
Isolda mengincar perut Drake yang tidak dilindungi oleh apapun. Isolda menusuk dengan kencang sampai menembus ke bagian belakang Drake.
Isolda tidak segera mencabut ekor nya, ia malah menggerak-gerakkan ekor nya di dalam tubuh Drake agar Drake lebih merasakan sakit.
"Wargh..!!" Dan benar saja, Drake berteriak sangat keras.
Isolda mendekat dan membuka mulutnya, kemudian ia mengigit kepala Drake sampai terpisah dari tubuh nya.
Drake terbunuh dan tubuh nya jatuh ke bawah. Dengan ini, Isolda memenangkan pertarungan melawan kelompok Drake.
"Kerja bagus, kamu menyelesaikan nya dengan cepat." Lein memuji Isolda.
"Hehehe." Isolda senang dengan pujian yang diberikan oleh Lein.
Lein melompat dari kepala Isolda dan jatuh kebawah. Kemudian Lein menggunakan sihir gravitasi di tubuh nya agar ia bisa melayang.
Lein mendarat di tanah, kemudian berjalan mendekati tubuh Drake yang tergeletak di tanah.
Sudah bisa ditebak apa yang akan dilakukan oleh Lein, benar, Lein akan menyimpan tubuh Drake ke dalam inventory nya untuk dijual.
Isolda juga mendarat di tanah dan melihat Lein sedang bersenang-senang mengumpulkan tubuh Drake yang tergeletak di tanah.
"Lein." Panggil Isolda.
"Aku tahu." Lein tersenyum kecil.
Mereka berdua merasakan ada banyak sekali orang yang datang ke Lembah Hillside ini.
Dan mereka bisa menebak orang-orang yang datang adalah para petugas SID yang akan menuntaskan kelompok Drake di Lembah Hillside.
Seperti yang diperkirakan, orang-orang yang datang mengenakan pakaian yang sama dan hanya ada beberapa orang dengan pakaian berbeda.
Mereka datang ke arah mereka dengan ekspresi yang sama, yaitu ekspresi terkejut.
Lein tersenyum melihat ekspresi mereka saat melihat ada naga besar yang berdiri di atas tanah di Lembah Hillside.
"Selamat datang, para petugas SID yang terhormat." Lein menyambut semua orang.
"..." Para petugas SID mengerutkan kening dan menyipitkan mata mereka saat melihat ada manusia di dekat naga.
"Semuanya, berhati-hatilah." Ucap seorang pria tua yang sepertinya adalah pemimpin diantara mereka semua.
__ADS_1