
Pagi harinya, mereka bertiga pergi ke kota perdagangan yang ada di pinggiran pantai kemudian terbang menuju pulau tak berpenghuni.
Abelia mengubah wujud nya menjadi naga lalu Lein dan Octiorb menaiki punggung nya. Kemudian mereka terbang kembali menuju Benua Manusia.
...----------------...
Mereka sudah sampai di padang rumput di dekat Kota Laville, dan saat mereka bertiga akan kembali, Lein melihat sosok berjubah hitam sedang berjalan.
Sosok berjubah hitam itu berjalan di padang rumput yang memiliki rumput tinggi dan Lein juga kebetulan melihat sosok itu.
"Orang itu terlihat mencurigakan, Analisa." Gumam Lein.
[ analisa berlangsung ]
[ Geok Ma
level : 85
kemampuan : Telekinesis (A)
Seorang pria muda yang baru saja bergabung dengan Organisasi Anarchy Order ]
"!!" Lein melebarkan matanya karena terkejut saat melihat hasil analisa nya.
"Nyonya Abelia, Octiorb, bisakah kalian kembali duluan? Aku ada urusan disini." Lein berbicara dengan suara rendah.
"Urusan? Apa itu?" Tanya Abelia.
"Ada anggota Anarchy Order di dekat kita, aku akan mengatasi nya." Jawab Lein.
"Anarchy Order?" Abelia mengerutkan kening nya.
"Kalau begitu biar aku yang mengatasi saja, agar cepat." Ucap Abelia.
"Nyonya, sebaiknya kita kembali. Orang ini memiliki dendam yang sangat mendalam terhadap Anarchy Order." Ucap Octiorb.
"Eh, benarkah?" Abelia ragu.
"Akan aku jelaskan nanti nyonya, sekarang kita kembali saja terlebih dahulu." Ucap Octiorb mengangguk.
"Baiklah. Tapi Lein, kamu bisa mengatasi nya?" Tanya Abelia.
"Aku yakin. Karena aku sudah tahu kemampuan orang itu." Lein berkata dengan nada yakin.
"Bagus. Kalau begitu kami kembali duluan." Angguk Abelia.
Abelia dan Octiorb kemudian kembali ke Kota Laville terlebih dahulu dan Lein mengejar Geok Ma yang akan pergi ke arah berlawanan.
"Heh, ayo kita buru orang itu." Lein menyeringai.
Lein memang membenci Anarchy Order, namun dulu kebencian Lein hanya karena Anarchy Order selalu mengacau.
__ADS_1
Namun sekarang Lein benar-benar membenci Anarchy Order. Karena mereka sudah membuat kehidupan Lein tidak tenang.
Dan juga karena Frederic dan Althea yang ingin Lein bunuh juga merupakan petinggi Anarchy Order yang sepertinya memiliki posisi khusus.
"Hah..." Lein menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya kemudian ia menghilang dari tempat nya.
Lein menggunakan teknik gerakan kaki nya dengan kecepatan maksimal agar bisa sampai dengan cepat ke arah Geok Ma.
"!!" Geok Ma merasakan sesuatu yang akan datang dan itu berbahaya.
"Telekinesis : Air Shield." Geok Ma mengendalikan udara di sekitar nya untuk menjadikan nya perisai.
Dan tiba-tiba saja Lein sudah berada di depan Geok Ma dan menyerang dengan kedua katana nya namun Lein sedikit terlambat.
"Ho.. Respon mu cepat juga." Ucap Lein.
"Siapa kamu!?" Teriak Geok Ma.
"Orang yang akan membunuh mu!" Lein menyeringai.
"Dragon Dance : Gravity Slash!" Lein menebas perisai udara Geok Ma dengan kedua katana nya.
"Sial!" Geok Ma memusatkan seluruh pertahanan nya ke depan untuk menangkis serangan Lein.
Namun meskipun begitu, Geok Ma tetap terhempas jauh ke belakang walaupun Lein hanya menyerang perisai udara nya.
"Kenapa kamu bergabung ke dalam Organisasi sampah itu? Padahal kamu masih muda." Ucap Lein.
"Tentu saja, aku tidak akan menyerang mu kalau aku tidak tahu." Lein mengangkat bahu nya.
"Sial." Geok Ma menjadi panik.
"Jadi? Kamu belum menjawab pertanyaan ku." Ucap Lein.
