
Keesokan harinya, semua berita di televisi dan ponsel memberitakan bahwa Benua Manusia bekerja sama untuk menuntaskan Anarchy Order.
Walikota Holbein juga sedang pergi bersama dengan pasukan nya untuk menghabisi sisa-sisa Anarchy Order di sekitar ibukota.
Seluruh negara di Benua Manusia juga melakukan hal yang sama, mereka memeriksa masing-masing kota sampai ke sudut nya agar anggota Anarchy Order yang tersisa tidak membuat organisasi lagi.
Masyarakat juga membantu dengan cara memberitahu Informasi keberadaan sisa-sisa Anarchy Order atau sesuatu yang berkaitan dengan Anarchy Order.
Tanpa ada pemimpin atau koordinator, semua orang bisa bekerja sama dengan sangat baik mau itu resmi atau non-resmi.
Bahkan ras lain di benua lain yang membaca atau mendengar berita itu juga terkejut dan kagum dengan kerja sama di Benua Manusia.
Universitas Dragon Heart, Rumah milik Brynn.
"Sudah pulih?" Lein yang sedang memasak sesuatu untuk makan siang melihat Brynn keluar dari kamar nya.
"Ya, sekitar setengah nya mungkin..." Brynn mengangguk dan berjalan menuju dapur.
"Apakah Liza belum bangun?" Lein bertanya karena belum melihat Liza.
"Belum, sepertinya dia sedang bermimpi indah." Brynn tertawa kecil lalu ia mengambil minuman kaleng di kulkas.
"Jangan." Lein mengambil minuman kaleng di tangan Brynn.
"Eh, kenapa???" Brynn tidak menyangka Lein akan mengambil minuman nya.
"Kamu belum pulih, jangan minum minuman yang berkarbonasi terlebih dahulu." Lein menyimpan minuman kaleng itu kembali ke dalam kulkas.
"Kalau begitu buatkan aku teh hangat..." Brynn berjalan menuju ruang keluarga dan duduk sambil menonton televisi.
Lein membuatkan Brynn teh hijau yang ia sukai dan segera membawakan nya ke ruang keluarga dengan beberapa camilan sederhana.
"Oh, teh hijau! Terimakasih!" Brynn mengambil cangkir teh dan meminum nya dengan perlahan-lahan karena masih panas.
"Hati-hati, masih panas..." Lein mengingatkan namun sudah terlambat.
Lein kembali ke dapur melanjutkan kegiatan nya. Ia sedang membuat beberapa hidangan untuk malam siang mereka bertiga.
Seperti ayam asam manis, tumis jamur tiram, sayur-sayuran, sup hangat, dan hidangan lain nya yang cocok untuk makan siang.
Setelah beberapa saat, Liza keluar dari kamar Brynn dengan kondisi acak-acakan. Lein segera menyuruh Liza untuk segera mandi namun diabaikan.
__ADS_1
Lein terdiam dan mengancam Liza untuk segera mandi, jika tidak maka ia tidak akan mendapatkan jatah makan siang yang lezat.
Mendengar hal itu, mata Liza menjadi berbinar-binar dan segera berlari secepat kilat ke kamar mandi di dalam kamar Brynn.
Kemudian mereka bertiga sarapan bersama sambil menonton berita televisi mengenai situasi di seluruh negara di Benua Manusia.
"Isolda, ayo berpatroli di sekitar kota." Ucap Lein kepada Isolda yang sudah berubah wujud naga.
"Ya!" Angguk Isolda.
Lein segera naik ke atas kepala Isolda kemudian Isolda melebarkan sayapnya dan terbang tinggi ke atas dengan kecepatan sedang.
Setelah sarapan tadi, Lein berencana untuk ikut membantu yang lain namun tidak terlalu jauh. Jadi, Lein hanya akan berpatroli di sekitar Kota Dragon Tide.
"Hm?" Lein mengambil ponsel di saku pakaian nya karena berbunyi.
"Halo, Oct." Ternyata itu panggilan telepon dari Octiorb.
"Bocah, segera pergi ke rumah sakit kota. Aku membutuhkan beberapa tumbuhan herbal karena disini tidak tersedia." Ucap Octiorb di telepon.
