Analysis Eye

Analysis Eye
Langsung Bergerak


__ADS_3

Pagi hari nya sebelum matahari terbit, Lein sudah bergerak menuju lokasi yang telah Dewi Ariel katakan.


Lein langsung bergerak karena ia tahu lawan nya kali ini adalah organisasi kelas berat yang mengacau tidak hanya di wilayah manusia namun di wilayah ras lain.


Lokasi markas organisasi di Kota Osimir ada di sebuah bar yang letaknya ada di dekat pelabuhan.


Mengapa bar bukan tempat yang lain? Karena bar adalah tempat dimana informasi dari segala tempat berkumpul.


Lein segera menuju ke arah bar tersebut, saat Lein datang ia melihat bahwa bar nya baru saja tutup dan orang-orang sudah pergi.


"Analisa Struktur bangunan ini." Lein menganalisa bangunan bar tersebut.


[ analisa berlangsung ]


[ analisa selesai ]


[ membuat tampilan 3D ]


Seketika muncul struktur bangunan bar tersebut dalam tampilan 3D. Bar tersebut adalah bangunan 3 lantai dan tentu saja memiliki ruang bawah tanah.


"Sudah kuduga, mereka pasti memiliki ruang bawah tanah." Gumam Lein.


"Dragon Dance : sound valve." Ucap Lein.


Lein menggunakan sihir berupa katup suara, berfungsi agar pergerakan Lein tidak akan bersuara.


Lein bergerak secara diam-diam meskipun ia menggunakan sound valve. Karena ia harus selalu waspada dan tidak akan meremehkan mereka.


"Ada 3 orang dilantai tiga dan 1 orang dilantai bawah tanah." Lein menganalisa.


Lein bersembunyi di tempat parkir bar, tepatnya di sebelah tempat sampah. Karena tempat ini tidak ada pencahayaan dan sangat strategis untuk kabur.


"Dragon Dance : Voice Recorder." Lein menggunakan mantra sihir yang aneh.


Lein membuat dua bola dari mana yang fungsinya sama seperti telepon. Lein mengirim satu bola ke arah jendela tempat orang-orang itu berada di lantai tiga.


Bola satu nya lagi Lein pegang untuk mendengar percakapan mereka bertiga.


...----------------...


"Kapan mereka akan datang?" ucap orang 1


"Malam hari, tepatnya saat tengah malam." orang 2 menjawab.


"Hah.. kuharap mereka cepat. Karena barang yang kita curi adalah barang yang sangat berharga." orang 3 menghela napas.


"Benar, aku takut kita akan dihukum bahkan jika kita menggores barang itu." Orang 1 merinding.


...----------------...


"Tidak ada informasi mengenai dimana tempat Staff itu disimpan." Lein sedikit kecewa.


"Apakah aku harus masuk ke bawah tanah untuk memeriksa orang itu?" Lein mencoba mempertimbangkan.

__ADS_1


"Kurasa aku harus, karena tengah malam nanti mereka akan mengambil Staff itu." Lein memutuskan untuk masuk ke ruang bawah tanah.


"Dragon Dance : Transparency." Tubuh Lein menjadi tidak terlihat, lebih tepatnya menjadi transparan.


Lein bergerak secara hati-hati, ia tidak masuk melalui pintu meskipun ia tahu pintu itu adalah pintu biasa yang mudah ia buka.


Lein masuk melalui jendela dapur di belakang gedung. Karena dapur adalah lokasi yang jauh dari orang-orang di lantai tiga dibandingkan pintu.


Lein berhasil masuk dan ia segera ke sebuah ruangan kecil. Ruangan itu adalah sebuah tangga yang menghubungkan ke bawah tanah.


Lein berjalan dengan sangat hati-hati saat menuruni tangga. Bagian dalam ruangan sangat gelap, hanya ada satu lampu yang menyala.


Dan dibawa lampu itu ada seorang pria berjas putih seperti dokter sedang mengutak-atik sesuatu di meja nya.


"Analisa." Lein bersembunyi dan menganalisa orang itu.


[ analisa berlangsung ]


[ Adas


Level : 30


Seorang ilmuwan gila yang sangat tertarik dengan tubuh makhluk hidup ]


"Level 30? itu mudah. Masalah nya dia adalah seorang ilmuwan, pasti ia memiliki kartu truf." Pikir Lein


...----------------...


"Ugh..." Sebuah suara terdengar saat Adas menendang.


