
"Sial, dimana ini..." Lein memegangi kepala nya yang pusing dan melihat ke sekeliling.
"gurun pasir?" Lein mengerutkan kening nya.
Benar, Lein saat ini berada di gurun pasir yang sejauh mata memandang hanyalah pasir yang panas tanpa makhluk hidup lain.
"Benua Manusia tidak memiliki gurun pasir yang luas seperti ini. Apakah ini berada di dalam dungeon atau di benua lain?" Lein mencoba berpikir.
Lein juga sendirian di gurun pasir tersebut, sepertinya Liza dan Octiorb berpindah ke tempat yang berbeda dengan dirinya.
"Analisa dimana tempat ini berada..." Lein menganalisa.
[ analisa berlangsung ]
[ Melihat dari situasi di sini, sepertinya host berada di dalam dungeon ]
"Sudah kuduga. Namun, dungeon adalah sebuah gua atau labirin, jika di dalam dungeon adalah tempat seluas ini, maka aku sedang berada di dalam dungeon kelas dewa." Lein menyipitkan mata nya.
Jika itu adalah dungeon kelas atas, dengan kekuatan nya yang sekarang, Lein bisa menyelesaikan nya dengan percaya diri.
Namun untuk dungeon kelas dewa, Lein masih belum yakin. Itu juga karena dungeon kelas dewa sangat jarang ada di berita.
Biasanya dungeon kelas dewa selalu dirahasiakan oleh pemerintah atau orang-orang berpengaruh karena dampak nya akan sangat besar jika publik mengetahui nya.
Jadi, Lein menjadi sedikit gugup saat mengetahui kalau dia saat ini sedang berada di dalam dungeon kelas dewa yang misterius.
"Pesan ku terkirim, itu berarti kita masuk ke dalam dungeon yang sama namun berbeda area." Lein mengirimi Liza pesan.
"Namun, aku tidak bisa menghubungi Octiorb dengan transmisi suara. Apakah dungeon ini memang menghalangi nya?" Lein tidak bisa menghubungi Octiorb.
Ponsel tidak bisa digunakan di dalam dungeon, hanya sistem yang bisa digunakan. Jadi Lein hanya bisa mengirimkan pesan kepada Liza.
"!!" Lein merasakan adanya bahaya dari bawah.
Lein menjadi waspada dan sudah bersiap untuk menyerang dan bertahan jika ada musuh yang muncul dan berusaha untuk menyerang Lein.
Sekitar di jarak 10 meter dari tempat Lein, pasir disana bergetar. Lalu muncullah seekor monster yang panjang dan besar.
"Ular!? Bukan, cacing gurun!" Lein menyadari apa yang muncul.
__ADS_1
[ analisa berlangsung ]
[ Cavern Worm
level : 107
kemampuan : menggali pasir
seekor cacing raksasa yang sangat berbahaya karena bisa bergerak secara bebas di dalam pasir seperti sedang berenang di dalam air ]
Cavern Worm memiliki tubuh yang sangat panjang dan berdiameter lebar. Ia memiliki kulit yang sangat keras seperti cangkang.
Ekor nya yang memiliki duri yang besar dan tajam juga menjadi salah satu cara Cavern Worm untuk menyerang musuh nya.
Cavern Worm juga tidak memiliki mata, ia bisa mendeteksi lingkungan sekitar nya dengan merasakan getaran dan suara.
Namun yang paling mencolok adalah mulut nya. Cavern Worm memiliki gigi yang berjumlah ribuan dengan ukuran kecil-kecil namun sangat tajam.
Sekali makhluk hidup memasuki mulutnya, maka kemungkinan untuk bebas dari mulutnya adalah sangat kecil.
"Cavern Worm, menurut buku yang sudah aku baca di masa lalu... Kelemahan Cavern Worm terletak pada bagian dalam mulut nya."
"Yah, meskipun aku bisa dengan mudah membunuh nya dengan serangan besar, namun itu akan membuang banyak waktu." Batin Lein.
Lein menginjak pasir lalu melompat tinggi menuju Cavern Worm yang kepala nya berada di udara karena tubuh nya sangat panjang.
Lein mengarahkan telapak tangan kanan nya ke arah Cavern Worm yang sedang membuka mulut nya saat merasakan Lein datang.
