Analysis Eye

Analysis Eye
Anarchy Order Sudah Menyerang Desa Nadir


__ADS_3

Lein dan Octiorb bersantai-santai di hotel karena masalah mengenai kekacauan di kediaman Ogon sudah selesai dan sisa nya akan diurus oleh SID.


Lein dan Octiorb juga mendapatkan imbalan berupa uang. Karena sejak SID dan pemerintahan bergerak, mereka memasang harga untuk anggota Anarchy Order.


Apalagi jika anggota nya adalah anggota yang terkenal atau bahkan petinggi, maka imbalan yang diberikan akan semakin besar.


SID dan pemerintahan melakukan hal ini agar semua orang bisa membantu memburu Anarchy Order dan menuntaskan nya.


SID dan pemerintahan tidak peduli apakah anggota Anarchy Order yang diserahkan masih hidup atau sudah mati, selama bisa dipastikan kalau itu adalah anggota Anarchy Order, maka imbalan akan diberikan.


Lein dan Octiorb mendapatkan sekitar 3 juta FEZ, imbalan yang paling besar datang dari semua tim elit Anarchy Order yang Lein dan Octiorb bunuh.


Untuk Jacob, ia hanya dihargai sekitar 300.000 FEZ karena dia adalah tim pengungsi bukan tim tempur dan juga karena dia lemah.


...----------------...


"Selanjutnya kita akan kemana? Apakah kamu sudah menentukan tujuan selanjutnya?x Octiorb bertanya kepada Lein tengang kemana tujuan mereka selanjutnya.


"Aku sudah menentukan nya, kita akan berangkat ke Desa Nadir nanti malam." Jawab Lein.


"Desa Nadir? Ah, desa yang pernah kamu dan Liza kunjungi untuk menjalankan misi yang diberikan oleh Presiden Brynn?" Octiorb menyentuh dagunya.


"Benar, di sana." Angguk Lein.


"Baiklah, aku akan mengikuti saja. Tetapi, mengapa kamu memilih Desa Nadir? Pasti ada alasan nya bukan?" Tanya Octiorb.


Meskipun Octiorb tidak peduli kemana tujuan mereka selanjutnya, tetapi Octiorb juga ingin tahu alasan Lein memilih desa Nadir.


"Hm, entahlah. Namun aku memiliki firasat yang buruk, kami tahu kan kalau Anarchy Order sekarang sudah sangat membenci ku?"


"Aku bisa yakin kalau mereka pasti akan menargetkan orang-orang berharga yang memiliki hubungan baik dengan ku."


"Namun masalah nya, semua orang yang dekat dengan ku itu kuat. Kecuali warga Desa Nadir yang lemah karena mereka kekurangan fasilitas." Jawab Lein.


"Hm, masuk akal. Baiklah, ayo kita ke Desa Nadir." Angguk Octiorb paham dengan penjelasan Lein.


Lein memang memiliki hubungan yang baik dengan desa Nadir setelah ia menyelamatkan Daerol dan merekonstruksi Desa Nadir.


Lein sedikit khawatir kalau Anarchy Order melakukan sesuatu terhadap warga di Desa Nadir karena para warga masih dalam tahap pengembangan kekuatan.


Daerol juga sesekali mengirimi bantuan berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan primer lain nya kepada warga Desa Nadir.


Daerol juga membantu warga Desa Nadir untuk berlatih, ia bahkan mengirimi buku latihan dasar mengenai cara mengendalikan mana.

__ADS_1


Berkat bantuan Daerol, warga Desa Nadir bisa memulihkan kekuatan mereka bahkan ada beberapa orang yang sudah level 60 ke atas.


Padahal saat Lein dalam misi menyelamatkan Daerol, rata-rata level warga Desa Nadir adalah sekitar level 30 karena kebanyakan mereka adalah petani.


Sekarang, ada tambahan pekerjaan baru yaitu pemburu. Hasil buruan mereka akan dijual di toko sistem atau di jual di kota terdekat.


...----------------...


Malam harinya.


Lein dan Octiorb sudah siap untuk pergi, mereka segera turun ke lobi dan mengembalikan kunci kamar ke resepsionis.


Setelah itu mereka pergi ke area portal dengan taksi, setelah mengantre selama beberapa menit, mereka memberitahu tujuan mereka dan membayar biaya portal.


Mereka berdua memasuki portal dan merasakan sedikit pusing saat melewati ruang, lalu mereka sampai di kota terdekat dari Desa Nadir.


"Ugh, mau seberapa kuat diri ku, aku masih tidak terbiasa saat melewati portal ini." Lein memegangi kepala nya karena pusing.


"Kamu benar, aku juga selalu saja pusing saat melewati portal." Octiorb juga memegangi kepala nya.


