
Satu jam berlalu, para prajurit dan orang-orang berhasil menghabisi semua skeleton yang keluar sampai tidak tersisa.
Saat mereka ingin beristirahat, Dark Mist mengeluarkan suara bergemuruh dan seperti sebelumnya, monster-monster keluar saat suara bergemuruh selesai.
Gelombang monster kali ini adalah makhluk melayang yang transparan. Dia tidak memiliki kaki hanya tangan dengan jari jemari yang sangat tajam.
Monster ini adalah, Wraith!
"Sial, kali ini yang datang adalah Wraith!" Lein menyebarkan suaranya dengan mana agar semua orang bisa mendengar.
"Wraith!?" Mereka terkejut dan panik.
"Para penyihir, Sekarang giliran kalian! Para warrior, lindungi penyihir dan gunakan mana kalia untuk menangkis serangan wraith!" Marcus mengomando semua orang.
Para prajurit dan orang lain bersatu, mereka yang penyihir akan menyerang wraith dan para warrior akan melindungi mereka.
Wraith tidak bisa diserang dengan serangan fisik karena mereka tidak memiliki tubuh fisik. Oleh karena itu untuk melawan wraith diperlukan mana.
Namun untungnya serangan wraith bisa ditangkis dengan fisik, jadi para warrior bisa berguna dalam pertarungan gelombang kedua.
Alasan mengapa Marcus memerintah para warrior untuk melindungi penyihir adalah karena mereka sedikit kelelahan saat melawan skeleton.
Oleh karena itu Marcus memerintahkan para penyihir untuk menyerang di pertempuran gelombang kedua.
...----------------...
"Jonas, Kembalilah dan bergabung dengan yang lain." Ucap Lein dengan transmisi suara.
"Maaf bos, bisakah aku bertarung?" Jonas tidak segera melaksanakan perintah Lein.
"...Kamu masih sanggup?" Lein tidak memarahi atau menyuruh Jonas kembali setelah mendengar Jonas mengatakan hal itu.
"Tentu saja bos! Skeleton tadi adalah pemanasan!" Jonas membenturkan kedua tinju nya.
"Permintaan diterima." Lein tersenyum.
"Terimakasih bos!" Jonas menyeringai.
Jonas mengira Lein akan menyuruh nya kembali meskipun ia meminta untuk bertarung. Tapi ia tidak menyangka Lein akan mengizinkan permintaan nya.
"Haha, bersenang-senang lah." Lein tertawa.
...----------------...
"Wraith..." Lein menyipitkan matanya melihat para wraith datang.
"Dragon Dance : Holy Storm." Lein menggunakan divine power untuk memusnahkan wraith.
Area di depan Lein menjadi kosong karena wraith yang ada disana sudah dibunuh Lein. Lein duduk di sebuah batu dan memikirkan apa tujuan mereka menyerang kota Els.
"Apa yang istimewa dari Kota Els ini..." Lein berpikir.
"Kota Els hanya sedikit lebih makmur dibandingkan dengan Kota Elm. Tidak ada yang istimewa di kota ini."
__ADS_1
"Jika yang menyerang adalah Anarchy Order, maka tujuan mereka adalah sesuatu yang ada di kota Els yang bisa menghancurkan dunia."
"Menghancurkan dunia..."
"Tunggu..."
"Apakah ini ada hubungan nya dengan Fragmen Leviarves yang aku temukan di Dungeon Haima dulu!?"
"Jika iya, lalu mengapa mereka harus menyerang kota!? Mengapa tidak mengambil nya sendiri di Dungeon Haima!?"
"Sial..." Lein memegangi kepalanya yang tiba-tiba pusing.
...----------------...
Di pikiran Lein.
"Lein... Buatlah kesepakatan dengan ku..." Dewi Ariel menghubungi Lein dan meminta Lein untuk membuat kesepakatan dengan nya.
"Dewi? Mengapa kamu menghubungi ku saat ini?" Lein bertanya.
"Buatlah kesepakatan dengan ku..." Ucap Dewi Ariel sekali lagi.
"Katakan..." Jawab Lein.
"Aku bisa memberitahu mu mengapa Anarchy Order menyerang Kota Els." Ucap Dewi Ariel.
"...Apa yang harus kulakukan?" Tanya Lein karena Dewi mengatakan kesepakatan, berarti Lein harus melakukan sesuatu.
"Jadilah pahlawan untuk Kota Els." Jawab Dewi Ariel.
"Aku mohon..." Ucap Dewi Ariel dengan nada memohon.
