
"Rye, serangan apa yang kamu gunakan?" Lein bertanya kepada Rye yang masih terkejut.
"Ah, aku pengguna tombak! Namun dengan kemampuan ku, aku biasanya menyerang musuh dengan cara melemparkan tombak ku." Jawab Rye.
"Melempar tombak? Memangnya apa kemampuan mu kalau boleh tahu." Lein sedikit penasaran dengan kemampuan Rye.
"Tidak apa-apa, kemampuan ku adalah untuk menciptakan tombak pasir. Jadi aku biasanya menciptakan banyak tombak dan melemparkannya ke arah musuh." Rye memberitahu kemampuan nya.
"Apakah kamu melempar secara manual atau menggunakan mana?" Lein bertanya bagaimana cara Rye melempar tombak nya.
"Manual, aku tidak terlalu ahli dalam kontrol mana. Jadi aku hanya menggunakan mana sebagai pendorong saja." Jawab Rye.
"Jadi begitu, lalu apakah ada batasan seberapa banyak kamu bisa menciptakan tombak pasir?" Lein bertanya lagi.
"Mana, jika aku kekurangan mana maka aku tidak akan bisa menciptakan tombak pasir." Jawab Rye dengan jujur.
"Mana? Bagus, tugas mu saat ini adalah melempar tombak pasir mu ke sembarang tempat di sekitar Cavern Worm, biar aku yang membunuh mereka."
"Dan jangan khawatir dengan mana, aku akan menyediakan mana jika diperlukan." Lein menggunakan sihir terbang untuk Rye.
"Baiklah, aku juga tidak terlalu bisa membunuh Cavern Worm dengan tombak ku." Rye setuju dengan rencana Lein.
Rye membiasakan diri terlebih dahulu dengan sihir terbang sebentar, lalu setelah beberapa menit bisa mengendalikannya, Rye sudah siap.
Rye menciptakan banyak sekali tombak pasir dan melemparkan satu per satu tombak ke sekitar Cavern Worm untuk membingungkan mereka.
Lein terbang diantara Cavern Worm sambil mencari celah untuk menyerang. Kebetulan ada dua Cavern Worm yang sedang membuka mulut mereka.
"Dragon Language : Fire Bomb." Lein membuat dua bola api dan melemparkannya ke arah mulut kedua Cavern Worm.
Seperti sebelumnya, Cavern Worm yang mulutnya terkena ledakan bom api kehilangan kepala mereka dan tubuh nya terjatuh.
Tubuh kedua Cavern Worm yang terjatuh menghasilkan suara dan getaran yang sangat besar yang membuat Cavern Worm disekitar nya berpikir kalau ada musuh yang kuat.
Setengah dari jumlah Cavern Worm mendekati kedua tubuh yang telah mati sambil membuka mulut mereka lebar-lebar untuk menyerang.
"Haha, aku tidak menyangka akan semudah ini." Lein menciptakan banyak bola api lagi dan melancarkan nya ke semua Cavern Worm yang membuka mulut mereka.
Rye yang berada di atas langit membuka mulut nya karena takjub dengan pemandangan di bawah nya saat setengah jumlah Cavern Worm terbunuh dengan serangan sederhana.
"Siapa orang ini sebenarnya? Jika apa yang dia ucapkan mengenai akan membantu kami itu benar, maka dia akan menjadi bantuan yang sangat membantu kami." Batin Rye.
__ADS_1
Rye terus-menerus menciptakan tombak dan melemparkannya ke arah sekitar Cavern Worm yang masih hidup.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka berdua untuk membunuh sekitar 30 lebih Cavern Worm dengan mudah.
Rye turun ke bawah dan melihat kalau Lein sedang memotong semua ekor Cavern Worm dan menyimpannya ke dalam inventory nya.
"Apakah kamu hanya membutuhkan ekor nya saja?" Rye berjalan mendekati Lein.
"Ya, aku tidak membutuhkan bagian tubuh lain nya karena itu tidak memiliki nilai jual. Ambil saja semua nya jika kamu memerlukan nya." Jawab Lein.
"Terimakasih, aku akan mengambil daging nya saja. Daging Cavern Worm adalah daging yang sangat disukai oleh kami para Ras Gias." Rye berjalan ke arah ujung tubuh Cavern Worm yang tidak terlindungi oleh kulit keras.
"Mereka menyukai daging Cavern Worm? Apakah mereka ini gila bisa menyukai daging yang seperti itu!?" Lein melebarkan matanya tidak percaya.
Daging Cavern Worm memang memiliki tekstur yang lembut dan kenyal namun tekstur nya berubah 180 derajat saat diolah.
Tekstur daging Cavern Worm akan menjadi keras seperti batu saat digoreng, direbus, dibakar, atau diolah dengan metode yang lain.
