Analysis Eye

Analysis Eye
Pembicaraan dengan Holton tentang Dungeon


__ADS_3

Satu jam setelah nya, konvoi mobil datang memasuki Universitas Dragon Heart dan melaju menuju gedung kantor guru.


Konvoi mobil berhenti di depan gedung dan beberapa orang dengan setelan jas hitam turun dan langsung berdiri di samping mobil yang ada di tengah.


Pintu depan mobil yang ada di tengah terbuka dan sang supir turun. Kemudian sang supir berjalan menuju pintu belakang dan membukakan pintu.


Lalu munculah seorang pria dewasa yang mengenakan setelan seperti tentara yang memiliki wibawa dan aura yang lebih besar.


Pria itu adalah Holton. Dirinya tahu kalau Lein meminta nya untuk menemui dan berbicara dengan Presiden Brynn adalah sebagai jenderal.


Jadi, ia kesini dengan konvoi mobil yang menunjukkan kalau ia datang sebagai seorang Jenderal di Kota Dragon Tide.


Jika ia berkunjung sebagai teman atau apapun selain jenderal, maka ia hanya akan membawa satu mobil lain saja.


Meskipun Holton tidak membutuhkan pengawal karena dia sendiri adalah seorang jendral, tapi itu tetap dibutuhkan agar orang-orang mengenali identitas nya.


Petugas yang beredar di lobi sudah diberitahu oleh Brynn bahwa seseorang yang penting akan segera datang jadi ia segera memanggil petugas lain untuk menyambut nya.


"Selamat datang di Universitas Dragon Heart, Jenderal Holton!" Semua petugas membungkukkan badan mereka sebagai tanda sambutan.


"Ya, terimakasih atas sambutan kalian. Bisakah salah satu diantara kalian mengantarkan kami ke ruangan Tuan Brynn?" Holton berbicara dengan sopan meskipun dirinya adalah jenderal.


"Tentu saja tuan, mari saya antar ke lantai atas." Salah satu petugas berjalan duluan untuk menuntun mereka.


Tidak semua pengawal Holton akan ikut ke atas, hanya beberapa diantara mereka yang paling kuat yang akan ikut ke atas.


Sisanya akan berjaga di bawah karena seperti yang sudah diberitahu tadi, membawa pengawal hanya agar orang-orang mengenali identitas Holton.


"Ini dia kantor Presiden Brynn kami, Jenderal Holton." Petugas menunjuk ke arah kantor Brynn.


*tok tok tok


Setelah melihat Holton mengangguk, petugas langsung mengetuk pintu kantor dan memberitahu bahwa Holton telah sampai.


Pintu terbuka dari dalam dan terlihatlah Lein yang sedang membukakan pintu. Lein tersenyum kepada Holton dan mempersilahkan mereka semua masuk.

__ADS_1


"Terimakasih." Lein berterimakasih dengan sopan kepada petugas.


"Ah, sama-sama tuan!" Petugas menjawab dengan gugup sekaligus gembira karena jarang-jarang seorang atasan berterimakasih kepada bawahan.


Meskipun petugas salah paham karena Lein ini bukanlah atasan nya melainkan hanya seorang mahasiswa di universitas ini.


...----------------...


"Selamat datang di Universitas Dragon Heart, Jenderal Holton." Brynn mengulurkan tangan nya.


"Ya, terimakasih atas sambutan nya." Holton berjabat tangan dengan Brynn.


Brynn kemudian mempersilakan Holton duduk di sofa kemudian mereka berbincang-bincang membahas beberapa hal kecil terlebih dahulu.


Dua pengawal Holton berdiri di belakang Holton dan dua pengawal lain nya berdiri di depan pintu di dalam kantor Brynn.


Lein berjalan ke arah meja di sudut ruangan dan membuat tiga cangkir teh untuk dirinya dan untuk yang lain karena mereka akan melakukan pembicaraan serius.


Setelah beberapa saat, semua nya sudah siap dan mereka juga mulai membahas alasan mengapa Holton datang ke sini.


"Dungeon Kelas Dewa?" Holton mengerutkan kening nya.


