
"Ayo." Lein melompat duluan diikuti oleh Enzo dan Eira.
"Maaf mengganggu..." Ucap Lein di tengah-tengah pertarungan.
"Siapa kamu!?" Vestar berteriak dan menunjuk Lein dengan pedang nya.
"Ulfar Dol bukan" Lein mengabaikan Vestar dan menoleh ke arah Ulfar.
"Benar. Siapa kamu?" Ulfar mengangguk dan bertanya.
"Hm, aku akan menjelaskan detail nya nanti. Intinya kami akan membantu mu." Ucap Lein tersenyum.
"Membantu ku? Tapi aku tidak pernah melihat mu dalam aliansi kami." Ulfar menyipitkan matanya.
"Kami netral dan sudah membuat kesepakatan dengan seseorang untuk membantu mu. Sudahlah, langsung saja!" Lein menginjak tanah dan berlari menuju pihak vestar.
"Hahaha!! Ayo!!" Enzo berteriak memukul dadanya seperti gorila.
"Kamu seperti biasanya ya..." Ucap Eira sudah tidak heran dengan semangat bertarung Enzo.
"Ulfar, kamu fokus untuk melawan Vestar saja." Eira berkata kepada Ulfar kemudian ia mundur dan melayang.
Karena posisi Eira adalah seorang magician, ia tidak perlu maju seperti Lein dan Enzo. Eira menemukan tempat yang aman dan bersiap menyerang.
"Aku tidak tahu siapa kalian tapi terimakasih!" Ulfar berlari menuju Vestar.
"Sialan! Aku akan mengingat kalian semua!" Teriak Vestar marah.
Vester yang marah juga berlari menuju Ulfar dan saling beradu pedang.
...----------------...
"Lein! Jangan mengamuk! Nikmati pertarungan ini!" Teriak Enzo kepada Lein.
Karena Enzo tahu seberapa kuat Lein, ia khawatir bahwa tidak bisa menikmati pertarungan karena Lein akan mengalahkan banyak musuh dengan mudah.
"Tenang saja..." Jawab Lein.
"Bagus!" Enzo menyeringai.
Enzo maju berlari ke depan dan meninju wajah seorang peserta lalu memegangi kepala peserta itu dan menyerang dengan lutut.
*Brak
Hidung peserta itu mengeluarkan banyak darah dan ia jatuh pingsan karena tidak sanggup menahan rasa sakit.
"Cih, lemah." Enzo menghentikan serangan nya.
"Sialan!" Seorang peserta menyerang Enzo dari belakang dengan pedang nya.
Enzo menggerakkan tubuhnya ke kiri sedikit untuk menghindari serangan pedang, kemudian ia berbalik dan memegangi tangan peserta itu.
Enzo menarik tangan peserta itu dan memukul siku nya sampai tangan peserta itu menekuk secara terbalik.
__ADS_1
"Arghh..!! Tangan ku..!!" Peserta itu berteriak kesakitan sampai mengeluarkan air mata.
Enzo tidak menghiraukan teriakan nya dan segera menendang pinggang peserta itu dengan sangat keras sampai terhempas.
"Selanjutnya!" Enzo menyeringai.
Enzo sekali menyerang dengan tangan dan kakinya bahkan tanpa menggunakan mana, kekuatan nya masih sangat kuat.
Itu karena Enzo adalah Ras Barbarian yang menganggap pertarungan adalah hidup mereka dan mereka tidak bisa hidup tanpa pertarungan.
Enzo mengambil pedang yang tergeletak di tanah dan melemparkannya ke arah peserta terdekat, saat ia melempar pedang, ia juga berlari ke arah peserta itu.
Peserta yang diincar oleh Enzo melihat Enzo melempar pedang, ia segera menggunakan pedang di tangan nya untuk menangkis lemparan pedang.
Namun saat ia sudah menangkis lemparan pedang, Enzo sudah berada di depan nya dan memukul wajah nya sampai membentur tanah.
Enzo memegang leher peserta itu dan melemparkannya ke arah peserta lain dengan sekuat tenaga sampai kecepatan lemparan nya sangat cepat.
...----------------...
"Dia mengatakan kepada Lein untuk tidak mengamuk tapi dia sendiri mengamuk..." Eira memegangi kepalanya tidak tahu harus bereaksi apa melihat Enzo.
"Biarlah, aku juga harus fokus." Eira tidak terlalu peduli dengan pertarungan Enzo.
"Snow Magic : Snow Pierce." Ucap Eira.
Eira menciptakan salju dan membentuk nya menjadi seperti ujung tombak yang tajam, dan Eira membuat sangat banyak.
Eira melancarkan serangannya ke arah para anggota aliansi Vestar yang sedang bertarung dengan anggota aliansi Ulfar.