"Rumah sakit kota tidak memiliki nya? Apakah ini tumbuhan herbal yang langka?" Tanya Lein yang sedikit heran.
"5 menit." Kemudian Lein menutup telepon.
Lein menepuk-nepuk kepala Isolda dengan pelan. Isolda sudah mengerti apa yang Lein inginkan, ia segera memutar arah dan terbang menuju pusat kota yang mana itu adalah letak rumah sakit kota.
"Tidak ada lahan yang luas di pusat kota. Isolda, kamu ingin bersama ku atau bagaimana?" Setelah berada di langit di atas rumah sakit kota, Lein bertanya kepada Isolda.
"Aku bosan, jadi aku akan terbang berkeliling saja." Jawab Isolda setelah beberapa saat berpikir.
"Baiklah, kalau begitu, aku pergi dulu." Lein mengangguk kemudian ia melompat ke bawah.
"Ya, sampai jumpa!" Isolda kemudian melanjutkan berkeliling.
Lein jatuh ke bawah dengan sangat cepat, kemudian saat akan mendekati tanah, Lein menggunakan sihir agar dirinya melayang.
Lalu, ia mendarat di tanah dengan selamat. Setelah menepuk-nepuk pakaian nya yang berdebu, Lein berjalan menuju rumah sakit mengabaikan tatapan mata orang-orang disekitar yang heran karena ia jatuh dari langit.
"Oct!" Lein menyapa Octiorb yang sedang duduk di lobi rumah sakit.
"Kamu sudah sampai. Ikuti aku ke ruang pasien nya." Octiorb berjalan menuju lift diikuti oleh Lein.
__ADS_1
Mereka naik ke lantai 6 dimana ruangan disini merupakan ruangan VIP yang dikhususkan untuk orang yang memiliki status atau jabatan penting.
"Woah, kamu memiliki pasien yang kaya raya." Ucap Lein.
"Begitulah. Aku membantu nya karena penyakit nya sedikit langka karena obat nya membutuhkan tumbuhan herbal langka." Octiorb mengangkat bahu nya.
Mereka berdua bersikap santai seperti biasa karena mereka bukan tipe orang yang mempedulikan status diantara orang-orang.
Meskipun jabatan orang lain mungkin lebih tinggi, tapi mereka berdua akan bersikap sopan saja tidak sampai menyanjung atau bahkan menjilat.
Jabatan tidak akan berguna jika dalam kondisi tertentu seperti sekarang dimana ada salah satu pasien Octiorb yang memiliki penyakit langka.
Masih ada banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang bahkan jika orang-orang memiliki uang yang sangat melimpah.
"Kita sampai." Octiorb berhenti di depan ruangan 619.
Octiorb mengetuk pintu beberapa kali lalu ada seorang perawat wanita yang membukakan pintu dan mempersilakan Octiorb dan Lein masuk.
Di dalam ruangan, ada anak kecil perempuan yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit sedang tertawa bersama dengan wanita cantik di sebelah nya.
Kemudian ada seorang wanita dewasa dan seorang pria dewasa yang sedang duduk di sofa sebelah ranjang rumah sakit.
"Dokter." Pria dewasa itu berdiri dan menyapa Octiorb.
"Dokter..." Lein berusaha untuk menahan tawa nya.
"Diamlah." Octiorb memukul kepala Lein namun dihindari.
"Siapa orang ini, dokter?" Pria dewasa itu bertanya setelah melihat Octiorb akrab dengan Lein.
"Teman ku. Dia yang akan membantu ku membuat obat untuk putri mu." Jawab Octiorb.
"Oh begitu! Saya mohon dengan sangat untuk menyembuhkan putri saya!" Pria dewasa itu membungkukkan badan nya sedikit.
"Tolong jangan terlalu formal tuan, aku jadi tidak enak karena aku juga bukan tipe orang yang bersikap formal..." Ucap Lein.
"Baiklah..." Pria dewasa itu menjadi sedikit rileks.
"Tunggu sebentar, sepertinya aku pernah melihat mu tuan..." Lein menyentuh dagunya.
"Ya.. Aku juga sepertinya pernah melihatmu juga." Pria dewasa itu memiringkan kepala nya.
"Yah, kalian memang tidak saling kenal, namun pernah bertemu..." Ucap Octiorb.
__ADS_1