Analysis Eye

Analysis Eye
Brynn Gilardino vs Kadin Evanthe


__ADS_3

"...Mengapa kamu masih bisa bersemangat dengan luka sebanyak itu?" Dibalik jubah nya, Brynn menyipitkan matanya.


"Hahaha, aku akan bermurah hati menjawab nya. Semakin banyak aku terluka, maka semakin kuat pula diriku ini!" Teriak Kadin dengan bersemangat.


"Hm, pantas saja meskipun kamu sudah berumur tapi kamu tetap kuat..." Ucap Brynn.


"Hahaha, bagaimana? Apakah kamu berpikir untuk menyerah?" Kadin tertawa memprovokasi Brynn.


"Tentu saja tidak." Jawab Brynn singkat.


"Kemari!" Brynn menggunakan mana untuk menyebarkan suara nya.


"Cih, aku merasakan firasat buruk." Kadin melihat ke sekitarnya dengan waspada.


Dan benar saja, segerombolan serigala datang dari segala arah dari dalam hutan dan mencoba untuk menyerang Kadin.


"Sudah kuduga, kemampuan orang ini sangatlah aneh." Kadin meninju salah satu serigala.


Bryn berjongkok dan menempelkan kedua telapak tangan nya di tanah dan menyalurkan mana ke dalam tanah melalui telapak tangan nya.


"Duri." Tiba-tiba tanah bergemuruh.


Lalu muncul duri tanah yang sangat tajam di lokasi berdirinya Kadin. Kadin yang sedang menyerang para serigala menjadi lengah dan tertusuk duri.


"Argh!" Kadin berteriak kesakitan.


Para serigala yang melihat kalau Kadin sedang lengah memanfaatkan kesempatan itu dan mengigit tubuh nya entah di tangan, kaki, atau pinggang.


"Sialan!!!" Teriak Kadin dengan marah.


"Pain Conversion!" Serigala yang ada di sekitar Kadin terhempas oleh sesuatu yang tidak terlihat.


Tubuh Kadin menjadi berwarna merah dan mengeluarkan asap berwarna putih seperti benda yang sangat panas sampai mengeluarkan asap.


"Luka di tubuh nya sembuh, dan dia bertambah kuat. Namun, sepertinya dia tidak bisa mengendalikan emosi nya." Batin Brynn saat ia mengamati Kadin.


"Energy Blow!" Kadin meninju udara.


Kemudian muncul energi transparan namun dengan sedikit berwarna merah dari tinju Kadin dan melaju kencang ke arah Brynn.


"Perisai." Brynn membuat tanah di bawah nya menjulang tinggi membentuk sebuah dinding tanah.


Namun, saat energi transparan bersentuhan dengan dinding tanah, dinding tanah nya retak dan pada akhirnya itu hancur.


Brynn tidak menyangka kalau energi transparan itu sangat kuat, ia terkena serangan dan terhempas jauh ke belakang sampai menumbangkan pohon.

__ADS_1


"Haha, ternyata tubuh mu sangatlah lemah. Kalau begitu, aku tinggal mendekat dan memukul dengan sekuat tenaga!" Kadin berlari dengan kencang ke arah Brynn yang masih belum bangkit.


"Serang." Brynn menyuruh para serigala tersisa untuk menyerang Kadin.


Brynn bangkit dan mundur ke dalam hutan untuk memulihkan diri sebentar, kemudian ia membuat rumput-rumput di bawah Kadin menjadi tajam.


"Sial!" Kadin merasakan sakit di telapak kaki nya.


"Ini lingkungan yang buruk untuk bertarung melawan seorang petarung seperti dirinya." Batin Brynn.


"Energy Blow!" Kadin melakukan teknik yang sama seperti tadi.


"Percepat." Brynn menghindar ke arah kanan dengan sangat cepat dan berhasil menghindari serangan Kadin.


Namun Kadin sudah berlari menuju arah nya dengan sangat kencang mengabaikan rasa sakit di telapak kaki nya karena rumput tajam tadi.


"!! - sial." Umpat Brynn.


Kadin menyerang perut Brynn dengan telapak tangan kiri nya kemudian ia memegang leher Brynn dengan tangan kanan nya.


"Ugh!" Brynn merasakan sakit di perut nya.


Kadin mengerahkan banyak kekuatan di tangan kanan nya kemudian ia melempar Brynn dengan sangat kuat sehingga laju lemparan nya menjadi sanga cepat.


