
Kembali ke beberapa waktu yang lalu saat Isolda terbang menuju makhluk-makhluk eksperimen yang menunggu di bawah karena tidak bisa terbang.
Tanpa basa-basi, Isolda langsung menyemburkan api putih dari mulutnya yang memiliki suhu yang sangat panas yang membuat beberapa makhluk eksperimen meleleh.
Namun betapa terkejutnya Isolda saat makhluk-makhluk yang meleleh beregenerasi dengan sangat cepat dan kembali ke bentuk semula.
"Kalau serangan segitu saja tidak bisa membunuh mereka, aku harus menggunakan api dengan suhu yang berkali-kali lipat lebih panas." Pikir Isolda.
Isolda menarik napas dalam-dalam dan memanaskan ai di dalam leher nya lebih panas. Lalu isolda menyemburkan nya ke arah makhluk eksperimen lagi.
Tidak seperti sebelumnya, karena suhu api Isolda yang terlalu panas membuat makhluk-makhluk yang terkena langsung berubah bentuk menjadi tidak beraturan.
Lalu makhluk-makhluk yang berubah bentuk karena api Isolda tidak bisa beregenerasi lagi dan bisa dikatakan kalau mereka sudah mati.
"Bagus, mereka mati. Tapi aku juga tidak bisa selalu menggunakan api itu karena harus menyiapkan nya beberapa detik." Pikir Isolda.
Isolda menyalurkan mana ke kedua sayap di punggung nya dan mengepakkan nya dengan cepat yang menghasilkan pisau angin dalam jumlah banyak.
Semua pisau angin yang dikeluarkan Isolda arahkan ke arah makhluk-makhluk eksperimen di bawah yang berteriak mencoba menggapai Isolda.
Beberapa makhluk terpotong namun bisa beregenerasi lagi namun ada beberapa makhluk yang tidak bisa karena tubuh nya terpotong-potong menjadi bagian kecil.
"Tidak terlalu efisien jika menyerang dari udara saat melawan makhluk yang bisa beregenerasi, aku harus menghancurkan mereka dengan kekuatan fisik ku saja." Isolda turun ke bawah.
Makhluk-makhluk eksperimen yang melihat Isolda mendarat segera berlarian ke arah nya karena mereka hanya memiliki insting untuk menyerang semua makhluk kecuali teman sendir.
Isolda mengangkat kaki kanan depan nya dan menginjak-injak makhluk di bawah nya dengan keras yang membuat makhluk itu hancur.
"Ya, dengan begini, membunuh mereka akan lebih efisien." Batin Isolda.
Isolda menyalurkan mana di ekor nya secara menyeluruh. Lalu isolda mengayunkan ekor nya ke arah para makhluk-makhluk eksperimen di samping nya.
Karena menggunakan mana, sapuan ekor Isolda memiliki dampak kerusakan yang sangat besar yang membuat makhluk-makhluk eksperimen tidak berkutik di hadapan nya.
__ADS_1
"!?" Isolda merasakan di sisi lain tubuh nya, makhluk-makhluk eksperimen sedang memukul tubuh nya.
Namun, Isolda tidak merasakan apapun. Makhluk-makhluk eksperimen memukul Isolda yang memiliki kulit keras yang membuat pukulan mereka seperti pukulan anak kecil.
"Jadi sebenarnya mereka ini lemah, hanya saja kemampuan regenerasi mereka yang merepotkan." Batin Isolda.
Tentu saja, Isolda bisa berpikir seperti itu karena dia adalah naga. Naga memiliki kulit terkeras diantara semua makhluk hidup.
Jadi, makhluk-makhluk eksperimen itu sebenarnya sangat merepotkan karena kemampuan regenerasi dan kekuatan nya yang kuat.
Bisa dilihat dari tubuh mereka yang lebih besar dari tubuh Orc dan tubuh mereka dipenuhi otot-otot yang berarti mereka tidaklah lemah.
Jika makhluk-makhluk eksperimen itu menyerang sebuah negara atau kota, bisa dipastikan kalau akan ada korban jiwa yang sangat banyak.
Dan jika orang-orang tahu kalau mereka dulunya adalah manusia, orang-orang akan merasa kasihan dan tidak tega untuk membunuh mereka.
