
Perjalanan menuju Kota Osimir dari Kota Plaillac memakan waktu selama 7 jam penuh dimana jika ada kendala maka bisa sampai 10 jam.
Beruntung, pesawat mereka hanya diserang oleh kawanan monster kecil yang lemah dan tidak menggangu jadwal penerbangan.
7 jam kemudian, sekitar jam 11 malam, pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Kota Osimir.
Karena kota pelabuhan, banyak sekali orang yang berada di Kota Osimir. Tidak hanya pelabuhan nya saja yang ramai, bandara nya juga sama ramai nya.
Pelabuhan Kota Osimir kebanyakan digunakan untuk berdagang dari benua lain. Sedangkan yang menggunakan pesawat adalah individu yang berbisnis.
Bandara Osimir masih terang benderang meskipun sudah hampir waktu tengah malam. Lein dan yang lain membereskan barang-barang dan keluar dari pesawat.
...----------------...
"Hah..Sudah jam 11 malam.. Aku sangat mengantuk..." Liza menguap karena ia mengantuk.
"Sabar. Aku sudah memanggil mobil untuk membawa kita ke hotel." Ucap Lein meminta Liza untuk bersabar.
Liza dan Octiorb mengantuk karena di perjalanan mereka asik bermain sedangan Lein dan Bianca saat ini masih terjaga karena mereka beristirahat sebelumnya.
Mobil panggilan datang dan membawa mereka menuju hotel yang sudah Lein pesan.
Lein memesan satu kamar hotel yang paling mahal. Hotel itu terletak di dekat laut. Dari jendela, para pengunjung bisa menikmati pemandangan laut yang indah.
Meskipun hanya satu kamar yang Lein pesan, tetapi di kamar tersebut sangat luas bahkan ada 3 kamar lagi didalamnya.
Kamar yang Lein pesan seperti sebuah apartemen. Ada 3 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, ruang makan, dan yang lainnya.
"Ah sampai! Aku akan langsung tidur!" Liza menaruh koper nya dengan sembarangan dan memasuki salah satu kamar.
"Meskipun aku tidak memerlukan tidur, tetapi aku sudah kecanduan dengan tidur!" Teriak Octiorb yang memasuki kamar lain juga.
Lein dan Bianca hanya menggeleng-gelengkan kepala. Mereka segera menaruh koper di dekat sofa dan bersantai sejenak.
Bianca menyalakan televisi dan mengganti saluran televisi. Ia memilih sebuah saluran televisi yang sedang menyiarkan lagu-lagu klasik.
"Oh? Kamu suka lagu klasik?" Tanya Lein.
"Hm, seperti itulah." Angguk Bianca.
"Hm?" Lein mengangkat alis nya saat melihat sesuatu di ponsel nya.
"Ada apa?" Bianca bertanya saat melihat ekspresi Lein.
__ADS_1
"Ternyata besok akan ada bazar di dekat pelabuhan. Mereka nantinya akan menjual berbagai macam produk, terutama produk laut." Lein membaca berita di ponsel nya.
"Bazar? Kebetulan sekali ya. Kalau begitu agenda untuk besok adalah pergi ke bazar. Mari kita mulai berlibur dengan hal yang ringan terlebih dahulu." Ucap Bianca.
"Boleh juga, aku setuju. Untuk mereka berdua, pasti setuju karena akan ada banyak sekali makanan, haha." Lein tertawa kecil.
"Haha, benar juga..." Bianca juga tertawa kecil.
"Tiba-tiba aku ingin kopi lagi. Aku akan membuatnya, apakah kamu menginginkan sesuatu?" Lein berdiri.
"Um, kopi yang ringan kurasa." Jawab Bianca.
"Baiklah..." Lein berjalan menuju dapur.
Lein tidak sempat membeli kopi yang ia suka di Kota Dragon Tide dan mereka tidak menjual kopi mereka di toko sistem.
Daripada membeli kopi yang belum tahu rasanya di toko sistem, Lein memutuskan untuk menggunakan kopi yang sudah disediakan di dapur.
Kopi yang disediakan oleh pihak hotel adalah kopi kemasan. Tentu saja bukan kopi kemasan yang harganya murah, melainkan yang mahal dan enak.
