
"Yo!" Lein menyapa Brynn yang sedang menunggu di luar rumah nya.
Hari ini, ia dan Brynn akan pergi berjalan-jalan atas permintaan Brynn yang katanya ia ingin bersantai setelah pertempuran.
Ada alasan lain yaitu karena ia tidak bisa berbuat apa-apa pada saat kesembuhan dirinya karena Liza selalu memaksa dirinya untuk tetap diam.
"Ngomong-ngomong, kamu ini pandai dengan selera berpakaian ya." Brynn melihat Lein dari atas ke bawah.
Atasan Lein saat ini adalah kaos berwarna putih bersih dan sebuah jaket kasual berwarna hitam yang sedikit terang yang cocok untuk bersantai.
Lalu bawahan nya adalah celana panjang hitam dan sepatu santai hitam juga yang warnanya hampir sama dengan jaket nya.
"Tentu saja. Kamu juga sangat cantik hari ini." Lein tersenyum melihat Brynn.
Brynn hari ini tidak memakai jubah nya karena ia akan pergi berjalan-jalan jadi ia akan memakai identitas sebagai Bianca.
Atasan Bianca adalah sebuah baju lengan panjang berwarna hitam dengan celana jeans di bawah nya dan sepatu berwarna putih bersih.
Lalu ia juga menggunakan tas kecil wanita berwarna hitam yang berukuran kecil dengan tali panjang yang bisa dibawa kemana-mana.
"Aku kira kamu tidak pandai memuji." Bianca sedikit malu dengan pujian Lein.
"Haha, aku tidak pernah melakukan nya karena tidak ada wanita." Lein tertawa kecil.
Bianca kemudian menggunakan kemampuan nya untuk memindahkan dirinya dan Lein ke luar Universitas Dragon Heart.
"Mengapa tidak memakai mobil saja?" Tanya Lein setelah mereka berdua sudah berpindah tempat.
"Aku lebih ingin melihat sekitar." Jawab Bianca.
Mereka berdua kemudian berjalan-jalan melihat sekitar sambil berbincang-bincang dengan canda tawa.
"Ah, ada toko hewan. Ayo masuk kesana, aku ingin melihat hewan-hewan yang ada didalam." Bianca menarik lengan Lein untuk pergi ke toko hewan.
"Aku tidak akan kemana-mana, jadi jangan tarik aku." Ucap Lein namun tidak dihiraukan oleh Bianca.
"Selamat datang, apakah kalian ingin membeli hewan atau melihat-lihat?" Seorang pria berkumis menyambut mereka.
"Ah, kami ingin melihat-lihat." Ucap Lein.
"Baiklah, aku adalah pemilik toko ini. Kalian bisa bertanya padaku atau kepada petugas yang lainnya." Ucap pemilik toko dengan ramah.
"Ya, terimakasih." Lein suka dengan keramah-tamahan pemilik toko.
__ADS_1
Lein menoleh ke sebelah dan mendapati kalau Bianca sudah tidak ada. Ia mencari-cari ke sekeliling dan melihat kalau Bianca sedang berada di area kucing dan anjing.
"Kamu menyukai mereka?' Lein berjalan menghampiri Bianca.
"Ya! Aku suka mereka!" Jawab Bianca dengan gembira.
"...Kamu tipe kucing atau anjing?" Lein bertanya kepada Bianca.
"Aku? Hm..." Bianca menyentuh dagunya dan memiringkan kepalanya terlihat ia kesulitan untuk memilih.
"Aku sama sekali tidak bisa memilih..." Ucap Bianca dengan nada pasrah.
"Maaf, tidak perlu berpikir terlalu keras." Lein tidak menyangka kalau Bianca akan berpikir sampai segitunya.
"Lalu kamu bagaimana? Kucing atau anjing?" Kali ini giliran Bianca Hanh bertanya.
"Kamu." Lein menoleh ke arah Bianca dan tersenyum padanya.
"..." Bianca menatap mata Lein sebentar lalu ia memalingkan muka.
"..." Lein sedikit terkejut di dalam hatinya melihat Bianca bereaksi seperti itu.
"Oh ngomong-ngomong, apakah kamu pernah memelihara hewan?" Bianca langsung mengganti topik.
