Analysis Eye

Analysis Eye
Menjual Barang-Barang Jarahan


__ADS_3

Bangunan Kamar Dagang Myrant memiliki tinggi hanya 4 lantai namun area keseluruhan menempati lahan yang sangat luas.


Bangunan Kamar Dagang Myrant memiliki desain seperti bangunan milik bangsawan zaman dahulu yang sangat elegan.


Dengan desain yang klasik dan elegan ini membuat Bangunan Kamar Dagang Myrant banyak dilirik oleh orang-orang yang sedang lewat.


Bangunan Kamar Dagang Myrant memang tidak mencolok, namun entah mengapa bangunan nya memiliki keunikan tersendiri.


"Sudah cukup untuk mengagumi bangunan nya, ayo masuk." Lein kemudian memasuki bangunan.


"Selamat datang tuan, apakah anda ingin menjual atau membeli sesuatu?" Seorang pelayan menyambut Lein dengan senyuman nya.


"Ah, aku disini untuk menjual barang-barang ku." Jawab Lein.


"Apakah tuan hanya menjual beberapa barang atau banyak?" Tanya pelayan itu.


"Kalau boleh tahu, mengapa kamu menanyakan hal itu?" Lein bingung.


"Ah mohon jangan salah paham tuan." Pelayan itu membungkukkan badan nya.


"Eh tidak. Aku hanya bertanya..." Lein melambai-lambaikan tangan nya.


"Syukurlah, kalau begitu akan saya jelaskan tuan." Ucap pelayan itu.


"Ya, silakan." Angguk Lein.


"Jadi kami membagi kedalam dua kategori yang nanti nya tempat menjual barang-barang nya juga akan berbeda."


"Pertama, jika anda menjual sedikit barang atau barang yang kurang berharga maka anda bisa langsung menjual di tempat yang sudah disediakan."


"Kedua, jika anda menjual banyak barang atau barang yang berharga maka kami akan membawa anda ke sebuah ruangan."


"Di ruangan tersebut akan ada pelayan yang membantu anda dan jika barang nya berharga, maka akan ada orang yang akan menilai nya."


Pelayan itu menjelaskan alasan mengapa ia bertanya seperti itu kepada Lein barusan.


"Hm, jadi seperti itu ya..." Lein mengangguk-anggukan kepala nya paham dengan penjelasan pelayan.


"Benar tuan." Angguk Pelayan.


"Kalau begitu bawa aku ke ruangan. Aku menjual barang-barang yang banyak sekaligus berharga." Ucap Lein.


"Baik, mari tuan, akan saya antar anda ke ruangan nya." Pelayan itu kemudian menunjukkan jalan nya.


"Ya." Lein mengikuti pelayan itu.


Kemudian mereka menuju ke sebuah pintu dan setelah melewati pintu ternyata ada banyak pintu lain yang struktur nya seperti hotel.


Yaitu satu lorong dengan banyak sekali pintu di sisi kanan dan kiri nya dengan sebuah nomor yang digantung di atas pintu.

__ADS_1


"Silakan masuk tuan." Pelayan mempersilakan Lein masuk kedalam salah satu ruangan.


"Baik." Lein mengangguk kemudian memasuki ruangan.


"Karena anda mengatakan bahwa ada barang berharga maka akan saya penghilang penilai nya dulu tuan." Ucap pelayan.


"Ah, iya. Silakan." Angguk Lein.


"Mohon ditunggu sebentar tuan." Pelayan menutup pintu dan kemudian pergi.


Kemudian setelah beberapa saat pelayan kembali dengan membawa seorang pria tua dibelakang nya.


"Halo tuan, ini adalah penilai yang akan menilai barang-barang anda." Ucap pelayan.


"Tentu, silakan." Lein mempersilakan mereka berdua untuk duduk.


"Ya." Pelayan dan pria tua itu mengangguk kemudian duduk di seberang Lein.


"Pertama-tama, perkenalkan saya Ami, orang yang akan membantu anda disini." Ucap pelayan itu yang bernama Ami.


"Aku adalah Cozi, seorang penilai barang yang sudah lama bekerja disini. Jadi tuan tidak perlu khawatir dengan kredibilitas saya." Ucap Cozi


"Halo, aku Lein." Angguk Lein.


"Kalau begitu tolong keluarkan barang-barang yang akan anda jual, Tuan Lein." Ucap Ami.


