Analysis Eye

Analysis Eye
Dwarf Bovug Redtank


__ADS_3

Saat ini, mereka bertiga sudah datang di Ibukota negara ini. Negara ini bernama Negara Filaria, dan nama ibukota nya adalah Kota Filopi.


Mereka bertiga menggunakan portal untuk ke sini karena Abelia tidak bisa sembarangan menggunakan kemampuan nya.


"Lein, cari pria berjas hitam yang akan memandu kita ke tempat yang sudah di siapkan." Ucap Abelia.


"Diterima." Angguk Lein..


"Analisa dimana pria berjas hitam yang dimaksudkan oleh Nyonya Abelia." Pikir Lein.


[ analisa berlangsung ]


[ analisa selesai ]


[ ditampilkan dalam bentuk peta hologram ]


"Hm, sudah kutemukan nyonya." Lapor Lein.


"Sudah? Dimana?" Abelia sedikit terkejut Lein bisa menemukan nya dengan cepat.


"Tolong ikuti aku." Lein berjalan sesuai dengan arahan peta.


Abelia dan Octiorb mengikuti Lein ke suatu arah dan mereka menemukan ada seorang pria berjas seperti yang dikatakan oleh Abelia sedang berdiri di sebuah mobil berwarna hitam.


Pria berjas itu seperti nya adalah manusia dilihat dari tinggi badan nya. Karena Dwarf memiliki tinggi badan paling tinggi sekitar 150 cm.


Tapi ini normal jika mereka memperkerjakan manusia, karena mereka menangani urusan luar negeri yang berarti bisa saja ras lain yang datang.


Bayangkan saja jika seorang Dwarf yang bertugas dan malah menggunakan mobil kecil khusus Dwarf juga.


Perwakilan luar negeri pasti akan berpikir bahwa pihak Dwarf tidak berniat untuk bekerja sama.


"Permisi, kami adalah perwakilan dari Kota Laville." Ucap Lein dengan sopan.


"Kota Laville? Kalau begitu apakah anda adalah Nyonya Abelia?" Pria berjas bertanya kepada Abelia.


"Benar." Abelia memperlihatkan kartu yang menunjukkan identitas nya.


"Selamat datang di Kota Filopi kami. Silakan masuk ke dalam mobil, akan saya antarkan ke tempat yang sudah disiapkan." Pria itu membuka pintu mobil belakang untuk Abelia.


Abelia masuk dan duduk. Lein duduk di belakang di sebelah Abelia dan Octiorb duduk di kursi penumpang di depan.


Pria berjas menyalakan mobil dan mengemudikan nya menuju tempat yang sudah disiapkan. Setelah beberapa menit berkendara, mereka akhirnya sampai.


Tempat yang dimaksud adalah sebuah gedung restoran yang memiliki 6 lantai. Pria berjas turun dan membukakan pintu untuk Abelia.

__ADS_1


"Saya hanya sampai sini , akan ada orang yang memandu anda untuk ke ruangan nya nyonya." Ucap pria berjas itu dengan sopan.


"Begitu, terimakasih." Balas Abelia.


"Itu sudah tugasku. Kalau begitu saya undur diri nyonya." Pria berjas itu masuk ke mobil dan pergi.


Kemudian datang seorang wanita namun sepertinya bukan pelayan restoran. Dan wanita ini memiliki tubuh yang mungil, yang berarti wanita ini adalah seorang dwarf.


"Halo! Kalian pasti adalah perwakilan dari Kota Laville! Mari kita menuju ke ruangan nya!" Ucap wanita Dwarf itu dengan nada ria.


"Tentu, tolong tunjukkan jalan nya." Angguk Abelia.


"Baik!" Wanita Dwarf itu menunjukkan jalan nya.


Ternyata ruangan yang mereka tuju ada di lanta paling atas, yaitu lantai 6. Mereka menggunakan lift khusus karena lantai 6 hanya bisa ditempati oleh orang-orang penting.


Setelah sampai di lantai 6 mereka melihat bahwa struktur lantai 6 sama seperti hotel dimana ada lorong di depan dan pintu di kiri dan kanan.


Wanita Dwarf itu berjalan diikuti oleh Abelia dan yang lain dan berhenti di pintu nomor 606.


