
Mereka berlibur di Kota Osimir selama 5 hari. Mereka menikmati semua yang ada di sana mulai dari kuliner, pakaian, wisata, dan yang lain.
Mereka benar-benar menikmati liburan mereka, dan setelah 5 hari, mereka pulang ke Kota Dragon Tide.
"Ugh, bahkan setelah liburan aku harus mengurusi banyak sekali dokumen." Batin Bianca.
"Haha, semangat ya." Lein tertawa.
...----------------...
Lein saat ini sedang berada di lapangan universitas bersama dengan Liza, Octiorb, dan Jonas.
Kecuali Liza, mereka bertiga sedang berlatih bersama. Liza menjadi orang yang akan mengamati latihan mereka dan sesekali mengoreksi nya.
Namun, saat mereka sedang beristirahat, ada retakan ruang di atas mereka.
"Retakan ruang ini!?" Lein segera berdiri dan mengetahui mengapa ada retakan ruang.
Tiba-tiba saja retakan ruang itu menyebar ke arah Lein dan membuat sebuah pusaran ruang yang menyerap Lein masuk ke dalam nya.
Liza dan yang lain terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba, Liza segera pergi ke Kantor Presiden Brynn dan memberitahu kejadian ini.
Presiden Brynn segera memerintahkan orang-orang di bawah nya untuk menyelidiki nya namun dihentikan ole Octiorb.
"Tidak usah diselidiki. Aku sudah tahu siapa yang melakukan hal ini..." Ucap Octiorb.
"Kamu tahu!? Siapa!?" Liza berteriak.
"Althea Evanthe, salah satu petinggi Anarchy Order." Jawab Octiorb.
"Althea!? Maksudmu Althea yang merupakan ibu Lein!?" Presiden Brynn berdiri dan bertanya kepada Octiorb.
"Ya, dia." Angguk Octiorb.
"Pres, muncul retakan ruang yang memunculkan banyak sekali monster dari luar tembok kota! Kita diminta oleh Walikota Holbein untuk membantu!" Bawahan Presiden Brynn memasuki kantor.
"Sepertinya ini perbuatan Althea juga ya, baiklah mari kita percaya kepada Lein dan fokus untuk mengatasi masalah disini." Ucap Presiden Brynn.
"Baik!" Semua orang mengangguk.
...----------------...
"Dimana ini?" Lein melihat ke sekeliling nya.
Lein saat ini berada di sebuah tempat seperti reruntuhan di dalam gua. Ada banyak bangunan tua yang sudah hancur dan ditumbuhi lumut.
Ruangan, atau lebih tepatnya area itu sangat luas. Bahkan langit-langit gua nya memiliki tinggi sekitar 20 meter dan luas yang masih belum diketahui.
"Analisa tempat ini." Batin Lein.
[ analisa berlangsung ]
[ analisa gagal ]
"Cih, sudah kuduga." Lein mendecakkan lidah nya.
"Halo, Lein." Suara wanita yang familiar terdengar dari arah belakang Lein.
__ADS_1
"Althea..." Lein berbalik dan melihat Althea datang bersama dengan dua orang pria.
"Bagaimana kabar mu?" Tanya Althea.
"Cukup baik, jika kamu tidak mengganggu liburan ku..." Lein menjawab dengan nada sinis.
"Kamu! Beraninya menjawab pertanyaan Nyonya Althea dengan nada seperti itu!?" Teriak salah satu pria.
"Siapa mereka? Analisa." Lein menganalisa kedua pria di samping Althea.
[ analisa berlangsung ]
[ Norton
level : 106
kemampuan : ??
Bawahan Althea Evanthe ]
[ Jave
level : 110
kemampuan : ??
Bawahan Althea Evanthe ]
"Bawahan mu, Althea?" Tanya Lein meskipun ia sudah tahu jawaban nya.
"Tetapi aku tidak melihat mereka seperti bawahan mu, apakah mereka ini... selingkuhan mu?" Lein menyeringai.
Lein hanya mengucapkan hal itu secara acak dan tidak ada tujuan khusus, ia hanya ingin mengejek Althea.
"Selingkuhan!?" Ucap Norton, orang yang berteriak tadi.
"Jangan sembarangan kamu, dasar hina!" Teriak Norton dengan marah.
"Oh, mengapa kamu marah? Ah, jangan-jangan itu benar? Kekeke..." Lein mengejek lagi.
"Diam!" Norton mengeluarkan senjata nya yang berupa kapak namun dengan batang yang panjang seperti tombak.
Norton menginjak tanah dan bergegas menuju ke arah Lein sambil mengangkat kapak nya tinggi-tinggi dengan kedua tangan.
