Analysis Eye

Analysis Eye
Berenang di Kolam Renang Vila


__ADS_3

"...Apa yang kamu lakukan semalam?" Liza menatap Lein yang baru bangun.


Linda sudah tidak ada di kamar Lein, ia sudah pergi ke kamar nya sendiri saat pagi-pagi buta karena karena ia malu.


"Hah? Tentu saja tidur." Lein menguap.


"Lalu mengapa kamu tidak mengenakan pakaian!" Liza melempar bantal.


"Udara nya panas." Lein menangkap bantal yang Liza lempar dan menjawab secara asal-asalan.


"Katakan, siapa itu? Apakah Brynn? Tapi Brynn tetap disebelah ku semalaman." Liza memelototi Lein dengan kesal.


"Uh...yah, salah satu wanita disini." Lein tidak menyebutkan nama Linda.


"Anna! Kamu kurang ajar! Berselingkuh dengan pacar teman mu!" Liza berteriak namun mulutnya langsung ditutup oleh Lein.


"Jangan mengatakan sesuatu yang membuat orang salah paham." Lein memutar matanya lalu melepaskan tangan nya dar mulut Liza.


"Yah, aku sudah tahu siapa itu." Liza menghela napas panjang.


"Ya, karena kamu sudah tenang, maka temani aku tidur." Lein menarik Liza ke tempat tidur dan memeluknya.


"Wah!" Liza terkejut karena tiba-tiba ditarik.


"Lepaskan aku!" Liza mencoba untuk membebaskan diri namun pelukan Lein terlalu erat.


"..." Pada akhirnya Liza tidak meronta-ronta dan berbaring bersama.


...----------------...


"..." Brynn menatap Liza yang keluar dari kamar Lein.


"Ya, dia ada wanita lagi." Liza duduk di sebelah Brynn.


"Siapa itu?" Brynn bertanya siapa wanita baru nya.


"Linda, siapa lagi kalau bukan dia." Liza menjawab nya dengan tenang.


"Hm, dia memang menyukai wanita yang lebih tua ya." Brynn menyentuh dagunya.


"Ya, selera nya memang begitu. Mungkin dia terlalu banyak bermain permainan dengan karakter wanita nya yang cantik dan dewasa." Liza tertawa kecil.


"Mungkin saja." Brynn juga tertawa kecil.


...----------------...

__ADS_1


Kali ini mereka membuat sarapan sederhana yaitu berupa bubur beras dengan telur bulat dan dengan minuman berupa teh hangat.


Karena disini adalah gurun pasir, maka jika malam dan pagi udara nya akan sangat dingin dan jika siang akan sangat panas.


Namun entah mengapa di Negara Tundra suhu udara nya normal-normal saja, mungkin karena suatu teknologi yang dibuat oleh Ras Gias.


"Hey! Hari ini kita akan pergi ke mana?" Liza bertanya kepada Lein.


"Tidak perlu kemana-mana, hari ini kita berenang di kolam renang!" Lei:n pergi ke halaman belakang.


Lein membuka baju nya dan langsung melompat ke kolam renang yang membuat air nya terciprat ke yang lain yang sedang bersantai di kursi di pinggir kolam.


"Hey!" Mereka berteriak karena pakaian mereka menjadi basah.


"Ambil ini!" Lein malah menggunakan sihir air dan membuat mereka semua menjadi basah.


"Sialan!!" Octiorb yang sedang makan camilan menjadi kesal karena camilan nya basah.


Octiorb melepas baju nya dan langsung terjun ke dalam kolam renang dan memulai perang air dengan Lein yang sudah membasahi camilan nya.


"Woah? Kamu mau bertarung dengan ku? Akan aku ladeni!" Lein menjadi bersemangat.


Disela-sela pertarungan air mereka, Jonas melompat tinggi dan jatuh ke dalam kolam renang yang membuat mereka berdua terkena cipratan air.


"Musuh dari musuh ku adalah teman ku, kita sedang dia!" Octiorb menyipitkan matanya.


Mereka berdua beraliansi dan memulai perang air dengan Jonas yang tidak tahu apa-apa karena tiba-tiba dia diserang oleh mereka.