"Perlambat." Ucap Brynn mencoba memperlambat.


Kadin melompat tinggi kemudian ia memukul kepala Brynn dengan kedua tangan nya dengan sangat keras sampai Brynn membuat tanah di bawah nya retak.


Kemudian Kadin mengarahkan kedua telapak kaki nya ke bawah dan menjatuhkan diri untuk menyerang perut Brynn di bawah sana.


"Ugh!!!" Brynn merasakan rasa sakit di tiga tempat yang diserang oleh Kadin.


Sebelum Brynn bangkit, Kadin memegang leher nya lagi dan melemparkannya ke atas. Kemudian Kadin mengepalkan tangan kanan nya dan memukul udara.


"Energy Blow!" Kadin melancarkan serangan dahsyat itu ke atas.


Brynn yang sudah terluka karena serangan Kadin tadi tidak bisa menghindari serangan yang ini apalagi dia sedang berada di udara.


"Arghh!!!" Brynn berteriak kesakitan.


Brynn terjatuh ke tanah dan napas nya menjadi terengah-engah. Jubah nya juga sudah sobek di sana sini apalagi tubuh nya yang sudah terluka parah.


Namun meskipun begitu, Brynn bukankah orang yang akan menyerah hanya karena tubuh nya memiliki banyak luka yang menyakitkan.


Ia bangkit dan berdiri dengan tegak. Brynn mengarahkan kedua tangan nya ke depan dan menyalurkan banyak mana di telapak tangan nya.

__ADS_1


"Sedang!" Teriak Brynn.


Pohon-pohon di belakang nya bergetar, kemudian dahan pohon-pohon tersebut memanjang dan menjadi sangat tajam.


Dahan pohon-pohon itu memanjang lagi dan bergerak ke arah Kadin mencoba untuk menyerang nya dengan ujung dahan yang sangat tajam.


Kadin ingin menyelesaikan pertarungan melawan Brynn dengan cepat, oleh karena itu ia berlari ke depan sambil memukul-mukul dahan tajam yang datang.


"Ikat!" Brynn membuat rumput-rumput memanjat dan kuat untuk mengikat tubuh Kadin.


Kadin yang terikat tidak bisa bergerak dan dahan-dahan yang sangat tajam menusuk-nusuk tubuh Kadin sampai berdarah-darah.


"Arghh!!" Kadin berteriak kesakitan.


Ia menyalurkan banyak sekali mana ke seluruh tubuh nya kemudian ia mengerahkan banyak tenaga untuk membebaskan diri.


Kadin berhasil membebaskan diri namun ia sudah tidak memiliki banyak mana, ia dan Brynn berdiri diam dan saling menatap.


"Sial, mengapa Frederic belum tiba!? Tidak mungkin dia kalah dari Lein bukan!?" Batin Kadin.


"Hey, biarkan aku bertanya sesuatu." Teriak Kadin.


"...Silakan." Brynn mempersilakan Kadin bertanya.


"Apakah orang yang bernama Lein itu kuat?" Tanya Kadin.


"Ya, dia kuat." Jawab Brynn meskipun ia tidak tahu mengapa Kadin tiba-tiba bertanya mengenai Lein.


"Menurut mu apakah dia bisa menang melawan orang dengan level 160 keatas?" Kadin bertanya lagi.


"Aku tidak bisa menjawab nya dengan pasti, itu tergantung dengan kemampuan lawan." Brynn tidak berbohong.


"Begitu, Lalu bagaimana jika lawan nya adalah seorang ahli pedang yang memiliki kemampuan pedang yang sangat mengerikan?" Kadin tersenyum tipis.


"Lein akan kalah, jika ia bertarung murni dengan katana nya." Jawab Brynn dengan jujur.


"Hah? Lalu menurut mu dia akan menang jika dia menggunakan semua kekuatan nya?" Kadin menyipitkan matanya.


"Tentu saja, Lein adalah orang yang seimbang. Kekuatan tubuh, mana yang melimpah, otak yang cerdas, ia tidak akan mudah kalah hanya karena lawan nya lebih kuat." Brynn tersenyum di balik jubah nya.


"Sial! Tidak mungkin dia akan kalah dari Lein!" Teriak Kadin.


"Sayang sekali, namun aku menang." Sebuah suara terdengar dari belakang Brynn.


"Hah!? Kamu datang!? Bagaimana dengan dia!?" Kadin membelalakkan matanya.

__ADS_1


"Lein!?" Brynn juga terkejut.


__ADS_2