"Roar!!!" Isolda meraung ke langit.
Raungan Isolda terdengar ke segala area, bahkan orang-orang di Negara Tundra bisa mendengar raungan Isolda saking kerasnya.
Ada banyak sekali yang mati karena serangan kaki Isolda. Sekitar 30 makhluk eksperimen yang mati tidak bisa beregenerasi karena serangan Isolda terlalu kuat.
Namun makhluk eksperimen sisa nya tidak takut melihat teman-teman nya mati. Karena mereka tidak memiliki emosi apapun selain keberanian untuk bertarung.
Jadi, itulah mengapa mereka semua tidak yakin menghadapi Isolda yang notabene nya adalah seekor naga yang menempati posisi puncak rantai makanan.
Makhluk-makhluk eksperimen berteriak dan memanjat tubuh Isolda kemudian mereka memukul-mukul tubuh Isolda dari segala arah.
"Ini merepotkan karena aku tidak memiliki skill yang cocok dalam situasi seperti ini." Batin Isolda.
Isolda menggoyang-goyangkan tubuhnya mencoba untuk menjatuhkan makhluk-makhluk eksperimen namun itu tidak berhasil.
Jadi Isolda melebarkan sayapnya dan langsung terbang ke atas langit dengan kecepatan tinggi dan terbang berkelok-kelok agar makhluk-makhluk eksperimen jatuh.
__ADS_1
Dan benar saja, makhluk-makhluk eksperimen yang ada di tubuh Isolda jatuh ke bawah dan Isolda terbebas dari pukulan mereka yang mengganggu.
Isolda terbang di tempat lalu ia mengumpulkan mana dalam jumlah besar di tenggorokan nya kemudian ia membuka mulutnya lebar-lebar.
"Dragon Cannon." Ucap Isolda di dalam hatinya.
Isolda menembakan meriam mana yang sangat besar ke arah makhluk-makhluk eksperimen yang sedang jatuh ke bawah.
Lalu tidak hanya yang diudara saja yang terkena meriam mana Isolda, makhluk-makhluk eksperimen yang berada di bawah juga terkena meriam mana.
Saat meriam mana menyentuh pasir di bawah, itu menghasilkan ledakan yang sanga dahsyat yang membunuh setengah lebih jumlah mereka.
Setelah mengeluarkan meriam mana yang begitubesar, Isolda menghembuskan napas panas dari mulut dan hidung nya.
"Mereka sangat merepotkan, aku harus menyelesaikan nya secepat mungkin agar mereka tidak ada yang mengganggu Lein dan Liza melawa pria aneh itu." Isolda melihat ke arah pertarungan Lein dan Liza melawan Nolan.
...----------------...
"Bagaimana bisa kamu tidak kelelahan setelah mengeluarkan banyak sekali sihir!?" Nolan berteriak tidak percaya.
Lein bisa memiliki banyak mana karena ia memiliki Jantung Naga dan Skill Mana Absorb yang membuat mana nya hampir tidak terbatas.
Sedangkan Liza, karena dia sendiri adalah elf yang ahli dalam sihir. Jadi tubuh nya memiliki kapasitas mana yang besar.
Dan karena Liza bisa menggunakan kontrol mana, ia jadi bisa menggunakan mana seefisien mungkin tanpa ada yang terbuang sia-sia.
Lalu karena ia memiliki kontrak dengan Leviarves, saat menggunakan Api Leviarves, Liza tidak terlalu banyak menggunakan mana nya.
"Itu karena kekuatan kami adalah hasil dari kerja keras dan beberapa pertarungan melawan musuh. Bukan karena kekuatan pemberian yang kamu dapatkan." Lein menyeringai.
"Diam! Jangan membahas hal itu lagi!" Nolan berteriak marah.
Sepertinya Nolan tidak terlalu menyukai saat Lein dan Liza membicarakan mengenai kekuatan miliknya yang didapatkan karena pemberian dari Anarchy Order.
__ADS_1
"Dia sepertinya tidak menyukai hal itu, dan dilihat dari emosi nya, sepertinya dia seperti Kiva yang mudah terprovokasi hanya dengan ejekan sederhana." Batin Lein.