
Tiga hari kemudian, pagi hari nya, sebelum matahari terbit.
Sekarang, Lein dan Liza sudah berada di pelabuhan Kota White Seal, Negara Oceanseal.
Lein sebenarnya ingin mengunjungi Enzo dan Eira karena Universitas Ocean Blue ada di kota ini.
Namun Lein tunda dulu karena kapal dagang nya akan berangkat pagi ini dan Lein juga harus bersiap-siap, oleh karena itu Lein tidak memiliki waktu.
Perium Ship, Kapal milik Kota Laville yang akan digunakan untuk mengirimkan Kayu Pohon Oxtara menuju Benua Dwarf.
Kapal Perium juga nanti akan mengangkut bijih besi dari Benua Dwarf dan membawa nya kembali ke Benua Manusia.
Yang akan mengangkut material pertama nya adalah Kota Laville kemudian yang kedua adalah Negara Filaria, dan seterusnya secara bergantian.
Pengiriman material nya memiliki stok yang cukup untuk satu tahun. Jadi, tahun depan adalah giliran nya Negara Filaria untuk mengirimkan material mereka.
"Apa tugas kita? Apakah Nyonya Abelia memberikan tugas yang spesifik?" Tanya Liza.
"Tidak, Nyonya Abelia hanya mengatakan untuk melindungi Kapal Perium dari serangan monster laut dan jangan sampai pengiriman nya terhambat lama." Jawab Lein.
"Itu lebih mudah... Aku akan kerepotan jika tugas nya sangat banyak." Ucap Lein.
"Tenang saja, kita disini sebagai orang nya Nyonya Abelia, bukan Kamar Dagang Myrant. Jadi kita tidak perlu melalukan tugas yang merepotkan." Balas Lein.
"Benar, untung saja kamu menolak tawaran Ketua Joris saat itu... Jika tidak, kita akan melakukan tugas yang merepotkan seperti mereka." Liza melihat ke arah orang-orang dari Kamar Dagang Myrant.
Mereka semua saat ini sedang membantu yang lain untuk mengangkut barang-barang dan memberikan instruksi kepada pemula.
Sedangkan Lein dan Liza saat ini sedang duduk diatas kotak kayu dan melihat mereka semua dengan tenang tanpa niat untuk membantu.
"Oh iya, aku diberitahu kalau perjalanan kita akan bersama dengan kapal sipil. Apakah itu benar?" Liza teringat sesuatu.
"Benar. Kapal-kapal yang akan pergi antar benua akan pergi bersama karena akan mudah menangani masalah seperti serangan monster atau yang lain nya." Jawab Lein.
Benar, kecuali jika terdesak, kapal-kapal akan pergi bersama karena jika bersama maka akan mudah untuk menangani serangan monster.
Karena monster laut sangat ganas dan tidak banyak manusia yang bisa terbang atau berjalan diatas air.
Mereka kebanyakan akan menyerang monster dari atas kapal, oleh karena itu bersama akan menambah kesempatan untuk mengalahkan monster.
Jika hanya pergi sendirian atau hanya satu kapal, maka akan sulit menemukan dan mencari mereka jika ada masalah atau kendala.
__ADS_1
Oleh karena itu kapal yang akan berlayar diwajibkan untuk pergi bersama kecuali memang ada kepentingan yang mendesak.
...----------------...
"Sudah waktunya." Lein berdiri.
"Sudah waktunya kah." Liza juga berdiri.
Mereka berdua kemudian segera naik ke Kapal Perium. Kemudian mereka mencari kapten kapal ini, ternyata kapten kapal ada di dek kapal.
"Kapten Vin." Sapa Lein.
"Hm? Ah, kalian berdua adalah orang yang ditugaskan oleh Nyonya Abelia ya, halo." Vin menyapa balik.
Kapten Vin, nama asli nya adalah Vin Yra. Nama yang unik, karena Vin berasal dari desa yang terpencil yang masih mempertahankan kebudayaan nya.
"Benar. Sudah waktunya untuk berangkat." Ucap Lein.
"Ya. Aku juga akan pergi ke ruang kemudi." Balas Vin.
