Analysis Eye

Analysis Eye
Kemenangan Lein Melawan Frederic


__ADS_3

Beberapa waktu sebelumnya.


"Ayo berpindah." Batin Frederic.


Frederic mengaktifkan gulungan perkamen teleportasi itu dengan cara menyalurkan mana ke gulungan nya, namun...


"Kamu kira... kamu sudah menang?" Suara Lein terdengar dari dalam asap yang tebal.


"!!" Frederic membelalakkan matanya saat mendengar suara Lein.


Kemudian ia melihat ada sesuatu yang mendekat dengan kecepatan tinggi sampai-sampai ia tidak bisa melihat pergerakan nya.


"Bagaimana? Apakah kamu terkejut?" Lein berdiri di depan nya.


"Bagaimana bisa!?" Frederic berteriak tidak percaya.


Lein tidak menjawab pertanyaan Frederic, ia mengepalkan tangan kanan nya dan meninju perut Frederic dengan sangat keras.


"Kugh!" Frederic terhempas jauh ke belakang..


Lein berlari mengambil kedua katana nya kemudian ia melompat tinggi ke atas dan mengangkat kedua katana nya tinggi-tinggi.


"Dragon Language : Falling Star Attack." Teriak Lein.


Muncul cahaya emas dari kedua katana Lein, kemudian sebuah gelombang pedang berwarna emas terbentuk dari ayunan kedua katana nya.


Gelombang pedang berwarna emas yang berukuran besar itu sangat menyilaukan apalagi mereka saat ini sedang berada di gurun pasir.


Frederic menutup matanya karena terlalu silau namun tindakan itu membuat dirinya terkena serangan gelombang pedang itu.


"Arghh!" Frederic merasakan sakit di dada nya.


Ia melihat ke bawah dan melihat kalau ada luka tebasan yang sangat lebar dan panjang di dada nya sampai berdarah-darah.


Frederic segera mengeluarkan ramuan penyembuh dan menuangkan nya ke luka yang ada di dada nya namun Lein sudah berada di depan nya.


"Kamu kira aku akan membiarkan hal itu?" Lein menusuk perut Frederic dengan kedua katana nya.


"Sial!" Frederic merasakan rasa sakit di dada dan juga perut nya.


Lein memegang kedua bahu Frederic dan menggunakan Skill Mana Absorb untuk menyerap mana di tubuh Frederic karena dirinya kekurangan mana.


"!!" Frederic merasakan kalau mana ditubuh nya berkurang.


Ia mengabaikan dua katana yang masih menancap di perut nya dan segera menendang perut Lein dengan keras yang membuat Lein mundur beberapa langkah.


Frederic segera berlari menjauhi Lein untuk menjaga jarak. Kemudian ia mencabut dua katana Lein yang ada di perut nya.

__ADS_1


"Sialan, bagaimana bisa dia masih memiliki kekuatan seperti itu!?" Frederic benar-benar bingung.


"Divine Power : Divine Punch." Dari kejauhan, Lein sedang menuju udara.


Kemudian muncul gelombang udara berwarna emas karena Lein menggunakan Divine Power yang sedang menuju ke arah Frederic.


"Sword Art : Hell's Sword Slash." Frederic menggunakan teknik pedang baru.


Sebuah gelombang pedang berwarna hitam namun ada percikan api yang berwarna hitam juga muncul dan terbang ke arah gelombang udara milik Lein.


Keduanya bertabrakan dan menghasilkan ledakan yang besar yang menyebabkan pasir berterbangan kemana-mana dan asap tebal muncul.


"Dragon Language : Gravity Blast." Lein melakukan pukulan udara lagi.


Kali ini, gelombang udara transparan muncul dari pukulan Lein dan melaju kencang ke arah Frederic yang berada di sisi lain.


Hempasan Gravitasi Lein melewati asap dan membuat asap nya hilang. Namun Lein tidak melihat Frederic ada disana.


"Sword Art : Hell's Sword Stab." Suara Frederic terdengar di belakang Lein.


Lein segera segera berbalik dan akan menghindar namun ia sudah terlambat, dada kanan nya tertusuk oleh pedang Frederic yang mengeluarkan api hitam.


"Argh!!!" Lein berteriak kesakitan.


"Kamu memiliki respon yang bagus, tadinya aku berniat untuk menusuk jantung mu namun kamu berhasil menghindari nya meskipun pada akhirnya dada kanan mu yang tertusuk." Ucap Frederic.


"Berisik." Lein memegang tangan Frederic dengan erat dan membuka mulutnya lebar-lebar.


"Dragon Language : Mana Cannon!" Lein menembakkan meriam mana.


Frederic tahu ia tidak bisa menghindari nya, jadi ia menggerakkan tubuh nya ke kiri dan mengorbankan tangan kanan nya.


