Analysis Eye

Analysis Eye
Teman Liza sebenarnya adalah dia!?


__ADS_3

"Kamu belum bisa bergerak, Lein." Perawat mengentikan Lein yang akan beranjak dari tempat nya.


"Perawat, kamu seharusnya tahu bahwa tidak aman jika aku berada disini." Lein memberikan senyuman dengan sopan


Perawat hanya bisa terdiam dengan perkataan Lein. Ia tentu tahu kejadian apa yang terjadi saat penghitungan poin tadi. Ia juga tahu bahwa perkataan lein ada benarnya.


"....Baiklah." Perawat akhirnya mengizinkan Lein pergi.


"Terimakasih." Lein mengambil jaket dari inventory dan memakai nya.


Lein keluar dari ruangan medis lalu ia pergi keluar universitas. Saat Lein keluar, hari sudah malam. Lein berpikir untuk menikmati suasana malam kota dragon Tide.


Lein berjalan-jalan melihat orang berlalu-lalang. Ia membeli makanan ringan, mendengar perbincangan orang lain, dan menikmati udara sejuk.


Setelah itu Lein kembali ke hotel. Ia pergi mandi dan berbaring di kasur.


"Oct." Lein memanggil Octiorb


"Ada apa?"Octiorb muncul


"Aku pikir... aku terlalu nyaman dengan analysis eye." Lein berbicara dengan serius


"..." Octiorb hanya mendengarkan Lein


"Sebelum aku membangkitkan kemampuan ini, aku selalu hidup dalam kesendirian. Aku hidup dengan kerja keras, aku hidup dengan mengabaikan tatapan dan omongan orang-orang." Lein menutup matanya


"Aku terlalu bahagia dengan kemampuan ku. Aku sampai melupakan sifat sebenarnya dunia ini, aku melupakan cara kerja masyarakat sekarang." Lein berbicara dengan nada lirih.


"Besok, aku akan berusaha dan terus berusaha. Aku saat ini sedang ditargetkan oleh keluarga Barqi. Aku... harus menjadi kuat..." Tanpa sadar Lein sudah tertidur


"Kamu sudah berusaha, Lein." Jarang sekali Octiorb memanggil Lein dengan nama nya


Octiorb lalu menghilang dan hanya tersisa Lein yang sedang tertidur. Kamar Lein menjadi sunyi hanya suara napas Lein yang terdengar.


...----------------...


Disebuah vila mewah kawasan elite.


"Apa yang membuat mu kesini?" Seorang wanita glamor bertanya kepada orang didepannya lalu meminum teh yang sudah dituangkan


Wanita itu berpenampilan menarik dengan rambut panjang berwarna perak. Wajah nya menunjukkan ekspresi dingin yang menambah pesona nya.

__ADS_1


Dengan tubuh nya yang proposional dan kaki panjangnya membuat wanita itu terlihat dewasa namun elegan.


"Ah, hanya mampir." Orang didepan wanita itu menjawab sambil memakan buah yang disuguhkan


orang itu juga wanita, yang memiliki pesona tidak lebih rendah dari wanita glamor itu. Dan yang terpenting wanita ini bukanlah manusia, melainkan high elf.


"Katakan yang sebenarnya, Liza." Wanita glamor itu lalu meletakan gelas teh di meja


Liza, sebuah nama yang akrab. Ternyata wanita yang sedang ada di depan wanita glamor itu adalah Liza, elf yang akhir-akhir bersama dengan Lein.


"Baiklah, bukankah aku sudah memberi tahu sebelumnya. Aku kesini dengan remaja yang akan mengikuti ujian di universitas mu itu, Brynn." Liza menjawab yang sebenarnya


Lagi-lagi nama yang akrab, ia adalah seorang yang memiliki kekuasaan tertinggi di universitas dragon heart. Ia adalah Brynn Gilardino, Presiden Universitas Dragon Heart.


Tidak disangka bahwa teman yang Liza katakan adalah presiden universitas dragon heart. Jika Lein ada di sini, maka ia akan memprotes mengapa seseorang dari dragon heart selalu ada di kehidupan nya.