*tok tok tok


"Tuan, perwakilan dari Kota Laville sudah datang." Ucap wanita Dwarf.


"Oh sudah datang? Biarkan mereka masuk." Terdengar suara pria dari dalam ruangan.


Untuk Lein yang tinggi nya 190 cm membuat dirinya terlihat sangat tinggi jika dibandingkan dengan yang lain.


Octiorb dan Abelia masih bisa bergerak secara bebas karena Octiorb sekitar 180 cm dan Abelia sekitar 170 cm.


Untuk seorang wanita, Abelia memang bisa dibilang tinggi. Mungkin karena dia adalah ras naga yang membuat tubuh manusia nya menjadi sempurna.


"Silakan masuk nyonya." Ucap wanita Dwarf.


"Ya." Angguk Abelia.


Mereka bertiga kemudian memasuki ruangan dan wanita Dwarf itu pergi karena tugas nya hanya untuk menunjukkan jalan.


"Halo! Selamat datang di Kota Filopi!" Seorang pria Dwarf turun dari kursi nya dan mengulurkan tangan ke arah Abelia.


"Halo Tuan Bovug." Abelia berjabat tangan dengan Dwarf itu.


Bovug si Dwarf memiliki tinggi sekitar 150 cm keatas dan ia memiliki penampilan normal namun ada yang sedikit berbeda.


Yaitu kulit tubuh nya yang berwarna sedikit kemerahan. Entah itu karena sesuatu atau memang itu adalah kulit asli nya.

__ADS_1


"Silakan duduk Nyonya Abelia." Bovug mempersilakan Abelia duduk.


Bovug juga duduk dan dibelakang nya ada seorang pria manusia yang sepertinya adalah pengawal atau ajudan nya.


Pria itu mengenakan jas biasa namun terlihat sempit karena ia memiliki otot yang besar. Tinggi pria itu juga pendek untuk seorang pria yaitu sekitar 160 cm keatas.


"Kita memang sudah saling mengenal lewat telepon dan video hologram, namun mari kita memperkenalkan diri secara resmi."


"Namaku Bovug Redtank, Aku menjabat sebagai menteri luar negeri di Negara Filaria ini." Bovug memperkenalkan dirinya.


"Aku Abelia Morais, tidak memiliki jabatan resmi namun aku adalah istri walikota." Abelia juga memperkenalkan diri nya.


"Bagus, tapi nyonya bagaimana jika kita makan siang terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan serius kita?" Ucap Bovug.


"Tidak apa-apa." Abelia mengangguk tidak mempermasalahkan hal itu.


"Baiklah." Bovug menyuruh pengawal nya untuk mengambilkan telepon di meja sebelah.


Telepon itu digunakan untuk menghubungi pelayan jika ingin memesan sesuatu atau jika ada kendala dan masalah.


"Halo pelayan kami ingin makan siang, tolong bawakan dua set menu makan siang yang terbaik ke ruangan 606." Ucap Bovug.


"Baik, mohon ditunggu sebentar tuan." Balas pelayan.


Bovug hanya memesan dua set menu makan siang karena itu untuk dirinya sendiri dan juga untuk Abelia.


Pengawal nya dan juga pengawal Abelia yaitu Lein dan Octiorb tentu saja tidak akan makan bersama mereka berdua.


Karena status mereka adalah pengawal atau ajudan dan mereka tidak pantas makan bersama mereka berdua apalagi saati ini adalah pertemuan resmi.


Setelah beberapa saat, pelayan mengetuk pintu dan masuk sambil membawa troli yang berisikan makanan dan minuman yang sudah Bovug pesan.


Pelayan kemudian menaruh makanan dan minuman ke atas meja.


"Apakah ada yang tuan dan nyonya butuhkan lagi?" Tanya pelayan dengan sopan.


"Tidak ada, bagaimana dengan mu Nyonya Abelia?" Bovug melihat ke arah Abelia.


"Aku juga tidak ada." Abelia menggelengkan kepala nya.


"Baiklah, kalau begitu silakan dinikmati makan siang nya." Pelayan itu membungkukkan badan nya sedikit dan undur diri.


"Silakan nyonya." Ucap Bovug.


"Ya." Angguk Abelia.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian makan siang sambil berbincang-bincang sederhana.


__ADS_2