Analysis Eye

Analysis Eye
Hari Pembukaan Dungeon Tundra Desert


__ADS_3

"Sudah siap?" Brynn bertanya kepada Lein yang sedang duduk.


"Tentu saja." Lein berdiri dan mengangguk dengan tegas.


Mereka berdua saat ini sedang berada di sebuah desa dekat Kota Dragon Tide. Mereka membeli desa ini yang akan digunakan sebagai tempat untuk gerbang menuju Dungeon Tundra Desert.


Brynn juga sudah menyuruh perusahaan konstruksi untuk membangun beberapa bangunan sebagai fasilitas bagi orang-orang.


Karena tidak mungkin di tempat ini hanya ada gerbang saja, dan orang-orang juga perlu beristirahat atau menjual hasil buruan mereka.


Meskipun fasilitas nya tidak terlalu besar, tapi semua nya sudah lengkap. Mulai dari rumah sakit, penginapan, tempat menjual hasil buruan, dan fasilitas lain nya.


Rencana nya, Lein akan menempatkan gerbang dungeon di tengah-tengah desa yang merupakan sebuah lahan kosong yang luas.


Jadi orang-orang akan mudah pergi ke fasilitas lain dari tengah desa dan mereka juga akan mengubah nama ini agar orang-orang tidak menyebutnya desa.


Orang-orang akan meragukan nya jika ada dungeon kelas dewa di sebuah desa. Mereka mungkin akan berpikir kalau itu hanyalah berita palsu.


Namun itu urusan nanti, sekarang mereka berdua perlu untuk segera membuka gerbang menuju Dungeon Tundra Desert.


Lein dan Brynn saat ini sedang berada di sebuah gedung utama di sebelah lapangan kosong yang merupakan gedung pusat.


"Teleportasi." Brynn menggunakan kemampuan nya untuk memindahkan dirinya dan Lein ke tengah-tengah lapangan.


Orang-orang yang sudah berkumpul di sana segera melihat kalau ada dua orang yang muncul di tengah-tengah lapangan.


"Itu mereka!" Teriak salah satu orang.


Mereka segera menyadari nya kalau dua orang yang ada di tengah-tengah lapangan adalah Lein dan Brynn, orang yang terlibat dalam berita mengenai dungeon.


"Semuanya! Apakah kalian siap untuk masuk ke dalam Dungeon Tundra Desert yang merupakan dungeon kelas dewa!?" Brynn menyebarkan suaranya dengan mana.


"Siap!!" Semua orang berteriak secara serempak.


"Bagus." Brynn menoleh ke arah Lein dan mengangguk.


Lein mengeluarkan item yang berbentuk silinder abu-abu yang merupakan kunci untuk masuk ke dalam Dungeon Tundra Desert.


"Mulai!" Lein menggunakan kunci itu.


Angin berhembus dari segala arah dan berkumpul di tengah-tengah lapangan yang membentuk sebuah pusaran angin.

__ADS_1


Pusaran angin tersebut berubah warna nya menjadi ungu gelap dan mengeluarkan aliran listrik dari dalam pusaran angin tersebut.


Lalu pusaran angin mulai melebar dan merubah bentuknya menjadi sebuah gerbang yang bentuknya seperti portal yang biasa digunakan.


"Semuanya! Ayo masuk!" Brynn berteriak dan masuk ke dalam Dungeon Tundra Desert diikuti oleh Lein.


Orang-orang yang melihat hal itu pun segera mengikuti mereka dan masuk ke dalam Dungeon Tundra Desert dengan cepat.


Mereka yang berada di sana sudah membayar biaya masuk sebelumnya kepada orang-orang yang sudah dipekerjakan oleh Brynn.


Saat mereka masuk ke dalam portal, kepala mereka merasakan pusing sama seperti saat berpindah tempat dengan portal yang biasa digunakan.


Mereka membuka mata mereka dan melihat kalau di depan mereka adalah gedung-gedung tinggi pencakar langit yang tidak masuk akal.


Mereka saat ini berada di tengah-tengah negara yang merupakan tempat yang sudah disediakan oleh Alder dan Sefa.


"Ini adalah Negara Tundra yang merupakan satu-satunya negara di Dungeon Tundra Desert. Lalu mereka adalah penghuni asli dari Dungeon ini." Brynn menjelaskan.


Di sebelah Brynn dan Lein saat ini ada Alder dan Sefa beserta para pengawal. Mereka disini untuk menyambut orang-orang yang datang dari dunia luar.