Kemudian saat sudah berada di dekat Lein, ia mengayunkan kapak nya dengan cepat bahkan sampai mengeluarkan suara karena terlalu cepat.
"Langsung menyerang ya, tapi kamu lumayan cepat.." Lein melompat mundur untuk menjaga jarak.
"Dragon Dance : Fireball." Lein membuat banyak sekali bola api dan melemparkannya ke arah Norton.
Tanah di sekitar Norton hancur, namun ia sama sekali tidak tergores, malahan ia berlari menuju Lein dan bersiap untuk menyerang.
"Oh, sial." Umpat Lein yang melihat Norton sangat cepat.
"Dragon Dance : Gravity Wall." Lein menciptakan dinding gravitasi di depan nya.
Kapal Norton membentur dinding gravitasi milik Lein, dan apa yang tidak Lein duga adalah Norton bisa menghancurkan dinding gravitasi nya.
__ADS_1
"Gila.." Lein terhempas jauh ke belakang sampai menabrak dinding gua.
Lein bangkit dan merenggangkan otot-otot nya yang kaku. Ia mengangkat telapak tangan menghadap ke atas lalu membalik nya.
"!!" Norton merasakan tekanan yang sangat kuat.
"Apa ini... gravitasi? Benar, Nyonya Althea sudah mengatakan kalau elemen utama dia adalah gravitasi dan air." Batin Norton.
"Haha, apakah menurutmu gravitasi bisa menghentikan ku!?" Norton tertawa dengan sinis.
"Yah, tentu bisa." Jawab Lein dengan tenang.
Lein membuat bangunan di belakang Norton menjadi pusat gravitasi kemudian ia mengendalikan agar tubuh Norton tertarik ke bangunan tersebut.
"!!" Norton melebarkan matanya karena ia tiba-tiba saja terhempas jauh ke belakang.
Norton menabrak bangunan di belakang nya sampai-sampai bangunan itu hancur karena Norton terhempas terlalu cepat.
"Kekeke, kamu kira gravitasi hanya tentang tekanan? Gravitasi adalah gaya tarik menarik bodoh! Belajar lah lebih banyak!" Lein tertawa dengan puas.
"...Jangan meremehkan ku!" Norton masih bisa berteriak setelah menerima kerusakan yang parah.
"Semakin banyak aku terluka, semakin kuat aku!" Tubuh Norton mengeluarkan asap merah.
"Um, ini...Berserk, kan?" Lein menyentuh dagunya.
"Oh, bahkan senjatanya sepertinya bertambah kuat juga." Lein melihat ke arah kapak panjang milik Norton yah mengeluarkan asap merah juga.
"Hahaha! Kekuatan ku saat ini bisa dengan mudah membunuh orang dengan level 100 ke bawah. Kamu yang belum berlevel 100 tidak akan bisa menahan nya!" Norton tertawa dengan keras.
Sama seperti gerakan awal, Norton menginjak tanah dan melompat tinggi menuju ke arah Lein sambil mengangkat kapak nya tinggi-tinggi.
"Matilah!!" Norton mengayunkan kapak nya ke bawah dengan sangat kencang lebih kencang dibandingkan dengan sebelumnya.
"Mati? Seseorang yang selemah dirimu tidak berhak mengucapkan kata itu kepada ku." Lein menyeringai.
"!! - Arghh!!" Norton berteriak kesakitan.
Setelah Lein berbicara, tiba-tiba saja Norton seperti ditebas oleh banyak sekali pedang. Banyak darah yang keluar dari tubuh Norton bahkan kapak nya juga hancur berkeping-keping.
"Kekeke, karena kamu adalah bawahan nya Althea, maka jangan mati dengan mudah!" Lein muncul di depan Norton.
Lein mengepakkan tangan kanan nya dan mengumpulkan mana di kepalan tangan kemudian ia meninju dagu Norton dengan keras.
"Lagi!" Teriak Lein.
Lein menendang dada Norton dengan keras sampai tubuh Norton mengeluarkan bunyi klik yang sepertinya tulang rusuk nya retak atau mungkin patah.
Norton tidak berteriak setelah menerima kerusakan seperti itu karena ia saat ini sudah kehilangan kesadaran karena serangan tiba-tiba sebelumnya.
"Kekeke..." Lein tertawa seperti orang jahat.
Ia memegang kaki Norton dan melemparkannya nya ke bawah. Kemudian Lein menjatuhkan diri ke arah Norton dan menabrak nya.
Lein menabrakkan kaki nya ke arah kepala Norton sampai kepala nya hancur lebur dan mengeluarkan banyak sekali darah seperti air mancur.
"Selanjutnya!" Lein menoleh ke arah Jave, pria di sebelah Althea.
__ADS_1