"Ugh!"
"Dari mana serangan ini!?"
"Sial, lenganku!"
Mereka segera melihat ke sekeliling mencari siapa yang sudah menyerang mereka namun tidak menemukan Eira dimana pun.
Karena Eira sudah berpindah tempat dan sekarang ia sedang berada di atas dahan Pohon Oxtara yang ditutupi oleh dedaunan.
"Snow Magic : Snow Haze." Gumam Eira.
Eira menciptakan salju di sekitar nya dan membentuk salju menjadi kepingan yang lebih kecil sehingga menciptakan kabut salju.
Eira mengendalikan kemudian mengirim kabut salju ke semua musuh untuk mengganggu dan menghalangi penglihatan mereka.
Semua orang dari aliansi Vestar terkena serangan dari aliansi Ulfar karena penglihatan mereka terganggu oleh kabut salju.
Meskipun masih banyak orang yang memiliki respon cepat dan segera mundur sejauh mungkin agar tidak terkena serangan.
...----------------...
Lein hanya mengeluarkan satu katana nya karena ia tidak bermaksud untuk serius. Seperti kata Enzo, nikmati saja pertarungan ini.
__ADS_1
Lein menahan pedang salah satu peserta dengan mudah, kemudian ia membenturkan kepalanya ke kepala peserta itu dengan keras.
Saat peserta itu kesakitan Lein mengambil kesempatan untuk menendang perut peserta itu sampai terjatuh ke tanah.
"Senjata ku itu bukan hanya pedang saja, seluruh tubuh adalah senjata saat di dalam pertarungan...!!" Lein menyeringai.
Lein melompat dan menjatuhkan diri dengan menyerang menggunakan lutut nya ke arah peserta yang baru saja jatuh.
"Sial!" Peserta itu berpikir tidak bisa menghindari nya karena kepala dan perut nya sangat sakit.
"Mundur dan obati lukamu!" Seorang peserta kekar datang untuk menangkis serangan lutut Lein dengan menyilangkan kedua tangan nya.
"Bagus! Membantu rekan itu perbuatan yang bagus!" Lein menyeringai.
Saat lutut Lein mendekati kedua lengan peserta kekar itu, Lein menggerakkan kedua kakinya agar telapak kakinya yang menyentuh kedua lengan dan mendorong nya.
"Kekuatan macam apa ini!?" Peserta kekar itu terdorong mundur beberapa langkah.
"Kekeke ayo!" Lein bergegas menuju peserta kekar.
Peserta kekar juga maju ke arah Lein dengan merentangkan kedua tangannya seperti seorang pegulat berniat untuk menangkap Lein.
"Ini adalah pertarungan! bukan pertandingan!" Lein menginjak tanah dan melompati tubuh peserta kekar.
Saat di udara Lein memegangi pundak peserta kekar dan menyerang punggung nya menggunakan lutut kanan nya dengan keras.
"Arghh!" Peserta kekar itu kesakitan karena Lein menyerang tulang punggung nya dengan keras.
"Tubuh mu kekar namun kamu lemah!" Lein mengejek peserta kekar yang sedang meringis kesakitan.
...----------------...
"Sialan Ulfar! Dari mana kamu menemukan bantuan yang kuat!?" Teriak Vestar saat mereka berdua beradu pedang.
"Entahlah. Bahkan jika tahu, aku tidak akan memberitahu mu dasar idiot!?" Ulfar membelokkan serangan Vestar dan menendang pinggang kiri besar dengan kaki kanan nya.
"Ugh!" Vestar kesakitan namun ia tidak berpindah tempat.
Jeda beberapa milidetik Vestar kesakitan, Ulfar bergerak ke arah kanan nya dan kembali menendang pinggang kiri Vestar.
"Argh!" Vestar kesakitan karena ditendang dua kali.
"Sialan kamu!" Mata Vestar menjadi merah karena terlalu emosi.
Vestar maju menyerang Ulfar namun bisa dihindari dengan mudah karena serangan Vestar berantakan karena ia sudah dimakan oleh emosi.
"Ini akhirnya!" Ulfar menemukan celah.
Ulfar memegang pedang di tangan kiri dan menggunakan tangan kanannya untuk memegang tangan Vestar yang memegang pedang.
Ulfar menarik tangan Vestar sehingga Vestar condong ke depan, kemudian Ulfar menggunakan pedang nya untuk menusuk perut Vestar.
"Sialan...!!" Rasa sakit yang parah membuat Vestar sadar.
__ADS_1
Kemudian Vestar pingsan karena luka di perutnya yang dalam dan karena pikiran nya sudah lelah karena termakan emosi barusan.