"Tunggu, bagaimana cara Ras Gias mengolah daging Cavern Worm?" Lein menjadi penasaran karena ia juga ingin memakan daging Cavern Worm.
"Dikeringkan, diasap, dan dimakan mentah dengan ditambahkan beberapa bumbu untuk penambah rasa saja." Jawab Rye yang masih memotong daging Cavern Worm.
"Mentah? Apakah kalian tidak merasa jijik?" Lein sedikit terkejut dengan metode nya.
"Lagi pula, bahkan jika tidak enak, kami juga harus memakan nya karena tidak banyak spesies yang memiliki daging dengan tekstur lembut di sini."
"Kebanyakan dari mereka memiliki tekstur daging yang keras." Rye mengangkat bahu nya.
"Benar juga, manusia tidak ingin memakan daging Cavern Worm karena penampilan monster nya. Mungkin aku juga akan mencoba nya.." Batin Lein.
"Aku akan mengambil sedikit daging nya juga. Aku menjadi penasaran dengan rasa nya setelah kamu mengatakan hal itu." Ucap Lein yang memotong daging Cavern Worm juga.
"Tentu saja, ambil saja. Daging di satu tubuh Cavern Worm bisa untuk sekitar sepuluh ribu orang makan selama satu hari."
"Ada sekitar 30 lebih disini, jadi semuanya bisa digunakan untuk tiga ratus ribu orang makan selama satu hari." Ucap Rye.
"Banyak juga ya, apakah kalian sering memakan daging Cavern Worm?" Tanya Lein.
"Hm, bisa dibilang tidak sering namun tidak juga jarang, meskipun bisa untuk makan banyak orang namun Cavern Worm jarang ditemukan." Rye menyentuh dagunya.
"Tunggu..." Lein menyadari sesuatu yang janggal.
__ADS_1
"Ada apa? Eh..." Rye juga menyadari sesuatu.
"Cavern Worm... adalah monster yang hidup sendiri, bukan berkelompok..." Ucap Lein dan Rye secara bersamaan.
"Lalu mengapa mereka menyerang kita dengan jumlah yang banyak? Apakah mereka tertarik dengan kita?" Rye berpikir keras.
"Tidak, bahkan jika mereka tertarik dengan kita, mereka tidak akan mengganggu satu sama lain." Lein menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi...." Rye masih tidak bisa menemukan alasan nya.
"Ada satu hal yang terpikirkan di benakku, dan kemungkinan besar hal ini benar adanya." Lein menyipitkan matanya.
"Benarkah? Apa itu?" Rye menjadi penasaran.
"Anarchy Order. Mereka pasti berbuat sesuatu dengan Cavern Worm." Ucap Lein dengan nada serius.
"!! - Bagaimana bisa aku lupa!" Tiba-tiba Rye berteriak.
"Kamu menemukan ku di sebelah tenda bukan? Tenda itu digunakan oleh Anarchy Order untuk membuat suatu rencana."
"Karena lingkungan nya yang sepi, aku mencoba untuk mendekati tenda. Namun mereka menyadari keberadaan ku dan membuatku pingsan dengan sihir aneh."
"Lalu seperti yang kamu lihat, aku tidak memiliki satupun luka di tubuh ku. Bisa jadi mereka sengaja membiarkan ku untuk dijadikan makanan bagi para Cavern Worm."
"Sepertinya apa yang kamu pikirkan benar, Lein..." Rye menjelaskan mengapa dia bisa berada di dekat tenda.
"Hm, jadi para Cavern Worm ini sebenarnya ingin memangsa mu namun kebetulan sekali aku datang dan membuat mereka tidak bisa memakan mua ya..." Lein menyentuh dagunya.
"Ya, kemungkinan besar seperti itu." Rye mengangguk.
"Berapa lama untuk kita sampai ke Negara Tundra?" Tanya Lein.
"Tidak jauh, hanya perjalanan setengah hari jika berjalan." Jawab Rye sambil menunjuk ke suatu arah.
"Setengah hari dengan berjalan, maka jika kita terbang dengan kecepatan tinggi, akan memakan waktu sekitar satu sampai dua jam saja." Batin Lein.
Lein menggunakan sihir terbang untuk dirinya sendiri dan untuk Rye. Kemudian Lein menggunakan mana nya untuk mengangkat semua tubuh Cavern Worm.
"Rye, pimpin jalan nya, aku akan mengikuti mu." Ucap Lein.
"Dengan membawa banyak tubuh Cavern Worm, apakah kamu bisa menahan nya?" Rye sedikit khawatir.
__ADS_1
"Jangan khawatir, aku ini lebih kuat dari dugaan mu." Ucap Lein dengan nada serius.
"Baiklah." Rye mengangguk kemudian terbang ke arah Negara Tundra diikuti oleh Lein yang membawa banyak sekali tubuh Cavern Worm.