"Ini..." Cozi melebarkan matanya.


"Ada apa Tuan Cozi?" Ami penasaran mengapa Cozi membuat ekspresi seperti itu.


"Barang-barang yang dikeluarkan oleh Tuan Lein ini sangat berharga semua." Jawab Cozi.


"Benarkah? Aku hanya tahu beberapa barang saja yang terlihat berharga, Tuan." Ucap Ami.


"Itulah mengapa jangan melihat sesuatu dari tampilan nya saja." Balas Cozi.


"Benar juga tuan." Ami menganggukkan kepala nya setuju dengan ucapan Cozi.


"Ami, buatkan minuman untuk Tuan Lein. Karena ini mungkin akan memakan sedikit waktu." Ucap Cozi kepada Ami.


"Baiklah." Angguk Ami.


Ami berdiri dan berjalan menuju meja yang berada di sudut yang diatas nya ada teko yang berisi air panas dan teh kemasan.


Tentu saja teh kemasan nya bukanlah teh yang murah dan dibeli di toko. Melainkan teh kemasan yang mahal dan perlu dibeli dari sumber nya.


Ami membuat dua cangkir teh untuk Lein dan Cozi. Kemudian ia membawa kedua cangkir itu dengan nampan dan menaruh nya di meja sebelah kursi Lein dan Cozi.


"Terimakasih." Ucap Lein kepada Ami.

__ADS_1


"Ini tugasku tuan." Balas Ami dengan tersenyum.


"Tuan Lein, bisakah aku bertanya sesuatu?" Cozi tampaknya ingin menanyakan sesuatu.


"Tentu saja boleh. Silakan." Angguk Lein.


"Dari mana tuan mendapatkan semua barang ini? Karena semua barang nya adalah barang yang sangat berharga." Tanya Cozi.


"Ah itu. Jarahan." Jawab Lein singkat.


"Jarahan??" Cozi dan Ami bertanya secara bersamaan.


"Ya, jarahan." Angguk Lein.


"Kalau boleh tahu, tuan menjarah tempat apa?" Tanya Cozi lagi.


"Hm, bukan tempat." Lein menggeleng-gelengkan kepala nya.


"Bukan tempat? Lalu?" Cozi menjadi bingung.


"Tunggu, kalau bukan tempat, berarti tuan menjarah dari orang lain?" Ami nampaknya paham sesuatu.


"Tepat sekali. Aku membunuh beberapa orang dan menjarah semua barang-barang mereka."


"Ah tapi jangan salah sangka, aku bukankah pembunuh. Semua orang yang aku buju kebanyakan adalah orang yang jahat."


"Contoh nya seperti bandit, dan hampir semua orang yang aku bunuh merupakan orang dari Organisasi Anarchy Order." Jawab Lein.


"Anarchy Order? Kalau begitu ini menjadi masuk akal." Cozi mengangguk.


"Benar, jika ini dari Anarchy Order maka tidak diragukan lagi." Ami juga mengangguk setuju dengan Cozi.


"Kalau begitu ayo kita menilai nya. Ami, tolong kamu sortir dan kategorikan barang-barang ini sesuai jenis nya." Ucap Cozi yang memulai melakukan penilaian.


"Baik tuan!" Ami ikut membantu.


Sedangkan Lein hanya duduk sambil menikmati teh hangat yang sudah dibuat oleh Ami tadi.


"Teh ini sangat enak, aku akan bertanya kepada mereka nanti apakah aku bisa membeli teh ini disini." Pikir Lein.


Kemudian penilaian barang-barang milik Lein berlangsung lama karena semuanya memang berharga dan jumlah nya ada banyak.


Sesekali Cozi juga terkejut karena ada beberapa barang yang lumayan langka dan ada barang yang memiliki efek khusus.


Meskipun Ami tidak terlalu mengerti mengenai penilaian barang, tetapi ia bisa merasakan bahwa barang-barang Lein ini memang unik.


Karena barang-barang yang Lein punya ini ia dapatkan dari Anggota Anarchy Order yang tentu saja barang nya bukan barang biasa.


Lein bosan karena ia juga tidak melakukan apapun, ia kemudian berdasar di kursi dan memilih untuk tidur sambil menunggu penilaian selesai.

__ADS_1


__ADS_2