"Dragon Language : Fire Bomb." Lein menciptakan sebuah bola api yang berwarna merah gelap.
Kemudian Lein melancarkan bola api itu ke arah mulut Cavern Worm. Namun, Cavern Worm menurut mulutnya kembali dan memasuki pasir.
Bom api yang Lein lancarkan hanya mengenai kulit nya dan tidak terjadi apa-apa karena kulit nya sangat keras yang membuat tubuh nya sama sekali tidak terluka.
"Sial aku lupa! Dia bisa mendeteksi suara dan getaran! Aku harus mengganti serangan ku!" Lein mendarat dan mencoba berpikir serangan apa yang cocok.
"Tidak, mudah untuk mendekati nya tanpa suara dan getaran, namun setiap sedangan akan menghasilkan suara dan getaran."
"Bahkan jika itu adalah angin, jika angka nya berhembus juga akan mengeluarkan suara yang bisa di oleh dengan telinga."
__ADS_1
"Kurasa tidak ada pilihan lain, aku akan membuat getaran di berbagai tempat agar Cavern Worm bingung dimana serangan yang sebenarnya." Pikir Lein.
Cavern Worm muncul dari bawah, Lein menggunakan sihir terbang kemudian ia terbang ke udara dan melihat kalau Cavern Worm berusaha untuk mengigit nya.
Lein merentangkan kedua tangan nya lalu ia bersiap untuk mengeluarkan serangan kecil dalam jumlah yang sangat banyak.
"Tidak perlu serangan yang besar untuk mengalihkan perhatian nya, cukup serangan yang kecil namun bisa menghasilkan getaran." Pikir Lein.
"Dragon Language : Mana Bullet." Lein menciptakan banyak sekali peluru mana yang berukuran satu ibu jari.
Kemudian Lein mengarahkan semua peluru mana nya ke sekitar Cavern Worm kemudian Lein terbang menuju Cavern Worm juga.
Saat peluru mana menyentuh pasir dan membuat ledakan kecil yang menghasilkan getaran, Cavern Worm bingung karena di sekitar nya ada banyak sekali getaran.
Cavern Worm membuka mulut nya lebar-lebar dan mencoba menggigit sesuatu dari arah terjadinya getaran karena ia mengira kalau ada banyak musuh di sekitar nya.
"Ini kesempatan!" Lein melihat Cavern Worm membuka mulutnya.
"Dragon Language : Fire Bomb!" Lein menciptakan bola api merah gelap lagi.
Kemudian saat Cavern Worm akan mengigit udara karena ia mengira kalau ada musuh di depan nya, bom api yang Lein lancarkan memasuki mulut nya.
Cavern Worm secara reflek menutup mulut nya karena terkejut ada sesuatu yang memasuki mulut nya namun tindakan nya justru akan membuat nya menderita.
Bom api yang ada di dalam bersentuhan dengan dinding mulut Cavern Worm dan menyebabkan ledakan yang sangat besar.
Ledakan itu bahkan sampai menghancurkan kepala Cavern Worm langsung tanpa membiarkan Cavern Worm berteriak kesakitan.
Tubuh Cavern Worm yang sudah tidak memiliki kepala langsung jatuh ke bawah dengan kencang dan membuat getaran seperti gempa kecil.
Lein terbang ke arah ekor Cavern Worm dan menggunakan mana nya untuk memotong duri-duri yang besar dan tajam di ekor nya.
"Ekor Cavern Worm memiliki duri dengan ukuran yang sangat besar dan juga tajam. Duri-duri ini bisa menjadi material untuk membuat senjata."
"Meskipun kulit nya keras, namun itu tidak bisa digunakan untuk membuat armor karena kulit nya memiliki sifat menyerap panas."
"Tubuh orang yang memakai armor dari kulit Cavern Worm akan menjadi gosong karena armor nya menyerap panas namun tidak bisa mengeluarkan panas."
"Lalu, aku akan mengambil ekor nya saja. Bahkan tubuh lain Cavern Worm tidak terlalu memiliki nilai jual." Pikir Lein.
__ADS_1
Setelah memotong ekor Cavern Worm, Lein langsung menyimpan nya ke dalam inventory lalu ia terbang ke udara dan mulai menjelajah dungeon.