"Aku sangat ingin memelihara hewan tapi aku terlalu sibuk, jadi hewan yang aku pelihara tidak akan mendapatkan banyak perhatian dariku." Ucap Bianca dengan nada sedih.
"Yah, itu benar. Apalagi kamu juga harus membawa hewan peliharaan mu jalan-jalan." Lein mengangguk.
Setelah itu mereka mengunjungi beberapa area hewan lainnya karena toko ini sangat luas dan ada banyak pengunjung disini.
"Hm? Apa ini?" Bianca tertarik dengan salah satu hewan.
"Ini adalah naga berjanggut, sejenis kadal yang memiliki kulit seperti janggut di bagian bawah kepalanya." Pemilik toko datang dan memberitahu Bianca.
"Oh, kamu juga punya yang seperti itu, Lein." Bianca menoleh ke arah Lein.
"Apakah itu benar, anak muda?" Pemilik toko juga penasaran.
"...Bukan. Punya ku adalah naga sungguhan." Lein terdiam dengan ucapan Bianca yang tiba-tiba.
"Hoho, seperti kamu suka bercanda ya." Pemilik toko tertawa dan menganggap itu adalah lelucon.
"Tidak, aku serius. Aku ini memang memiliki naga." Ucap Lein dengan nada serius namun dengan ekspresi wajah datar.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, aku juga sepertinya pernah melihat wajah mu, tapi dimana ya?" Pemilik toko menyentuh dagunya.
"Lein, Lein Sanzio. Mahasiswa Universitas Dragon Heart yang memiliki naga." Lein memberitahu identitas nya karena itu juga bukan rahasia.
"Ah!?" Pemilik toko berteriak yang membuat pengunjung lain melihat ke arah mereka.
Pemilik toko menyadari kalau teriakan nya menarik banyak perhatian dan segera meminta maaf kepada pengunjung lain.
"Aku baru sadar kalau ternyata kamu ini adalah Lein yang legendaris!" Ucap Pemilik toko dengan suara pelan.
"Legendaris? Pfft-" Bianca mencoba untuk menahan tawa nya.
"Apanya yang legendaris." Lein meminta matanya.
"Itu benar! Kamu ini memiliki seekor naga yang tidak bisa ditaklukkan oleh manusia dan membuat nama mu selalu teringat di benak semua orang!" Ucap Pemilik toko dengan tegas.
"Yah, apapun itu. Tolong jangan mengganggu kami..." Lein menghela napas tidak tahu harus bereaksi bagaimana dengan panggilan legendaris.
"Oho, maafkan aku yang terlalu bersemangat sampai mengganggu waktu kencan kalian. Silakan dinikmati waktu nya." Pemilik toko kemudian pergi dengan raut wajah bahagia.
Lein dan Bianca kemudian memberi makan hewan itu dengan serangga meskipun Bianca gemetar karena ia takut dengan serangga.
Oleh karena itu Lein jadi bisa melihat sisi lain dari Bianca yang biasanya tegas dan terkesan dingin menjadi seperti wanita normal pada umumnya yang takut dengan serangga.
"Hewan apa yang kamu takutkan?" Tanya Bianca setelah mereka berdua memberi makan Naga Berjanggut.
"Katak." Lein menjawab dengan nada suram.
"Eh ada? Mengapa kamu takut dengan katak?" Bianca tidak menyangka kalau Lein memiliki ketakutan terhadap katak.
"Hm, yah.. singkat cerita, aku membantu kakekku bekerja untuk membersihkan selokan. Didalam sana ada katak yang sedang bersantai ria."
"Namun, kakekku mengambil katak itu dan melemparkannya ke arah ku. Bodohnya, aku menangkap katak itu karena refleks."
"Kemudian katak itu melompat ke wajah ku yang menyebabkan aku menangis ketakutan dan trauma Samapi sekarang." Lein menceritakan itu dengan tubuh yang merinding.
"Hahaha!!" Bianca tertawa terbahak-bahak.
"Tertawa sepuas mu, aku akan mengambil serangga dan memasukkan nya ke dalam pakaian mu." Lein berkata dengan jahat.
"Jangan!!!" Bianca segera berhenti tertawa dan mencoba untuk menghentikan Lein.
"Kekeke..." Giliran Lein yang tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Setelah itu mereka mengunjungi area hewan yang tersisa dan keluar dari toko hewan karena Lein tidak nyaman dengan tatapan memuja pemilik toko.