Namun ada sedikit perubahan yaitu Lein mendapatkan dungeon ini dari tangan Anarchy Order dan penduduk asli dungeon meminta Lein untuk membangun pintu yang menghubungkan dua dunia.


"Ya, kami perlu bantuan mu untuk mengurus dokumen-dokumen nya." Angguk Brynn.


"Ini adalah bayaran ku untuk kesembuhan Ava, aku akan membantu mu." Tanpa bertanya lebih jauh, Holton menyetujui nya.


"Terimakasih..." Brynn dan Lein berterimakasih dengan tulus.


"Tidak apa-apa, tapi, bolehkah aku menanyakan satu pertanyaan?" Ucap Holton.


"Tentu saja boleh." Brynn mempersilakan Holton.


"Yah, itu, mengapa kalian meminta bantuan ku bukannya kakak ku yang merupakan Walikota Dragon Tide?" Tanya Holton.

__ADS_1


"Ah itu, Walikota Holbein akan memikirkan rakyat nya, jadi mungkin dia akan setuju jika ada keuntungan yang adil untuk rakyat nya."


"Ini adalah kerjasama antara aku dan penduduk asli dungeon, jadi aku tidak bisa membagikan hasil nya kepada rakyat."


"Bukan berarti aku kejam, hanya saja ini masala kepercayaan dengan penduduk asli dungeon." Lein menjawab dengan nada tegas.


"Alasan sebenarnya adalah karena aku tidak mau berbagi keuntungan. Aku yang berusaha mereka yang dapat keuntungan, orang mana yang rela akan hal itu." Batin Lein.


"Dan juga karena anda adalah seorang jenderal dan memiliki tugas yang terkait dengan pertempuran, jadi dungeon juga termasuk ke dalam lingkup anda." Brynn menambahkan.


"Hm, masuk akal. Aku puas dengan jawaban nya." Holton menganggukkan kepala nya.


Setelah itu mereka berbicara mengenai hal-hal yang diperlukan untuk membangun pintu yang akan menghubungkan dua dunia.


Karena lokasi nya sudah ditentukan pada saat Lein dan Brynn membahas sebelumnya, pembicaraan mereka jadi jauh lebih singkat.


"Oh ya, karena ini adalah Dungeon Kelas Dewa, itu artinya monster-monster di dalam nya sangat kuat bukan?" Tiba-tiba Holton kepikiran dengan monster di dalam Dungeon Tundra Desert.


"Ya, aku menemukan banyak monster kuat. Meskipun aku belum menemukan bos atau pemimpin monster nya." Angguk Lein.


"Lalu apakah aku bisa membawa pasukan ku untuk berlatih disana?" Tanya Holton dengan nada penuh harap.


"Tentu saja bisa, ini terbuka untuk umum. Tapi, tolong jangan mengklaim bahwa sebagian area milik kalian, karena penduduk asli ingin bergaul dengan pendatang." Jawab Lein.


"Haha santai saja, aku bukan orang yang seperti itu. Aku akan seperti orang lainnya yang akan mencari monster dan melawan nya langsung." Holton lega dengan jawaban Lein yang cerdas.


"Ini hanya sedikit saran, jika bisa... bawa orang yang mengerti teknologi ke Dungeon Tundra Desert. Disana memiliki teknologi yang lebih canggih dibandingkan dunia kita." Ucap Lein.


"Ho? Kalau benar begitu, maka ini bisa menguntungkan kita." Holton mengangguk dengan serius.


Karena sudah selesai membahas hal-hal yang penting, mereka kemudian berbincang-bincang sederhana sambil menikmati teh yang sudah dibuat lagi.


Lalu setengah jam kemudian, Holton undur diri dan segera mengurus dokumen-dokumen untuk pembukaan Dungeon Tundra Desert.


Lein juga kembali ke rumah nya untuk beristirahat karena setelah pertempuran melawan Anarchy Order, Lein belum beristirahat secara puas.

__ADS_1


Ia hanya beristirahat untuk memulihkan tenaga nya, namun tetap saja itu masih belum cukup karena ia juga lelah secara mental.


Octiorb juga telah beristirahat dengan cukup dan sekarang ia sedang memakan camilan sambil menontonnya film yang diputar di televisi.


__ADS_2