"Dewi, aku tidak akan keluar dari jalur yang telah aku ambil. Lagipula jika aku dikenal sebagai pahlawan, kedepannya akan sulit."
"Aku tidak memiliki jiwa dan sikap dari seorang pahlawan. Masyarakat mungkin akan menganggap ku sebagai pahlawan saat aku menyelamatkan kota Els."
"Namun bagaimana selanjutnya? Karena aku memiliki identitas sebagai pahlawan, aku harus menyelamatkan banyak orang tanpa pamrih."
"Jika aku pamrih, masyarakat akan protes kepada ku dan hidupku akan menjadi tidak tenang."
"Kalau begitu, selamatkan saja kota Els namun bukan sebagai pahlawan." Ucap Dewi Ariel
"Kalau itu aku bisa Dewi, aku akan menyelamatkan kota Els dengan sifat ku buka sifat seorang pahlawan." Lein tersenyum.
"Bagus-" Ucapan Dewi Ariel terpotong.
"Tapi itu tidak adil jika kamu hanya memberika informasi jika aku menyelamatkan kota Els." Ucap Lein.
"Kalau begitu apa yang kamu inginkan?" Ucap Dewi.
"Kemampuan regenerasi." Ucap Lein.
"Regenerasi.... Aku bisa. Namun kemampuan yang aku berikan akan ada kelemahan dan efek samping nya." Ucap Dewi Ariel.
"Apa itu?" Tanya Lein.
__ADS_1
"Kelemahan nya adalah kamu tidak bisa menyembuhkan luka yang ada sebelum mendapatkan kemampuan ini."
"Lalu efek samping nya adalah kamu akan mengalami rasa sakit sekitar dua sampai sepuluh kali lipat dari yang kamu terima." Dewi Ariel mengatakan kelemahan dan efek samping nya.
"Kekeke..." Lein tertawa.
"Tidak masalah, rasa sakit tidak akan membuat ku mundur." Lein menyetujui nya.
"Bagus, kalau begitu aku akan memberikan informasi nya." Ucap Dewi.
"Seperti yang kamu pikir, Anarchy Order ingin mengambil mumi penganut agama Leviarves dan mengambil fragmen nya."
"Mereka belum tahu bahwa kamu sudah menjawab makan mumi tersebut dan mengambil Fragmen Leviarves nya."
"Dan alasan mengapa mereka menyerang kota ini adalah karena Kota Els sudah terkontaminasi energi jahat milik Leviarves."
"Mereka ingin menaklukkan kota ini dan mengambil Fragmen nya. Kemudian mereka akan memanggil iblis agung lewat ritual."
"Aku tidak tahu siapa iblis agung yang akan mereka panggil, namun aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Ucap Dewi Ariel dengan nada marah.
"Begitu... Sekarang semuanya terhubung." Ucap Lein.
"Kalau begitu, tepati janji mu." Dewi Ariel lalu memberikan kemampuan regenerasi kepada Lein.
"Bukan janji, namun kesepakatan. Dan aku selalu menjunjung tinggi efisiensi." Ucap Lein.
...----------------...
Dunia nyata.
"Hm, para wraith tersisa sedikit..." Lein melihat sekeliling.
"Semuanya! Simpan tenaga kalian! Aku akan memusnahkan semua wraith yang tersisa!" Lein menyebarkan suaranya.
"Dragon Dance : Holy Water Rain." Lein menurunkan hujan yang mana air nya adalah air suci.
Wraith yang terkena air suci menjadi terluka lalu musnah dan orang yang terkena air suci menjadi lebih sehat karena air suci menyembuhkan mereka.
"!!" Mereka semua terkejut dengan sihir yang dikeluarkan oleh Lein.
Mereka menuruti perkataan Lein, mereka beristirahat sejenak dan menerima air suci yang menyembuhkan mereka.
"Jonas, beristirahat juga." Lein berkata kepada Jonas lewat transmisi suara.
"Baik bos." Jonas mengangguk.
Ia juga merasa bahwa ia perlu istirahat setelah bertempur melawan skeleton dan wraith.
"Hm, masih ada wraith yang bersembunyi..." Ucap Lein melihat wraith yang masih hidup.
"Dragon Dance : Holy Water Bullet." Lein mengubah air hujan yang ia ciptakan menjadi sebuah peluru air.
Lalu ia mengarahkan peluru-peluru tersebut untuk menyerang dan memusnahkan para wraith yang bersembunyi.
"Sekarang... Mari kita tunggu gelombang ketiga..." Lein menatap Dark Mist yang akan mengeluarkan monster lagi.
__ADS_1