
"Halo... Kakek?" Lein berdiri dan menyapa kekek Linda.
"Ho? Jadi kamu adalah pacar Linda?" Tanya kakek Linda.
Kakek Linda yang bernama Ronny Lauren adalah pemimpin dan kepala keluarga Lauren sebelum ayah Linda, Gino Lauren.
Dan istri nya yaitu nenek Linda bernama Haven Hai adalah orang yang mengatur keuangan dan administrasi keluarga Lauren sebelum Addea.
"Benar.." Ucap Lein rendah hati.
"Hahaha! Bagus-bagus!" Ronny menepuk-nepuk punggung Lein dengan keras.
"..." Lein hanya bisa menahan nya.
"Hey hey, jangan berlebihan!" Haven menghentikan tindakan Ronny.
"Maafkan sikap pak tua itu ya nak." Haven memegang tangan Lein.
"Haha, tidak apa-apa nenek." Ucap Lein.
"Ngomong-ngomong, ini ada hadiah pemberian dari ku untuk nenek dan kakek." Lein mengeluarkan hadiah nya.
Yaitu tas kecil dengan isi satu kemasan Brisc Nectar Tea untuk kakek Linda. dan satu kotak kecil berisi kain berkualitas untuk nenek Linda.
"Hm?" Ronny mencium bau teh yang harum.
Ronny membuka tas kecil itu dan melihat bahwa didalamnya ada satu kemasan Brisc Nectar Tea yang berasal dari wilayah selatan benua manusia.
Haven juga membuka kotak kayu yang diberikan oleh Lein. Ia melihat ada kain berkualitas yang bersinar dari dalam kotak kayu.
"!!" Ronny dan Haven sama sama terkejut dengan hadiah pemberian Lein.
"Ayah, ibu, kalian terkejut bukan?" Gino tersenyum melihat reaksi terkejut Ronny dan Haven.
"Ini..." Ronny dan Haven saling memandang lalu mereka melihat ke arah Lein.
"Ini terlalu mahal nak." Ucap Ronny.
"Benar, kami tidak bisa menerima ini." Ucap Haven.
"Tidak apa-apa kakek, nenek, ambil saja. Karena aku adalah pacar Linda." Ucap Lein tersenyum.
"Baiklah kalau begitu..." Ronny dan Haven tersenyum lalu menerima hadiah pemberian dari Lein.
"Bagus! Haruskah kita makan malam sekarang?" Tanya Addea.
"Benar! Bagaimana bisa kamu lupa. Ayo kita segera makan malam." Mereka lalu berjalan menuju ruang makan.
Addea, Haven, dan beberapa pelayan segera menyiapkan dan mengantarkan makanan ke meja ruang makan.
"Ini semua aku yang buat, dijamin lezat." Addea membusungkan dadanya.
"Sedikit informasi, dirumah ini hanya ada pelayan untuk membersihkan dan membereskan rumah. Untuk memasak semua nya pekerjaan ibuku." Bisik Linda kepada Lei.
"Woah, ibumu sungguh hebat." Bisik Lein.
__ADS_1
"Tentu saja." Bisik Linda dengan nada sombong.
Mereka semua lalu memulai makan malam nya. Di awal-awal tidak ada yang berbicara karena mereka menikmati makanan nya.
Lalu saat setengah selesai, Ronny memulai pembicaraan nya. Lalu kemudian Gino mengatakan apa yang Lein katakan tadi di ruang tamu.
"Hm tidak apa-apa. Kami tidak peduli dengan perbedaan umur asalkan kalian saling mencintai." Angguk Ronny.
Lein dan Linda yang mendengar ucapan Ronny hanya bisa tersenyum kaku karena mereka hanya berpura-pura berpacaran.
"Benar, aku juga setuju dengan ucapan Ronny." Angguk Haven.
Gino dan Addea juga sama sama mengangguk tanda bahwa mereka juga setuju dengan ucapan Ronny.
"Hm lalu karena kamu sudah memberikan kami hadiah, bagaimana jika kami juga memberikan mu hadiah?" Ucap Ronny kepada Lein.
"Untukku?" Lein menunjuk dirinya sendiri.
"Benar. Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan?" Tanya Ronny.
"Sebenarnya memang ada. Tapi aku yakin itu percuma saja." Lein menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ho? Coba katakan dulu." Ronny menjadi penasaran.
"Aku bukan ingin tapi butuh, aku membutuhkan Keelfait Wood, kakek." Ucap Lein mengatakan kebutuhan nya.