"Diam! Kamu hanyalah orang rendahan. Kamu akan menjadi objek penelitian ku, kukuku." Adas tertawa jahat.


...----------------...


"Suara seseorang!?" Lein terkejut ada seseorang disamping Adas.


Padahal saat ia menganalisa gedung ini, hanya ada empat orang saja. Lein bingung bagaimana bisa ada seseorang yang tidak dapat ia analisa.


"Dan tadi dia bilang objek penelitian? Apakah Asas bereksperimen menggunakan makhluk hidup?" Wajah Lein berubah menjadi suram.


Lein berjalan mendekati Adas dan ia melihat bahwa sesuatu yang ada di meja adas adalah tangan manusia.


"!!!" Lein membelalakkan matanya karena terkejut.


"Bagaimana bisa ia dengan santainya mengutak-atik tangan manusia!?" Lein berpikir seperti itu.


Kemudian Lein melihat ke arah kanan Adas. Disitu ada seseorang yang tubuhnya diikat oleh rantai besi dan ada banyak sekali luka fisik di tubuhnya.


"Sial, aku ingin menyelamatkan nya namun prioritas ku sekarang adalah menemukan Staff of Sapience." Lein menenangkan diri.


Kemudian Lein menjauh dari Adas dan bersembunyi di tempat sebelumnya, lalu ia menganalisa ruangan ini.


Hasil analisa nya adalah ada banyak tubuh disini. Tubuh yang dimaksud adalah hasil penelitian Adas.

__ADS_1


Lein mengigit bibir bawahnya agar ia tidak kehilangan kendali atas emosi nya.


Saat Lein periksa, tubuh-tubuh itu adalah gabungan dari beberapa bagian tubuh ras lain, bukan tubuh yang utuh.


"Apakah mereka mencoba menciptakan sesuatu dengan cara menjijikan ini?" Pikir Lein.


Staff of Sapience adalah artefak yang mengandung divine power yang kuat. Lein tidak bisa menganalisa letak nya karena level nya masih rendah.


Oleh karena itu Lein bagus mencari secara manual dimana letak Staff of Sapience disimpan.


"Ahh, kalau saja aku boleh menggunakan staff ini, aku bisa menambah kan divine power ke eksperimen ku." Adas bergerak ke sudut ruangan.


"Apakah itu!?" Lein menoleh dan yang ia lihat hanyalah tongkat kayu yang disimpan didalam tabung kaca.


"Hah? Coba Analisa." Lein menganalisa tongkat kayu tersebut.


[ analisa berlangsung ]


[ Staff of Sapience


Sebuah artefak yang mengandung banyak sekali divine power (saat ini sedang kehabisan divine power) ]


"Jadi karena kehabisan divine power makanya staff itu berubah wujud?" Lein tidak kepikiran.


"Kalau begitu aku harus mengambil Staff itu dan menyelamatkan orang yang diikat. Aku punya firasat orang itu akan sangat membantu ku di masa depan." Pikir Lein.


Beruntung nya Adas menutupi staff of Sapience dengan kain hitam. Lein mendekat tabung kaca dan mengganti Staff of Sapience dengan kayu biasa.


"Dragon Dance : Space Exchange." Lein menggunakan mantra baru.


Kayu yang Lein pegang bertukar tempat dengan Staff of Sapience yang berada di dalam tabung kaca.


"Berhasil, namun aku tidak bisa memindahkan orang itu dengan skill ini karena akan membutuhkan banyak mana yang akan disadari oleh orang-orang dilantai atas." Lein mencoba berpikir.


"Kalau begitu, aku akan mengacaukan gedung ini." Lein keluar dari gedung bar.


Lein berjalan menjauhi gedung dan menyuruh Isolda dan Octiorb keluar.


"Ambil staff ini dan kirimkan ke Gereja Ariel." Lein menyerahkan staff ke Isolda.


"Lalu kamu bagaimana?" Isolda bertanya.


"Aku akan menyelamatkan seseorang, tolong ya." Ucap Lein


"Baiklah." Isolda mengangguk.


"Oct, tolong pergi bersama Isolda." Lein berkata kepada Octiorb.


"Baiklah, hati-hati." Octiorb mengangguk.


"Tentu saja." Lein tersenyum.


Kemudian Isolda dan Octiorb bergegas menuju Gereja Ariel dan Lein berbalik dan berjalan menuju arah gedung bar.

__ADS_1


__ADS_2