Karena mereka pergis saat malam hari, mereka menginap di penginapan kota itu untuk beristirahat lalu mereka berdua pergi saat pagi hari.


Mereka terbang ke arah Desa Nadir dengan kecepatan konstan, lalu saat mereka sampa di gerbang Desa Nadir, mereka bisa merasakan suasana yang suram.


"Ada apa ini?" Lein mengerutkan kening nya merasakan suasana desa yang suram.


"Hm...Ayo masuk." Lein berjalan memasuki Desa Nadir disusul oleh Octiorb.


Lein bisa melihat kalau pintu rumah-rumah di dalam desa terbuka lebar namun ia tidak melihat adanya warga desa satu orang pun.


Lein berhenti sejenak lalu menggunakan mana nya untuk mengobservasi lingkungan sekitar dan menemukan kalau ada banyak sekali orang di lapangan desa.


"Sepertinya semua orang sedang berkumpul di lapangan desa, ayo kita pergi ke sana." Lein berjalan menuju lapangan desa.


"Ya." Octiorb mengangguk dan berjalan mengikuti Lein.


Benar saja, semua orang sedang berkumpul di lapangan desa. Warga desa saat ini sedang mengelilingi sesuatu yang membuat mereka terdiam.


"Ada apa ini?" Lein menghampiri mereka dan bertanya mengenai situasi suram di desa.


"Ah tuan Lein!" Mata warga desa yang sebelumnya kosong menjadi cerah saat melihat Lein datang.


"Halo tuan. Kita pernah bertemu sebelumnya..." Seorang kakek tua menghampiri Lein.

__ADS_1


"Oh, halo kepala desa." Lein menyapa kakek tua itu.


Kakek tua itu bernama Darom, dia adalah orang yang sudah menjabat sebagai Kepala Desa Nadir selama beberapa dekade.


Meskipun Darom ini terbilang lemah, tetapi dia sangat cerdas. Karena ia bisa memimpin Desa Nadir menjadi desa yang tidak kekurangan makanan dan pakaian.


Jika ada fasilitas yang lebih, mungkin Darom bisa memimpin Desa Nadir menjadi lebih makmur dan bisa menyejahterakan warga desa.


"Bisakah anda menceritakan mengenai situasi saat ini, kepala desa?" Tanya Lein dengan sopan.


"Hah.. Sebelum itu, tolong lihat ini..." Kepala desa menghela napas dan berjalan menuju ke tengah lapangan.


"?? Baiklah." Lein dan Octiorb mengikuti Darom.


"!! - Ini..." Lein dan Octiorb melebarkan mata mereka saat melihat apa yang ada di tengah lapangan.


Apa yang ada di depan mereka adalah beberapa warga desa yang kulit mereka berubah menjadi hijau seperti warna lumut.


Namun bukan warna kulit nya yang menjadi masalah, melainkan di kulit berwarna hijau itu terdapat banyak sekali lubang yang ukuran nya kecil-kecil.


Lubang-lubang kecil itu mengeluarkan cairan berwarna hijau namun tidak memiliki bau. Meskipun begitu, saat cairan itu mengenai kain di bawah, kain itu meleleh.


"Korosi." Itu adalah apa yang Lein dan Octiorb pikirkan.


"Tidak mungkin ini karena monster, ini pasti karena manusia bukan?" Tanya Lein kepada Darom.


"Benar." Darom mengangguk dengan sedih.


"Apakah... Orang yang membuat mereka seperti ini adalah anggota dari Anarchy Order?" Wajah Lein mulai berubah menjadi suram.


"Maafkan aku yang kekurangan pengetahuan, aku tidak tahu apakah mereka Anarchy Order atau bukan. Namun... Mereka semua mengenakan pakaian yang serba hitam." Jelas Darom.


"Ada berapa dari mereka?" Lein bertanya jumlah Anarchy Order yang menyerang.


"Ada sekitar 20 orang." Jawab Darom.


"Oct, kamu bisa menyembuhkan mereka bukan?" Lein bertanya kepada Octiorb.


"Ini adalah pertama kalinya aku melihat racun seperti itu. Namun, percaya padaku, aku akan menyembuhkan mereka." Octiorb menjawab dengan yakin.


"Bagus, kepala desa, apakah anda mengetahui kemana mereka pergi?" Lein bertanya lagi.


"Mereka pergi ke arah utara desa, tuan." Jawab Darom.

__ADS_1


"Baiklah, Oct, aku serahkan Desa Nadir kepadamu." Lein menggunakan sihir terbang lalu ia terbang ke utara desa.


"Ya! Mengamuk lah sepuas mu!" Teriak Octiorb.


__ADS_2