Vin kemudian berjalan menuju ruang kemudi kapal diikuti oleh Lein dan Liza yang akan pergi ke sana juga.
"Semuanya! Waktunya berangkat!" Teriak Vin saat sudah berada di ruang kemudi.
Satu demi satu mereka nyalakan, kemudian kapal membunyikan klakson tanda bahwa kapal nya akan berangkat.
Kemudian diikuti oleh klakson kapal yang lain nya yang akan pergi bersama dengan Kapal Perium menuju Benua Dwarf.
Kapal Perium adalah kapal yang paling besar diantara kapal yang berlayar bersama karena kapal ini merupakan kapal barang.
"Berapa hari jika menggunakan kecepatan standar?" Tanya Lein kepada Vin.
"Hm, 3 hari jika menggunakan kecepatan standar. Tapi kita akan sampai sekitar 5 hari kemudian karena kita juga harus menyamakan kecepatan dengan kapal yang lain" Jawab Vin.
"Ah, benar juga. Tapi... 3 hari dengan kecepatan standar, kapal barang ini cepat juga." Ucap Lein.
"Haha, tentu saja. Justru kapal barang adalah kapal yang seimbang. Kecepatan, ketahanan, daya apung, dan yang lainnya."
"Semua nya harus seimbang karena kapal barang akan mengangkut barang berat dan penting yang tidak boleh ada satupun goresan."
"Jika kualitas kapal barang sama seperti kapal sipil, maka kapal nya akan tenggelam karena berat barang yang dibawa."
__ADS_1
"Ah, tentu saja kapal barang tidak bisa dibandingkan dengan kapal militer yang kualitasnya jauh lebih tinggi dari kapal manapun."
Vin menjelaskan kapal barang yang semuanya seimbang dan kualitasnya jauh lebih tinggi dari kapal sipil kecuali kapal militer.
"Hm, jadi begitu. Terimakasih, aku menambahkan pengetahuan baru dari mu." Ucap Lein.
"Haha, sama-sama." Balas Vin.
Karena ini masih awal dan masih pagi, suasana nya menjadi menenangkan dan menyejukkan yang membuat orang mengantuk.
Lein dan Liza kemudian pergi ke dek kapal untuk memandangi lautan luas karena di dalam ruang kemudi membosankan.
"Liza, apakah kamu pernah berkelana ke tempat Ras mermaid?" Tanya Lein tiba-tiba saat ia melihat laut.
"Tidak. Aku belum pernah." Liza menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Aku jadi penasaran bagaimana kehidupan Ras mermaid. Aku hanya melihat mereka lewat berita di ponsel saja." Ucap Lein.
"Sama, aku pun penasaran dengan kehidupan ras selain Elf Manusia." Angguk Liza.
Matahari bangun dari tidurnya dan menampakkan dirinya ke penjuru dunia. Pemandangan matahari terbit sangat indah jika dilihat di laut.
Lein dan Liza bahkan terpukau dengan keindahan nya, seolah-olah jarak antara mereka dengan matahari sangat dekat.
"Jarang sekali aku melihat matahari terbit." Ucap Liza.
"Itu karena kamu selalu bangun siang." Ucap Lein.
"Apa katamu!?" Liza menggeram.
Liza melompat ke arah Lein dan mencakar nya seperti anak kecil yang marah karena mainan nya diambil.
"Tidak bisa." Lein menghindari cakaran Liza.
"Kesini kamu!!" Teriak Liza.
Mereka berdua malah bermain kejar-kejaran di atas dek kapal dengan bahagia seperti anak kecil yang sedang bermain.
Bahkan Vin menggeleng-gelengkan kepala nya melihat kelakuan Lein dan Liza yang seperti anak kecil dari ruang kemudi.
"Bagaimana bisa Nyonya Abelia menugaskan mereka. Satu nya adalah manusia muda dan satu lagi adalah elf wanita."
__ADS_1
"Tetapi, aku tentu tidak akan meragukan Nyonya Abelia. Aku tahu mereka berdua pasti sangat kuat sampai-sampai Nyonya Abelia menugaskan mereka."
"Semoga, perjalanan menuju ke Benua Dwarf akan tenang dan damai tanpa bahaya apapun." Batin Vin.