"Jadi itu benar?" Brynn bertanya kepada Liza


"Iya benar kok." Liza menjawab dengan santai


"Siapa nama anak itu?" Brynn bertanya lagi dan meminum teh nya


"Lein, Lein Sanzio." Liza mengatakan nama lengkap Lein


*uhuk uhuk (suara batuk)


"Siapa..katamu?" Brynn menyemburkan teh nya saat ia mendengar nama Lein disebut


"Ada apa dengan reaksi mu? anak itu namanya Lein." Liza heran mengapa reaksi Brynn sungguh berlebihan.


"Ah, ternyata dunia begitu sempit." Brynn lalu menceritakan kepada Liza kejadian-kejadian selama ujian, termasuk kejadian terakhir.


Saat Brynn selesai bercerita, udara di dalam ruangan tiba-tiba turun drastis. Itu karena Liza mengeluarkan aura yang suram dan mengerikan.


Brynn tidak percaya Liza bahkan sampai bereaksi seperti itu karena mendengar kejadian terakhir ujian.


"Tenangkan dirimu, Liza!" Brynn mengeluarkan aura nya untuk menenangkan emosi Liza


Setelah Liza merasakan aura Brynn, ia lalu menarik aura seram nya. Namun matanya masih saja terlihat mengerikan.


"Tenangkan dirimu. Mengapa kamu bereaksi seperti itu?" Brynn bertanya mengapa temannya ini bereaksi seperti itu.

__ADS_1


*huft (suara mengembuskan napas)


"Nanti saja aku ceritakan. Sekarang, katakan siapa pelaku nya." Liza berkata dengan nada dingin


"...Aku masih menyelidikinya." Meskipun penasaran, Brynn tidak bertanya lebih lanjut


"Baiklah, beritahu aku jika kamu menemukan pelaku nya. Mereka akan menanggung akibatnya." Liza membuat ekspresi marah


Brynn hanya bisa melihat Liza membuat ekspresi marah dan tidak menenangkan nya kali ini.


Setelah itu mereka berbicara serius mengenai kejadian saat penghitungan poin ujian tadi sore.


...----------------...


Pagi hari, hotel tempat istirahat Lein.


Lein bangun dari tidur nya dan membuka jendela kamar. Ia menelpon resepsionis untuk dibawakan makanan dan lalu ia mandi sambil menunggu makanan sampai.


Serangan dari keluarga Barqi membuat bekas luka di tubuh Lein, dan itu belum hilang bahkan jika sudah diobati.


Lein selesai mandi dan kebetulan makanan nya sudah sampai. Lein lalu sarapan dengan tenang sambil melihat pemandangan kota dari jendela nya.


Setelah sarapan, Lein duduk di sofa memikirkan sesuatu.


"Masih banyak teknik dan skill yang aku perlukan. Aku ini tipe yang seimbang, jadi aku juga harus menguasai teknik dan skill yang seimbang." Lein berpikir skill apa yang harus ia pelajari.


"Dari dasar, yaitu gerakan kaki. Lalu latihan yang membuat tubuh fleksibel. Lalu sebuah beladiri tangan kosong, tidak, mungkin aku akan menggunakan dragon dance saja." Lein memikirkan skill dan teknik dasar


"Lalu adalah teknik serangan. Sejauh ini aku hanya punya dua skill yang itu bahkan diberikan oleh Anna." Lein mengingat saat Anna memberikan dua buku skill.


"Dan yang terpenting sihir. Aku memiliki mana yang melimpah berkat teknik yang diajarkan Liza. Namun aku belum bisa menggunakan mantra sihir." Lein mengingat yang terpenting.


"Jadi ada 3. Pertama adalah teknik dasar, kedua teknik serangan, dan ketiga mantra sihir." Lein sudah memutuskan apa yang akan ia pelajari


"Baiklah, ayo kita pelajari semuanya Namun saat ini aku harus mendaftar ke universitas dragon heart secara resmi." Lein bangkit dari duduk nya


Lein lalu berpakaian rapi dan sopan karena ini adalah hari pertama. Universitas tidak memiliki seragam, jika ada itu hanya seragam sebuah kelompok atau jurusan.


Lein mengambil tas kecil nya karena ia sudah terbiasa membawa tas kecil sebelum ia membangkitkan kemampuan nya.


Lein keluar dari hotel dan mengentikan taksi. Lein menaiki taksi dan taksi menuju ke universitas dragon heart.

__ADS_1


Sesampainya Lein di universitas, ia melihat banyak orang meskipun tidak sebanyak saat ujian. Lein juga melihat beberapa wajah yang akrab.


__ADS_2