"Ras kami adalah Ras Gias, kalian pasti merasa asing dengan ras kami. Ciri khas ras kami adalah tanduk yang ada di kepala kami."


"Namaku adalah Alder, aku adalah Presiden Negara Tundra dan ini adalah Sefa, istriku." Alder memperkenalkan Ras Gias kepada orang-orang.


"Kami tahu kalau kalian ingin segera berburu monster, namun pertama-tama tolong ikuti kami berkeliling Negara Tundra terlebih dahulu." Ucap Sefa.


"Apakah ada yang keberatan?" Brynn melihat ke orang-orang.


Orang-orang saling memandang namun tidak ada hang keberatan. Mereka justru menantikan bagaimana Negara Tundra ini.


"Bagus. Kalau begitu, kalian semua ikuti Alder dan Sefa!" Brynn menyebarkan suaranya dengan mana.


"Ya!" Orang-orang menjawab.


Alder dan Sefa beserta pengawal mereka segera mengajak orang-orang untuk berkeliling Negara Tundra menggunakan mobil.


Ras Gias yang lain juga penasaran dengan orang-orang luar karena mereka diberitahu oleh Alder kalau Dungeon Tundra Desert akan terbuka untuk dunia luar hari ini.


...----------------...


"Kita akan kaya, kan?" Ucap Lein tiba-tiba dengan wajah yang bahagia.

__ADS_1


"Kita akan kaya." Brynn mengangguk.


Mereka berdua masuk ke dalam gerbang dan keluar dari Dungeon Tundra Desert karena mereka masih memiliki urusan yang perlu diselesaikan.


Siang dan sore harinya, ada orang-orang yang datang untuk masuk ke dalam Dungeon Tundra Desert juga dan Lein berperan sebagai tour guide.


Sebenarnya Lein tidak perlu melakukan hal ini dan ada pekerja yang sudah disiapkan, namun karena ini adalah hari pertama, jadi Lein perlu melakukan hal ini.


Bahkan ada beberapa orang-orang dari keluarga berpengaruh yang datang untuk masuk ke dalam Dungeon Tundra Desert.


Brynn menyambut mereka dan bertanya apakah mereka memiliki niatan untuk berbisnis dengan penghuni asli dungeon.


Jika iya, maka sesuai apa yang Lein katakan, biaya masuk ke dalam dungeon akan lebih murah dan Brynn akan membantu mereka menemukan orang dari Ras Gias yang berbakat.


Orang-orang dari keluarga berpengaruh tidak menyangka kalau pelayanan nya akan sangat lengkap, mereka segera mengatakan tujuan mereka sebenarnya.


...----------------...


Malam harinya, orang-orang masih belum kembali dari dalam dungeon. Brynn dan Lein menyerahkan tempat ini kepada para pekerja.


Mereka berdua kembali ke Universitas Dragon Heart tepatnya ke rumah milik Brynn dengan kemampuan Brynn yang sangat berguna.


"Woah, kalian semua pasti sudah lelah." Liza menyambut mereka berdua.


"Begitulah." Brynn segera melepas jubah nya dan pergi ke kamar nya. Sedangkan Lein langsung berbaring di sofa dan tertidur pulas.


"...Hoho, aku punya ide bagus." Liza membuat ekspresi licik.


Liza memeriksa ke dalam kamar Brynn dan melihat kalau Brynn juga sudah tidur. Ia mencoba membangunkan nya namun Brynn tidak kunjung bangun.


Setelah memeriksa nya, Liza kembali ke ruang tamu dan menggunakan kontrol mana nya untuk memindahkan tubuh Lein ke kamar Brynn.


Liza membaringkan Lein di sebelah Brynn dan segera mengeluarkan ponsel nya untuk memotret mereka berdua yang sedang tidur bersama.


"Fufufu, Brynn, berterima kasihlah padaku, kamu tidak akan sendirian lagi." Liza segera keluar dari kamar Brynn dan melanjutkan menonton televisi.


Liza tahu kalau Brynn tidak pernah memiliki kekasih, dan karena Brynn juga dekat dengan Lein, maka ia akan membantu nya.


Liza tidak keberatan untuk berbagi dengan Brynn karena Brynn juga merupakan sahabat nya yang sudah kenal dari lama.


"Lein, kamu juga harus berterimakasih kepada ku. Kamu bisa memiliki dua wanita cantik." Batin Liza.

__ADS_1


__ADS_2