"Keelfait Wood?" Ronny cukup terkejut.
"Benar. Material itu sulit didapatkan di wilayah manusia." Angguk Lein.
"Sebenarnya, keluarga Lauren kami memiliki nya." Ronny berkata dengan anda serius.
"!!" Lein terkejut dan segera menoleh ke arah Ronny.
"Apakah itu benar!?" Lein tidak sabar mendengar jawaban Ronny.
"Benar." Angguk Ronny.
"Keluarga Lauren bisa dibilang keluarga yang berpengaruh di ibukota, meskipun pengaruh kami tidak bisa dibandingkan dengan keluarga Courbet."
"Kamu pasti tahu kalau keluarga Lauren memiliki bisnis dibidang kerajinan yang material nya merupakan kayu dan batu."
"Jadi mengenai Keelfait Wood itu, kami memang memiliki nya. Tapi kami tidak punya banya stok. Jadi kami hanya bisa memberikan sedikit." Ucap Ronny.
"Tidak apa-apa! bahka jika itu hanya sebuah balok kayu kecil, itu sudah sangat cukup."
"Dan aku tahu bahwa sangat sulit untuk menyediakan Keelfait Wood dan harganya memang sangat mahal." Ucap Lein.
Untuk membuat satu buah boneka yang Lein dan Octiorb inginkan memang membutuhkan Keelfait Wood yang cukup sebagai tulang.
Tapi Lein memiliki artefak kuali dan Octiorb sangat ahli dalam menggunakan nya. Oleh karena itu satu balok kecil Keelfait Wood sudah lebih dari cukup.
Satu balok kecil Keelfait Wood lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kayu lain meskipun dalam jumlah banyak.
"Dilihat dari reaksi mu, sepertinya kamu memang membutuhkan nya ya. Baiklah akan kamu berikan." Angguk Ronny.
__ADS_1
Ronny juga bisa melihat kesungguhan dari kedua mata Lein. Ronny berpikir bahwa Lein sangat membutuhkan Keelfait Wood untuk sesuatu yang penting.
"Terimakasih banyak!" Lein berdiri dan membungkukkan badannya untuk berterima kasih.
"!!" Ronny segera menghentikan tindakan Lein dan Lein segera duduk di kursi nya.
"Tidak perlu seperti ini, kamu juga merupakan pacar Linda, hoho." Ronny tertawa kecil.
"Namun aku memiliki satu syarat..." Ucap Ronny.
"Tolong katakan syarat nya!" Lein mengangguk dan akan mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
"Hehe, ini adalah syarat yang sangat mudah. Kamu pasti bisa memenuhi syarat ini." Ronny tertawa mencurigakan.
"Hm?" Lein menjadi penasaran syarat apa yang akan diminta oleh Ronny.
"Kamu hanya harus menginap disini selama satu malam." Ucap Ronny dengan wajah tersenyum mencurigakan.
Gino dan yang lain juga memiliki ekspresi yang mencurigakan.
"??" Ada tanda tanya besar di atas kepala Lein.
"Apakah hanya itu?" Lein bertanya untuk memastikan apakah syarat yang ia dengar benar.
"Hanya itu." Angguk Ronny.
"Bagaimana? Mudah bukan?" Ronny merentangkan kedua tangannya.
"Baiklah! Aku menerima syarat nya!" Ucap Lein dengan nada serius dan tegas.
"Bagus! Aku suka sikap mu yang tidak ragu-ragu." Ronny menepuk-nepuk pundak Lein.
"Terimakasih kakek!" Lein mengangguk.
"Ugh..." Linda memiliki ekspresi wajah yang buruk.
Linda sudah tahu apa maksud tersembunyi dibalik syarat yang diberikan oleh Ronny kepada Lein.
...----------------...
Di pikiran Linda.
"Mengapa kakek memberikan syarat seperti itu!?"
"Aku sudah bisa menebak apa maksud sebenarnya dari syarat yang diberikan oleh kakek."
"Dan apakah Lein bodoh!?"
"Bagaimana bisa dia tidak menyadari nya!?"
"Apakah ia terlalu fokus mengenai Keelfait Wood atau apalah itu!?"
"Tapi... Bagaimana jika Lein sudah tahu dan dengan sadar menyetujui syarat kakek!?"
...----------------...
__ADS_1
Memikirkan hal seperti itu membuat wajah Linda memerah karena malu.