"Jangan tinggalkan aku!" John ikut masuk ke dalam kolam renang dan beraliansi dengan Jonas.


Mereka berempat malah memulai perang air dan perang air nya bukan seperti menyipratkan air dengan cara biasa tetapi dengan mana.


"Ini adalah perang yang sesungguhnya nya!" Lein membuat bola air dan menyerang John.


"Tidak akan kubiarkan." Jonas berdiri di depan John dan menangkis bola air yang datang.


"Bagus sekali!" John membuat banyak bola air kecil dan menyebarkannya lalu melancarkan nya ke arah Lein dan Octiorb.


"Oct!" Lein membuat perisai air untuk menangkis serangan John.


"Serahkan padaku!" Octiorb membuat bola air yang besar dan melancarkan nya ke arah Jonas dan John.


"Sialan! Itu curang!" Jonas dan John berteriak.


Mereka berdua menyilangkan kedua tangan mereka untuk melindungi kepala dari serangan bola air Octiorb yang besar itu.

__ADS_1


Namun, saat bola air nya akan mengenai mereka berdua, tiba-tiba saja bola air nya hancur di udara dan meledak yang membuat air nya terciprat kemana-mana.


"!!" Mereka berempat terkejut karena bola air itu hancur.


"Apa yang kalian lakukan! Apakah kalian ingin membuat vila ini menjadi basah!?" Liza memadamkan api di tangan nya.


Ternyata itu Liza yang menghancurkan bola api besar yang dilancarkan oleh Octiorb dengan serangan Api Leviarves nya.


"..." Mereka berempat saling memandang dan menganggukkan kepala.


Diam-diam mereka berempat membuat banyak bola air dan melancarkan nya ke arah Liza yang menjadi lengah karena mereka tidak menjawab Liza tadi.


"Wah!" Liza melebarkan matanya karena tidak menyangka kalau mereka akan menyerang dirinya.


"Kita pedang sekarang!" Mata Liza menjadi berapi-api.


Namun saat Liza akan mengeluarkan serangan nya, ia ditarik oleh Brynn dan menyuruh mereka berlima untuk tidak membuat kekacauan.


"Baik..." Mereka berlima menghela napas panjang karena kecewa.


"Mereka malah kecewa karena tidak jadi perang." Batin Brynn.


Para wanita sudah mengganti pakaian mereka menjadi pakaian renang yang menutupi tubuh mereka dan masuk ke dalam kolam renang.


Sedangkan Brynn, dirinya masih menggunakan celana pendek dan kaos lengan pendek juga dan masuk ke dalam kolam renang.


"Mengapa kamu tidak melepas baju mu?" Bisik Lein.


"... Meskipun aku berasa di tubuh pria, tapi aku adalah wanita. Aku merasa aneh jika harus melepas baju ku." Brynn memutar matanya.


"Eh, masuk akal juga." Lein mengangguk-anggukan kepala nya.


Mereka semua lalu mulai menikmati kolam renang, ada yang berlomba renang dari ujung sampai ujung lainnya karena kolam renang nya sangat luas.


Ada juga yang hanya berendam di kolam dan menikmati sinar matahari, ada juga yang berendam di kolam sambil makan camilan.


Sesekali Lein dan Octiorb juga memulai kekacauan dengan mereka dan berakhir kena pukulan dari Brynn yang menghentikannya mereka.


Lein dan Octiorb mengajak Jonas dan John untuk berlomba menahan napas lama di bawah air tanpa menggunakan mana sama sekali.


Dan pada akhirnya Octiorb yang memenangkan nya karena dirinya memang tidak perlu bernapas seperti manusia pada umumnya.


Octiorb memang memiliki tubuh manusia namun dia tidak sama seperti manusia. Ia tidak perlu bernapas karena tubuh nya menyerap mana dari sekitar.


"...Sial." Lein lupa kalau Octiorb ini bukan manusia melainkan roh dalam boneka humanoid.

__ADS_1


"Kekeke." Octiorb tertawa dengan puas saat melihat ekspresi Lein yang kesal.


__ADS_2