"Alasan ku? Tentu saja karena aku ingin membalas dendam!" Geok Ma menunjukkan ekspresi yang mengerikan.
"Balas dendam? Kepada siapa?" Tanya Lein santai.
"Tentu saja kepada dunia ini! Dunia selalu mengabaikan ku, aku sudah berbuat baik tetapi aku dibalas dengan perbuatan jahat."
"Aku sudah berusaha keras tetapi pada akhirnya aku kalah. Aku tidak punya pilihan lain selain bergabung dengan Anarchy Order!"
Geok Ma mengatakan alasan mengapa ia bergabung ke dalam Organisasi Anarchy Order.
"Hah... Mengapa penjahat selalu menyalahkan dunia." Lein sudah muak.
Memang benar, kebanyakan penjahat lahir karena lingkungan yang buruk. Namun mereka juga salah karena selalu menyalahkan sekitar.
Seolah-olah mereka adalah korban. Padahal mereka sebenarnya tidak mau berusaha untuk keluar dari zona nyaman mereka.
Mereka tidak ingin mencari alasan mengapa mereka diperlakukan buruk, mereka juga tidak memiliki keinginan untuk melawan dunia.
__ADS_1
Dan saat mereka dalam keadaan putus asa, mereka semua melakukan hal yang sama, yaitu menyalahkan dunia.
"Penjahat yang seperti ini biasanya akan mudah untuk dikalahkan. Penjahat yang benar-benar jahat adalah orang yang sangat sulit untuk dikalahkan." Pikir Lein.
"Dragon Dance : Dragon Gravity Slash." Lein menggunakan sihir yang baru.
Sama sama menebas, namun gelombang tebasan yang keluar kali ini berbentuk naga dengan kekuatan gravitasi yang lebih besar.
"Telekinesis : Air Shield!" Geok Ma membuat perisai udara yang sangat tebal.
Tebasan Lein mengenai perisai udara dan membuat ledakan yang sangat keras.
"Telekinesis : Object Control." Geok Ma mengendalikan benda-benda disekitar nya dengan telekinesis.
Entah itu tanah, batu, kayu, atau apapun itu. Kemudian Geok Ma melancarkan semua nya ke arah Lein.
"Lambat." Ucap Lein.
Lein mengayunkan kedua katana nya untuk menangkis semua benda-benda yang datang ke arah nya dengan mudah.
Lein kemudian datang ke arah Geok Ma dengan cepat dan menebas menggunakan bagian belakang katana yaitu bagian yang tumpul.
Namun karena perbedaan kekuatan diantara mereka berdua, Geok Ma terhempas meskipun Lein hanya menyerang secara sederhana.
"Hm, tubuh fisik mu buruk. Itu berarti kamu menggunakan poin kosong mu ke sihir mu semua ya..."
"Memang bagus untuk memfokuskan nya ke sihir agar telekinesis mu kuat, namun jika kamu terkena satu serangan saja, tubuh mu akan langsung terluka parah." Ucap Lein.
"Kugh! Keluarlah! Goblin!!" Geok Ma mengeluarkan sebuah plakat dan menghancurkan nya.
Kemudian lingkaran sihir muncul di sekitar Geok Ma dan muncullah beberapa Goblin berkulit hijau yang memegang senjata tajam.
"Artefak? Bukan, artefak tidak mungkin memanggil Goblin lemah. Kalau begitu ini hanya sebuah item pemanggilan ya..." Pikir Lein.
"Goblin! Sedang dia!" Geok Ma memerintahkan Goblin untuk menyerang Lein.
"Kiek!!!" Goblin berteriak dan segera berlari menuju Lein sambil memamerkan senjata mereka.
"Muka kalian menjijikan." Lein hampir muntah melihat wajah Goblin.
Wajah Goblin memang menjijikan, bertubuh pendek, berbau busuk, intinya Goblin adalah monster yang dibenci oleh orang-orang.
"Enyahlah kalian!" Lein menebas secara horizontal dan semua kepala Goblin terlepas.
"Sekali serang!? Sial." Geok Ma membelalakkan mata nya.
"Keluarlah Hob-goblin!" Geok Ma mengeluarkan plakat dan menghancurkan nya lagi.
Lingkaran sihir yang lebih besar muncul dan beberapa Hob-goblin yang bertubuh besar muncul.
"Sedang dia!" Geok Ma memerintahkan semua Hob-goblin.
__ADS_1
"Cih, merepotkan." Lein mendecakkan lidah nya.