Lein mengisi teko dengan air kemudian memasak air di dalam teko karena itu merupakan teko listrik yang hanya tinggal dicolokkan saja.
Kemudian ia mengambil dua cangkir dari rak, Lein mengambil satu kopi kemasan berwarna hitam dan satu lagi yang berwarna putih.
Kopi yang hitam tentu saja untuk Lein karena ia memang menginginkan kopi hitam. Sedangkan yang putih merupakan kopi susi untuk Bianca karena ia menginginkan kopi yang ringan.
Aroma harum dari kopi hitam dan kopi susu tercampur menjadi satu dan menghasilkan aroma baru yang lebih harum.
Setelah mengaduk kopi sampai rata, Lein membawa kedua cangkir berisikan kopi ke ruang keluarga dan menaruhnya di meja.
"Silakan." Ucap Lein yang kemudian duduk.
"Wah, terimakasih." Bianca berterimakasih.
Mereka berdua kemudian berbincang-bincang dengan topik yang lucu dan menghibur untuk melepas lelah karena penerbangan.
Lalu Bianca memilih untuk tidur duluan pada saat jam 1 malam. Ia berjalan menuju kamar yang digunakan oleh Liza dan tidur bersama nya.
Sedangkan Lein saat ini sedang berdiri di balik jendela sambil mengagumi pemandangan laut pada saat malam hari.
Lalu, setelah cukup untuk menikmati pemandangan, Lein berjalan menuju kamar yang masing kosong dan tidur di sana.
...----------------...
__ADS_1
Keesokan harinya, pukul 6 pagi.
Lein bangun dan melihat bahwa sudah ada Bianca yang sedang merebus air di teko dan sedang memilih ingin membuat apa.
"Oh Lein, kamu sudah bangun. Apakah kamu mau minum sesuatu?" Tanya Bianca yang melihat Lein keluar dari kamar.
"Teh hangat biasa dengan sedikit gula tolong." Jawab Lein.
"Tentu. Kalau begitu aku juga sama karena aku bingung harus memilih apa." Angguk Bianca.
Lein berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh muka dan menggosok gigi. Kemudian ia keluar dari kamar mandi melihat Bianca sudah menaruh teh nya di meja ruang keluarga.
"Aku lupa, selamat pagi." Ucap Lein menyapa Bianca yang sedang membaca buku novel yang ia baca di pesawat.
"Selamat pagi juga." Bianca menyapa balik.
"Mereka berdua belum bangun?" Lein duduk di sofa seberang Bianca.
"Belum, mungkin karena merasa terlalu lelah." Jawab Bianca membalik halaman buku novel.
Lein menyalakan televisi dan mengganti saluran televisi nya menjadi saluran yang sedang menyiarkan acara pagi hari yang ceria.
Kemudian ia mengambil cangkir dan meniup teh nya karena masih panas lalu meminum nya sedikit.
"Pagi..." Liza membuka pintu kamar dan mengapa Lein dan Bianca.
"Selamat pagi." Angguk Lein.
"Pagi Liza, basuh muka mu dan gosok gigi." Ucap Bianca seolah-olah ia adalah ibu Liza.
"Baik.." Liza menuruti ucapan Bianca.
Selang beberapa waktu, Octiorb juga bangun dan membasuh muka serta menggosok giginya.
Mereka berempat berkumpul di ruang keluarga dan berbincang-bincang sambil melihat acara televisi yang menyenangkan.
"Ngomong-ngomong, agenda hari ini adalah pergi ke bazar. Disana akan ada banyak sekali produk terutama produk laut." Ucap Lein kepada Liza dan Octiorb.
"Bazar!?" Mata Liza menjadi berbinar-binar.
"Oh?" Octiorb juga tertarik.
"Benar, dan sepertinya bazar kali ini adalah sebuah bazar murah dimana semua orang bisa membeli produk-produk yang penjual tawarkan." Lein memberitahu kepada mereka.
__ADS_1
"Bazar murah, aku menjadi tambah tertarik." Ucap Liza.
"Haha, jika murah, berarti aku bisa membeli banyak sekali barang..." Octiorb tertawa kecil.