"Keputusan yang bagus, jika kamu tidak menggerakkan tubuh mu di detik-detik terakhir, maka kamu akan mati." Lein menyeringai.


Lein melepaskan tangan Frederic namun ia memegang leher nya, kemudian Lein melemparkan Frederic ke atas dengan kuat.


Pedang yang masih menancap di dada nya Lein cabut, kemudian Lein melompat tinggi dan menendang perut Frederic dengan keras.


"Ugh!" Frederic berteriak kesakitan dan jatuh ke bawah.


Sebelum menyentuh pasir di bawah, Lein sudah berada di sana dan menendang pinggang kanan Frederic yang membuatnya terhempas jauh.


Frederic terguling-guling di atas pasir yang panas sebelum pada akhirnya berhenti dan berbaring lemas dan tidak bergerak.


Napas nya terengah-engah karena sudah kehilangan banyak darah, namun ia mencoba untuk bangkit karena ia masih perlu untuk membunuh Lein apapun yang terjadi.


Namun, apa yang ia lihat saat mencoba bangkit adalah ujung pedang miliknya yang sedang terbang ke arah nya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Frederic yang terkejut dan sudah tidak bisa bergerak lagi tidak bisa menghindari nya. Kemudian pedang miliknya itu menusuk jantung sampai menembus tubuh nya.


"Sialan..." Umpat Frederic.


Lein berjalan datang menghampiri Frederic yang jantung nya sudah tertusuk pedang milik nya sendiri dan ia sudah mengeluarkan banyak sekali darah.


"Kamu ceroboh." Lein berjongkok di depan Frederic.


"... Bagaimana bisa?" Frederic bertanya mengapa Lein masih hidup.


"Artefak, itu sudah hancur, namun kegunaan nya adalah mentransfer rasa sakit pengguna ke artefak nya yang membuat aku memiliki nyawa tambahan." Lein menjawab nya.


Artefak yang dimaksud oleh Lein adalah artefak yang ia ambil dari rumah milik Kiva dulu, yaitu Artefak The Smiling Straw Doll.


"Sialan, aku tidak menyangka kalau kamu memiliki artefak yang sangat berharga..." Frederic marah.


"Aku tidak tahu apa reaksinya saat tahu kalau aku memiliki item yang bisa menyembuhkan semua luka asalkan jantung orang tersebut masih berdetak." Batin Lein.


Yang Lein maksud adalah sebuah item pemberian Dewi Ariel saat Lein menang melawan Athein si malaikat fanatik dulu.


"Selamat tinggal, Frederic. Sekarang kamu bisa menyusul Althea." Lein tersenyum bahagia.


"Kamu..." Frederic ingin mengumpat namun kesadaran nya perlahan-lahan mulai menghilang dan pada akhirnya ia mati.


"Aku tidak bisa membiarkan mana mu terbuang sia-sia." Lein menyentuh tubuh Frederic kemudian menggunakan Skill Mana Absorb untuk menyerap mana yang tersisa.


"Bagus, kurasa aku sudah pulih setengah dari kekuatan ku. Kemampuan regenerasi dan Skill Mana Absorb memang sangat berguna." Lein berdiri dan merenggangkan otot-otot nya.


"Aku ingin memberitahu kepada Alder kalau aku bertarung di sini namun sepertinya aku tidak memiliki banyak waktu karena masih ada Anarchy Order yang tersisa." Batin Lein.


Lein memegang kerah pakaian Frederic, kemudian ia menggunakan kunci dungeon untuk keluar dari Dungeon Tundra Desert.


Lein sampai di tempat sebelumnya yaitu bangku taman, ia melihat kalau di hutan belakang universitas sedang ada pertempuran karena suaranya sangat keras.


Lein menggunakan sihir terbang sambil membawa tubuh Frederic kemudian menggunakan mana untuk mendeteksi lingkungan sekitar.


Ia merasakan kalau pertarungan nya sangat sengit, namun ia juga merasakan kalau ada dua orang kuat yang sedang bertarung di sisi lain hutan.


"Hm, aku merasakan mana yang akrab. Apakah itu Liza? Tapi dia tidak bisa menggunakan mana, lalu itu artinya Presiden Brynn sedang bertarung." Pikir Lein.


"Ayo kesana." Lein terbang ke lokasi pertarungan.


...----------------...


Kembali ke waktu sekarang.


"Sial! Tidak mungkin dia akan kalah dari Lein!" Teriak seorang pria.

__ADS_1


"Hm? Sepertinya mereka berdua sedang membicarakan ku ya." Lein mendarat di hutan belakang seseorang yang memakai jubah.


"Sayang sekali, namun aku menang." Lein membalas ucapan pria itu.


__ADS_2